Lobster

Suasana pagi ini sangat cerah, dua orang bocah gemuk duduk bersebelahan tengah membaca kertas undangan yang diberikan oleh guru mereka. 

Rania yang lancar membaca, tengah menatap gurunya bingung lalu menatap Nora yang duduk disebelahnya. Nora diam menatap selembar kertas yang ada di hadapannya, tatapannya yang datar membuat Rania yang duduk disebelahnya menahan kesal. 

“Nolaaaa… bisa nda sehali aja wajahmu itu dibuat lamah jangan pasang wajah datal macam tembok sekolah, nda ada bagusna “ ujar Rania kesal. 

“Nola malas pasang wajah cantik nda guna, “ jawab Nora lirih. 

Rania membulatkan kedua matanya dengan mulut menganga lebar, selama sekolah baru kali ini Nora mau mengeluarkan suaranya bahkan Rania mengira Nora tidak bisa berbicara sehingga jika dirinya ingin berbicara dengan Nora selalu menggunakan mulut tanpa ada suara yang keluar. 

“Wowww amazing !! Dali dulu kek ngomong Nolaaaa…  ahhh akhilnaaa belsuala juga dilimu… “.

Membuat Nora seketika menatap Rania tajam, bukannya takut Rania tertawa lirih. 

“ Eh, Nola ! “panggil Rania lagi. 

“ Apa ? “ tanya Nora datar. 

“Kau besok bawa olang tuamu, nda ? “ tanya Rania penasaran. 

“Nda lah,Oma sama opaku yang datang, “jawabnya singkat. 

Rania mengangguk tersenyum, “ nda papalah, ada Kak Dania cama Kakek Langga caja, Lania udah belsyukul, “ ucapnya lirih namun masih didengar oleh Nora yang mengerut keningnya. 

Sedangkan di tempat Dania bekerja, saat ini mereka tengah sibuk kesana-kemari merangkai dan melihat stok-stok bunga. Orderan hari ini memuncak, banyak customer yang datang silih berganti memesan beberapa buket bunga sehingga hari ini adalah hari yang sangat sibuk bagi Dania dan yang lain. 

Bahkan Dania turun membantu karyawan lainnya untuk memeriksa stok bunga dan juga turut membantu merangkai buket bunga. 

“Ini pesanan siapa, Dan? “ tanya Ridho kepada Dania. 

“Ini pesanan tuan Jeon, dho “ ucap Dania yang masih sibuk merangkai bunga mawar putih. 

“Pesan lagi ? “ tanya Rika tak percaya. 

“Iya Rik, “ sahut Dania. 

Rika dan Ridho sama-sama memasang wajah heran, mereka tahu siapa tuan Jeon yang dimaksud namun tidak dengan Dania, mereka sama sekali tidak memberitahukan gadis itu. 

“Selesai… “ ujar Dania senang. 

Dania membawa buket itu ke dalam toples yang sudah berisi air untuk menyimpan buket costumer tak lupa memberi nama dan sebuah kata-kata disana. Semenjak ada Dania, setiap customer yang membeli buket pasti mendapatkan pesanan manis dari Dania sehingga membuat customer datang silih berganti. 

“Dan, sudah waktunya makan siang. Ayo, ke warung sebelah ! “ ajak Rika. 

“Ayo, “ sahutnya. 

*

*

*

*

*

Bell sekolah berdering, anak-anak mulai berhamburan keluar kelas setelah doa dan salim dengan gurunya. Kini di ruangan itu tersisa Rania dan Nora, keduanya bangun dari kursi dan mengenakan tas ransel masing-masing. 

“Nora sudah dijemput belum ? “ tanya Rania. 

“Nda tau, biacana oma cudah nunggu di depan sekolah.. “ jawabnya lirih. 

“Ya sudah, ayo jalan kedepan ! “ ajak Rania. 

Kedua bocah itu berjalan keluar kelas dengan bergandengan tangan. Senyum Rania terpatri di wajah gembulnya berbeda dengan Nora yang memasang wajah datar tanpa ekspresi. 

Saat di depan ternyata Oma-nya sudah menunggu di sana sambil menatap dirinya. 

“Cucu oma, gimana belajarnya ? “ tanya wanita paruh baya kepada cucunya yang berjalan mendekat ke arahnya. 

Nora mengangguk, sedangkan Rania menatap bingung temannya itu. “ Olang kalau ditanya dijawab, bukan ngangguk ! “ tegur Rania. 

“Apa sih, Lan. Makin kesini makin belisik dilimu ! “ rutuk Nora. 

Mendengar suara cucunya, betapa bahagianya perasaan wanita paruh baya itu bahkan untuk pertama kalinya cucunya mengeluarkan suara semenjak kejadian tiga tahun yang lalu. 

“Nora, cucu oma. Akhirnya kamu mau ngeluarin suaramu lagi. Oma senang! “ ucapnya Wanita paruh baya itu memeluk dan mencium cucu perempuannya. 

“Oma seneng dengel Nola bicalana ada suala ? “ tanya Nora polos. 

“Ya iyalah Nola, kau gimana sih ! “ sarkas Rania kesal. 

“Apa sih Lania, dali tadi belisik ! “ ucap Nora cemberut. 

“Haha sudah-sudah, ayo kita makan siang dulu ! “ Ajak wanita paruh baya itu. 

Nora mengangguk, ia meraih tangan Rania. “Ayo, Lania kita pelgi makan siang  sama oma Cepan ! “ ajak Nora senang. 

Bocah itu sekali lagi menampakkan raut wajah yang membuat dua wanita beda usia menatap tak percaya, Nora tersenyum untuk pertama kalinya di hadapan mereka. 

“Lihatlah, nak. Putrimu mulai kembali ceria, “ ucapnya sendu. 

Kini ketiganya sudah berada di salah satu restoran yang tak jauh dari  “boutique flowers”.

“Ayo, Rania mau pilih apa ? “ tanya Oma Jevan kepada Rania yang diam saja. 

“Lania pilihlah, oma ku cudah bejamul mulutna kena kau ! Nda usah malu-malu, nanti pelut gentongmu bunyi tong, tong, tong” sahut Nora yang juga menatap Rania. 

“Halgana mahal kali, nda ada duitna Lania kalau beli. Lania genci ngutang “ ucapnya lirih. 

“Rania ini oma yang bayarkan, jadi Rania pilih saja mau makan apa.. “ jelas Oma Jevan. 

“Makcud omaku, dia tlaktil kita makan sepuasna ! “ bujuk Nora. 

“Makan sepuasna ? Makan besal gitu maksudna ? “ tanya Rania memastikan. 

Oma Jevan dan Nora serempak mengangguk, melihat hal itu Rania mengangguk pelan. 

“Okelah, kalena ini di tlaktil oma cepa, Lania mau pesan … .. “ ucapannya terhenti. 

“Ini makanan apa, macam sedap ja tapi halgana dilual nulul. Emang enak ? “ tanya Rania dengan wajah ragu. 

“Mana ?” tanya Nora bingung, bahkan ia menarik menu makanan dari tangan Rania.

“Ini,” tunjuk Rania.

“Ini lobstel namana, “ jelas Nora.

“Tapi milip udang ?” tanya Rania bingung.

Bahkan ini pertama kalinya Rania makan direstoran mahal. Sebelumnya ia hanya pernah makan di tenda-tenda yang ada di tepi jalan bersama sang kakak.

“Ia milip tapi ukulanna beda “ sahut Nora datar.

“Kenapa beda, kan sama-sama udang “ ucap Rania heran.

Nora menggaruk pipi bakpaonya, ia bingung menjelaskannya kepada Rania yang tidak bisa membedakan lobster dan udang biasa. 

“Intinya, Lobster besar di laut dan udang kecil disungai.. “ jawab Nora tiba-tiba. 

“Haaaa… “

Terpopuler

Comments

sendy kiki

sendy kiki

Kaka cerita diam di tempat sih,,ayo dunk lanjut biar semangat baca y..

2024-02-17

1

fatmawati rahman

fatmawati rahman

Up thorrrrrr

2024-02-15

0

sendy kiki

sendy kiki

up 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹crazy up

2024-02-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!