CAYANGNA LAVA

Pekikan Gaga membuat Nella dan Dania terkekeh apalagi melihat wajah Gaga yang cemberut. 

“Haaa kan dan selesai !! Iiiiiii, kecal kali lohhhh !!! “ rengek Gaga saat penampilan Rania dan Nora sudah selesai. 

Bahkan kemeja Gaga sudah kusut lantaran ditarik olehnya saking kesal. 

Tak lama kedatangan Rania dan Nora yang membawa dua tangkai bunga mawar berwarna putih dan merah. 

“Kakak !! “ 

“Omaaa !! Opaaa !! “ teriak Nora dan datang menghampiri oma dan sang opa yang baru beberapa menit duduk di sebelah istrinya. 

Nora memberikan dua bunga mawar itu kepada oma dan opanya begitu juga Rania memberikan satu bunga mawar merah kepada Dania, satunya lagi ia memberikannya kepada Nella. 

“Bibi, ini bunga mawal putih buat bibi.. kalena sebental lagi bibi akan menjadi ibu yang lual biasa !! “ ucap Rania tersenyum. 

Degh ! Jantung Nella berdebar kuat mendengar ucapan Rania. Nella menatap wajah Rania dengan lembut, iya berharap seseorang akan hadir di dalam kehidupan mereka. 

Nella sudah lama menanti kehadiran seorang bayi di tengah-tengah rumah tangganya, namun semuanya belum bisa tercapai sehingga ia mendapatkan tekanan dari kedua ipar perempuannya. 

“Terima kasih, Rania ! “ ucap Nella tulus dan menerima mawar putih pemberian Rania. Gio juga mengaminkan ucapan Rania, walau tak tahu kapan mereka akan diberikan kepercayaan. 

Gaga yang merasa tidak mendapatkan bunga dari Rania pun protes. “ Bunga buat Gaga mana ? “ tagih Gaga dengan telapak tangan kanan menadah di hadapan Rania. 

Rania menatap sosok bocah gendut berkelamin laki-laki. “ Kau cowok minta na bunga. Noh cilol depan cekolah nanti ku belikan ke kau. Kita beli halga sepuluh lebu, mau ? “ ucap Rania menawarkan cilor di depan sekolahnya. 

“Cilol mainan kayak mana ? “ tanya Gaga yang tak tahu cilor seperti apa bentuknya. 

Seketika Rania menepuk jidatnya. “ Eee bocah gendut ! Nda tau kau dengan cilol ?” Gaga menggeleng.

“Kasihan kali kau nda tahu dunia peljajanan ! Miskin kali olang tuamu nda ngasih jajan “ ucap Rania tajam.

“Kata mami, jajanan itu cuma untuk olang miskin. Olang kaya makananna spajeti !” sahut Gaga polos.

“Spajetti makanan apa lagi ?” tanya Rania, kali ini dirinya yang tidak tahu bentuk spajetti.

“Spaghetti maksud Gaga, “ timpal Nella menjelaskan maksud keponakannya itu. 

“Ooi itu, nda ena itu ! Yang ena cilol, cilok, comay, batagol dan lainnya. “ sahut Nora yang kini berada di hadapan Gaga. 

Rania melirik Nora, “ semua yang kau sebutkan itu semuanna dali aku, jangan sombong ! “ ucap Rania. 

Ucapan Rania membuat Nora mencebik kesal. “Yallah, sipaling jajan ! “ sindir Nora. 

“Sudah ayo, kita pulang ! Acaranya sudah selesai ! “ ujar Ibu Jevanka. 

“Ah, iya… “ sahut Nella. 

Kini mereka keluar dari gedung sekolah, Gio yang baru ngeh ada bosnya pun segera menyapa begitu juga sebaliknya. Setelah keluarga Wilson pergi, kini Gio dan lainnya ikut menyusul. 

Mereka akan kembali ke rumah mendiang kakek Rangga. 

*

*

*

*

*

*

“Om, apa om Gio dan bibi Nella bisa tinggal disini bersama kami ? Soalnya rumah ini sedikit besar untuk ditinggali Dania dan Rania saja, belum lagi toko sembako peninggalan kakek. “ ucap Dania yang kini mereka tengah duduk santai di teras rumah. 

Rania dan Gaga, keduanya sedang menjaga toko yang baru beberapa menit lalu dibuka oleh Rania. 

Gio menatap istrinya begitu juga Nella, bahkan kediaman mereka sekarang adalah rumah kontrakan yang sederhana yang sudah ditinggali selama tiga tahun menikah. Gio ketika menikah mengaku ingin tinggal berdua dengan istrinya karena tempat itu sangat dekat dengan perusahaan tempatnya bekerja. 

“Mau ya, bi ! Bujuk om dong, biar Dania juga punya temannya disini ! “ rengek Dania yang entah kenapa ia sangat manja dengan Nella padahal baru beberapa jam lalu keduanya nampak canggung. 

Tubuh Nella mendadak kaku melihat sikap manja Dania kepadanya, ia yang sudah lama menginginkan seorang anak menjadi sangat ingin berada didekat Dania dan Rania. 

“Boleh nggak mas ? “ tanya Nella memohon. 

Gio yang melihat tatapan memohon istrinya menjadi tak kuasa untuk menolak, toh rumah kontrakan mereka minggu ini sudah habis jadi Gio mengiyakan permintaan Dania. 

Hal, itu membuat Dania dan Nella bersorak gembira. Keduanya meninggalkan Gio yang menatap tak percaya dengan tingkah keduanya. 

“Bahkan aku dibiarkan sendiri ? “ ucap Gio lirih. 

Dania dan Nella, mulai menyiapkan bahan masakan untuk makan siang. Keduanya melupakan Gio yang terdiam sendiri di teras rumah. 

Sedangkan di toko sembako, dua bocah beda kelamin tengah menata barang-barang sesuai nama dan jenisnya. 

“IIIII ADA BEKICOTNAAAAA !! “ pekik Gaga geli. 

“MANAAAAA !! “ teriak Rania menghampiri Gaga dengan membawa buku nota berisi nama barang. 

“ITUUUUUU !!! DIATAS BELASSSS !! “ teriak Gaga takut dan bersembunyi di belakang Rania. 

Rania menajamkan pandangannya menatap tumpukan karung beras. Seekor siput dan kawan-kawannya melintas di atas karung beras. 

“ITUUUU SIPUTTTT BUKAN BEKICOT !! NDA JELI KALI MATA KAU !! “ ucap Rania kesal. 

“NANTI KU SULUH MAMAMU  MASAK WOLTELLL BIAL JELNIH MATA KECILMU !! “ omel Rania. 

“Dah sana buang, siputna !! “ titah Rania pada Gaga. 

“NDAAAAAA, NDAAAA MAUUUU GELAAAAYYYYYYY !! “ teriak Gaga berlari masuk ke dalam rumah. 

“WOOOOOYYYY LAKI DOANGGGG KELAMINNNAAAA !! BUANG SIPUTT CUPU !!! BAPAK KAU KAYAKNYA CUPU, KETULUNANNYA CUPU BAPAKNA PASTI CUPU !!“ teriak Rania kesal. 

“Untung bapakna Lania nda ada, kalau ada ? kila-kila macho dan kekal nda ya ? “ ucap Rania lirih. 

Rania dengan sabar memungut beberapa siput kecil yang melintas di atas karung beras, setelah itu ia membuangnya di tempat sampah pembakaran. 

“Mumpung belum ada apina, kalian cali jalan kelual ya, sebelum nyawa kalian telancam ! “ ujar Rania melihat siput-siput terbalik karena lemparannya. 

Rania kembali masuk ke toko sembako, tak lama ibu-ibu datang untuk berbelanja sesekali bapak-bapak mengenakan sarung dan peci datang untuk membeli rokok atau tembakau. 

“LAMBUT WALNA WALNI BAGAI GULALI, IMUT LUCU WALAU TAK TELALU TINGGI, PIPI CABI DAN KULIT PUTIH !! SENYUM MANIS GIGI KELINCI !! “

“MEMBUAT KU TELSADAL BENTUK CINTA ITU, YA KAMU !!! “ nyanyi seorang bocah tampan dengan senyuman manisnya berdiri menatap Rania yang tengah sibuk menghitung jumlah barang tersisa. 

“CELAMAT CIANG LANIA CAYANGNA ABANG !!! “ sapa seorang bocah bersandar di tiang dengan tangan bersedekap dada tersenyum tampan. 

Rania menoleh, matanya menyipit menatap sosok bocah tampan yang mengenakan kaos biru kebanggaannya. 

“NYALI SIAPA KAU ! “ tanya Rania ketus. 

“NYALI CAYANGKU LAH ! “

“NDAAA ADA CAYANG KAU DI CINI !! SESAMA BOCAH JANGAN KAU MENALIK PELHATIANKU DENGAN WAJAH JELEKMU ! LAN, NDA CUKA DILIMU YANG NALSISNA KEBANGETAN !! “ sindir Rania. 

“TELUS LANIA MAUNA ABANG KAYAK MANA ? “ tanya bocah tampan bernama Rava. 

“Nanya Lania mauna apa ? “ ucap Rania memastikan. “Iya cayangna babang Lava, adek Lania mauna apa ? “ tanya Rava tersenyum manis. 

“Lania mau Lava bolong semua daganganna Lania. Belani nda ? “ tantang Rania angkuh. 

“Kalau abang Lava boliong semuana, apa yang abang dapatkan ? “ tanya Rava yang yakin bila dirinya mampu memborong semua dagangan pujaan hatinya. 

“Lania mau jadi pacalna Lava, “ jawabnya ragu. 

Mendengar itu, Rava segera berlari tunggang langgang ke rumahnya membuat Rania ketar-ketir. “ aduh, mulutna Lania minta dilakban dulu sama kakak. Bial nda melugikan dili sendili… “.

Sedangkan di sisi Rava, 

“MAAAAAAAAAAAAAA BOLONGIN DAGANGANNA LANIAAAAAAAA !!! BIAL ABANGGG CAMA LANIAAA PACALAAAAAANNNN !! “

“APAAAAAA ?!! “

...***...

Jangan lupa dukungannya dan follow ig @coretandella_ & @dlbtstae_

Terpopuler

Comments

sendy kiki

sendy kiki

hadeh dunia perbocilan bikin rusuh dan rieweuh up libur panjang biar seru 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹calange pokok na

2024-03-09

0

Iqlima Al Jazira

Iqlima Al Jazira

😁😁

2024-03-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!