Diperjalanan, Gata selalu melirik Resti yang duduk di sebelah Gama. Sesekali mengkode Resti agar melihat dirinya namun hal itu tak membuat Resti menghirau Gata.
“Bang, sebenarnya kita mau kemana ? “ tanya Gata kesal karena hampir setengah jam perjalanan mereka belum juga sampai.
Gama tak merespon, ia fokus dengan kemudinya.
Sedangkan di sisi lain, Gio meminta istrinya serta anak-anak untuk bersiap setelah selesai sarapan membuat Nella bertanya-tanya.
“Kita mau kemana mas ? “ tanya Nella.
“Mas nggak tahu, yang jelas ketika abang kirim pesan kita harus berangkat “ ucap Gio.
“Tapi kita ramai mas, masa pesan taksi online ! “ sahut Nella.
Gio membenarkan ucapan istrinya, apalagi mereka membawa tiga anak. “Ya sudah nanti kita pesan taksi online saja ! “.
TIN ! TIN !! Suara klakson mobil terdengar dari luar.
“ III CUALA NA MOBIL !! “ pekik Gaga dan bergegas berlari keluar.
“EEEEE !! “ Nella hendak menghalangi Gaga namun, bocah gendut itu sudah melesat ke depan.
“Mas habisin dulu sarapannya, Nella kedepan dulu ! “ ucap Nella pada suaminya.
Nella berjalan menyusul Gaga yang sudah lebih dulu keluar rumah.
“UWAAAAAA, MOBILNA KELEN SEKALI ! BIBI !! BIBI TANTIK ! BELAPA HALGA NA INI ?! “ pekik Gaga saat melihat mobil alphard berwarna hitam mengkilap berhenti di depan rumah.
“Harganya ya ? “ Gaga mengangguk semangat. “ Ratusan juta ! “ jawab wanita itu.
“Latusan juta ? Belapa banyak nol na ? “ tanya Gaga lagi.
“Coba tebak berapa, “ ucap wanita itu lagi membuat Gaga mulai berhitung menggunakan kedua jari tangannya.
Sementara itu, Nella baru tiba keluar rumah ia melihat seorang wanita berpenampilan jas hitam dipadukan dengan celana bahan kain sedang memperhatikan Gaga yang berhitung menggunakan kedua jari tangannya.
“Maaf, siapa ya ? “ tanya Nella pada wanita itu.
Gaga dan wanita itu menoleh, “Nella… “
“Kak Reva !! “ ucap Nella terkejut.
“Kamu di sini ? “ tanya Reva bingung. “Iya kak, aku menginap disini, “ jawabnya canggung. Reva mengangguk.
“Aku kesini mau jemput kalian, “ ucap Reva membuat Nella bingung.
“Jemput ? Kemana kak ? “ tanya Nella bingung.
“Ikut saja, “ balasnya.
Tak lama datanglah Gio bersama Dania dan Rania yang telah siap. Gio memberikan tas istrinya dan juga tas Gaga yang berisi sebuah tablet mainan dan perlengkapan lainnya.
“Sudah siap ? “ tanya Reva.
“Sudah, “ sahut Gio.
Reva memberikan kunci mobilnya kepada Gio. “ Ini, bawain ! Aku mau rebahan di belakang, “ ucap Reva.
“Kok aku, “ protesnya.
“Hei, kau laki ! Apa susahnya nyetir ! Wanita adalah ratu, pria harus meratukan wanita ! “ sahut Reva yang mana membuat Gio tak berkutik.
Mau tak mau Gio yang menyetir mobil sedangkan Dania yang mengarahkan jalan sesuai maps.
*
*
*
*
*
*
“Abang, kenapa kita disini ? “ tanya Gata gugup apalagi saat melihat beberapa polisi dan seorang dokter sedang berdiri di dekat pintu ruangan yang entah ruangan milik siapa.
“Diamlah, kita tunggu yang lainnya datang ! “
Beberapa menit kemudian, Reva dan lainnya datang menyusul Gama.
“Kalian sudah datang, “ ucap Gama menatap Reva membuat Resti cemburu.
“Hem, “ sahut Reva membalas tatapan Gama.
“Pak, kami sudah disini semua ! “ lapor Gama.
“Baiklah, kalau begitu kita akan membacakan hasil otopsi mendiang kakek Rangga ! “ ucap Komandan yang mana membuat Gata, Resti dan Nella ketakutan.
Gio yang melihat istrinya ketakutan pun menggenggam tangan istrinya dan memberikan ketenangan. Nella yang melihat Gio berusaha menenangkan dirinya pun tersenyum tipis.
“Semuanya akan baik-baik saja, tenanglah ! “ bisiknya.
“Cepat pak, bacakan hasilnya !! “ ucap Dania tak sabaran.
“Meleka ni ngomong apa sih, Gaga nda ngelti ! “ bisik Gaga pada Rania.
“Aku juga nda ngelti pembicalaan olang dewasa, “ sahut Rania.
“ Jadi hasil pemeriksaan jenazah mendiang terdapat luka di bagian kepalanya sehingga darah segar mengalir cukup deras dan hal tersebut membuat beliau meninggal ditempat ditambah lagi beliau baru saja sembuh dari sakitnya , “ ucap komandan memberikan kesimpulan dari hasil otopsi.
“Luka di kepala ? berarti kakek jatuh ! “ ucap Dania heran.
“Iya adik, karena kami tidak mendapatkan bekas luka selain di kepala mendiang. “
Dania terdiam. Sedangkan Resti dan Gata bernafas lega. Namun, rasa lega keduanya hanya sementara saat seorang polwan memperlihatkan barang bukti yang tertinggal di TKP.
Gama dan Gio melihat barang yang dibungkus plastik putih. Keduanya saling pandang dan kembali menatap barang tersebut.
“RESTIIIIIII !!! GATAAAA !!!“ teriak Gama menggema membuat beberapa polisi berdiri mendekati Gama.
Resti yang namanya dipanggil mendadak suram. “RESTIIII, GATA !! KEMARI KALIAN !! “ teriak Gama lagi.
“Tenang pak ! Tenang ! Ini rumah sakit !! “ tegur dokter yang diminta untuk melakukan test otopsi.
Gama mengeraskan kepalan kedua tangannya. Reva yang melihat itu spontan meraih salah satu tangan Gama dan mengusapnya lembut.
Perlakuan Reva membuat Gama sedikit lebih tenang namun berbeda dengan Resti yang sudah terbakar api cemburu namun takut untuk mendekati suaminya.
“Sial, bisa-bisanya Reva mengambil kesempatan untuk menggoda bang Gama !! “ teriak Resti dalam hati.
“Maaf pak Gama, untuk mempersingkat waktu. Kami dari kepolisian akan membawa tersangka untuk melakukan pemeriksaan mengenai kasus p3mbunuh4n terhadap mendiang bapak anda !” ucap komandan.
“Silahkan proses pak ! Pelakunya ada disini ! “ ucap Gama emosi.
Gata dan Resti membulatkan mata mereka. Keduanya menggeleng ribut bahkan Gata histeris memeluk suaminya.
“NGGAKKKK !!! AKU NGGAK MAU !! MASSS JANGAN BIARKAN AKU DIBAWA POLISI ! “ teriak Resti memohon kepada suaminya.
“BANG AKU NGGAK MAU ! BAGAIMANA DENGAN GAGA JIKA AKU DIPENJARA !! “ teriak Gata memohon kepada abangnya.
“Iiii napa nama Gaga dibawa-bawa ! “ protes Gaga.
“GAGA TOLONGIN MAMI, “ teriak Gata kepada putra bungsunya itu.
Gaga menggeleng, “ Gaga nda ada kuasa, pak polici kenapa cuma mami na Gaga yang di bawa ? Nda sekalian papi juga ? Meleka telus libut dilumah, buat Gaga pucing tujuh keliling ! Gaga juga nda pelnah diulus meleka ! “ curhat Gaga yang hampir membuat polisi menyemburkan tawa mereka.
Gata melotokan kedua matanya, “ Nah liat pokici, mami na Gaga motot-motot matana. Iiii takut, selem !! “ ucap Gaga dan bersembunyi dibelakang Nella begitu juga Rania yang memegang erat ujung kemeja Nella.
“PAK !! KENAPA NELLA TIDAK DI TANGKAP !! DIA JUGA IKUT KAMI WAKTU ITU !! “ teriak Resti tanpa sadar mengakui bahwa dialah dalang k3ma4ti4n mendiang kakek Rangga.
“MAAF NYONYA ! NYONYA NELLA SUDAH MENGAKUI KESALAHANNYA DAN KAMI TIDAK LAGI MEMPROSES BELIAU ! KARENA BELIAU TIDAK MELAKUKAN KEJAHATAN, BAHKAN BELIAU LAH MEMBERIKAN KAMI PETUNJUK DAN MENEMUKAN BARANG INI ! “ bentak komandan polisi saat Resti menghalau mereka untuk mempercepat proses pembawaan mereka ke kantor polisi.
Mendengar ucapan komandan membuat tubuh Resti lemas dan akhirnya tak sadarkan diri. “Lemah, “ umpat Reva menatap Resti yang dibopong oleh dua polisi.
Sedangkan Gata, meratapi nasibnya begitu juga Dani yang tidak tahu harus bagaimana membantu istrinya untuk bebas.
“IMPAS !! “
***
Jangan lupa dukungannya😘
Follow ig @coretandella_ bagi kalian yang mau baca AU dan melihat visual novel girls first love
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
sendy kiki
up selalu Kaka 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2024-03-11
0