KEJAHILAN ALINA
Seorang wanita muda nan cantik nampak berjalan lemas menyusuri koridor kampus menuju ke gerbang luar. Irie terus memikirkan cara mendekati anak tirinya itu. Karena terlalu hanyut dalam pikiran, Irie sampai tak sadar bahwa kelas sudah berakhir, para murid mulai berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.
Tepat di kelas Alina, Irie berjalan lurus dan mulai tersadar ketika segerombolan anak-anak muda baru saja keluar dari kelas mereka seraya bergurau ria termasuk Alina yang juga ada di sana.
Sepasang mata hazel bertemu dengan tatapan Alina yang sinis. Teman-teman Alina yang ikut terdiam memandangi Irie dari atas sampai ke bawah terutama para pria pastinya.
“Ap-apa kabar?! Maksudku... Bagaimana kelasmu?!” sambil melambai kecil dengan senyuman manisnya, Irie tak tahu lagi harus bersikap bagaimana? Apalagi banyak teman-teman Alina yang kini menatapnya. Dia benar-benar gugup dan sangat malu sendiri.
Tanpa membalas ibunya, Alina hanya memberikan tatapan penuh kesal seolah banyak cacian yang ingin gadis itu lontarkan ke hadapan Irie.
Menyadari bahwa Alina tidak menyukai kehadiran nya, Irie hanya bisa tersenyum paham. “Aku pulang dulu!” pamit Irie berjalan pergi.
Alina memutar bola matanya malas. “Shit!” umpatnya pelan.
“Apa dia ibu tirimu?” tanya salah satu teman wanitanya kepada Alina.
“Hentikan itu. Aku tidak menganggap dia ibuku.” Ketus Alina sangat menolak bahwa Irie adalah ibu sambungnya. Teman-temannya hanya berseru canda tawa ketika mendengarnya, seakan itu hal yang luar biasa ketika seorang anak tidak menyukai ibu tirinya.
Sungguh gila jaman sekarang.
“Hhffuuu.... Ini sungguh membuatku gugup...” gumam Irie memegangi dadanya yang terus berdegup kencang.
Dia bak selebriti yang terus disorot tanpa henti. Hendak membuka pintu mobil, Alina menarik tangannya kasar hingga Irie terpontang dan berbalik ke arahnya.
“Berani sekali kau datang ke sini. Kau tidak punya kerjaan lain selain mengurusi ku— ”
“Ayahmu yang menyuruhku— ”
“Ayahku yang menyuruhmu dan kau menurut, padahal kau bisa saja menolaknya! Luar biasa sekali drama mu!” Alina benar-benar lancang ketika berhadapan dengan Irie. Gadis itu bahkan tak segan terus terang menghina Irie.
“Jangan pernah berpikir bahwa aku adalah putrimu. Kau datang ke rumah tidak beda jauh dengan Puput! Jika sekali lagi kau berani mengurusi ku lagi, maka aku tidak segan bersikap kasar kepadamu.” Ancam Alina tanpa takut. Bahkan gadis 19 tahun itu menunjuk-nunjuk Irie tanpa rasa sopan.
“You understand bitch?” lanjut Alina yang kali ini mengatakan kata-kata kasarnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Irie yang masih mematung menahan rasa sakitnya atas ucapan gadis itu.
Tak pernah sekalipun dalam hidup Irie ada seseorang yang berani memanggilnya <
Bibir Irie sudah gemetar menahan air matanya. Irie akui, dia wanita yang sedikit cengeng ketika hatinya benar-benar terhina.
“Lupakan Irie. Dia masih naif, hffuuu— ” wanita itu membuang napas panjang lalu mencoba tersenyum tipis agar bisa menghilangkan sesak di dadanya sebelum dia masuk ke mobil.
...***...
Tepat setelah Irie sudah menyiapkan makan malam bersama Puput, kini yang harus Irie lakukan adalah menunggu kedatangan Alina dan Arky. Dua orang yang sama-sama keras bagai baja.
“Nona Alina pasti pulang terlambat. Ini hari Sabtu, biasanya dia— ” Belum selesai bicara, kedua wanita itu sama-sama menoleh ke arah pintu, dimana seorang pria berpakaian rapi baru saja pulang dari kerja nya.
Tatapan Arky yang tegas masih saja membuat Puput dan para pelayan lainnya ketar-ketir. Pria itu menatap sekilas ke istrinya yang sudah berdiri di sisi meja makan seolah ingin menyambutnya dengan hidangan makan malam yang lezat.
“Aku baru saja— ”
“Alina sudah pulang?” potong Arky tanpa banyak basa-basi.
Irie menggeleng pelan. “Belum, mungkin sebentar lagi dia—”
“Cari dia dan suruh pulang, jika kau gagal maka terimalah hukumannya. Dua hari lagi waktumu. ingat itu.” Pria itu berjalan seraya mengatakannya, melengos begitu saja tanpa menyentuh makanan yang sudah Irie buat.
Irie yang mendengarnya hanya menghela napas beratnya. Ini sudah sore dan dia harus mencari Alina di mana?
“Apa mau Puput temani?” tawar wanita gemuk itu menatap penuh kasihan terhadap Irie.
“Tidak usah. Tapi katakan padaku, biasanya Alina ada di mana?” tanya Irie merangkul pundak Puput dengan ramah.
“Aku tidak yakin... Tapi— biasanya nona Alina kumpul bersama temannya di cafe dekat kampusnya, atau di club' malam. Tapi, ssttt tuan Arky tidak tahu kalau nona Alina sering datang ke club' malam.” Bisik Puput ke Irie.
Irie mengerti maksudnya, tapi tidak mungkin jika dia pergi ke club', dia sama sekali tidak menyukainya.
“Terima kasih!” ucap Irie lalu berjalan ke arah pintu keluar sampai Puput menghentikan langkahnya.
“Nyonya mau kemana?” tanya Puput sedikit kebingungan serta khawatir.
“Aku akan mencarinya! Setidaknya mencoba lebih baik daripada berdiam diri.” Jelas Irie sangat terlihat sekali bahwa dia wanita yang sangat positif thinking. Tak lama setelahnya, Irie pun pergi ke kampus Alina.
Kedua wanita tadi tak sadar bahwa Arky mengamati mereka dari lantai dua tepat di dekat tangga. Setelah melihat Irie pergi, pria dengan kemeja putih itu kembali masuk ke kamarnya.
...***...
Tanpa henti Irie mengamati setiap jalanan kampus Alina, serta cafe-cafe yang ada di sekitarnya. “Di mana dia?” gumamnya terlihat gelisah. Bagaimana jika dia kembali tanpa Alina?
Mobil Irie yang berhenti tepat di pinggir jalanan sepi, tak satupun dari kedua orang yang ada di dalamnya keluar. Keadaan cafe serta restoran kecil di sana sangatlah ramai anak muda, bagaimana jika diantara mereka sangat liar. Irie masih tak sanggup jika harus melawan mereka semua.
Dari arah belakang, Alina yang asik bercanda gurau dengan teman-temannya, sampai kedua matanya melihat sebuah mobil putih yang sangat familiar. Namun seketika sebuah ide muncul begitu saja di pikiran Alina.
“Hey guys! Kalian ingin bersenang-senang?!” ajak Alina kepada teman-temannya tadi.
Dari dalam mobil, Irie masih ragu untuk keluar, namun dia harus segera keluar dan mencari Alina. “Tolong Ya Tuhan.” Gumamnya seketika keluar dari mobil dan Plekk!!! sebuah kue baru saja dilempar tepat ke wajah Irie.
Wanita itu tertegun sangat tertegun. Tak cuman kue saja, teman-teman Alina juga menyemprotkan semua saus ke tubuh Irie hingga berantakan, lalu yang terakhir. “Biarkan aku yang memberikan penutupnya!” kata teman pria Alina mulai menyemprotkan sebuah air k seluruh tubuh Irie sehingga wanita malang itu hanya bisa menutupi wajahnya dengan lengannya.
Di tempat duduk, terlihat Alina yang malah tertawa lepas seraya mengunyah permen karet. Gadis cantik itu menertawai ibu tirinya sambil bertepuk tangan layaknya dia melihat pertunjukan. “BRAVO WWOOO!!!” seru Alina didukung oleh seruan teman-temannya.
Ya! Semua itu adalah ide Akina. Dia bersumpah akan membuat kehidupan Irie tak tenang selama menjadi ibu sambungnya.
Irie yang harus menahan rasa malunya luar biasa, dia menatap tajam nan lekat ke arah Alina yang juga menatapnya penuh kebencian hingga gadis berkulit putih yang masih duduk di kursi itu memberikan isyarat kepada Irie dengan kedua matanya agar dia segera pergi. jangan lupakan senyuman kecilnya juga.
Dada Irie naik turun tak karuan, dia rasanya ingin menangis melihat anak muda seumurannya juga di bawahnya saat ini menertawakan keadaannya. -‘Tenang Irie. Ini bukan apa-apa! Ini hanya candaan kecil.’ Batinnya masih menahan semaunya. Irie bukanlah wanita yang sabar, namun hanya demi Alina dia bersabar dan bertekad akan merubah sikapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Dita Ganggiatan
perempuan lemah mau dijadikan ibu tiri bunuh aja sekalian alice
2025-01-12
0
HNF G
seret aja bawa masuk ke mobil
2024-11-14
1
Fifid Dwi Ariyani
teusukses
2024-11-07
0