KALAU ADA TYPO BOLEH LANGSUNG KOMEN DI PART-NYA YA BIAR SEGERA AKU PERBAIKI MUMPUNG CERITA MASIH ON GOING 🙏🏻 🙏🏻 😁
HAPPY READING 🌼🌼🌼
🥕🥕🥕
Tak lama Jihan keluar dari kamar dan menuju ke arah Marvel dan yang lainnya.
"Udah Han?" tanya Marvel dengan khawatir nya.
"Udah."
"Marvel," panggil seseorang yang baru saja datang.
"Dokter Winda." panggil Marvel.
Marvel langsung menuntun dokter Winda untuk memeriksa kondisi adira.
Dokter Winda dan dokter Ilham suaminya adalah dokter keluarga Alaska, jika ada yang sakit maka detik itu juga dokter Winda atau dokter Ilham akan datang untuk memeriksa.
"Bagaimana dok?" tanya Marvel saat dokter Winda baru saja keluar dari kamar.
"Kondisinya sudah gak apa-apa, dia hanya syok aja kok, tubuhnya juga sedikit panas tapi udah saya kasih obat dan infus juga. Nanti setelah infus habis kondisinya akan kembali membaik." ucap dokter Winda membuat Marvel sedikit lega.
"Makasih dok." ucap Marvel yang biasanya jarang untuk mengucapkan terima kasih, tapi sekarang entah gerangan dari mana tiba-tiba Marvel mengucapkan terima kasih.
Dokter Winda harus mengatakan keajaiban ini kepada mama Arini yang memang mereka adalah sahabat SMA dulu begitu pun dengan papa dewa dan dokter Ilham.
"Siapa dia vel?" tanya dokter Winda yang kepo.
"Pacar Marvel dok, namanya Adira." jawab Marvel karena dia juga sangat mengenal keluarga dokter Winda.
"Cantik, kamu jangan mainin anak orang loh ya kalau enggak mau mama kamu marah-marah." tutur dokter Winda mewanti-wanti.
"Iya dok."
"Ya udah kalau gitu saya mau pamit untuk ke rumah sakit dulu." ucap dokter Winda.
"Makasih dok."
Setelah itu dokter Winda pun pergi dari sana untuk kembali ke rumah sakit, dokter Winda dan sang suami bekerja di rumah sakit keluarga Alaska.
Marvel langsung masuk ke dalam dan dia melihat Adira yang masih terlelap, kata dokter Winda tadi tunggu satu sampai dua jam Adira akan bangun dari tidurnya.
Semua orang memilih untuk turun dan membiarkan Marvel yang menjaga Adira.
"Kalau gitu kita turun ke bawah ya, kalau ada apa-apa panggil kita aja." ucap Angga dan mendapatkan anggukan dari Marvel.
Di kamar itu hanya ada dirinya dan juga Adira yang masih belum sadarkan diri, Marvel merasa gagal menjaga sang kekasih.
Dia bersumpah akan membuat siapapun yang membuat kekasihnya seperti ini akan mendapatkan balasannya karena sudah berani mencelakai Adira.
Marvel memilih untuk duduk di samping Adira yang masih belum sadar sambil memegang tangan lembut sang kekasih.
Tubuh Adira terasa hangat sekali membuat Marvel terus merasa bersalah, kalau saja dia mempublikasikan hubungannya apakah Adira akan bisa tenang atau malah banyak yang membencinya, sungguh Marvel dalam kebimbangan.
Seorang ketua geng motor Orion yang terkenal itu sekarang merasa bimbang dan khawatir secara bersamaan.
Hampir dua jam Marvel menunggu sang kekasih bangun, karena terlalu lama dia juga akhirnya terlelap di kursi dengan tangannya terus menggenggam erat tangan Adira.
Tak lama Adira mulai membuka matanya dengan perlahan, dia merasakan pusing di kepalanya.
Saat akan menggerakkan tangannya dia merasakan tangannya di genggam seseorang, dia melihat Marvel yang tertidur di kursi dengan kepalanya dia terus di pinggirnya kasur.
Adira mengangkat tangannya perlahan dari genggaman Marvel agar tidak membangunkan pria itu.
Adira langsung mengelus Surai Marvel dengan cinta, dia merasa kasihan karena dirinya Marvel harus menjaganya seperti ini.
Dengan senyuman tipis Adira berikan sambil mengelus Surai Marvel, melihat gurat kelelahan di wajah Marvel membuat Adira tidak tega untuk membangunkannya.
Sedangkan Marvel merasakan sapuan lembut di kepalanya pun langsung terbangun dari tidurnya, dia langsung melihat ke arah Adira yang ternyata sudah bangun dan melihat dirinya dengan senyuman tipis di wajah pucat nya.
"Kamu sudah sadar sayang?" tanya Marvel seperti orang bodoh, ya bagaimana Adira sudah membuka mata otomatis sudah bangun bukan.
"Udah sayang," jawab Adira dengan sebutan sayang, padahal dari kemarin-kemarin Adira tidak pernah memanggil namanya sayang, selalu saja Marvel.
Marvel yang mendengar sang kekasih memanggilnya sayang membuat dia merasa malu namun senang sekali.
"Gimana ada yang sakit?" tanya Marvel membantu Adira untuk duduk.
"Enggak, aku gak papa kok. Kamu gak perlu khawatir," ucap Adira tidak ingin Marvel khawatir karena dia baik baik saja.
"Sekarang kamu istirahat aja ya." ucap Marvel dan di angguki oleh Adira.
Setelah itu Adira pun istirahat karena tubuhnya juga masih sangat lemas, sedangkan Marvel memilih untuk turun dan tidak mengganggu Adira istirahat.
Marvel duduk di sebelah ojik yang kebetulan kursi di sana kosong, kedatangan Marvel mengundang atensi dari anak anak Orion lainnya, di sana juga ada Jihan yang masih belum pulang karena dia masih mengkhawatirkan Adira.
Setiap kali Adira sakit maka Jihan akan selalu di sampingnya, karena dia tidak tega jika meninggalkan Adira sendirian di kos nya, sama seperti sekarang dia masih khawatir.
"Adira gimana?" tanya Jihan saat melihat Marvel sudah duduk di samping ojik.
"Dia udah bangun tapi gw suruh buat istirahat lagi aja karena badannya masih lemes terus juga wajah nya pucet banget. Gw gak tega buat suruh dia banyak gerak," jawab Marvel membuat bahu Jihan merosot karena kelegaan nya.
"Syukur deh kalau gitu." ucap Jihan.
"Gimana sih kronologinya sampek sampek Adira bisa kecebur ke kolam renang?" tanya Diki dan membuat semua orang juga penasaran.
Semua orang melihat ke arah Jihan karena saksi kunci hanya ada Jihan yang waktu itu selalu berada di samping Adira.
Karena memang saat kejadian anggota Orion lagi di belakang dan tidak fokus dengan area kolam renang.
"Awalnya tuh gw sama Adira langsung asik asik nyemil karena Adira ngeluh kalau laper belum makan malam dan gw juga kebetulan belum jadi kita nyemil banyak makanan deh, setelah itu kita gak sengaja berdiri tuh gak jauh dari kolam renang karena kita kebetulan ngambil cemilan yang di daerah sana karena sepi," ucap Jihan men jeda kalimatnya.
Semua orang masih diam dan menunggu jawaban dari Jihan.
"Terus gak lama intan dateng terus tuh nabrak baju Adira gitu aja dengan sengaja, Adira yang gak bisa nge hindar pun jatuh deh ke kolam renang." ucap Jihan dengan sedih.
Jihan pun memberitahukan kronologi selengkapnya yang dia tahu, dia tidak ingin menutupi karena dia ingin agar intan dapat ganjaran yang setimpal.
"Adira tuh gak bisa beneran karena dia ada trauma masa kecilnya sama kolam renang." ucap Jihan membuat semua orang diam dan ikut sedih dan kasihan juga.
Sedangkan Marvel sudah mengeram kesal dan marah, hingga kuki tangannya memutih karena kepala yang keras dari tangannya.
.
.
Bersambung.....
...🌼🌼🌼...
...JANGAN LUPA BUAT PENILAIAN BINTANG LIMA NYA YA 🌟🌟🌟🌟🌟 VOTE, LIKE, KOMENTAR BIAR UP SETIAP HARI🙏🏻...
...KRITIK SARAN DI PERSILAHKAN ASAL DENGAN BAHASA DAN KATA-KATA YANG SOPAN KARENA AUTHOR JUGA MANUSIA PUNYA SALAH DAN KEKHILAFAN 🙏🏻...
...MASIH DALAM TAHAP BELAJAR JADI HARAP DI MAKLUMI YA READERS SEMUANYA 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Alea Vita
seru juga cetinya,,lanjut
2023-12-27
0
nube
siluman ular mulai beraksi nih, duuuh adira kuat yaaaa
2023-12-13
0
Sophia Aya
marvel kasih tindakan sama intan tuh yang jahat sama adira
2023-12-08
0