Di sisi lain, pagi hari di waktu yang sama ada seorang gadis bernama Adira Sherly Zemira, gadis biasa yang memiliki keberuntungan bisa bersekolah di SMA Permata Bangsa karena kepintarannya, dia mendapatkan beasiswa sehingga bisa bersekolah di sana, kalau tidak maka bisa di pastikan dia tidak akan pernah bisa masuk ke sana.
"Adira!" panggil Jihan sahabat Adira saat melihat Adira baru saja masuk kedalam gerbang.
"Kenapa sih teriak-teriak mulu!" protes Adira.
"Hehe sorry."
Mereka pun segera berjalan masuk ke dalam sekolahan, saat akan menginjakkan kaki di koridor sekolah, tiba-tiba teriakan para siswi perempuan membuat langkah dua sahabat itu terhenti.
"Ada apaan sih?" tanya Adira.
"Astaga Dira liat tuh ada anak-anak Orion!" pekik Jihan yang memang tergila-gila dengan geng hits di sekolah itu sama seperti gadis-gadis lainnya.
Sedangkan Adira terlihat biasa saja karena dia sekolah untuk belajar bukan mengagumi lelaki, lagian dia juga sadar diri bahwa dia hanya seorang siswa biasa beda halnya dengan yang lainnya.
"Udah Jihan yuk kita masuk," ajak Adira.
"Ihh kamu mah gak seru dir," protes Jihan saat Adira menariknya untuk masuk ke dalam kelas.
Sampai di tempat duduknya Jihan terus saja mengomel kepada Adira karena sudah mengganggu waktu senangnya saat melihat Orion tadi.
"Aku tuh heran sama kamu dir, gimana bisa kamu terlihat biasa aja waktu ada Orion tadi, padahal semua cewek histeris melihat mereka?" tanya Jihan penasaran.
"Biasa aja sih, udah gak usah di bahas kenapa sih." ucap Adira.
Adira sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA di kelas IPA 2, dia termasuk jajaran anak-anak berprestasi di sekolah karena bagi Adira hanya itu yang bisa dia banggakan.
Tak lama bel berbunyi menandakan jam masuk kelas, jarak kelas IPA dan IPS memang cukup jauh dan juga Adira yang jarang keluar kecuali ke perpustakaan membuat dia kurang tau anak-anak seangkatan nya.
🥕🥕🥕
Bel berbunyi menandakan jam istirahat tiba, Marvel dan sahabat-sahabat nya memilih ke kantin sekolah untuk membeli makanan.
"Guys mau makan apa kalian?" tanya Angga.
"Bakso aja," ucap ojik.
"Gw ayam geprek," ucap onde.
"Gw mie ayam aja, elo vel?" tanya Diki.
"Gw samain ojik aja ngga." ucap Marvel kemudian Angga pun mulai memesankan makanan mereka.
Suasana kantin mulai ramai, banyak anak-anak berhamburan ke sana untuk mencari makan siang.
Tak lama pesanan mereka pun datang, Marvel dan yang lainnya pun memakan makanan mereka.
"Eh habis ini ke lapangan yuk." ajak Diki.
"Boleh tuh, kebetulan kita udah lama gak main basket gak sih," ucap ojik dan di angguki semuanya kecuali Marvel yang sedang asyik makan baksonya.
"Ya udah yok jalan," ajak Marvel saat makanan mereka semua sudah habis.
Di sisi lain, kelas IPA 2
"Adira yuk ke kantin, aku laper banget nih." ajak Jihan.
"Kamu aja Han, aku masih nulis." ucap Adira sedang mencatat pelajaran yang baru selesai tadi.
"Ih kamu mah gak asik deh dir," sahut Jihan kesal, namun ada saja ide gilanya yang muncul.
Tiba-tiba saja Jihan menarik buku Adira, sedangkan Adira yang sedang menulis di buat kaget hingga berteriak cukup kencang.
"JIHAN!" teriak Adira menyusul Jihan, namun sayang Jihan tak kalah cepat berlari membuat Adira cukup kewalahan mengejar Jihan.
Hingga Jihan pun sampai di kantin dan di susul oleh Adira yang mengejar Jihan di belakang.
Karena tidak melihat ke samping membuat Adira menabrak seseorang tanpa sengaja hingga benturan cukup keras.
"Awwww!" pekik Adira merasakan keningnya terbentur benda keras, siapa lagi kalau bukan Marvel yang dia tabrak.
Semua siswa yang melihat kejadian tersebut pun heboh karena merasa beruntung Adira bisa menabrak seorang Marvel, namun keberuntungan itu pun hanya sekejap.
"Kalau jalan pakek mata!" bentak Marvel, sedangkan Adira hanya menunduk sambil meminta maaf.
"Maaf." ucap Adira karena dia memang salah.
"Kalau lagi ngomong liat orangnya." tegas Marvel kesal dengan siswa tak tau sopan santun itu.
Adira pun menaikkan wajah nya dan mata mereka berdua pun saling bertatapan, Adira yang baru pertama kali melihat sorot mata Marvel terlihat menakutkan namun memang cukup tampan.
Sedangkan Marvel merasa ada hal yang aneh saat melihat wajah Adira, bahwa tatapannya tak bisa berpaling.
"Maaf." ucap Adira memutus kontak mata dari Marvel.
"Lain kali kalo jalan hati-hati." tutur Marvel kemudian pergi meninggalkan Adira begitu saja.
"Huhhh Adira lo bikin gw deg-degan woyyy," ucap Jihan setelah dirasa Marvel and the geng sudah tidak ada di sana.
"Kamu sih, liat tuh banyak siswi yang pada liatin aku." ucap Adira kemudian merampas buku yang di bawa oleh Jihan dan kembali ke kelasnya.
🥕🥕🥕
Di sisi lain setelah tabrakan tak sengaja itu, entah mengapa Marvel terus terbayang wajah gadis tersebut bahkan nama saja dia sama sekali tak tau.
Dia merasa asing dengan wajah gadis tersebut padahal seharusnya dia tau siapa dan kelas berapa siswi tersebut.
"Lo kenapa vel?" tanya Diki saat mereka berada di lapangan basket.
"Penasaran sama cewek tadi?" tanya Diki, bahkan Marvel saja belum menjawab.
"Gak usah sotoy deh." ucap Marvel padahal dalam hatinya dia sangat penasaran dengan siswi tersebut.
"Alah gak usah bohong, dari mata lo tuh udah ketebak banget woy kalau lo penasaran sama tuh cewek," ucap Diki maklum lah playboy.
"Beneran, yakin nih gak mau tau? Padahal gw tau siapa dia," ujar Diki karena tak mendapat respon dari Marvel.
"Banyak b*cot loh!" Marvel langsung melempar bola basket tersebut.
Mereka pun bermain bola basket sebentar sebelum jam masuk kelas berbunyi lagi.
Jam pulang sekolah, Marvel dan anggota Orion lainnya bersiap karena mereka akan ke tongkrongan kebanggaan mereka untuk sekedar nongkrong.
Saat dia mengendarai motor sportnya tiba-tiba di arah depan pintu gerbang dia melihat gadis yang menabraknya tadi yang sedang berjalan keluar menuju ke halte bus, siapa lagi kalau Adira.
"Kalian duluan aja, gw ada perlu bentar." ucap Marvel menghentikan motornya.
"Ok kita ke tongkrongan dulu kalau gitu vel, jangan lupa nyusul." ucap Angga, kemudian memimpin anak-anak lainnya ke tongkrongan yaitu warkop bu Tejo yang tak jauh dari sekolah.
Setelah kepergian anggota Orion lainnya, Marvel pun mendekat ke arah halte bus di mana hanya ada Adira saja yang menunggu karena memang kebanyakan para siswa di SMA Permata Bangsa ini di jemput atau enggak bawa kendaraan sendiri.
Brummmm brummmm brummmm (Bayangin ini suara motor sport yaa.)
"Sendirian?" tanya Marvel setelah mematikan mesin motornya.
Adira yang di tanya pun melihat siapa yang mengajaknya bicara karena selama ini jarang sekali orang mau bergaul dengannya karena statusnya yang sangat bertolak belakang.
"Eh Marvel ya, maaf masih ada masalah sama yang di kantin tadi ya? Sorry sumpah gak sengaja," ucap Adira masih merasa takut.
"Gw tanya lo sendirian aja di sini?" tanya Marvel lagi.
"I... Iya," sahut Adira gugup, entah kenapa dia bisa gugup sekali.
.
.
Bersambung.....
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
Marvel jatuh cinta pada pandangan pertama gitu????? tp kykny belom ngeh deh.... bahkan gengsi sama temen2nya
2023-12-11
0
Afrendo Edo A
seru banget alurnya
2023-12-11
0
Gendhuk sri
lanjut kak
2023-12-02
0