Di sisi lain sekarang Adira sedang berjualan makanan ringan di taman kota.
"Eh itu bukannya si Adira yang dibonceng Marvel tadi," sahut salah satu teman intan yang kebetulan juga intan dan lainnya sedang jalan jalan di taman kota setelah melihat balapan tadi.
"Eh iya ternyata dia jualan di sini! OMG gak salah tuh anak." ucap intan mengejek.
Dia pun langsung menuju ke arah Adira yang sedang melayani pelanggannya.
"Eh lo," panggil intan dengan malas nya, namun dia ingin melihat gimana reaksi Adira saat tahu ada teman sekolahnya yang melihat dia jualan.
"Eh iya mau pesen apa?" tanya Adira.
Awalnya dia sangat syok saat melihat teman-teman sekolahnya ke sini tapi dia harus profesional untuk melayani pelanggan.
"Ternyata lo miskin ya sampek jualan gini," ucap intan.
"Maaf, maksudnya?"
"Gw cuma mau peringatin elo aja sih buat jauh jauh dari Marvel, karena Marvel itu punya gw." ucap intan kemudian pergi begitu saja.
Adira yang mendapat ancaman itu pun mengerenyitkan dahinya memangnya ada apa dia sama Marvel, perasaan Adira sama Marvel tidak ada hubungan sama sekali.
Dia pun baru bertemu dengan Marvel pun mari hari ini, namun dia sudah mendapatkan peringatan saja dari fans-fans Marvel.
Di rumah keluarga Alaska, geng inti Orion sedang asyik bercanda, mulai dari nyanyi bareng di belakang rumah dekat kolam renang hingga bakar-bakaran.
"nih kalau om sama tante gak ada terus kayak gini enak kita bisa makan-makan di rumah orang kaya," ucap onde padahal mah orang tuanya juga berkecukupan.
"Dasar, kalau mau ke sini ya tinggal kesini aja kenapa nungguin nyokap bokap gw gak ada coba." sahut Marvel yang baru saja datang setelah dari dalam rumah membawa beberapa camilan lainnya.
"Ya gak enak lah vel, masa gw ke rumah lo cuma nongkrong sama numpang makan doang," ucap onde tahu ada juga tuh anak.
"Tumben lo tau sopan santun," ucap Angga mendapat lemparan kulit kacang dari onde.
"Eh btw kalian kenal sama cewek yang nabrak Marvel di kantin tadi gak?" tanya Diki memancing bagaimana reaksi Marvel.
Benar saja saat Diki bertanya itu Marvel langsung melihat ke arah Diki.
"Kenal, kenapa emangnya dik?" tanya ojik.
"Enggak, gw cuma masti-in doang siapa tau kalian gak kenal kayak tuh orang." ucap Diki sambil mengarahkan dagunya ke Marvel yang sedang duduk di depannya.
"Lo gak tau Adira vel?" tanya onde penasaran.
Sedangkan Marvel yang di tanya pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Astaga sobat gw satu ini, makanya kalau ada cewek yang bilang suka sama elo tuh perhatiin biar gak kayak semedi di goa aja." ejek onde mendapat tatapan tajam dari Marvel.
"Hehe sorry, slow man."
"Dia kan anak beasiswa dan juara satu itu kan?" tanya Angga mengatakan setahunya saja.
"Iya, dia tuh di satu angkatan selalu ranking satu dan juga sering ikut lomba lomba kalau gak salah. Dia tuh anak beasiswa tau, dia udah yatim piatu dan sekarang ngekost sambil jualan di sore harinya." ucap Diki bercerita panjang lebar.
"Lo tau dari mana dik?" tanya ojik.
"Eh lo jangan lupa siapa gw," sahut Diki dengan sombongnya.
Sedangkan Marvel menyimak saja pembicaraan Diki, hatinya senang sedikit karena akhirnya dia tahu sedikit tentang Adira.
🥕🥕🥕
Keesokan harinya Marvel sudah sampai di sekolahan, namun sayang dia telat sehingga dia kena hukuman dan sialnya hari ini dia sendirian padahal biasanya akan banyak anak-anak lainnya yang telat.
"Marvel Marvel, bapak sudah bilang berapa kali sama kamu kalau jangan sampai telat lagi. Kamu mau orang tua kamu di panggil ke sini!" ucap pak Yahya guru BK di sana.
Marvel yang pagi-pagi sudah terkena ceramah pun hanya diam saja tak menggubris karena sudah terlalu sering dia mendengar ceramah tersebut.
Di sisi lain Adira sedang berlari kencang agar tidak sampai terkunci di luar gerbang sekolah, entah dia kenapa tadi pagi kesiangan saat bangun hingga dia harus kelabakan.
Sampai di sekolah ternyata gerbang sudah tertutup dan pak Indro yang notabennya seorang satpam hanya bisa pasrah padahal Adira tidak pernah telat tapi kenapa hari ini Adira telat.
"Ya Allah neng kenapa bisa telat?" tanya pak Indro sambil membukakan gerbang.
"Maaf pak tadi kesiangan," ucap Adira.
"Makasih pak." lanjutnya setelah dia masuk ke dalam.
"Kamu segera berlari ke sini!" teriak pak Yahya saat melihat Adira baru saja masuk dari gerbang sekolah.
Dengan terburu-buru Adira pun berlari ke lapangan dengan ngos-ngosan, namun yang paling dia takut adalah mendapat hukuman.
Sedangkan Marvel yang di buat terkejut dengan adanya Adira wanita yang dia antar kemarin berada di sampingnya.
Begitu pun dengan Adira yang terkejut saat melihat ada Marvel di depannya, dia berharap dengan tuhan kemarin semoga tidak di pertemukan lagi dengan pria itu seperti sebelum-sebelumnya namun ternyata tuhan malah mempertemukan mereka berdua sekarang.
"Adira, kenapa kamu bisa telat?" tanya pak Yahya.
"Maaf pak saya telat." ucap Adira.
"Saya harap ini terakhir kali Adira, kamu tau sendiri kamu siswa beasiswa dan berprestasi dan tidak pernah telat sebelum-sebelumnya." ucap pak Yahya.
"Baik pak." ucap Adira sambil terus menunduk.
"Kalau gitu sekarang kalian berdua berdiri di bawah tiang bendera sana, setelah bel istirahat berbunyi baru masuk kelas." tegas pak Yahya.
"Baik pak." jawab mereka berdua.
Setelah itu pak Yahya pun pergi dari sana menuju ke ruang guru, sedangkan Adira dan Marvel sekarang berdiri di bawah tiang bendera.
"Wah kita ketemu lagi," ucap Marvel sambil melihat ke arah Adira.
"Anak pinter juga bisa telat ya," ucap Marvel lagi saat tak mendapatkan respon dari Adira.
"Gw lagi ngomong sama elo, respon kek." ucap Marvel.
"Kamu bisa diem gak sih," sahut Adira sewot kesal.
"Ok ok sorry."
Tak terasa bel istirahat sudah akan berbunyi hanya tinggal 10 menit saja, dan selama itu pula Adira menahan laparnya.
Wajah dan bibir nya sudah sangat pucat, dia berusaha untuk tetap berdiri tegak walau kepalanya rasanya pusing.
Marvel yang melihat gerak-gerik aneh dari Adira pun mencoba bertanya.
"Adira kamu gak papa?" tanya Marvel yang malah mengubah panggilan nya dari elo ke kamu.
"Aku gak papa kok," jawab Adira.
Tak lama Adira sudah tidak kuat untuk menopang tubuhnya hingga dia pun tak sadarkan diri dan jatuh ke tanah, namun sebelum tubuhnya jatuh Marvel sudah menangkap nya terlebih dahulu.
"Hey Adira!" panggil Marvel menepuk pelan pipi Adira.
Dengan sigap Marvel menggendong Adira untuk menuju ke UKS, saat perjalanan pak Yahya tak sengaja melihat Adira di gendong Marvel.
"Marvel kenapa sama Adira?" tanya pak Yahya terkejut.
"Dia pingsan pak." ucap Marvel dengan berlari, di ikuti oleh pak Yahya juga ikut berlari menuju ke UKS.
Sampai sana Adira di tangani oleh dokter, sedangkan Marvel dan pak Yahya menunggu di luar.
"Kenapa Adira bisa pingsan vel?" tanya pak Yahya.
"Ya bapak sih anak orang di jemur lama banget di bawah tiang bendera." ucap Marvel santai karena sudah sangat kenal dengan pak Yahya.
"Kamu ya sama guru tuh sopan sedikit kenapa sih."
"Ya kan bener apa kata saya pak."
Tak lama pintu terbuka, pak Yahya dan Marvel pun masuk.
"Jadi gini pak, kayaknya Adira belum sarapan deh soalnya tubuhnya sangat lemas, cairannya sangat kurang, dia kayaknya kurang istirahat jadi membuat tubuhnya drop, tapi tenang saja karena sudah saya kasih infus dan vitamin, tinggal tunggu sadar dan cairan infusnya habis baru boleh kembali." ucap dokter di sekolah.
"Makasih dokter Mela ya." ucap pak Yahya.
.
.
Bersambung.....
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
asiiik pasti Marvel seneng dihukum bareng, tp Adira bete Krn kmren dpt teguran dr cewe uler
dan pasti makin sayang itu Marvel ke Adira Krn pengen ngelindungo kykny
2023-12-11
0
umi azizah
lanjut kakkk
2023-12-03
0
Indry Arientha
Marvel ajak dong adira mkn nanti setelah sadar 😉 itu dedemit maruk sok kecakepan blg marvel milik dia .. up nya yg banyak dong , thor
2023-12-02
2