S1 BAB 7_Khawatir

Di kantor polisi beberapa anak sudah di ambil pulang oleh orang tua mereka, sedangkan sebagian lainnya masih ada di sana.

Tak lama datang mama Arini yang kebetulan baru saja tiba di bandara dan langsung mendapatkan kabar tentang sang anak.

"Sayang Marvel." panggil mama Arini dan langsung mengecek keadaan sang anak.

"Mama," lirih Marvel.

"Pak saya orang tuanya Marvel Putra Alaska." ucap mama Arini bersama dengan pengacaranya, sedangkan papa dewa baru pulang lusa dari perjalanan bisnisnya.

"Saya pengacara nya pak, jika ada sesuatu bisa hubungi saya. Nyonya langsung ke tuan muda saja biar saya yang urus ini," ucap pak Dito pengacara keluarga Alaska.

Mama Arini pun langsung menghampiri sang anak karena beliau sangat khawatir saat mengetahui Marvel habis berantem dan masuk ke kantor polisi.

"Mama kan sudah bilang jangan berantem tapi kamu masih saja bandel." protes mama Arini.

Tak lama pengacara sudah selesai mengurus semuanya dan mama Arini langsung membawa Marvel pulang, untungnya saja anak-anak Orion lainnya juga sudah pulang kalau belum pasti Marvel memilih untuk bertahan di sana.

Sampai di rumah besar mereka, Marvel langsung menuju ke kamarnya karena tidak ingin mendapat omelan sang mama lagi, sepanjang perjalanan pulang tadi dia sudah sangat pusing dengan omelan sang mama.

"Ya tuhan, Arini kamu harus kuat punya anak Marvel, turunan bapaknya banget sih tuh anak." gimana mama Arini menyemangati dirinya sendiri.

Namun mama arini tahu betul bahwa sang anak menjadi seperti ini karena kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Drettt dretttt

Telepon Marvel berdering saat dia baru saja merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.

Saat melihat dia yang menelepon nya marvel langsung tersenyum manis dia rasanya butuh asupan tenaga, siapa lagi kalau bukan Adira yang khawatir dengan keadaan sang kekasih yang dari tadi ia telepon namun tak di angkat.

Marvel: [Halo sayang.] sapa Marvel.

^^^Adira: [Kamu ya, suka banget bikin orang khawatir. Sekarang kamu di mana?]^^^

Marvel: [Di rumah, kenapa sih marah marah?]

^^^Adira: [Kamu masih tanya kenapa marah marah, kamu habis tawuran Marvel.]^^^

Marvel: [Kok kamu bisa tau?]

^^^Adira: [Kamu tau gak sih aku itu khawatir sama kamu!] ucap Adira yang tak bisa membendung air matanya.^^^

Marvel: [Sayang kamu nangis?] tanya Marvel merasa bersalah.

Adira pun menutup teleponnya dan tambah kencang menangisinya, sungguh dia tidak tahu kenapa dia bisa sampai sebegini nya, tapi jujur itu semua karena dia khawatir dan juga dia sudah mulai sayang sama Marvel.

sedangkan Marvel merasa bersalah dan khawatir karena sang kekasih menutup teleponnya dan sedang menangis.

Dia pun langsung menyambar jaket dan kunci motornya, dia tak tenang jika tidak melihat keadaan sang kekasih.

"Mau kemana Marvel?!" suara bariton menghentikan jalan Marvel.

Saat Marvel melihat ke sumber suara, dia di buat terkejut dengan adanya seseorang.

"Papa!" ucap Marvel terkejut karena setahunya kata mama Arini papa dewa akan kembali lusa.

"Kapan papa pulang?" tanya Marvel merasa gugup, dia ingin segera menghampiri sang kekasih tapi juga ada sang papa dia tidak bisa untuk pergi.

Sifat papa dewa mirip dengan papa nya yaitu kakek Marvel, yang tegas, dingin, berwibawa dan karismatik sama persis juga seperti Marvel yang menuruni sifat papa dewa.

"Aku mau pergi sebentar pa." ucap Marvel.

"Duduk papa mau ngomong." ucap papa dewa.

Dengan terpaksa Marvel pun memilih duduk dan mendengarkan hal yang ingin papa dewa sampaikan.

"Papa sudah bilang sama kamu untuk tak tawuran, tapi apa? kamu malah buat muka mama sama papa malu!" bentak papa dewa yang memang sangat keras kepada Marvel, itu semua karena Marvel adalah seorang lelaki yang nantinya akan menikah dan memiliki sebuah tanggung jawab, apa lagi dia adalah pewaris satu-satunya dari bisnis keluarganya yang harus siap mental.

"Mereka yang mulai pa," ucap Marvel membela dirinya sendiri.

"Kamu masih berani ngelawan!" bentak papa dewa membuat Marvel diam karena tidak ingin melawan sang papa lagi.

"Sekarang kamu masuk dan jangan keluar kamar, kamu renungkan apa yang sudah kamu perbuat." ucap papa dewa mulai menurun suaranya.

"Pa aku harus keluar sebentar," ucap Marvel.

"Masuk Marvel!" tegas papa dewa.

"Sayang kamu masuk ya," ucap mama Arini.

Dengan berat hati Marvel pun kembali ke kamarnya, dia ingin segera bertemu dengan sang kekasih namun harus terkubur.

"Maaf ya sayang, besok aku pasti bakalan dateng." ucap Marvel.

"Udah pa jangan di bentak terus anaknya, kamu gak kasihan sama Marvel yang selalu sendirian di rumah." ucap mama Arini saat berada di kamar bersama sang suami.

"Dia itu harus di kasih pelajaran ma, biar gak jadi anak yang gak tau aturan." ucap papa dewa.

"Ini semua juga salah kita pa yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga lupa kalau ada anak yang harus kita bimbing." ucap mama Arini selalu merasa bersalah jika teringat hal itu.

"Udah ya sayang kamu jangan sedih lagi, kita bikin Marvel mengerti nantinya karena bagaimana pun kita bekerja untuk Marvel dan Marvel juga akan jadi pewaris perusahaan ma jadi tidak mungkin kita akan lalai," ucap papa dewa yang memang dalam pilihan yang sulit juga.

🥕🥕🥕

Keesokan harinya Marvel sudah rapih dengan pakaian simple namun tetap tampan, dengan menyambar jaket dan kunci motornya dia turun ke bawah.

Dengan itu bertepatan dengan mama Arini dan papa dewa yang sedang sarapan bersama.

"Loh sayang mau ke mana?" tanya mama Arini melihat sang anak sudah rapih saja padahal ini hari libur, Marvel biasanya akan menghabiskan waktu untuk tidur.

"Aku mau keluar bentar ma," ucap Marvel.

"Gak sarapan dulu?" tanya mama Arini.

"Gak sempat ma, aku duluan ya ma, pa." pamit Marvel.

Dia segera melajukan motor sportnya menuju ke kosan Adira karena semalaman dia tidak bisa tidur, apa lagi saat dia berulang kali menghubungi sang kekasih namun tak ada jawaban.

"Tuh anak kenapa ma tumben banget?" tanya papa dewa merasa anaknya ada yang aneh.

"Mungkin mau kumpul sama temen temennya pa." jawab mama Arini.

Sedangkan Marvel melajukan motornya dan tak lama sampai di kosan Adira.

Tok tok tok

Ketuk Marvel namun tidak ada sahutan dari dalam membuat Marvel bertanya-tanya kemana sang kekasih di pagi hari ini.

"Adira, Adira." panggil Marvel lagi sambil mengetuk pintu.

"Adira nya lagi jualan kayaknya mas, kalau weekend gini biasanya dia udah di taman kota." ucap ibu-ibu yang tak sengaja lewat di sana.

"Oh iya bu makasih ya."

Mendapat informasi seperti itu membuat Marvel langsung tancap gas menuju ke taman kota.

Di sana banyak sekali orang karena hari ini adalah weekend dan juga car free day di sana.

Marvel mencari di mana Adira berada, dan tak lama dia melihat sosok yang sangat dia rindukan sekali.

"Iya sebentar ya," teriak Adira meladeni pada pembeli yang terus membeludak.

Adira bersyukur karena masih di beri kesehatan untuk berjualan dan memenuhi kebutuhannya.

"Ya tuhan kenapa pacar aku cantik banget sih, pekerja keras lagi." ucap Marvel melihat Adira dari jauh.

Dia pun menghampiri Adira dan ingin membantunya dalam bekerja.

"Butuh bantuan?" tanya Marvel yang sudah berada di depan Adira.

.

.

Bersambung.....

...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...

...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

Terpopuler

Comments

nube

nube

kirain Adira nya pergi, ternyata hanya jualan tooooh

2023-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 S1 BAB 1_Marvel Putra Alaska
2 S1 BAB 2_Adira Sherly Zemira
3 S1 BAB 3_Pulang Bareng
4 S1 BAB 4_Pingsan
5 S1 BAB 5_Aku Suka Sama Kamu
6 S1 BAB 6_Balapan
7 S1 BAB 7_Khawatir
8 S1 BAB 8_Cemburu
9 S1 BAB 9_Panti Asuhan
10 S1 BAB 10_Bertemu Geng Orion
11 S1 BAB 11_Pertandingan Basket
12 S1 BAB 12_Tertarik
13 S1 BAB 13_Diterima Dengan Baik
14 S1 BAB 14_Tamu Tak Diundang
15 S1 BAB 15_Mall
16 S1 BAB 16_Ketangkep Polisi
17 S1 BAB 17_Pesta Ulang Tahun
18 S1 BAB 18_Pesta Dansa
19 S1 BAB 19_Kolam Renang
20 S1 BAB 20_Kronologi
21 S1 BAB 21_Orion Adalah Rumah
22 S1 BAB 22_Kemarahan Marvel
23 S1 BAB 23_Akibat
24 S1 BAB 24_Dikeluarkan
25 S1 BAB 25_Preman Baru
26 S1 BAB 26_Makan Malam
27 S1 BAB 27_Balas Dendam
28 S1 BAB 28_Calon Mantu
29 S1 BAB 29_Trauma
30 S1 BAB 30_Bubur Ayam
31 S1 BAB 31_Ancaman
32 S1 BAB 32_Ancaman 2
33 S1 BAB 33_Mengobati
34 S1 BAB 34_Touring
35 S1 BAB 35_Sadar Diri
36 S1 BAB 36_Angga Dan Jihan
37 S1 BAB 37_Gak Jomblo Lagi
38 S1 BAB 38_Kebun Teh
39 S1 BAB 39_Air Terjun
40 S1 BAB 40_Tidak Butuh Bisnis Itu
41 S1 BAB 41_Andai Ayah Sama Bunda Masih Ada
42 S1 BAB 42_Pilihan
43 S1 BAB 43_Dia Lagi
44 S1 BAB 44_Jangan Ambil Panti Asuhan Ini
45 S1 BAB 45_Keputusan Adira
46 S1 BAB 46_Terima Kasih Marvel
47 S1 BAB 47_Putus
48 S1 BAB 48_Satu Bab Penuh Kenangan (END)
49 New Story: Gadis Tawanan Sang Mafia
50 New Story: Cinta Lama Belum Kelar
51 New Story: Pembantu Menikahi Tuan Majikan
52 New Story: Pengantin Pengganti Tuan Bara
53 New Story: Kapten Pemikat Hati
54 New Story: Suami Pilihan Mama
55 New Story: Menaklukkan Hati Bos Mafia
Episodes

Updated 55 Episodes

1
S1 BAB 1_Marvel Putra Alaska
2
S1 BAB 2_Adira Sherly Zemira
3
S1 BAB 3_Pulang Bareng
4
S1 BAB 4_Pingsan
5
S1 BAB 5_Aku Suka Sama Kamu
6
S1 BAB 6_Balapan
7
S1 BAB 7_Khawatir
8
S1 BAB 8_Cemburu
9
S1 BAB 9_Panti Asuhan
10
S1 BAB 10_Bertemu Geng Orion
11
S1 BAB 11_Pertandingan Basket
12
S1 BAB 12_Tertarik
13
S1 BAB 13_Diterima Dengan Baik
14
S1 BAB 14_Tamu Tak Diundang
15
S1 BAB 15_Mall
16
S1 BAB 16_Ketangkep Polisi
17
S1 BAB 17_Pesta Ulang Tahun
18
S1 BAB 18_Pesta Dansa
19
S1 BAB 19_Kolam Renang
20
S1 BAB 20_Kronologi
21
S1 BAB 21_Orion Adalah Rumah
22
S1 BAB 22_Kemarahan Marvel
23
S1 BAB 23_Akibat
24
S1 BAB 24_Dikeluarkan
25
S1 BAB 25_Preman Baru
26
S1 BAB 26_Makan Malam
27
S1 BAB 27_Balas Dendam
28
S1 BAB 28_Calon Mantu
29
S1 BAB 29_Trauma
30
S1 BAB 30_Bubur Ayam
31
S1 BAB 31_Ancaman
32
S1 BAB 32_Ancaman 2
33
S1 BAB 33_Mengobati
34
S1 BAB 34_Touring
35
S1 BAB 35_Sadar Diri
36
S1 BAB 36_Angga Dan Jihan
37
S1 BAB 37_Gak Jomblo Lagi
38
S1 BAB 38_Kebun Teh
39
S1 BAB 39_Air Terjun
40
S1 BAB 40_Tidak Butuh Bisnis Itu
41
S1 BAB 41_Andai Ayah Sama Bunda Masih Ada
42
S1 BAB 42_Pilihan
43
S1 BAB 43_Dia Lagi
44
S1 BAB 44_Jangan Ambil Panti Asuhan Ini
45
S1 BAB 45_Keputusan Adira
46
S1 BAB 46_Terima Kasih Marvel
47
S1 BAB 47_Putus
48
S1 BAB 48_Satu Bab Penuh Kenangan (END)
49
New Story: Gadis Tawanan Sang Mafia
50
New Story: Cinta Lama Belum Kelar
51
New Story: Pembantu Menikahi Tuan Majikan
52
New Story: Pengantin Pengganti Tuan Bara
53
New Story: Kapten Pemikat Hati
54
New Story: Suami Pilihan Mama
55
New Story: Menaklukkan Hati Bos Mafia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!