Di kantor polisi beberapa anak sudah di ambil pulang oleh orang tua mereka, sedangkan sebagian lainnya masih ada di sana.
Tak lama datang mama Arini yang kebetulan baru saja tiba di bandara dan langsung mendapatkan kabar tentang sang anak.
"Sayang Marvel." panggil mama Arini dan langsung mengecek keadaan sang anak.
"Mama," lirih Marvel.
"Pak saya orang tuanya Marvel Putra Alaska." ucap mama Arini bersama dengan pengacaranya, sedangkan papa dewa baru pulang lusa dari perjalanan bisnisnya.
"Saya pengacara nya pak, jika ada sesuatu bisa hubungi saya. Nyonya langsung ke tuan muda saja biar saya yang urus ini," ucap pak Dito pengacara keluarga Alaska.
Mama Arini pun langsung menghampiri sang anak karena beliau sangat khawatir saat mengetahui Marvel habis berantem dan masuk ke kantor polisi.
"Mama kan sudah bilang jangan berantem tapi kamu masih saja bandel." protes mama Arini.
Tak lama pengacara sudah selesai mengurus semuanya dan mama Arini langsung membawa Marvel pulang, untungnya saja anak-anak Orion lainnya juga sudah pulang kalau belum pasti Marvel memilih untuk bertahan di sana.
Sampai di rumah besar mereka, Marvel langsung menuju ke kamarnya karena tidak ingin mendapat omelan sang mama lagi, sepanjang perjalanan pulang tadi dia sudah sangat pusing dengan omelan sang mama.
"Ya tuhan, Arini kamu harus kuat punya anak Marvel, turunan bapaknya banget sih tuh anak." gimana mama Arini menyemangati dirinya sendiri.
Namun mama arini tahu betul bahwa sang anak menjadi seperti ini karena kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Drettt dretttt
Telepon Marvel berdering saat dia baru saja merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.
Saat melihat dia yang menelepon nya marvel langsung tersenyum manis dia rasanya butuh asupan tenaga, siapa lagi kalau bukan Adira yang khawatir dengan keadaan sang kekasih yang dari tadi ia telepon namun tak di angkat.
Marvel: [Halo sayang.] sapa Marvel.
^^^Adira: [Kamu ya, suka banget bikin orang khawatir. Sekarang kamu di mana?]^^^
Marvel: [Di rumah, kenapa sih marah marah?]
^^^Adira: [Kamu masih tanya kenapa marah marah, kamu habis tawuran Marvel.]^^^
Marvel: [Kok kamu bisa tau?]
^^^Adira: [Kamu tau gak sih aku itu khawatir sama kamu!] ucap Adira yang tak bisa membendung air matanya.^^^
Marvel: [Sayang kamu nangis?] tanya Marvel merasa bersalah.
Adira pun menutup teleponnya dan tambah kencang menangisinya, sungguh dia tidak tahu kenapa dia bisa sampai sebegini nya, tapi jujur itu semua karena dia khawatir dan juga dia sudah mulai sayang sama Marvel.
sedangkan Marvel merasa bersalah dan khawatir karena sang kekasih menutup teleponnya dan sedang menangis.
Dia pun langsung menyambar jaket dan kunci motornya, dia tak tenang jika tidak melihat keadaan sang kekasih.
"Mau kemana Marvel?!" suara bariton menghentikan jalan Marvel.
Saat Marvel melihat ke sumber suara, dia di buat terkejut dengan adanya seseorang.
"Papa!" ucap Marvel terkejut karena setahunya kata mama Arini papa dewa akan kembali lusa.
"Kapan papa pulang?" tanya Marvel merasa gugup, dia ingin segera menghampiri sang kekasih tapi juga ada sang papa dia tidak bisa untuk pergi.
Sifat papa dewa mirip dengan papa nya yaitu kakek Marvel, yang tegas, dingin, berwibawa dan karismatik sama persis juga seperti Marvel yang menuruni sifat papa dewa.
"Aku mau pergi sebentar pa." ucap Marvel.
"Duduk papa mau ngomong." ucap papa dewa.
Dengan terpaksa Marvel pun memilih duduk dan mendengarkan hal yang ingin papa dewa sampaikan.
"Papa sudah bilang sama kamu untuk tak tawuran, tapi apa? kamu malah buat muka mama sama papa malu!" bentak papa dewa yang memang sangat keras kepada Marvel, itu semua karena Marvel adalah seorang lelaki yang nantinya akan menikah dan memiliki sebuah tanggung jawab, apa lagi dia adalah pewaris satu-satunya dari bisnis keluarganya yang harus siap mental.
"Mereka yang mulai pa," ucap Marvel membela dirinya sendiri.
"Kamu masih berani ngelawan!" bentak papa dewa membuat Marvel diam karena tidak ingin melawan sang papa lagi.
"Sekarang kamu masuk dan jangan keluar kamar, kamu renungkan apa yang sudah kamu perbuat." ucap papa dewa mulai menurun suaranya.
"Pa aku harus keluar sebentar," ucap Marvel.
"Masuk Marvel!" tegas papa dewa.
"Sayang kamu masuk ya," ucap mama Arini.
Dengan berat hati Marvel pun kembali ke kamarnya, dia ingin segera bertemu dengan sang kekasih namun harus terkubur.
"Maaf ya sayang, besok aku pasti bakalan dateng." ucap Marvel.
"Udah pa jangan di bentak terus anaknya, kamu gak kasihan sama Marvel yang selalu sendirian di rumah." ucap mama Arini saat berada di kamar bersama sang suami.
"Dia itu harus di kasih pelajaran ma, biar gak jadi anak yang gak tau aturan." ucap papa dewa.
"Ini semua juga salah kita pa yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga lupa kalau ada anak yang harus kita bimbing." ucap mama Arini selalu merasa bersalah jika teringat hal itu.
"Udah ya sayang kamu jangan sedih lagi, kita bikin Marvel mengerti nantinya karena bagaimana pun kita bekerja untuk Marvel dan Marvel juga akan jadi pewaris perusahaan ma jadi tidak mungkin kita akan lalai," ucap papa dewa yang memang dalam pilihan yang sulit juga.
🥕🥕🥕
Keesokan harinya Marvel sudah rapih dengan pakaian simple namun tetap tampan, dengan menyambar jaket dan kunci motornya dia turun ke bawah.
Dengan itu bertepatan dengan mama Arini dan papa dewa yang sedang sarapan bersama.
"Loh sayang mau ke mana?" tanya mama Arini melihat sang anak sudah rapih saja padahal ini hari libur, Marvel biasanya akan menghabiskan waktu untuk tidur.
"Aku mau keluar bentar ma," ucap Marvel.
"Gak sarapan dulu?" tanya mama Arini.
"Gak sempat ma, aku duluan ya ma, pa." pamit Marvel.
Dia segera melajukan motor sportnya menuju ke kosan Adira karena semalaman dia tidak bisa tidur, apa lagi saat dia berulang kali menghubungi sang kekasih namun tak ada jawaban.
"Tuh anak kenapa ma tumben banget?" tanya papa dewa merasa anaknya ada yang aneh.
"Mungkin mau kumpul sama temen temennya pa." jawab mama Arini.
Sedangkan Marvel melajukan motornya dan tak lama sampai di kosan Adira.
Tok tok tok
Ketuk Marvel namun tidak ada sahutan dari dalam membuat Marvel bertanya-tanya kemana sang kekasih di pagi hari ini.
"Adira, Adira." panggil Marvel lagi sambil mengetuk pintu.
"Adira nya lagi jualan kayaknya mas, kalau weekend gini biasanya dia udah di taman kota." ucap ibu-ibu yang tak sengaja lewat di sana.
"Oh iya bu makasih ya."
Mendapat informasi seperti itu membuat Marvel langsung tancap gas menuju ke taman kota.
Di sana banyak sekali orang karena hari ini adalah weekend dan juga car free day di sana.
Marvel mencari di mana Adira berada, dan tak lama dia melihat sosok yang sangat dia rindukan sekali.
"Iya sebentar ya," teriak Adira meladeni pada pembeli yang terus membeludak.
Adira bersyukur karena masih di beri kesehatan untuk berjualan dan memenuhi kebutuhannya.
"Ya tuhan kenapa pacar aku cantik banget sih, pekerja keras lagi." ucap Marvel melihat Adira dari jauh.
Dia pun menghampiri Adira dan ingin membantunya dalam bekerja.
"Butuh bantuan?" tanya Marvel yang sudah berada di depan Adira.
.
.
Bersambung.....
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
kirain Adira nya pergi, ternyata hanya jualan tooooh
2023-12-11
0