"Udah sekarang kamu kembali ke kelas aja Marvel." tutur pak Yahya.
"Yah Marvel masih pingin di sini pak," sahut Marvel.
"Ke kelas buruan."
Setelah itu Marvel pun menurut dan kembali ke kelasnya dan tak lama bel istirahat berbunyi saat Marvel baru akan masuk ke kelas.
"Eh vel, dari mana aje lo?" tanya Diki karena tadi dia tidak melihat Marvel di lapangan, karena setahunya kalau ada siswa yang telat akan di hukum berdiri di bawah tiang bendera.
"Dari UKS." ucap Marvel singkat kemudian duduk di kursinya.
"Hah UKS! Lo kenapa vel sakit apa gimana?" tanya ojik heboh.
"Gw gak papa."
"Lah terus elo ke UKS kenapa coba?" tanya Diki.
"Tadi Adira telat jadi di hukum sama pak Yahya terus dia pingsan jadi gw bawa ke UKS lah." jawab Marvel singkat.
"Wah ada pangeran bantu putrinya nih," seru onde menggoda Marvel.
"Apaan sih gak lucu." bantah Marvel padahal dalam hatinya dia senang karena sudah membantu Adira ya walau dia juga khawatir dengan kondisi Adira sekarang, apakah dia sudah bangun atau belum, sungguh hati Marvel rasanya tak nyaman.
Di sisi lain saat Marvel baru saja pergi, Jihan datang dengan terburu-buru saat mendengar bahwa Adira pingsan.
Dan dengan itu bertepatan dengan Adira yang baru aja siuman dari pingsannya.
Brakk
"Adiraaaa!" panggil Jihan kemudian menghampiri Adira dan memeluknya, Jihan menangis di pelukan Adira.
"Jihan kamu kenapa nangis?" tanya pak Yahya yang memang masih ada di sana.
"Sedih pak denger Adira tadi pingsan." ucap Jihan sambil sesenggukan.
"Aku gak papa kok Han," sahut Adira tersenyum melihat tingkah lucu sahabatnya itu.
Jihan memang sahabat satu-satunya bagi Adira yang selalu perhatian dan perduli kepadanya.
"Adira, kamu sudah boleh kembali tapi kalau mau masih di sini juga gak papa." ucap dokter.
"Saya kembali ke kelas aja dok."
Setelah itu Adira pun pindah di bantu oleh Jihan menuju ke kelas IPA 2, sampai sana Adira sudah seperti biasanya namun dengan pergerakan terbatas, maklum dia masih sedikit pusing dan lemas.
"Woy ada geng Orion!" pekik salah satu teman kelas Adira yang baru saja masuk ke kelas membuat semua orang terkejut.
Bagaimana tidak di jam istirahat Marvel and the geng menuju ke kelas mereka, padahal tidak pernah sama sekali geng Orion itu sampai ke kelas anak anak IPA, karena jarak yang cukup jauh, ada pun untuk apa dia ke kelas IPA coba yang selalu bermusuhan dengan kelas IPS.
Di sisi lain saat di kelas Marvel tidak tenang hatinya karena tidak tau bagaimana kondisi Adira sekarang ini.
"Btw SMA adiguna nantang kita buat balapan lagi tapi ini nanti Marvel sama Lucas." ucap Angga serius.
"Apa! Tampil juga dia, gw kira cuma anak buahnya doang yang bakalan muncul." ucap ojik.
"Lu mau kemana vel?" tanya Angga saat melihat Marvel berdiri dari tempat duduknya saat mereka sedang bicara serius.
"Masalah itu kita bahas di markas aja, sekarang gw mau ke UKS." ucap Marvel kemudian pergi meninggalkan kelas.
"Anjir kayaknya tuh anak udah kasmaran deh." ucap Diki kemudian menyusul Marvel begitupun dengan yang lainnya.
Saat dia sudah sampai di UKS, dia langsung masuk ke sana dan melihat rak tempat tidur kosong tidak ada orang.
"Loh dok, siswi yang pingsan tadi kemana?" tanya Marvel.
"Oh Adira, dia udah kembali ke kelasnya." ucap dokter Mela.
Setelah mendengar hal itu, Marvel pun pergi dari sana dan langsung menuju ke kantin.
"Lo kenapa sih vel?" tanya onde yang penasaran dengan sikap sahabatnya itu.
"Udah elo ikutin aja jangan heboh, makanya jadi orang jangan b*go b*go banget kenapa sih!" ucap Diki markas.
"Dasar lo."
Marvel ke kantin untuk membelikan bubur untuk Adira, setelah itu dia pun menuju ke kelas IPA 2 dimana itu adalah kelas Adira.
Semua orang yang melihat Marvel dan geng Orion lainnya di sana pun itu terkejut sekaligus histeris.
"Boleh duduk?" tanya Marvel saat sudah berada di samping Jihan, Jihan yang peka pun langsung mengangguk kan kepalanya dan berdiri mempersilahkan Marvel untuk duduk.
"Silahkan."
Setelah itu Marvel pun duduk tepat di samping Adira yang masih bengong dan syok karena kedatangan Marvel.
"Udah baikan?" tanya Marvel dan mendapat gelengan dari Adira.
"Masih pusing?" tanyanya lagi dan mendapatkan gelengan lagi.
Anggota Orion dan Jihan pun memilih untuk ke kantin karena tidak ingin mengganggu kemesraan teman mereka, siswa lainnya juga sudah di usir oleh geng Arion agar tidak mengganggu.
"Ini di makan," ucap Marvel.
"Eh Marvel ke... kenapa ke sini?" tanya Adira merasa tidak enak.
Dia pun mulai sadar dan melihat sekeliling yang sudah tidak ada orang sama sekali.
"Marvel gak enak nanti di lihat sama siswa lainnya," ucap Adira yang ingin berdiri.
"Duduk dulu." ucap Marvel mencekal tangan Adira, dan dengan terpaksa Adira pun duduk.
"Nanti pulang bareng aku aja ya." ucap Marvel.
"Aku bisa pulang sendiri," ucap Adira.
"Aku bilang pulang bareng aku berarti pulang bareng aku, kamu mau pingsan lagi kayak tadi? Untung aja aku tadi yang lihat kalau orang lain gimana coba!" tegas Marvel.
"Memang kenapa kalau orang lain?" tanya Adira tak habis pikir.
"Ya nanti kamu di gendong sama orang itu dan aku gak mau itu." ucap Marvel keceplosan.
Adira yang mendengar hal itu pun tambah semakin bingung kenapa dengan sikap Marvel itu.
Berita tentang Marvel ke kelas Adira sudah heboh di sekolahan, bahkan saat Marvel sudah kembali ke kelasnya Jihan langsung duduk di samping Adira dan kepo apa yang di lakukan sahabatnya itu dengan marvel.
"Eh Marvel ngomong apa sama kamu dir?" tanya Jihan kepo.
"Gak ngomong apa-apa." ucap Adira gugup.
"Alah kamu mah gitu."
Sore harinya, Marvel sedang menunggu Adira ke parkiran karena tadi dia sudah chat dengan Dira, dan tak lama Adira datang dengan terburu-buru.
"Maaf aku telat ya, kamu pasti udah nunggu lama?" tanya Adira merasa tidak enak karena tadi dia harus menyelesaikan tugasnya.
"Enggak kok, kamu udah siap?" tanya Marvel saat Adira sudah duduk di belakangnya.
"Iya."
Setelah itu Marvel pun menancapkan gas nya menjauh dari sekolahan, jangan lupa para siswa yang melihat Marvel membonceng Adira membuat semua histeris dan ada juga yang kesal dan benci dengan Adira karena berfikir bahwa mereka berdua tidak cocok karena status sosial mereka yang berbeda.
Salah satunya adalah intan yang melihat mereka berdua.
"Tuh anak tambah ngelunjak emang, minta di kasih pelajaran emang." ucap intan.
Di atas motor sport Marvel mempercepat laju motornya membuat Adira spontan langsung merangkul pinggang Marvel agar dia tidak jatuh, dan hal itu membuat Marvel tersenyum namun tertutup oleh helm nya.
Tak lama mereka sampai di sebuah taman yang cukup sepi tapi tak sepi-sepi banget sih.
"Loh kenapa kita ke sini?" tanya Adira bingung.
"Duduk duduk bentar." ucap Marvel kemudian jalan jalan sebentar sambil beli beberapa cemilan setelah itu marvel membawa Adira ke kursi tak jauh dari sana.
"Adira, aku pingin ngomong sesuatu sama kamu." ucap Adira.
"Apa?"
Lama Marvel tak bicara membuat Adira merasa gugup dan penasaran.
"Aku suka sama kamu." ucap Marvel akhirnya memberanikan diri.
sedangkan Adira yang mendengar hal itu membeku di tempat, dia belum siap untuk menjawab hal ini bahkan dalam kamusnya tidak pernah memimpikan seorang Marvel putra Alaska akan menyatakan cinta kepadanya.
"Kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Marvel lagi membuat Adira sadar dari lamunannya.
"Ta.... Tapi Marvel, perbedaan kita sangat jauh. Kamu anak orang kaya sedangkan aku, bahkan aku harus berjualan untuk menghidupi diriku sendiri, aku terlalu tidak percaya diri juga harus berada di samping kamu." ucap Adira mengeluarkan keresahannya.
Jika di tanya ada rasa atau tidak dengan Marvel, maka Adira tidak bisa bohong kalau dia memiliki rasa kepada Marvel namun dia tak pernah berharap banyak.
"Aku tidak perduli dengan itu, dan orang tua ku juga tak pernah melarang ku akan hal itu." tegas Marvel.
"Bagaimana dengan siswa siswa lainnya?" tanya Adira takut.
"Aku tak perduli Adira karena selama kamu dan aku saling cinta dan suka maka itu sudah lebih dari cukup."
"Beri aku waktu ya vel," sahut Adira.
"Aku beri waktu, tapi jangan lama lama ya."
Setelah itu mereka pun pergi dari taman dan menuju ke kosan Adira.
"Makasih ya," ucap Adira saat mereka sudah sampai di kosan Adira.
"Langsung masuk jangan keluyuran." ucap Marvel sangat perhatian sekali.
"Iya."
Kemudian Marvel pun mengacak rambut Adira dengan gemas, setelah itu pergi dari sana.
"Dari pacaran nih, udah gak jualan lagi ya? Pacarnya kaya tuh kayaknya," nyinyir salah satu tetangga kos Adira.
Tanpa menghiraukan Adira pun masuk ke dalam, dia kalut hari ini bagaimana bisa Marvel menembak dirinya padahal di sekolahannya banyak sekali wanita-wanita cantik bahkan kaya.
Bahkan mereka baru saja kenal tapi sudah mulai ke tahap saling suka.
.
.
Bersambung.....
Kalau ada typo boleh komen ya biar aku perbaiki segera!!!!!!!
.
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
wooow gercep bgt nih marvel kereeeen
mudah2an Adira di lindungi sama Marvel biar gak dibully
2023-12-11
0
Afrendo Edo A
tahap saling suka ni ya cieee
2023-12-11
0
Bunda Dhea
semangat thor
2023-12-03
1