KALAU ADA TYPO BOLEH LANGSUNG KOMEN DI PART-NYA YA BIAR SEGERA AKU PERBAIKI MUMPUNG CERITA MASIH ON GOING🙏🏻
🌼🌼🌼
"Udah lama nunggu?" tanya Marvel saat dia sudah berada di parkiran di mana Adira menunggunya di dekat pos, kebetulan di sana ada kursi kosong.
"Enggak baru aja kok." jawab Adira.
Setelah itu mereka naik mobil Marvel, sengaja memang Marvel membawa mobil karena cuaca beberapa hari ini kurang mendukung sering hujan, dia tidak ingin sampai kekasihnya itu sakit karena basah-basahan naik motor.
"Hari ini jualan?" tanya Marvel di dalam perjalanan pulang mereka.
"Enggak kayaknya, soal nya Aminah lagi keluar sama temen-temen nya. Capek kalau kerja sendirian, mana sepi lagi kalau musim hujan gini." keluh Adira.
"Semangat dong sayangnya Marvel gak boleh putus aja," ucap Marvel menyemangati Adira.
"Iya." balas Adira dengan senyum merekah di bibirnya.
"Loh Marvel ini bukan arah ke rumah aku," seru Adira karena di perempatan yang seharusnya belok malah Marvel lurus.
"Udah kamu ikut aja ya," balas Marvel dengan santai.
Tak lama mobil pun sampai di rumah besar nan megah, Adira terpelongo melihat besar dan mewahnya rumah ini, bukan seperti rumah malah seperti istana menurutnya.
"Yuk turun." ajak Marvel yang sudah turut terlebih dahulu.
"Kita di mana ini?" tanya Adira sambil memegang lengan sang kekasih dengan erat merasa takut.
"Gak usah takut, sekarang kita di rumah aku." jawab Marvel sambil mengelus lembut tangan Adira yang seperti ketakutan.
"APA!" pekik Adira saat mendapatkan jawaban itu.
Rumah sebagus ini, bagaimana bisa Adira tidak terkejut mendengarnya. Melihat ini rasa minder dan insecure nya semakin menjadi-jadi.
'Apakah aku pasti bersanding sama Marvel, melihat rumahnya saja dia sudah kalah.' gumam Adira dalam hati, dia berperang sendiri di sana.
Marvel pun menarik tangan Adira untuk masuk ke dalam rumah mewah tersebut, dan saat Adira masuk dia hanya bisa merasa takjub dengan apa yang dia lihat.
Pertama kali dalam seumur hidup dia menginjakkan kaki di rumah besar seperti sekarang ini, rumah yang di lapisi oleh marmer mahal dan juga lampu-lampu kristal yang menyilaukan mata.
"Sudah pulang sayang?" tanya seseorang yang membuat Adira membeku di tempat.
"Iya ma." balas Marvel santai.
Mama arini yang melihat sang anak pulang tidak sendirian pun memandang sosok gadis cantik di samping sang anak.
"Wah sama siapa nih?" tanya mama Arini menghampiri Adira.
"A... Adira tante," jawab Adira dengan gugupnya sambil menyalami tangan mama Arini.
"Wah namanya juga cantik sama seperti orangnya," puji mama Arini.
"Kalian udah makan?" tanya mama Arini.
"Belum ma." jawab Marvel.
"Ya sudah sekarang kamu ganti baju dulu setelah itu ke meja makan ya, kita makan bersama." ucap mama Arini.
Setelah itu Marvel pun menuju ke kamarnya untuk mengganti seragamnya, sedangkan Adira di bawa mama Arini menuju ke dapur untuk membantu memasak.
Mama arini merasa senang saat sang anak mengenalkan seorang perempuan kepadanya, karena setahunya Marvel sangat anti berdekatan dengan wanita.
"Kamu udah pacaran sama Marvel ya?" tanya mama Arini mencoba mengupas semuanya karena beliau tahu bahwa anaknya akan diam jika di tanya.
Adira yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun bingung hapus menjawab aja, dia bisa menebak bahwa orang tua Marvel pasti tidak setuju dengan dia.
"Kok diem sayang, jawab dong mama mau tahu kamu pacaran ya sama Marvel anak mama?" tanya mama Arini.
"I... Iya ma," ucap adira gugup.
"Wah akhirnya anak itu luluh juga hatinya." tutur mama Arini membuat Adira mengerenyitkan dahinya.
"Tante gak marah?" tanya Adira dengan sopan takut menyinggung.
"Marah kenapa sayang, tante malah seneng banget akhirnya ada yang bisa memperhatikan Marvel dari orang tuanya sendiri. Marvel adalah sesosok remaja pria kesepian sayang, itu semua karena kesibukan papanya dan mama juga yang sibuk dengan urusan kantor." ucap mama Arini dengan sendu.
"Oh ya kamu tinggal di mana sayang, orang tua kamu kerja apa?" tanya mama Arini mengalihkan perbincangan.
Adira dia di tempat, dia seketika menjadi sedih jika menyangkut tentang orang tuanya.
'Apakah tante Arini akan berfikir ulang setelah tau siapa aku ya?' gumam Adira di dalam hati.
"Orang tua saya sudah meninggal tante, dari kecil saya sudah tinggal di panti asuhan. namun selama tiga tahun sejak saya SMA ini saya sudah ngekos sendiri tante." jawab Adira dengan hati-hati.
Melihat bagaimana reaksi mama Arini membuat jantung Adira serasa berhenti berdetak sepersekian detik karena mama Arini tidak memberikan responnya.
"Ya tuhan sayang, maafin tante ya. Tante gak tau tentang itu, mulai sekarang kamu anggep aja tante ini seperti ibu kamu." tutur mama Arini sambil memeluk anak gadisnya.
Adira yang mendengar hal itu pun di buat senang sekali hingga membalas pelukan mama Arini dan menitipkan air mata karena dia di terima dengan baik di keluarga yang baru pertama dia kenal ini.
.
.
Bersambung.....
...🌼🌼🌼...
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
waaaah mskpn ibu nya sibuk tp ternyata baik bangeeeet
2023-12-13
0
Andini marlang
🥺🥺bener bener tidak membedakan kasta mamahnya Marvel... smg papahnya jg sama
2023-12-06
2
Sefi Yofiii
bagus kak lanjut trus
2023-12-06
1