"Butuh bantuan?" tanya Marvel yang sudah berada di depan Adira.
Betapa terkejutnya Adira saat melihat Marvel di depannya.
"Marvel," sapa Adira saat sudah mulai sadar dari keterkejutan nya.
Setelah itu Marvel pun membantu Adira yang memang sedang jualan sendiri karena biasanya di bantu oleh Aminah teman pantinya.
Booth Adira semakin ramai apa lagi saat ada Marvel yang membantunya membuat para remaja putri datang ke sana.
Setelah seharian membantu akhirnya booth Adira pun tutup, dia sangat bersyukur karena hari ini mendapat banyak sekali pelanggan dan dagangan nya sangat ramai.
"Capek?" tanya Adira melihat Marvel yang berkeringat banyak.
"Enggak, kata siapa? seharusnya aku yang tanya ke kamu sayang. Kamu gak capek kerja gini? Gak usah kerja ya biar aku biayain semuanya aja kebutuhan kamu," ucap Marvel dengan percaya dirinya, maklum gini-gini Marvel memiliki bisnis cafe dan juga usaha di bidang properti sehingga dia bisa menghasilkan uang sendiri.
Walau dia anak dari pengusaha terkenal dan sukses tapi Marvel tidak pernah bergantung kepada orang tuanya, walau setiap bulan selalu ada uang saku untuknya karena bagaimana pun Marvel masih sekolah pikir orang tuanya, mereka bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan anaknya.
"Ih apaan sih, aku kerja itu buat aku sendiri dan uang kamu ya buat kamu sendiri." tegas Adira, karena dia berpacaran dengan Marvel bukan ingin menguras isi dompetnya tapi memang karena perasaan dan sikapnya.
"Ya udah sekarang mau ke mana?" tanya Marvel setelah semua sudah selesai di rapihkan.
"Jalan jalan sekitar sini aja yuk," ucap Adira karena dia jarang sekali bisa jalan jalan, biasanya dia langsung pulang.
"Buat tuan putri apa sih yang enggak," sahut marvel.
Mereka pun jalan jalan sebentar setelah itu Marvel mengantarkan Adira pulang, setelah itu dia menuju ke markas kebesaran geng Orion untuk bertemu dengan para anggota lainnya.
"Dari mana aja nih bos?" tanya onde yang seharian tak melihat Marvel.
"Biasa habis ngedate bareng pacarnya kayaknya," ucap Diki membuat anak anak Orion yang tidak tahu kabar tentang Marvel dan Adira pun terkejut.
"Maksud lo apaan dik?" tanya ojik yang memang di sini yang tahu hanya Diki saja.
"Tadi temen gw gak sengaja liat Marvel sama Adira di taman kota sedang jalan jalan gitu terus gandengan tangan udah kayak mau nyebrang." ucap Diki membuat semua orang melihat ke arah Marvel meminta penjelasan apakah yang di katakan Diki benar atau tidak.
"Ya udah gw jujur ya, gw sama Adira udah pacaran dan yang di omongin Diki tadi bener, tapi gw mohon buat kalian diem diem aja soalnya Adira ingin ini di rahasiakan." ucap Marvel.
"Kenapa?" tanya Angga penasaran.
"Lo tau sendiri ngga kalau Marvel tuh incaran banyak cewek sekolah kita bahkan sekolah lain, bisa gawat kalau semua orang tahu Marvel udah punya pacar, bisa bisa Adira kena bully seluruh sekolah sama anak anak luar sekolah juga." ucap Diki yang entah sangat tau betul.
"Ya udah kalau gitu congratulation bro, semoga langgeng ya." ucap angga.
"Gw juga ngerasa kalau kalian berdua cocok loh, jadi penasaran langgeng gak ya?" ucap onde.
"Elo nyumpahin gw sama Adira putus?!" ucap Marvel dengan menahan kesal.
"Eh bukan gitu bukan gitu vel." ucap onde kelabakan.
"Rasain, salah sendiri punya mulut kagak di filter ya gini." ucap ojik.
Semua orang pun tertawa melihat onde yang malah kena serangan balik dari anak anak Orion lainnya.
"Vel, gw denger besok ada latihan basket untuk kejuaraan, elo ikut kan?" tanya Angga.
"Iya ikut."
"Bagus deh."
🥕🥕🥕
Senin pun tiba tak terasa weekend sudah berlalu, hari ini akan ada latihan perdana untuk lomba kejuaraan tingkat nasional dimana tim basket Permata Bangsa ikut meramaikan kejuaraan tersebut dan sudah menjadi juara berturut-turut selama dua tahun ini.
Marvel: [Sayang aku nanti habis sekolah langsung mau latihan basket buat kejuaraan, maaf gak bisa nganterin.] ketik Marvel merasa bersalah.
Adira yang baru saja akan berkemas karena sudah waktunya pulang pun hanya bisa tersenyum, Marvel sangat suka menjemput dan mengantar nya padahal Adira sama sekali tidak pernah menginginkan nya.
Adira: [Iya gak papa kok, kamu yang semangat buat latihannya, jangan sampek terluka. Semangat sayangnya Adira.] ketik Adira membuat Marvel yang membaca teks tersebut dibuat senyum senyum sendiri membuat Angga, Diki, ojik dan onde merasa takut dan heran.
"Woy ko kenapa vel?" tanya ojik.
"Gak papa." ucap Marvel.
"Udah selesai dir?" tanya Jihan setelah semuanya sudah berkemas.
"Udah."
"Yuk pulang," ajak Jihan.
Mereka pun menuju ke parkiran karena Jihan membawa motor , saat sedang menuju parkiran dan melewati lapangan basket, tak sengaja Adira melihat Marvel yang sedang berdekatan dengan intan, bahkan ingin memberikan botol air minum untuk Marvel, dan itu membuat Adira kesal.
'Apakah aku cemburu? Enggak sih gak mungkin." tegas Adira berperang sendiri dengan hatinya.
"Udah gak usah di liatin, Marvel gak bakalan tertarik sama cewek kayak gitu." ucap Jihan.
"Hah! Ka.... kamu tau?" tanya Adira kepada Jihan.
"Ya tau lah Adira sayang, gimana gak tau kalau kamu dari tadi chat chat an mulu sama Marvel sambil senyum-senyum sendiri pula."
"Ih kamu mah."
"Gimana udah jadian belum?" tanya Jihan memancing Adira untuk memberitahu nya.
"Nanti aku kasih tahu tapi jangan di sini ya." sahut Adira.
Saat Adira melihat lagi ke arah lapangan basket, tak sengaja Marvel juga melihat ke arah Adira, hingga mata mereka berdua bertemu membuat mereka saling tatap tatapan.
"Ayo Han." ucap Adira menarik tangan Jihan
Sungguh bohong kalau dia tidak cemburu, bagaimana dia tidak cemburu melihat sang kekasih malah sama cewek lainnya.
"Sh*t!" ucap Marvel kesal, dia ingin menyusul sang kekasih namun pelatihnya sudah memerintahkannya untuk kembali latihan.
Sumpah Marvel tidak bisa fokus karena mengingat Adira yang melihat adegan dia dan intan namun sungguh Marvel tadi sudah menolaknya.
"Gimana sama Marvel?" tanya Jihan lagi saat mereka sedang berada di lorong yang sepi karena para murid semuanya sudah pulang.
"Aku udah jadian sama dia Han, tapi aku mohon kamu jangan kasih tahu yang lainnya ya." ucap Adira membuat Jihan mengerenyitkan dahinya.
"Kenapa? Bukankah semua orang pingin banget bisa jadian sama Marvel, eh kamu kok malah mau hubungan kamu di rahasiakan?" seru Jihan tak habis pikir dengan Adira.
"Jihan kamu lupa siapa Marvel, dia itu anak donatur terbesar di sekolah ini dan juga karena keterkenalan dia membuat semua orang akan berfikir bahwa aku gak pantas sama dia Jihan, status kita aja udah beda." lirih Adira memberitahukan alasannya.
"Kamu mau aku di bully satu sekolah?" lanjutnya.
Jihan pun menggelengkan kepalanya dan mulai mengerti ketakutan sahabatnya itu, dia akan berusaha untuk menguatkan Adira agar tidak gentar dengan segala cobaannya nanti di dalam hubungan mereka berdua.
.
.
Bersambung.....
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
semangat Adira, hati Marvel udh bwt kamu kok
2023-12-11
0
Nur Nuy
up yg banyak thor, jangan panjang panjang episode nya ya😁
2023-12-04
1
Nda_Zlnt
lanjut thir
2023-12-04
0