"Yok gw anterin," ucap Marvel santai, namun hal itu malah mendapat reaksi kaget dari Adira.
"Eh gak usah, bentar lagi bus nya juga sampek." tolak Adira sopan takut membuat ketua geng itu marah.
"Buruan naik, gw gak suka bantahan!" tegas Marvel membuat Adira merasa takut.
Akhirnya dia pun naik ke motor Marvel, setelah memakai helm nya mereka pun pulang bareng untuk pertama kalinya.
Setelah itu Marvel pun melajukan motor sportnya membelah jalanan ibu kota, yang tanpa mereka berdua sadari ternyata ada intan yang tanpa sengaja melihat interaksi mereka berdua, bahkan melihat Marvel yang membonceng Adira.
Dia saja yang sudah bertahun-tahun berteman dan berusaha merebut hati Marvel tidak pernah merasakan di bonceng Marvel, tapi ini wanita entah intan tidak tahu dari mana tiba-tiba naik motor Marvel, hal itu membuat hati intan membara panas.
"Siapa sih tuh cewek? Ganjen banget sama cowo orang!" kesal intan mengeklaim Marvel adalah pacarnya, padahal mah bukan.
"Sabar Tan, tapi ya gw denger denger dia tuh seangkatan sama kita, kalau gak salah namanya Adira, iya Adira anak IPA 2." ucap salah satu teman intan.
"Awas aja gw bakalan buat perhitungan sama dia!" ancam intan dengan kesalnya.
Di sisi lain Marvel mengendarai motor sportnya dengan santai, padahal biasanya dia mengendarai motor sportnya dengan ngebut.
"Pegangan yang erat." ucap Marvel karena melihat Adira yang tidak berpegangan kepada dirinya.
Mendengar hal itu Adira hanya memegang jaket yang di pakai oleh Marvel sedikit tanpa menempelkan tubuhnya ke arah lelaki di depannya itu, melihat hal itu terbesit ide untuk mengerjai Adira.
Tiba-tiba saja Marvel menancapkan gas motornya membuat Adira yang sedang gugup itu langsung memeluk pinggang Marvel dengan erat karena takut jatuh, tahu sendiri bukan bagaimana dudukan penumpang di motor sport nya, geser sedikit bisa jatuh Adira.
sedangkan Marvel tertawa senang karena dapat mengerjai Adira, entah mengapa dia sangat senang jika bersama gadis yang baru pertama ini dia lihat.
Selama 3 tahun ini dia kemana saja, kenapa sama sekali tidak bertemu dengan gadis polos itu.
Tak butuh waktu lama motor sportnya sudah sampai di depan kos-kosan Adira, awalnya Adira ingin di turunkan di depan gang saja namun Marvel menolak dan beralasan agar dirinya selamat sampai masuk rumah.
"Terima kasih, kalau gitu aku masuk dulu." ucap Adira.
"Bentar," tahan Marvel membuat langkah Adira berhenti dan balik melihat ke arah Marvel.
"Nama gw Marvel," ucap Marvel memperkenalkan diri dengan baik.
"Udah tau," ucap adira.
"Tapi gw belum tahu siapa lo," tutur Marvel.
"Aku Adira satu angkatan juga sama kamu," ucap Adira kemudian membalikkan badannya dan berjalan masuk.
"Tunggu,"
"Apa lagi?"
"Nomor wa?" ucap Marvel dengan memberikan hp nya agar di isi oleh Adira.
"Tapi...." ucap Adira bingung.
"Udah buruan gw mau cabut soalnya," sahut Marvel memotong ucapan Adira.
Dengan terpaksa Adira pun memberikan nomor nya kepada Marvel, semoga nanti dia lupa dengan nomornya secara Marvel kan cowok famous jadi Adira yakin kenalan ceweknya pasti banyak.
Setelah di isi Marvel pun mencoba menghubungi Adira untuk memastikan nomor yang diberikan adalah benar.
"Itu nomor gw," ucap marvel saat Adira mengecek teleponnya yang tiba-tiba berdering.
"Kalau gitu gw pamit, jangan keluyuran." ucap Marvel dengan mengacak rambut Adria kemudian meninggalkan tempat tersebut.
"Ya tuhan kenapa dengan jantungku!" sahut Adira sambil memegang dada nya karena merasa dag-dig-dug sekali jantungnya.
"Enggak, jangan geer Adira, gak mungkin kan aku suka sama dia? Dia mungkin cuma basa-basi aja." ucap Adira mempertanyakan kepada dirinya sendiri kemudian masuk ke dalam kosannya karena dia harus bekerja paruh waktu untuk menjual makanan di taman kota.
Setelah bersiap-siap Adira pun keluar menuju ke taman kota yang kebetulan tak jauh dari kosannya sehingga dia bisa jalan kaki tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.
Di sisi lain Marvel yang baru saja sampai di warkop bu Tejo pun langsung di sambut oleh Diki sambil menggoda Marvel.
"Roman romannya ada yang lagi pdkt nih," goda Diki yang memang mereka semua tahu tadi Marvel ngebonceng Adira, secara motor Marvel tadi melesat melewati warkop bu Tejo.
"Apaan sih lo!" ucap Marvel.
"Lo suka vel sama Adira?" tanya Angga membuat Marvel mengerenyitkan dahinya.
"Kenapa?" tanya angga mendapat tatapan seperti itu.
"Lo tau siapa siswi itu?" tanya Marvel.
"Ya tuhan vel ya tau lah, secara dia kan salah satu murid terpintar di sekolah dan banyak ikut lomba-lomba juga." ucap ojik memberitahu dan di angguki oleh semuanya.
"Kok gw baru tau kalau ada tuh cewek ya?" gumam Marvel namun masih bisa di dengar oleh yang lainnya.
"Apa vel! gila kemana aja elo woy?!" ucap onde tak habis pikir dengan Marvel.
"Udah gak usah bahas itu lagi, sekarang mending kita ngopi." tutur Marvel sambil menyeruput kopinya yang baru saja datang.
🥕🥕🥕
Malam harinya, Marvel sudah berada di trak bareng anak-anak Orion lainnya dan juga Marcus and the geng yang akan balapan dengannya.
"Semuanya sudah siap!" teriak race queen setelah itu menghitung mundur.
"3, 2, 1, prittttttt!" setelah pluit di bunyikan Marvel dan Marcus langsung menancapkan gas nya.
Selama di trak Marvel terus saja berada di depan, bahkan saat akan sampai di garis finish pun Marvel masih memimpin.
Ajang balapan ini karena tantangan dari anak-anak Adiguna yang tidak terima waktu pertandingan kemarin kalah dari SMA Permata Bangsa.
Berulang kali Marcus bermain curang dengan menjebak Marvel seperti memepetnya agar jatuh hingga menendang motor Marvel, namun itu tak terlalu berpengaruh untuk Marvel yang akhirnya finish memimpin pertandingan.
"Yey selamat bro," ucap anak anak Orion dan SMA Permata Bangsa lainnya yang melihat.
Marvel pun menghampiri Marcus yang sok jagoan padahal tandingannya bukan dirinya.
"Mana janji lo." tegas Marvel dengan tatapan tajamnya.
Dia pun memberikan kunci motornya kepada Marvel, memang balapan ini taruhannya adalah motor sport mereka ber dua, jika Marcus kalah maka motornya untuk Marvel dan sebaliknya jika Marvel kalah motornya untuk Marcus.
Marvel menerima tantangan bukan karena apa apa, dia berani menerima tantangan itu semua karena dia sudah mempertimbangkan dan yakin bahwa akan menang jika hanya melawan anak-anak SMA Adiguna sana.
"Nde bawa." sahut Marvel melempar kunci motor tersebut kepada onde.
"Siap pak bos."
Setelah acara balapan selesai, Marvel dan yang lainnya pergi ke rumah Marvel karena memang orang tuanya tidak ada di rumah sekarang jadi lebih baik bawa mereka ke rumahnya.
Mamanya juga tau hal itu karena semua teman teman Marvel kenal dengan orang tua nya.
"Bonyok lo gak ada di rumah lagi vel?" tanya onde. (Bonyok itu bokap nyokap ya readers.)
"Mereka keluar negeri." ucap Marvel singkat.
.
.
Bersambung.....
Hai guyssss sebelum lanjut jangan lupa buat favoritkan dulu cerita ini ya, terus vote, like, komen dan hadiahnya juga kalau boleh biar aku tambah semangat lagi buat nulis nyaaaaa😁
Kalau ada typo di kata boleh komen ya biar segera di perbaiki🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
BTW ADA YANG KEPO SAMA VISUALNYA GAK? KALAU ADA NANTI AKU CARIIN ATAU ENGGAK USAH ADA VISUAL KALI YA, KOMEN READERS 💌🤭
.
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Mama lilik Lilik
bab pertama namanya Marco, di bab ini namanya Marcus,koreksi author
2025-01-07
0
nube
beeeeuh itu cewe ular yg ngaku2 pacar udh mulai panas nih
padahal kan Adira gak tau apa2 yak
@nur_bayani
2023-12-11
0
Afrendo Edo A
suka nih yang balap balapan gini
2023-12-11
0