KALAU ADA TYPO BOLEH KOMEN DI PART-NYA YA BIAR SEGERA AKU PERBAIKI, MUMPUNG CERITA MASIH ON GOING KARENA KALAU UDAH TAMAT BAKALAN LAMA AKU REVISINYA🙏🏻
HAPPY READING🌼🌼🌼
🥕🥕🥕
"Ada apa pa?" tanya Marvel saat dia sudah sampai di rumahnya.
"Kamu dari mana saja, selalu kelayapan tidak tahu rumah!" bentak papa dewa yang meluapkan emosinya karena kelakuan sang anak yang selalu membuat onar.
"Marvel main pa." jelas Marvel singkat.
Dia tahu jika papanya sedang dalam kondisi marah maka pasti ada masalah dengan perusahaan sehingga pelampiasan nya akan pada dirinya.
"Kamu bisa gak sih sehari saja tidak bikin masalah," ucap papa dewa.
Marvel pun menghiraukan ocehan sang papa dan memilih untuk pergi ke kamarnya.
"Sudah pa mending papa minum obat nya aja ya, ingat kata dokter papa harus istirahat yang cukup." ucap mama Arini.
papa dewa beberapa minggu ini merasa tubuhnya kurang fit dan harus mendapatkan resep dokter karena terlalu stress dan banyak tekanan, mungkin karena masalah perusahaan sehingga banyak yang beliau pikirkan.
🥕🥕🥕
Dua minggu sudah Adira dan Marvel menjalin hubungan pacaran, selama itu pula mereka sering bertemu walau dengan sembunyi-sembunyi karena Adira yang masih takut jika harus terlalu terang-terangan.
Bahkan masih banyak siswi yang secara terang-terangan dengan memberikan bingkisan kepada Marvel, namun selalu dia tolak.
Hari ini Adira sedang berada di kantin bersama dengan Jihan, namun tiba-tiba ada yang menumpahkan jus ke seragamnya.
"Ups sorry, gak sengaja." ucap orang tersebut siapa lagi kalau bukan intan.
"Eh lo apa-apaan sih Tan!" pekik Jihan melihat sang sahabat di perlakukan seperti itu.
"Kan gw udah bilang gak sengaja ko kok nyolot sih!" pekik intan tak kalah sewotnya.
"Udah Han gpp, aku ke toilet aja bersihinnya gak usah marah-marah malu di lihat sama anak-anak lainnya." bisik Adira menarik tubuh sahabatnya agar kembali duduk.
Sedangkan intan langsung meleos pergi begitu saja, dia kesal karena kemarin tidak sengaja bertemu dengan Adira dan Marvel yang sedang makan bakso di warung bu tejo setelah pulang sekolah.
Padahal sebelumnya intan sudah memperingatkan kepadanya bahwa Marvel adalah miliknya namun tetap saja Adira tidak mendengarkannya, itu lah mengapa intan sangat marah.
"Gw heran sama lo dir, udah di gitu-in tuh bales kenapa sih!" ucap Jihan dengan kesal dengan kebaikan sahabatnya yang terlalu kelewatan baiknya.
"Udah gak usah marah marah gitu, lebih baik aku ke toilet bentar buat bersihin ini, kamu tunggu di sini aja ya." ucap Adira.
Dia pun menuju ke toilet untuk membersihkan seragamnya, namun saat akan sampai di toilet tiba-tiba saja ada yang menariknya hingga ke gedung belakang yang cukup sepi dan tak pernah ada anak yang ke sana.
Siapa lagi kalau bukan Marvel, dia melihat semua kejadian di kantin tadi. Rasanya dia geram sekali melihat perlakuan intan kepada sang kekasih, namun dia sadar kalau Adira tidak ingin hubungannya terekspose karena bisa jadi akan banyak bully-an seperti itu.
"Marvel?" sahut Adira terkejut karena tiba-tiba Marvel menariknya begitu saja, untung tidak ada yang melihat kejadian tersebut.
"Sayang, kamu gak papa? Lebih baik kita publish aja ya hubungan kita, mereka semuanya pasti bakalan takut buat nge-bully kamu kok selama aku ada." ucap Marvel merasa khawatir.
"Marvel, aku gak papa kok. udah ya aku mau bersihin ini bentar terus ke Jihan, nanti gawat kalau ada yang lihat kita berdua." ucap Adira kemudian pergi meninggalkan Marvel yang hanya diam saja.
"Lama banget sih?" tanya Jihan setelah Adira yang baru saja tiba di mejanya.
"Maaf tadi Marvel ngajak ngomong bentar," ucap Adira.
"Cie yang udah mau go public nih ye." goda Jihan.
"Apaan sih, siapa juga yang mau go public. Kamu gak lihat gimana intan tadi ke aku, bisa lebih ganas lagi nanti dia kalau tahu kalau dia tahu aku pacaran sama Marvel." ucap Adira bergidik ngeri membayangkannya.
"Sungguh bingung juga ya buat pacaran sama siswa famous." ucap Jihan dan di angguki oleh Adira.
🥕🥕🥕
Jam pulang sekolah Adira dan Jihan menuju ke lapangan basket karena hari ini akan ada pertandingan basket antara SMA Permata Bangsa dengan SMA cendikia, rival yang selalu saja di tunggu-tunggu oleh semua orang karena permainan mereka yang sangat bagus dan sulit untuk menang satu sama lain, selalu ada drama untuk memenangkan pertandingan.
Tetapi selama ini SMA Permata Bangsa yang selalu menang melawan SMA cendikia, mungkin saja karena ada Marvel di sana, jagoan yang selalu di puja-puja banyak siswa hingga guru saat bermain basket.
Suasana sudah ramai karena pertandingan pun sudah di mulai, Adira dan Jihan mencari tempat yang kosong, yang kebetulan tinggal di bagian belakang saja karena bagian depan tribun sudah penuh dengan gadis-gadis yang bersorak menyebut nama pemain, atau lebih tepatnya Marvel.
"Gila, pacar lo mainnya bagus banget dir." bisik Jihan.
"Ih kamu apaan sih Han," tukas Adira merasa malu dengan ucapan Jihan tadi.
Adira dan Jihan asik menonton pertandingan basket tersebut, dia kagum dengan sang kekasih yang jago sekali dalam bermain dan terlihat tidak pernah lelah, dengan keringat yang membasahi keningnya membuat Marvel tampak terlihat semakin seksi.
Sedangkan di lapangan sendiri, Marvel dengan keras dan serius bermain.
"Gue pastikan kalau elo dan tim elo bakalan kalah dalam pertandingan kali ini." tegas seorang siswa bernama Nanta, rival dari Marvel yang selalu dibanding-bandingkan karena permainan mereka berdua.
Sama-sama tampan, berbakat bermain basket, pintar juga. Marvel sebenarnya pintar, hanya saja dia tidak mengeluarkan kepintarannya karena bagi dia yang terpenting menyenangkan dirinya karena percuma dia pintar tapi tetap saja orang tuanya tidak akan pernah mempedulikannya.
Padahal dulu SMP dia akan selalu juara satu di sekolahan nya, namun saat SMA Marvel malah menyembunyikan kepintarannya dan berubah menjadi anak yang nakal hingga beberapa kali suka bolos.
"Dan gue pastikan juga kalau elo dan tim elo bakalan ngerasain malu untuk yang kesekian kalinya." tegas Marvel dengan seringai di wajahnya dan dia tidak pernah berbohong dalam ucapannya.
Natan yang melihat wajah kapten dari SMA Permata Bangsa pun mulai geram dan bertekad untuk menumbangkan tim lawan sebisa mungkin.
Permainan berlangsung cukup alot, bahkan banyak kecurangan yang di lakukan oleh tim SMA cendikia kepada SMA Permata Bangsa, namun Marvel tetap lah Marvel yang selalu bisa mengatasi segala hal, bahkan dia masih bisa mencetak kor di pertandingan ini.
Adira yang melihat beberapa kali Marvel di dorong hingga terjatuh pun merasa khawatir karena bagaimana pun itu pasti akan sangat sakit bagi Adira.
"Tuh mereka main curang woy!" teriak Jihan yang kesal melihat tim lawan terus mendorong hingga membuat tim Permata Bangsa jatuh saat akan melempar bola.
.
.
Bersambung.....
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nube
duh kebayang deh anak basket itu pasti keren banget tapi ya jiwa kompetisi nya pasti tinggi sih
2023-12-13
0
Indry Arientha
Thor , buat marvel ada saingan nya .. Natan gitu yg tiba2 aja terpesona liat adira d lapangan basket 😉
2023-12-05
1