Bab. 11

Revan berdiri di ruang kerjanya sembari menatap ke arah luar dari dinding kaca. Revan menjadi pusing sendiri apa yang harus dia lakukan. Apakah dia harus menuruti permintaan putrinya dan kakeknya untuk menikah dengan Anin. Atau malah tetap menikah dengan Gladies, wanita yang sangat dia cintai. Tapi kalau dia tetap menikah dengan Gladies, kakeknya akan pergi dari rumah ini membawa putrinya Yuna. Jika dia menikah dengan Anin, gimana dengan Gladies pasti kekasihnya itu akan sakit hati dan hancur. Ini pilihan yang sangat sulit menurutnya.

Revan kembali mengingat perkataan kakeknya yang mengatakan, jika putri kita sendiri tidak menyukai wanita pilihan kita.. itu berarti wanita itu memang tidak baik untuk kita. Revan menghela nafasnya, dia bingung dan tidak tahu harus bagaimana.

Sementara Anin di dalam kamar masih terus memikirkan keputusan yang ia ambil barusan untuk menerima permintaan Kakek Ray dan Yuna, menikah dengan Revan. Apakah ini keputusan yang tepat dan terbaik untuknya atau tidak, tapi yang pasti dia hanya ingin membalas kebaikan kakek Ray yang selama ini sudah baik padanya. Apalagi dia juga tidak tega dengan gadis kecil nan menggemaskan itu.

***

Seminggu telah berlalu, tapi Revan belum juga memberi keputusan atau menyetujui permintaan kakek maupun putrinya, Yuna. Dan sudah seminggu itu juga Revan tidak berada di rumah melainkan berada di luar kota.

Sementara putrinya, Yuna belum mau bicara padanya. Sudah beberapa kali dia menghubungi telpon rumah hanya untuk berbicara pada Yuna, tapi sayang princess nya tidak mau bicara padanya sampai sekarang. Putri nya malah mengatakan, kalau dirinya mau menikah dengan Anin baru mau dia berbicara padanya.

Tentang masalah ini, Revan belum ada menceritakannya sama sekali ke Gladies. Dia bingung mau cerita atau tidak, dia takut Gladies sakit hati.

"Bos sebenarnya ada apa? Saya perhatikan seminggu ini wajahnya murung terus." tanya Dian asisten Revan. Saat ini mereka sedang ada di Cafe lagi makan siang sehabis ketemu klien.

Revan menghela nafasnya, ia frustasi karena putrinya tidak mau juga berbicara padanya. Revan kalau ada apa-apa pasti curhatnya ke Dian. Menurutnya walaupun Dian masih lebih mudah dari nya tapi asistennya itu pemikirannya lebih dewasa.

"Tumben gak cerita bos, biasanya curhat ke saya kalau ada masalah." ucap Dian.

"Masalah nya rumit banget Yan.." sahut Revan.

"Cerita dong, siapa tahu saja saya bisa kasih solusi." lanjut Dian lagi.

"Kamu tahu kan Yan kalau saya sangat mencintai Gladies?!" Dian mengangguk. "Dan saya berencana mau melanjutkan hubungan ke lebih serius lagi sama dia. Tapi masalahnya kakek dan Yuna tidak setuju kalau saya menikah dengan Gladies. Kakek bilang Gladies tidak baik buat saya. Kamu tahu Yan kakek malah menjodohkan saya dengan Anin dan begitu juga dengan Yuna. Putri saya mau nya saya menikah dengan Anin juga. Sebenarnya dari segi dimana nya yang mereka bilang kalau Gladies tidak baik. Selama saya mengenalnya dia sangat baik dan lembut, hanya saja dia memang wanita yang manja." curhat Revan ke Dian. "Dian menurut kamu saya harus bagaimana?" lanjut Revan meminta solusi pada Dian.

Sebenarnya Dian sependapat dengan kakek Ray yang kurang setuju kalau Bos nya itu menikah dengan Gladies, karena dia juga tahu sifat wanita itu seperti apa. Di depan Revan saja Gladies bersikap lemah lembut. Tetapi aslinya wanita itu sangat lah kasar. Dian bisa melihat cara wanita itu berbicara pada karyawan Revan. Waktu itu saat Gladies datang ke kantor dan tidak sengaja ada karyawan bosnya yang berjalan menyenggol tangan wanita itu. Gladies langsung marah-marah dan membentak sekaligus menghina karyawan Revan. Bukan itu saja, Gladies juga pernah marah-marah pada pekerja cleaning service hanya karena teh yang wanita itu minta terlalu manis, yang di buat oleh cleaning service. Dan masih banyak lagi kata-kata kasar yang di ucapkan Gladies pada karyawan Revan. Mereka semua tidak berani mengadukan ke bos, karena mereka di ancam oleh Gladies akan meminta Revan memecat mereka. Kalau wanita itu sudah berada di kantor pasti berlagak sok seperti nyonya Maherza.

"Bos, sebenernya kalau boleh jujur ni ya.. saya sependapat dengan Tuan besar." ucap Dian membuat Revan yang lagi fokus pada makanannya langsung beralih menatap asistennya itu.

"Maksudnya?!" tanya Revan yang kurang mengerti.

Dian menghela nafasnya, "iya bos, saya sependapat dengan tuan besar kalau Gladies tidak baik buat bos." ucap Dian akhirnya.

Revan terkejut mendengar perkataan asistennya itu, pasalnya selama dia pacaran dengan Gladies Dian tidak pernah berkomentar apapun mengenai Gladies dan sekarang kenapa Dian juga mengatakan kalau Gladies wanita yang tidak baik untuknya.

"Kenapa kamu bisa mengatakan begitu?! bukannya kamu sudah mengenal Gladies orangnya seperti apa?!" tanya Revan penasaran sebenarnya apa yang membuat mereka semua mengatakan Gladies tidak baik untuknya.

Terpopuler

Comments

Pasrah

Pasrah

lanjutkan

2024-02-01

0

Pasrah

Pasrah

walaupun Dian menceritakan apa saja yg di ketahui ujung "nya dia tidak akan pernah percaya percuma saja orang kalau sudah cinta walaupun cinta nya cm di jadikan mesin ATM nya aja

2024-02-01

0

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat

2024-01-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!