Bab. 10

Mendengar suara kakek Ray, Revan langsung melepaskan tangan Anin dan menjauh dari Anin.

"Apa yang kama lakukan Revan sampai kamu menyakiti Anin?!" tanya Kakek Ray.

"Revan tidak suka dengan wanita ini kek." jawab Revan. "Pasti kamu kan yang menyuruh Yuna agar bisa menikah dengan saya!" tuduhnya lagi.

"Apa maksudnya kamu Revan?!"

"Itu kek Yuna meminta saya untuk menikah dengan wanita ini dan Yuna mau Anin yang menjadi mama sambungnya. Revan yakin pasti dia yang sudah menghasut Yuna!" Kakek Ray tersenyum tipis mendengar ucapan dari cucunya. Ia tidak menyangka cicitnya itu ternyata juga menginginkan Anin menjadi mamanya. Sama seperti dirinya yang menginginkan Anin sebagai cucu menantunya. Menurutnya Anin lah yang sangat tepat

"Apa salahnya kamu menikah dengan Anin?! Anin gadis yang sangat baik, dia juga menyayangi Yuna dengan tulus. Dan kakek juga setuju dengan permintaan dari Yuna." ucap Kakek Ray.

"Apa! Kakek setuju Revan menikah dengan Anin?!" Kakek Ray menganggukkan kepalanya. "Oh Revan tau sekarang, wanita yang kakek bilang mau menjodohkan Revan dengan wanita pilihan kakek itu adalah Anin kan?!" Kemudian Revan menatap Anin sembari tersenyum mengejek menatap Anin.

"Lihat, apa yang sudah kami lakuin kepada kakek dan Yuna sampai mereka berdua menginginkan saya menikah dengan kamu! Puas kamu, huh!" ucap Revan sembari menatap Anin sangat tajam.

"Revan! Jangan salahin Anin, dia tidak tahu apapun soal kakek menjodohkan kamu dengannya. Kakek belum ada samasekali membicarakan mengenai ini pada Anin." Bentak Kakek Ray tidak suka Revan menuduh Anin yang sama sekali tidak tahu apa-apa. Kakek Ray sudah sangat menyayangi Anin seperti cucunya sendiri dari saat mereka pertama bertemu apalagi bagaimana gadis itu mengurusnya dan Yuna dengan tulus.

"Ketahuilah Revan, jika memang anak kamu tidak menyukai Gladies berarti wanita itu memang tidak baik." tambah Kakek lagi.

Revan pun langsung pergi dari dapur dengan perasaan yang sangat kesal.

"Kakek.."

"Maaf Anin, kakek tidak membicarakan soal ini terlebih dahulu padamu. Tapi kakek mohon dan minta padamu Anin, kamu mau ya menikah dengan Revan.. hanya kamu yang kakek percaya bisa menjaga Yuna. Kalau dengan Gladies, kakek tidak suka dan tidak percaya padanya. Wanita itu sama saja dengan Renia mama kandung Yuna. Mereka sama-sama tipe wanita yang sangat egois hanya memikirkan diri mereka sendiri. Hanya kamu Anin yang kakek percaya untuk menjaga dan membesarkannya." pinta kakek Ray.

"Tapi kek, Anin gak bisa.." Kakek Ray menjalankan kursi rodanya untuk mendekati Anin, kemudian kakek Ray memegang tangan Anin yang lagi berdiri di hadapannya.

"Anin, kakek mohon mau ya menikah dengan cucu kakek." Kakek Ray menghela nafasnya, kemudian melanjutkan ucapannya. "Anggap saja ini permintaan kakek yang terakhir." Anin yang menundukkan kepalanya langsung mengangkat kepalanya menatap kakek Ray.

"Apa maksud kakek?!" tanya Anin.

"Anin, kakek sudah semakin tua dan tidak tahu sampai kapan kakek hidup di dunia ini. Bisa jadi besok kakek mening_-"

"Kakek ini bicara apa..?!" potong Anin langsung. "Anin gak suka kakek bicara seperti itu. Anin yakin kakek akan berumur panjang." lanjutnya lagi.

"Makanya mau ya menikah dengan Revan.. Menjadi ibu sambung Yuna.. Hanya kamu Anin yang tulus menyayangi Yuna." mohon Kakek Ray lagi.

Anin pun menjadi bingung harus setuju atau tidak. Kemarin Yuna juga memintanya untuk menikah dengan papanya dan sekarang kakek Ray juga memintanya untuk menikah dengan Revan. Tapi dia juga tidak tega menolak kakek Ray yang sudah baik selama ini padanya. Apalagi dengan Yuna, gadis kecil itu sampai menangis meminta dirinya untuk menikah dengan Revan.

"Anin, please.. Hanya kamu yang kakek harapkan untuk bisa menjaga cucu saya." ucap Kakek Ray tak menyerah untuk memohon pada Anin agar mau menikah dengan cucunya.

Anin menghela nafasnya, ia benar-benar bingung.

"Anin.."

"Baiklah kek, Anin mau menikah dengan tuan Revan." putus Anin akhirnya karena tidak tega dengan kakek Ray yang terus menerus memohon padanya. "Tapi itu tergantung dengan tuan Revan lagi kek, kalau memang tuan Revan setuju, Anin akan bersedia menikah dengannya dan ini Anin lakukan demi kakek dan Yuna." tambahnya lagi.

Mendengar ucapan Anin barusan kakek Ray tersenyum senang. "Terimakasih Anin. Yuna pasti senang dengar kamu setuju untuk menikah dengan papanya." ucap kakek Ray yang tadinya wajahnya sendu jadi berbinar bahagia.

Terpopuler

Comments

Pasrah

Pasrah

harus nya gitu bestie di getok dulu biar sadar jadi orang, otak nya cm sukses di bisnis tapi masalah nilai perempuan yg baik nol

2024-02-01

1

alhusna name

alhusna name

revan ih, pingin getok kepalanya 😒😒😒

2024-01-01

0

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat

2023-12-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!