Bab. 04

Selesai makan siang Revan mengantar Gladies pulang kerumahnya.

"Sayang beneran kan mau transfer?!" tanya Gladies ketika mobil Revan sudah berhenti di depan rumah milik Gladies.

"Iya sayang..."

"Kamu gak masuk dulu ketemu sama papa?!" tawarnya.

"Kaya' nya gak hari ini deh. Soalnya aku udah kangen banget sama Yuna." tolak Revan.

"Oh, iya." Ucap Gladies tersenyum tipis.

"Ya udah aku pulang ya.." pamit Revan sembari mengelus pipi kekasihnya dari jendela kaca mobil yang berdiri tepat di samping pintu mobilnya.

"Oke. Hati-hati.." Revan pun melajukan mobilnya sembari melambaikan tangannya pada Gladies. Begitu pun juga dengan wanita itu ia juga melambaikan tangannya sembari tersenyum yang di paksakan.

*

Sampainya di rumah, Revan langsung bergegas keluar dari mobil. Kemudian ia mengambil oleh-oleh untuk putrinya. Setelah itu ia berjalan masuk kedalam rumah sembari tersenyum. Revan melihat sekeliling rumah tampak sepi. Lalu Revan berjalan menuju kamar Yuna, putri cantiknya. Di dalam kamar putrinya itu juga tidak ada.

"Kemana dia?!" monolog Revan sembari keluar kamar dan berjalan menuju dapur. Ketika di dapur ia melihat Anin yang entah sedang mengerjakan apa.

"Anin!" panggil Revan dan Anin pun langsung menoleh.

"Iya tuan." sahut Anin.

"Dimana putri saya?!" tanyanya datar.

"oh nona Anin ada di taman belakang tuan sama kakek Ray." jawab Anin. Dan Revan langsung pergi kebelakang tanpa memperdulikan Anin lagi. Begitulah Revan cuek sama orang sekitar tapi akan rama pada orang terdekatnya.

"Papa..!" teriak Yuna saat melihat Revan berjalan menghampiri Yuna dan kakek Ray yang sedang memberi makan ikan.

Revan merentangkan tangannya dan Yuna langsung berlari memeluk Revan. Revan mengangkat tubuh Yuna sembari tersenyum lebar, ia sangat merindukan putrinya.

"Kangen papa..!"

"Papa juga kangen sama princess papa." sahut Revan.

"Mana oleh-oleh Yuna, apa papa beliin Yuna boneka?!" tanyanya.

"Ada tuh di kamar kamu." sahut Revan.

"Yeh.. terimakasih papa..!" soraknya senang. Yuna langsung mencium kedua pipi papanya dan Revan pun membalas ciuman dari putrinya.

Semetara kakek Ray tersenyum melihat interaksi antara Revan dan Yuna. Ia sangat bahagia, cucunya Revan sangat menyayangi Yuna. Dia tidak pernah mengabaikan putrinya sesibuk apapun dia.

"Kakek.." sapa Revan setelah ia menurunkan Yuna. Revan berjalan mendekati kakeknya, kalau ia mencium punggung tangannya. Yuna sendiri pun langsung berlari masuk kedalam, ia mau melihat makanan yang di belikan oleh papanya.

"Gimana dengan perjalanan bisnis kamu?!" tanya kakek Ray.

"Alhamdulillah lancar kek." jawab Revan.

"Kakek sudah makan siang dan minum obat?" tanya Revan yang ikut melempar makanan ikan ke dalam kolam.

"Sudah. Seperti biasa Anin selalu tepat waktu dalam soal makan dan minum obat untuk kakek." jawab Kakek Ray.

"Syukur deh kalau kerjaan gadis itu selalu bagus." ujar Revan.

"Ya jelas bagus dong Van, kamu tidak lihat kakek sudah lebih sehat sekarang dan lihatlah bagaimana dia juga telaten mengasuh Yuna. Dimana para baby sitter yang kamu sewa dulu pada kabur semua karena Yuna sering rewel dan aktifnya Yuna dulu masih di usia tiga tahun. Kamu sendiri saja kewalahan kan mengurusnya..?!" Mata Revan memutar malas. Kakeknya paling senang dan antusias kalau sudah memuji Anin. Entah apa hebatnya gadis itu, perasaan biasa saja. Lagian percuma dong kalau di bayar mahal tapi kerjanya mengurus kakek dan putrinya tidak becus.

"Iya, iya kek..!" balas Revan yang tidak mau memperpanjang pembicaraan dengan kakeknya tentang Anin.

"Ya udah kek, Revan mau masuk kedalam. Mau menemui Yuna, soalnya masih kangen." pamit nya.

"Revan..!" panggil kakek Ray ketika Revan sudah beranjak akan masuk ke dalam rumah. Revan pun langsung menoleh ke kakek Ray.

"Iya kek." jawab Revan.

"Kamu sudah seharusnya menikah kembali." ucap kakek Ray.

Revan menghela nafasnya sembari menatap kearah sang kakek. "Bukannya Revan sudah mengenalkan calon Revan pada kakek dan Yuna?! Tapi kalian tidak menyukainya, bukan?!" ujar Revan.

"Karena dia bukanlah wanita yang baik dan tulus sama kamu. Anak sekecil Yuna saja sudah bisa menilai kalau wanita itu tidak baik buat kamu." jawab Kakek Ray.

"Itu karena kalian belum begitu mengenal nya.. Coba satu kali saja dia di kasih kesempatan agar lebih dekat dengan kakek dan Yuna. Pasti kakek akan tahu dia orang nya sangat baik, meskipun dia memang agak sedikit manja orangnya." sambung Revan.

"Revan dari pengalaman selama kakek hidup sampai sekarang, sedikit banyaknya kakek ini sudah tahu sifat-sifat wanita yang tulus atau tidak di luaran sana dan dari melihat tingkah maupun wajah pacar kamu itu, kakek bisa menilai kalau wanita seperti apa dia. Dia tidak tulus dengan kamu Revan..!" Revan tersenyum tipis mendengar ucapan kakeknya.

"Jadi menurut kakek, wanita yang tulus itu apa?! seperti Anin.. Iya! Jangan mudah percaya dengan wajah polosnya kek, bisa saja dia nantinya orang yang akan membuat kakek kecewa." kesal Revan yang kemudian pergi gitu saja meninggalkan kakek Ray di taman belakang. Enak saja kakek menilai Gladies seperti itu sedangkan kakeknya saja baru dua kali bertemu dengan Gladies.

Ketika masuk kedalam melewati dapur. Revan semakin tambah kesal saat melihat Anin ada di dapur dan mata mereka juga bertemu. Karena saat Revan masuk kedalam, Anin langsung menolah ke arah Revan. Gadis ini yang selalu saja di puji oleh kakeknya. Membuatnya semakin membenci Anin. Tampang sok lugunya membuatnya sangat muak. Sementara Anin yang ditatap tajam oleh Revan langsung menundukkan kepalanya takut.

Terpopuler

Comments

Lhisa Amira Nhatasya

Lhisa Amira Nhatasya

nnti kmu bucin sm anin, awas anin bkin si revan klepe2k

2024-09-08

0

Pasrah

Pasrah

jangan terlalu membenci orang lain apalagi jika gak memiliki kesalahan apapun sm dirinya sendiri

2024-02-01

1

sunshine wings

sunshine wings

Awasss Revan!!!
Terkena panahan Cupid nantinya baru tau rasa lu.. 🤭🤭🤭🤭🤭
💃💃💃💃💃

2023-11-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!