Bab. 09

Setelah pintu dibuka Revan langsung memeluk Yuna, ia sudah sangat merindukan putrinya sudah tiga hari putrinya mendiami nya. Kemudian mereka duduk di atas kasur.

"Papa sangat merindukan princess.. Apa kamu gak rindu sama papa?!" tanya Revan sembari menatap putrinya.

"Yuna rindu papa." jawab Yuna.

"Kalau rindu kenapa gak mau bicara sama papa?!" tanya Revan.

"Kan Yuna lagi marah ma papa." jawabnya

"Terus sekarang gak marah lagi kan?!"

"Yuna maafin papa, karena tadi papa udah janji mau nurutin apa keinginan Yuna. Papa gak bohong kan?!" Revan tersenyum mendengarnya.

"Gak sayang.." ucap Revan sembari mengelus rambut putrinya. "Papa akan turutin semua kemauan Yuna apapun itu." lanjut Revan lagi. "Memangnya princess papa mau minta apa?! Mau minta liburan, boneka atau apa?!"tanya Revan.

"Yuna mau.." Yuna menghentikan ucapannya sembari menatap papanya.

"Iya, mau apa sayang?" tanya Revan lagi.

"Emm.. Papa Yuna mau Aunty Anin yang menjadi mam Yuna dan Yuna mau papa menikah dengan aunty Anin.." ucap Yuna mengungkapkan permintaannya membuat Revan menghela nafasnya, ia tidak suka dengan permintaan putrinya itu.

"sayang.. yang akan menjadi mama sambung Yuna itu Tante Gladies bukan aunty Anin. Please sayang jangan meminta yang rasanya sulit sekali papa kabulkan keinginan kamu. Lagian papa tidak menyukai Aunty Anin, papa rasa Aunty Anin juga tidak menyukai papa." ucap Revan yang kekeh Gladies yang menjadi mama sambung putrinya.

"Tapi Yuna maunya tetap aunty Anin yang jadi mama Yuna."

"Tapi kenapa aunty Anin sayang..?" tanya Revan.

"Karena aunty Anin itu baik sama Yuna, aunty Anin juga gak pernah marah kalau Yuna nakal. Aunty Anin juga pernah bilang ke Yuna, kalau aunty Anin sangat menyayangi Yuna seperti anaknya sendiri." beritahu Yuna. "pokoknya Yuna tetap mau aunty Anin yang jadi mama Yuna gak mau yang lain!" ujar Yuna yang tetap kekeh dengan keinginannya.

"Tante Gladies juga baik. Apa yang membuat putri papa tidak menyukai Tante Gladies, hmm?!" tanya Revan mencoba menyelidiki sesuatu apa yang tidak disukai oleh Yuna tentang Gladies.

"Karena Tante Gladies_-" Yuna menghentikan ucapannya, ia takut mau mengatakan pada Revan jika Gladies pernah berbicara kasar padanya dan mengancamnya kalau ia sampai mengadu pada papanya. Lagian ia takut papanya tidak kan percaya dengan apa ia katakan.

"Kenapa sayang?!" tanya Revan lagi sebab Yuna tidak melanjutkan apa yang akan di katakan olehnya.

"Pokoknya Yuna gak suka, kalau suka Yuna tetap gak suka!" ucap Yuna akhirnya yang tidak jadi mengatakan tentang Gladies pada papanya. "Yuna mau papa menikah dengan aunty Anin. Kalau papa gak mau menikah dengan aunty Anin Yuna gak mau ngomong sama papa lagi!" ancam Yuna.

"Jangan seperti itu sayang.. papa gak bisa sayang, dengan Aunty Anin.." tolak Revan.

"Ya udah papa keluar dari kamar Yuna! Yuna gak mau ngomong sama papa!" ucap Yuna menarik tangan Revan agar beranjak dari kasur nya. Kemudian Yuna mendorong tubuh Reva dengan sekuat tenaga menuju pintu.

"Sayang.. Hei kita baru aja baikan kok kamu gak mau lagi ngomong sama papa.." bujuk Revan yang sudah berdiri di depan pintu.

"Iya, Yuna gak akan mau ngomong sama papa sebelum papa nurutin ke inginkan Yuna. Papa udah bohong sama Yuna, katanya mau nurutin keinginan Yuna. Tapi papa gak mau, papa jahat!" ucap Yuna kesal. Lalu ia menutup pintunya kamar nya dan menguncinya.

"Sayang jangan gitu dong.." bujuk Revan tapi tak hiraukan oleh Yuna. Revan menghela nafasnya bingung harus bagaimana. Tidak mungkin ia menikah dengan Anin, ia saja tidak menyukai wanita itu.

Revan pun akhirnya meninggalkan kamar putrinya. Karena putrinya tidak mau membukakan pintu, padahal ia sudah senang tadi putrinya sudah mau berbicara padanya. Tapi gara-gara keinginan Yuna yang sulit ia turuti, membuat putrinya tidak mau berbicara kembali padanya.

Saat berjalan ke dapur untuk mengambil minum, Revan melihat Anin ada di dapur. Membuat Revan sangat kesal dan membencinya. Revan pun menghampiri Anin.

"Apa yang kau inginkan sebenarnya, hah?!" tanya Revan langsung ia menarik tangan Anin sangat kuat lalu menatap Wajah Anin tajam.

"Ma-maksud tuan apa?!" tanya Anin yang memang tidak mengerti. Ia terkejut tiba-tiba saja tangannya di tarik Revan. Posisi Anin yang tadinya membelakangi lelaki itu, sekarang menjadi menghadap Revan tanpa di sadari keduanya, posisi mereka begitu sangat dekat. Anin bisa menghirup harum maskulin nafas Revan, jantung Anin pun tiba-tiba berdebar kencang.

"Alah! Jangan sok polos kamu, cepat kamu ngaku saja apa yang kamu lakukan kepada putri saya sampai dia meminta saya untuk menikah dengan kamu! Apa kamu mengincar harta keluarga kami, heh!" tuduh Revan. "Atau jangan-jangan kamu yang mempengaruhi Yuna agar tidak menyukai Gladis dan bicara yang tidak-tidak, makanya Yuna tidak menyukai Gladies, iya kan?! Ngaku aja kamu!" tuduh Revan lagi.

"Tuan saya tidak ada berbicara apapun pada Yuna. Saya juga tidak pernah mengatakan apapun atau mempengaruhi Yuna tentang mbak Gladies. Dan saya juga tidak pernah menginginkan apapun dari keluarga ini." ucap Anin. "Tuan lepasin tangan saya, anda sudah menyakiti saya." lanjut Anin lagi yang memang pergelangan tangannya sangat sakit karena Revan begitu kuat mencengkram tangannya. Air mata Anin sudah jatuh kepipinya. Ia sakit hati atas tuduhan yang tidak ia lakukan. Sungguh kejam sekali lelaki yang ada di hadapannya saat ini.

"Revan lepaskan tangan Anin!" Bentak Kakek Ray yang sudah berada di dapur.

Terpopuler

Comments

Pasrah

Pasrah

jahat banget dia nuduh orang sembarangan gak ada terima kasih nya lagi orang yg begitu tulus merawat keluarga nya

2024-02-01

1

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

semangat berkarya thor

2023-12-25

0

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat.

2023-12-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!