Satu jam Revan baru selesai meeting, setelah itu ia keluar langsung dari ruangan meeting. "Baiklah meeting kita sampai disini, Saya harap kalian menjalankan pekerjaan ini dengan baik, dan tingkat lagi kinerja kalian agar penyelesaian produk yang akan kita luncurkan ini banyak peminatnya." ucap Revan sebelum ia keluar dari ruangan meeting.
"Baik pak." jawab beberapa karyawan yang ikut meeting bersamanya.
Revan keluar dari ruangan meeting sambil berjalan menuju ruangannya Revan melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sudah saatnya ia menjemput putrinya.
"Apa saja jadwal saya hari ini Yan?!" tanya Revan.
"Tidak ada bos, hanya meeting barusan." jawab Dian.
"Emm.. Dian tolong kamu lanjutkan meyelesaikan berkas ini, soalnya saya akan menjemput Yuna pulang sekolah. Mungkin saya tidak kembali kekantor, karena saya mau mengajaknya jalan ke mall." ucap Revan sembari menyerahkan berkas yang ada di tangannya kepada Dian, asistennya. "Oh iya satu lagi Yan, kalau sudah selesai kirim ke email saya." tambah Revan lagi.
"Oke, laksanakan bos." sahut Dian. "Selamat bersenang-senang bos.." Revan tersenyum sembari menatap Dian.
Setelah mengambil kunci mobilnya, Revan pun langsung keluar dari ruangannya. Di ikuti Dian yang juga akan ke mejanya.
Setengah jam akhirnya Revan sampai ke sekolah Yuna dan ia melihat Yuna Tenga duduk di kursi depan kelasnya bersama salah satu guru. Hari ini ia telat jemput putri nya, tapi Revan sudah menelpon pihak sekolah untuk menjaga Yuna sampai ia datang.
"Papa..!" panggil Yuna sambil melambaikan tangannya ketika melihat papanya berjalan menuju ke arahnya. Revan membalasnya dengan melambaikan tangannya juga.
"Siang Pak Revan.." sapa guru yang menjaga Yuna.
"Siang.. Terimakasih sudah menjaga putri saya." ucap Revan.
"Iya pak sama-sama." Balas Guru Yuna. Mereka pun meninggalkan sekolah setelah Yuna berpamitan pada gurunya.
"Kita mall sekarang princess?!"
"Ye.. Ke mall." sorak Yuna senang. Revan tersenyum melihat putrinya bahagia seperti ini.
"Oke kita meluncur sekarang.." ucap Revan sembari melajukan mobilnya.
Setelah puas mengajak putrinya berkeliling mall, bermain di tempat permainan, di tambah membeli beberapa mainan ke sukaan putrinya, kini Revan mengajak putrinya makan karena putrinya sudah sangat kelaparan sangking asiknya bermain.
"Bentar ya sayang papa angkat telpon dulu " ucap Revan ketika ponselnya berdering.
"Oke papa." jawab Yuna.
"Iya Gladies..." ucap Revan menjawab panggilan telpon.
"Kamu dimana resto mama sayang?!" tanya Gladies dari seberang telepon.
"Di tempat bisa kita sering makan." jawab Revan.
"Oke aku udah mau sampai." Revan pun mematikan sambungan telepon nya.
"Sayang, tunggu sebentar ya kita makan bareng Tante Gladies." Mendengar nama Gladies wajah Yuna yang tadinya tersenyum bahagia, kini mendadak langsung murung.
"Papa ajak Tante penyihir itu..?!" tanya Yuna.
"Apa sayang Tante penyihir?!" Revan balik bertanya.
"Iya!"
"Yuna papa gak suka kamu bilang Tante Gladies penyihir ya.. Siapa yang ngajarin kamu bicara seperti itu. Itu tidak sopan Yuna." omel Revan tapi masih dengan nada yang normal. Yuna langsung cemberut papanya membela Gladies.
Tidak lama Gladies datang nyamperin mereka. "Sayang.. " Revan langsung berdiri dan memeluk Gladies ketika wanita itu sampai di meja mereka.
"Hei Princess Yuna.." sapa Gladies tapi tidak ada respon dari Yuna. Yuna malah menatap Gladies tak suka.
"Yuna..!" tegur Revan.
"Sudah sayang jangan begitu dengan Yuna, kita kan baru bertemu dua kali jadi kami belum saling mengenal." ucap Gladies pada Revan dengan lembut.
Revan menghela nafasnya, ia tidak suka dengan sikap putrinya seperti itu. Kemudian Revan pun menyuruh Gladies untuk duduk di sampingnya. Kemudian mereka bertiga makan bersama, Revan dan Gladies sibuk bercerita dan sesekali bermesraan. Sementara Yuna diam saja dan menetap papa dan pacarnya dengan kesal.
"Papa jahat! Yuna kesal kalau papa sudah dengan Tante penyihir." ucap Yuna dalam hati sambil menatap mereka dengan tajam. "pokoknya Yuna gak mau papa sampai menikah dengan penyihir itu. Awas aja Yuna adukan papa pada kakek." lanjutnya lagi masih menatap mereka berdua dengan tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Pasrah
belum apa "anak nya udah di lupain aja, gimana nanti kalau udah nikah pasti gak bakalan di biarkan ketemu papa nya lagi tuh
2024-02-01
1
Khanza Safira
ada notif pemberitahuan dari noveltoon belum aku buka², ternyata notif pemberitahuan update karya dari author favorit 🥰 auto seneng bangeeett sampai part 3, kenapa gak dari kemarin² aku buka ya 😭😌
2023-12-20
1
alhusna name
upnya di rajinin ya kak,
2023-12-19
1