Pagi harinya seorang lelaki dengan begitu nyaman tidur sambil memeluk seorang wanita di atas kasurnya. Sudah begitu lama rasanya lelaki itu tidak merasakan tidur senyaman ini dan sangking nyamannya lelaki itu enggan terbangun. Sedangkan lainnya, ada lelaki tua dengan menggunakan kursi roda tersenyum senang bersama dengan gadis kecil menggemaskan menatap lelaki dan wanita itu yang sedang tidur sambil berpelukan diatas kasur. Mereka juga tidak lupa mengabadikan momen itu ke ponsel pintar milik gadis kecil itu.
Ya mereka itu adalah kakek Ray dan Yuna, mereka berdua tengah menatap lelaki dan wanita yang lagi tertidur dengan nyenyak sambil berpelukan. Ya, lelaki dan wanita itu adalah Revan dan Anin. Tanpa Revan maupun Anin sadari mereka tidur berpelukan dan merasakan nyaman satu sama lain. Kakek Ray dan Yuna tersenyum senang melihat momen itu.
"Princess ayo kita keluar, entar keburu mereka terbangun." ajak kakek Ray sambil tertawa pelan takut membangunkan pasangan yang baru menikah itu.
"Iya kek." sahut Yuna.
Kakek Ray dan Yuna pun keluar dari kamar papanya. "Giman princess?" tanya Kakek Ray ketika mereka berjalan menuju lift yang ada di rumah mereka.
"Yuna senang kek!" jawab Yuna. "Sebenarnya Yuna udah lama pengen aunty Anin yang jadi mama Yuna, kek. Tapi papa malah bawa pacar ke rumah, udah gitu jahat lagi!" Kakek Ray mengerutkan keningnya.
"Jahat? jahat gimana?!!" tanya Kakek Ray. Yuna langsung menutup mulutnya karena dia sudah ke ceplosan bicara. "Princess kakek jangan takut, jujur sama kakek buyut apa yang sudah di lakukan wanita itu pada cucu kakek." ucap Kakek Ray. " Yuna..!" Panggil kakek karena Yuna diam saja.
Kemudian Yuna menatap kakek Ray, "kakek janji gak akan bilang sama papa?!" Kakek menganggukkan kepalanya. "Itu kek, saat waktu itu Yuna bertemu dengan Tante Gladies, dia bilang kalau Yuna itu selalu nyusahin papa." ucap Yuna.
"Terus apa lagi?!" tanya kakek lagi
"Tante itu bilang, kalau udah nikah sama papa dia mau mengirim Yuna ke mama di Amerika, gitu." ucap Yuna. "Kek, Yuna emang kangen sama mama tapi Yuna gak mau tinggal disana sama mama. Yuna lebih suka tinggal sama papa disini." lanjut gadis kecil itu lagi.
"Terus apa lagi yang di lakukan oleh wanita itu?!"
"Pacar papa itu baik kalau ada papa aja kek, tapi kalau gak ada papa di dekat Yuna dia selalu menatap Yuna kaya hantu, serem." adu Yuna lagi.
"Kenapa Yuna tidak adukan ke papa?!"
"Takut Papa gak percaya sama Yuna kek..!" sahut Yuna.
"Tapi sekarang Princess jangan takut, karena bukan Tante Gladies yang menjadi ibu sambung kamu, tapi bunda Anin." ujar kakek Ray.
"Yehh.. Yuna senang kek, akhirnya aunty Anin yang menjadi mama Yuna." teriak Yuna begitu sangat bahagia. Kakek Ray yang melihat Yuna terlihat bahagia ikut merasakan bahagia.
Sementara di dalam kamar Revan, dua orang manusia masih begitu nyenyak tidur sambil berpelukan. Padahal ini sudah jam 6 pagi tapi mereka berdua enggan untuk membuka matanya. Ketika alarm jam milik Revan bebunyi, membuat keduanya terganggu. Revan maupun Anin membuka matanya bersamaan, dan mata mereka bertemu. Mereka berdua terdiam beberapa saat sambil saling tatap.
"Kamu!" ucap Revan ketika tersadar, dia pun langsung beranjak dari kasur. "Kenapa kamu bisa tidur di kasur saya?!" tanya Revan yang lupa bahwa malam tadi Yuna meminta mereka tidur bertiga.
Anin juga langsung beranjak turun dari kasur Revan. "Maaf tuan, tadi malam Yuna yang meminta untuk saya tidur di sini." jawab Anin menundukkan kepalanya, takut akan kemarahan papa dari Yuna itu.
Dalam hati Anin bertanya-tanya kenapa dia bisa tidur sambil memeluk Revan, bukannya Yuna tidur di tengah-tengah mereka. Terus kenapa dia jadi bisa tidur di sebelah Revan.
"Sial!" umpat Revan saat sudah mengingatnya. Revan pun berjalan menuju kamar mandi, tapi baru beberapa langkah Revan menghentikan kemudian dia membalikkan tubuhnya menghadap ke Anin. "Dengar! Kita memang sudah menikah, tetapi bukan berarti kamu berhak atas diriku! Dan jangan harap pernikahan kita akan berjalan seperti mana pernikahan lainnya. Semua ini saya lakukan atas kemauan kakek dan Yuna putri saya! Kalau bukan keinginan mereka saya tidak akan sudi mau menikah dengan mu! Camkan itu! Dan ya, jangan pernah berharap apapun itu dari saya!"
Deg
Sakit, itulah tiba-tiba yang di rasakan oleh Anin mendengar perkataan Revan barusan, yang sekarang lelaki itu sudah menjadi suaminya. Jika memang tidak menginginkan pernikahan ini kenapa harus menerimanya.
"Saya tahu tuan. Saya sadar diri, siapa saya." ucap Anin.
"Bagus jika kamu sadar diri!" Revan kembali melanjutkan langkah masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Anin.
Anin hanya diam saja sambil menatap Revan yang berjalan masuk kedalam kamar mandi. Dia juga tidak menginginkan pernikahan ini, tapi kenapa ketika Revan mengatakan itu padanya hatinya merasa sangat sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Pasrah
lanjut
2024-02-26
1
Pasrah
jangan keterlaluan mengucapkan kata "yg menyakitkan hati orang lain entar lama"kemakan omongan nya sendiri,yg sabar demi Yura
2024-02-26
1
Far~ hidayu❤️😘🇵🇸
sabar Anin usah pamer kesedihan kamu ceria dan kuat, usah ambil hati kata2 Revan nanti sedar dia yg Anin itu permata
2024-02-12
1