Sebelumnya.....
"Aku tidak suka dengan wanita yang tidak tahu malunya merayu dan memiliki akal licik hanya untuk sebuah kedudukan". Bantah pangeran Ming Yuwen.
Akhirnya pangeran Ming Hoa hanya bisa diam dan menikmati rangkaian acara.
Susunan acara mulai di bacakan.
Pertama, dibuka dengan acara perburuan hewan yang bisa di ikuti para undangan yang hadir.
Kedua, pertunjukan bakat bagi para putri
Ketiga, pengumuman para pemenang dalam perburuan.
Terakhir acara puncak, yaitu ucapan selamat ulangtahun dan penyerahan hadiah untuk sang kaisar.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Lanjut ya......
Dalam ruang perjemuan, putri Long Mei menatap malas orang-orang yang ada disekelilingnya.
Sementara Wen, tangan kanan putra mahkota Ming Yuwen terus memperhatikan putri Long Mei. Terbesit dalam benaknya...
'bukannya rumor yang pernah ku dengar, bahwa putri mahkota kekaisaran ini adalah sampah yang tidak memiliki bakat. Tapi apa ini, wanita ini bukan hanya pandai dalam bela diri, tetapi juga pandai dalam ilmu pengobatan atau alkamis. Tentu orang buta yang menyebut gadis ini sampah'. Batin Wen
Beberapa saat kemudian, rangkaian acara untuk hari ini telah selesai. Dan akan dilanjutkan besok dengan acara perburuan hewan di hutan kekaisaran.
Para undangan bubar untuk kembali ke kediaman masing-masing. Putri Long Mei yang sudah merasa bosan, sudah melangkah terlebih dahulu meninggalkan perjemuan tersebut. Sementara Wen mendekat pada junjungannya dan berkata..
"Maaf sebelumnya, Yang mulia, pangeran. ada sesuatu yang ingin hamba sampaikan". Kata Wen.
"Katakan saja, Wen". Ucap pangeran Ming Yuwen
"Tidak bisa di sini, yang mulia. Ini masalah yang bisa dibilang serius". Wen lagi
"Baiklah. Mari kita kembali ke kediaman kita". Kata pangeran Ming Yuwen di ikuti pangeran Ming Hoa dan tentu Wen d belakang.
"Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan". Tanya pangeran Ming Yuwen
"Masalah putri mahkota Long Mei". Kata Wen
"Hanya masalah wanita itu kamu bilang penting". Pangeran Ming Yuwen meninggikan suara.
"Bukan begitu, yang mulia. putri mahkota Long Mei adalah orang yang sama yang menolong dan mengobati, pangeran ". Wen menjelaskan cepat, karena takut sampai membuat junjungannya semakin marah.
"Tunggu-tunggu.. Menolong? Mengobati?". Pangeran Ming Hoa penuh tanda tanya.
"sebenarnya apa yang terjadi pada kalian sebelum sampai di kekaisaran ini?". Pangeran Ming Hoa mengajukan berbagai pertanyaan.
Bukannya menjawab pertanyaan pangeran Ming Hoa, pangeran Ming Yuwen balik berkata pada Wen..
"Kenapa kamu tidak katakan dari tadi, Wen". Kata pangeran Ming Yuwen.
"Jawab dulu pertanyaanku, kakak". Protes pangeran Ming Hoa.
Karena tidak ada respon dari pangeran Ming Yuwen, akhirnya Wen menjelaskan semua kejadian yang sempat mereka alami selama berada di hutan Sunyi. Tentu dengan bagaiman cara putri Long Mei membuat obat penawar racun spider merah yang di derita pangeran Ming Yuwen.
"Tak bisa dipercaya. Ucap pangeran Ming Hoa. "Jadi, sekarang kakak sudah sembuh dari racun spider merah. Ayah pasti akan sangat senang nantinya". Lanjut pangeran Ming Hoa.
"Kamu berencana mau meminta bantuan Putri long Mei untuk menyembuhkan ibunda". Akhirnya pangeran Ming Yuwen angkat bicara.
"Iya, kak. Selama ada harapan, kita patut mencoba. Biar aku yang akan bicara dengan putri Long Mei ". Ucap pangeran Ming Hoa
"Tidak. Aku yang akan menemui dan bicara dengannya". Potong pangeran Ming Yuwen cepat dengan mimik wajah tak suka
"Bukannya kakak tidak suka dekat dengan para wanita. Maka dari itu, biar saya saja yang bertemu dengan putri Long Mei". Pangeran Ming Hoa lagi.
"jangan coba-coba kamu mendekatinya". Ucap pangeran Ming Yuwen tegas
"iya... Iya". Pangeran Ming Hoa. 'Ada apa dengan kakak. Kenapa terlihat marah mendengar aku mau mendekati putri Long Mei '. batin pangeran Ming Hoa
Sementara dalam benak pangeran Ming Yuwen..
'Akhirnya aku berhasil menemukanmu, orang yang telah menolongku. Bisa dilihat dia sangat berbeda dari wanita yang selama ini mencoba mendekatiku. Aku tak akan melepaskan mu lagi permaisuri ku'. Batin pangeran Ming Yuwen.
"Wen, cari tahu letak kediaman putri Long Mei di istana". Kata pangeran Ming Yuwen.
"Baik, Yang mulia. Saya undur diri". Wen langsung keluar dari kediaman junjungannya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sementara putri Long Mei telah sampai di kediamannya, hanya bermalas-malasan di atas ranjang. Lelah masih nampak terlihat jelas di wajah sang putri.
"Mau Nubi siapakah cemilan, Nona". Tanya Nubi
"Tidak usah San'er. Hari ini aku sangat bosan. Kamu ke dapur istana, ambilkan aku jagung kemudian buatlah api di samping itu". kata Putri Long Mei.
"Apakah jagungnya mau di rebus, Nona?". Tanya Nubi lagi
"Kamu akan tahu nanti. Cepat kerjakan apa yang aku bilang tadi". Putri long Mei cepat
Tanpa berlama-lama lagi, Nubi langsung beranjak ke dapur istana untuk mengambil apa yang junjungannya perintahkan, kemudian dia membuat api.
Sementara putri Long Mei masuk ke dalam cincin dimensi untuk mengambil bahan-bahan membuat saos berbeqiu dan meraciknya menjadi sebagai olesan nanti. Semuanya beres, putri Long Mei keluar.
Di luar, setelah semuanya siap, Nubi masuk ke diaman memanggil majikannya.
"Nona, semuanya telah siap". Kata Nubi.
"Iya, San'er. Bawa tempat saos itu". Putri long Mei
Dengan saling canda, putri Long Mei dan Nubi membakar jagung dan melumuri dengan saos yang telah di siapkan putri Long Mei sebelumnya.. Butuh beberapa menit untuk mematangkan seluruh bagian jagung. Setelah semuanya matang, mereka beranjak ke depan kediaman dan duduk menikmati jagung beberqiu mereka.
"Nona, Nubi baru tahu ternyata jagung dapat di olah dengan cara di bakar. Apalagi ditambah dengan soas buatan nona, semuanya menjadi sangat sempurna lezatnya". Nubi dengan penuh semangat.
"Kalau gitu, kapan-kapan kita buat masakan lainnya. kamu mau?". Tanya putri Long Mei
"Nubi sangat mau, nona. Tapi biar Nubi yang kerjakan, nona arahkan saja caranya". Nubi antusias
"Karena disini hanya ada kita berdua, ayo habiskan tidak usah sungkan denganku". Pinta Putri long Mei.
"Baik, Nona". Jawab Nubi dengan senyum tergambar di wajahnya
Karena keasyikan, mereka tidak menyadari kalau gerak-gerik mereka di perhatikan oleh Wen. Tentu Wen juga penasaran dengan apa yang dilihatnya.
Karena yang dia tahu, jagung hanya dapat diolah dengan cara di rebus bukan di bakar. Apalagi hasil pembakaran jagung yang di oleskan sesuatu oleh pelayan itu, bau harumnya sampai tercium sampai di tempat Wen bersembunyi. Ingin rasanya Wen mencicipinya juga...
setelah memantau beberapa lama, Wen memutuskan untuk kembali melaporkan hasil pantauannya....
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Apakah pangeran Ming Yuwen sudah punya rasa suka di Putri long Mei??
bagaimana reaksinya kalau tahu kehidupan putri Long Mei memprihatinkan??
Temukan jawabannya di bab selanjutnya ya....
jangan lupa like jempolnya dan komen juga..
Biar athour jadi lebih semangat lagi menulisnya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Daniela Whu
hedeh kebiasax deh blm jug kenal pasti sdh diklaim milik x hello
2024-02-13
5
Mami El
😂😂😂👌🏻udah bisa bikin jagung bakar aja nih....
2024-01-21
0
Emiliana Rampo
seru
2024-01-07
0