Sebelumnya.....
"Apakah pangeran Ming Hoa juga akan hadir di acara perayaan ulangtahun Kaisar Long Han?". Tanya pangeran
"Iya., pangeran. Nanti kita akan bertemu dengan pangeran Hoa di kekaisaran Long. Karena menurut informasi yang ku dengar, pangeran Hoa telah bertolak dari kekaisaran Ming menuju kesini. Jadi hari ini sudah pasti pangeran Hoa u Hoa ". Kata pangeran Ming Yuwen lagi
"Baik, pangeran ". Terdengar suara Wen dan para pengawal.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Lanjut ya....
Hari spesial untuk kekaisaran Long tinggal hitungan hari, Segala persiapan telah dilakukan. Mulai dari menghias istana, taman, ruangan pertemuan pun telah ditata dengan rapi.
Keriahan perayaan ulangtahun Kaisar juga cukup di rasakan rakyat kekaisaran Long. Hampir di setiap jalan maupun sudut-sudut tertentu telah di hias dengan meriah. Semua pun tampak ceria menyambut perayaan kali ini.
Para rakyat, klan, maupun pembesar yang ada di kekaisaran Long maupun dari kekaisaran tetangga yang ingin ikut serta maupun hanya menyaksikan kemeriahan perayaan ulangtahun Kaisar pun kian bertambah. Pendapat dan kesibukkan setiap restoran dan penginapan makin bertambah dari hari ke hari.
Di istana sendiri undangan dari kerajaan tetangga pun sudah mulai berdatangan. Pihak istana pun menyambut para tamu dengan hormat dan mempersilahkan untuk istirahat di kediaman khusus para undangan yang menginap di istana.
Kerajaan yang telah hadir di antaranya, kekaisaran Song dalam hal ini Kaisar Song Jun bersama permaisuri Xia He yang hadir bersama kedua putra putrinya, putra mahkota Song Hongli dan Putri Mahkota Song Xiu Ying.
Kekaisaran Ming di wakili oleh Putra Mahkota Ming Yuwen dan pangeran Ming Hoa. Sedangkan kekaisaran Tang dihadiri oleh kaisar Tang Shing dan permaisuri Ming Na, serta putri mereka putri mahkota Tang Jia Mee. Serta kepala klan dari kekaisaran tetangga.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Beberapa hari kemudian, ulangtahun Kaisar pun di gelar. Dari pagi para dayang dan pelayan istana telah sibuk. Begitu pun di kediaman Anggrek milik putri Long Mei, Nubi pelayan setia Putri Long Mei telah menyiapkan keperluan junjungannya. Mulai dari air hangat untuk mandi, hanfu, dan perhiasan yang akan dikenakan. Setelah semua siap, Nubi masuk kamar putri Long Mei untuk membangunkan sang putri.
"Nona, air hangatnya sudah siap. Ayo bangun. Hari ini, adalah hari perayaan ulangtahun Kaisar. Kita jangan sampai terlambat, dan membuat yang mulia kaisar marah, Nona". Ujar Nubi
"Sedikit lagi, San',er". Kata Putri Long Mei
"Tidak bisa, Nona. Kita sudah sangat terlambat ". Nubi menjelaskan
"Kaisar yang berulang tahun, kenapa aku yang repot". Timah putri Long Mei dengan nada tak suka karena tidurnya terganggu.
"Mari, Nona. Biar saya bantu". Nubi lagi
"Tidak usah San'er. Aku bisa sendiri ". Ucap Putri long Mei
Beberapa menit berlalu dengan cepat. Putri long Mei telah selesai berhias dengan hiasan sederhana serta riasan yang natural, sehingga nampak terpancar kecantikan dan keanggunan bagai seorang Dewi.
Beberapa hari ini juga, tingkat kultivasi putri Long Mei pun meningkat sampai pada tingkat ahli tahap akhir. Tingkatan yang sangat jarang di usia tergolong muda. Dan tentu tidak ada seorang pun dalam istana yang tahu, karena putri Long Mei sangat pandai menyembunyikan tingkat kultivasinya.
Tiba waktu acara akan segera dimulai, satu persatu para undangan memenuhi ruangan perjemuan. Tiba-tiba terdengar teriakan Kasim istana.
"Yang mulia kaisar Long Han bersama putra mahkota telah tiba". Suara Kasim istana
Seketika pandangan para undangan tertuju pada sosok pria yang masih terlihat gagah, mereka berdiri dan menyambut kedatangan kaisar itu.
Kaisar pun berjalan menuju tempat duduknya dan memulai rangkaian acara yang telah disusun. Tapi sebelum acara akan di mulai, di pintu terdengar suara teriakan lagi.
"Putri Mahkota Long Mei telah tiba". Suara Kasim istana.
Sontak seluruh pandangan para undangan serta hadiri, kembali tertuju ke sosok wanita muda yang baru masuk. Banyak bisikan-bisikan yang terdengar, baik cibiran maupun kekaguman pada sang Putri. Namun semua itu, tidak di tanggapi putri Long Mei. Baginya acara ini cepat selesai itu akan lebih baik.
Putri Long Mei berjalan sampai di tengah-tengah aula perjemuan dan menghadap ayahnya.
"Aku putri Long Mei memberi hormat pada yang mulia kaisar". Ucap putri Long Mei
"Zean, terima hormatmu". Kata kaisar Long dengan ekspresi yang tidak dapat di gambarkan. Karena sudah sangat lama, kaisar baru melihat putrinya itu kembali. Dan lagi, wajahnya yang sangat-sangat mirip dengan istrinya, permaisuri yang telah tiada.
setelah melihat wajah sang putri, kini terlihat wajah kaisar penuh kerinduan pada sang istri.
Sedangkan selir Fan Yan dan putrinya putri Long yin memasang muka tak suka dengan keberadaan Putri long Mei yang menjadi pusat perhatian. Walau putri Long Mei acuh tak acuh akan segala perhatian orang-orang pada dirinya. Dia dengan santainya berjalan menuju ke tempat yang telah di sediakan untuk dirinya.
Sementara Wen yang kebetulan tepat berada di samping junjungannya, pun kaget. Pasalnya, wanita yang di sebut Putri mahkota itu adalah wanita yang sama yang beberapa hari lalu menolong mereka dan mengobati junjungannya.
Beda halnya dengan putra mahkota Ming Yuwen. Karena memang saat putri Long Mei menolongnya, dia tidak sadarkan diri. Pangeran hanya melihatnya dengan wajah dingin dan datar. Walau dalam benaknya sempat berfikir
"Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi kapan dan entah di mana". Dengan ekspresi wajah yang tidak berubah
"Kakak, jangan memasang wajah seperti itu. Kapan nanti aku akan mendapatkan kakak ipar bila wajah kakak selalu saja tampak dingin seperti itu". Tegur pangeran Ming Hoa
"Bukan urusanmu". kata pangeran Ming Yuwen acuh
"Bagaimana bukan urusanku. Kekaisaran kita akan sulit memiliki permaisuri nantinya". Ming Hoa menambahkan.
"Aku tidak suka dengan wanita yang dengan tidak tahu malunya merayu dan memiliki akal licik hanya untuk sebuah kedudukan". Bantah pangeran Ming Yuwen.
Akhirnya pangeran Ming Hoa hanya bisa diam dan menikmati rangkaian acara.
Susunan acara mulai di bacakan
Pertama, di buka dengan acara perburuan yang bisa di ikuti para undangan yang hadir.
Kedua, pertunjukan bakat bagi para putri.
Ketiga, pengumuman pemenang lomba perburuan.
Terakhir Acara puncak, yaitu ucapan selamat ulangtahun dan penyerahan hadiah untuk sang kaisar.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Makin seru ni......
semoga pada suka dengan ceritanya ya.....
Gemas deh .... Pangeran Ming Yuwen sudah di tolong, tapi malah tidak kenal putri Long Mei....
apakah Wen akan memberi tahu pangeran Ming Yuwen, kalau putri mahkota Long Mei adalah orang yang telah menolong dan mengobatinya??
Temukan jawabannya di bab selanjutnya ya.....
beri like jempolnya dan komentar juga ya...
agar athour bisa lebih semangat lagi berkarya ya......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Yandiitee
Zean?
Zhen/Zen
2024-11-16
1
Ita Xiaomi
Di hutan, ingat ya di hutan😁
2024-10-11
0
Ita Xiaomi
Jd sedihkan ingat istri.
2024-10-11
0