Sebelumnya.....
Maaf sebelumnya, nona. Dengan usia nona ini, bagaimana bisa membuat Pil dengan tingkat tertinggi dan sempurna. Saya saja apa bila tidak melihat dengan mata kepala sendiri, akan sangat sulit untuk mempercayainya ". Wen meminta maaf karena telah menyinggung serta mencoba menjelaskan karena dibilang yang di lihat sekarang sangat tidak masuk akal.
"Ya sudah. Saya akan melanjutkan perjalanan saya. Semoga tuanmu cepat sy". Kata Putri long Mei dan langsung berbalik pergi dengan cepat.
"Kalau boleh tahu, nama nona siapa?". Tanya Wen lagi dengan suara agak keras
Namun tidak ada jawaban, putri Long Mei sudah menghilang dari pandangan.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Lanjut ya......
Keesokan harinya di hutan Sunyi, pangeran tersebut mulai terlihat siuman. pandangannya di edarkan ke segala arah. Pangeran tersebut tidak lain adalah Putra Mahkota kekaisaran Ming, yang bernama Ming Yuwen, dan Wen merupakan tangan kanannya yang sangat dia percaya.
Mereka datang ke hutan Sunyi, untuk mencari beberapa tumbuhan obat untuk mengobati racun spider merah yang di derita pangeran Ming Yumen bertahun-tahun lalu. Tumbuhan obat untuk racun spider merah sangatlah langka, kalaupun ada, pasti sangat mahal harganya.
"Anda sudah siuman, pangeran". Wen mendekati junjungannya.
"Iya. Kenapa kita bisa ada di sini?" Tanya pangeran Ming Yuwen pada Wen.
"Kemarin, setelah kita berhasil mengalahkan ular beast, yang mulia jatuh pingsan. Dan dalam keadaan lemah dan kritis, maka dari itu kita membawa pangeran ke goa terdekat untuk di obati secepatnya". Jawab Wen
"Siapa yang telah mengobati ku? Dan bagaimana dengan racun spider merah yang ada dalam tubuh ku?". Tanya pangeran Ming Yuwen lagi
"Nona yang membantu kita terakhir kali serta membunuh ular beast itu yang mengobati pangeran. Dia juga membuatkan obat penawar untuk racun pangeran. Dia menyebutnya dengan nama Red spider, dengan level tertinggi atau sempurna". Wen menjelaskan dengan mata penuh kekaguman sambil menunjukan botol yang berisi pil penawar racun spider merah.
"Kamu pasti berbohong kan, Wen. Bagaimana bisa wanita dengan usia yang masih sangat mudah itu, dengan mudahnya menyembuhkan racun spider merah yang telah lama aku derita? Belum lagi dengan bahan-bahan yang dibutuhkan sangat langkah. Dan lagi, wanita itu bisa meracik pil dengan tingkat sempurna. Di kekaisaran sendiri masih sangat jarang orang yang bisa meracik pil dengan kualitas sempurna, itu pun usianya mereka tidak lagi mudah, Wen. Pangeran Ming Yuwen lagi menepis kebenaran yang dia dengar.
"Hamba pun kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, tidak akan percaya, pangeran. Hanya saja semua proses pembuat obat penawar dari awal sampai akhir, hingga melayang 6 butir pil penawar itu, hamba melihatnya dengan jelas. Walau pun cara dia merarik pil agak berbeda dari tabib atau alkamis pada umumnya". Wen menerangkan.
"Dengan kemampuan wanita itu, apakah dia bisa menyembuhkan ibunda?". pengerjaan Yuwen bertanya.
"Kita coba saja meminta bantuannya bila bertemu dengannya, pangeran". Wen mencoba memberi solusi.
"Semoga saja wanita itu bisa menyembuhkan ibunda". Pangeran Yuwen penuh harap
"Iya, pangeran. Semoga dengan sembuhnya permaisuri, semua keadaan akan kembali seperti sedia kala". Wen lagi.
"Apa kamu tahu nama dan dari kerajaan mana wanita itu?". Tanya pangeran Ming Yuwen lagi
"Hamba belum sempat menanyakan nama dan lainnya, wanita itu telah pergi dengan sangat cepat. Karena sebelumnya dia katakan, kalau dia akan melanjutkan perjalanannya yang tertunda". Wen menjelaskan. "jadi hamba pikir, dia bukan dari kekaisaran ini melainkan dari kekaisaran tetangga". Lanjut Wen.
"Masalah begitu penting, kenapa kamu bisa lalai, Wen". Pangeran Ming Yuwen lagi
Pangeran Ming Yuwen berfikir, dengan kita tidak tahu identitas dari wanita itu, otomatis akan sangat sulit mencari keberadaannya nanti.
"Jangan khawatir, hamba pasti akan segera mengenalinya bila kita bertemu lagi dengan wanita itu, pangeran". Wen lagi.
"Tapi kita pasti akan butuh waktu untuk bisa bertemu dengannya nanti, Wen". Pangeran Ming Yuwen kesal.
"Hamba minta maaf yang mulia". Wen dengan wajah menyesal.
"Kita hanya bisa berdoa, semoga kita bisa secepatnya bertemu dengan wanita itu dan meminta bantuannya untuk menyembuhkan ibunda". Pangeran Ming Yuwen lanjut.
"Pangeran silahkan istirahat dan makan dulu, karena dari kemarin pangeran belum makan. Dan lagi supaya kondisi pangeran cepat pulih. Karena tujuan kita datang ke sini, selain untuk mencari obat penawar racun, kita juga akan menghadiri acara perayaan ulangtahun Kaisar Long Han". Kata Wen sambil meletakkan daging kelinci yang sudah di bakar di hadapan pangeran Ming Yuwen.
"Baiklah. Kalian juga istirahatlah. Bila kondisiku sudah membaik, kita langsung pulang melanjutkan perjalanan kita kekaisaran Long .Dan untuk kabar baik tentang kesembuhan ku dari racun spider merah. Biar nanti kira pulang baru kabarkan. Pasti ayahanda sangat senang nantinya". pangeran Ming Yuwen memberi arahan. "Dan kita harus tetap optimis dan yakin, bahwa ibunda pasti akan sembuh. tentunya dengan bantuan wanita itu pastinya". Pangeran Ming Yuwen lebih lanjut.
tanpa berlama-lama, pangeran Ming Yuwen langsung menyantap hidangan yang telah di sajikan dengan lahap.
Butuh beberapa jam setelah itu untuk, kondisi pangeran Ming Yuwen pun pulih kembali sedikit demi sedikit. Para pengawal pun telah selesai berkemas.
"Pangeran, semua telah siap. Kita bisa berangkat sekarang". Ujar Wen
"Bagus. Kita berangkat sekarang, agar kita bisa cepat sampai nanti. Dan juga kita harus tetap waspada, jangan sampai kita ketemu dengan hewan beast. Bila kita bertemu, usahakan menghindar saja kalau bisa". Kata pangeran Ming Yuwen di depan prajuritnya sambil naik di atas punggung kuda.
"Baik, pangeran. Kami semua akan hati-hati nanti". Jawab mereka serempak.
Pangeran Ming Yuwen berjalan paling depan, yang di sebelahnya ada Wen yang selalu ikut serta di mana pun junjungannya berada.
"Apakah pangeran Ming Hoa juga akan hadir acara perayaan ulangtahun Kaisar Long Han?". Tanya pangeran Ming Yuwen.
"Iya, pangeran. Nanti kita akan bertemu dengan pangeran Hoa di kekaisaran Long. Karena menurut yang ku dengar, pangeran Hoa telah bertolak dari kekaisaran Ming kemarin, jadi hari ini sudah pasti pangeran Hoa akan tiba". Ucap Wen.
"Kita langsung saja ke istana kekaisaran Long. Nanti kalau sudah tiba, baru kita cari keberadaan pangeran Hoa". Kata pangeran Ming Yuwen lagi.
"Baik, pangeran ". terdengar jawaban dari Wen dan para pengawal..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Asyik dan seru kan ceritanya......
Makin penasaran ni dengan ceritanya...
Akankah pangeran Ming Yuwen berjumpa dengan putri Long Mei??
dan apakah putri Long Mei mau membantu untuk menyembuhkan ibunda dari pangeran Ming Yumen??
Temukan jawabannya di bab selanjutnya......
jangan lupa like jempolnya dan komen juga ya......
agar athour bisa lebih semangat lagi menulisnya......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Arma Nita
Seru ceritanya tapi kebanyan cerita sebelum nya jadi cerita aslinya sedikit dan pendek
2024-12-03
0
Fuad Sutanto
babnya sudah pendek semakin diperpendek dengan pengulangan yg panjang lebar yg sebenarnya mubazir
2025-01-06
4
Rumia Hartono
gak usah di ulang aja Thor kaya novel yg lain
2024-07-24
2