Sebelumnya....
"Perayaan masih ada beberapa hari lagi. Berlatihlah lebih giat untuk menyempurnakannya". Ucap selir Fan Yan
"Baik, Ibu". Jawab Putri long yin patuh.
"Aku akan kembali ke kediamanku untuk berlatih, ibu". Putri Long yin berpamitan pada ibunya.
"Silahkan. Karena kamu harus tampil dengan tampilan yang sempurna. Jadi persiapkan semuanya dari sekarang. Mulai dari pakaian, perhiasan, dan tarian bunga lotus tentunya". Selir Fan Yan lagi.
"Baik, ibu". Jawab Putri long yin, kemudian berjalan keluar untuk kembali ke kediamannya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Lanjutnya ya.....
Malam di kediaman putri Lo lng Mei. Putri Long Mei memanggil pelayan setianya dan berkata...
"San'er, aku akan kehutan sunyi. Seperti biasa, apa bila ada yang datang dan menanyakan ku, katakan aku lagi istirahat dan tidak mau di ganggu". Pesan Putri long Mei.
"Baik, Nona". Jawab Nubi.
"Setelah memberitahu pelayannya, Putri long Mei masuk ke dalam kamar, menukar pakaian dengan yang agak gelap. Memalui jendela kamar, putri Long Mei menyusup keluar istana menuju hutan sunyi.
Sampai di hutan sunyi, Putri long Mei mulai masuk dan menyusuri hutan sambil mengumpulkan tumbuhan oba yang bermanfaat, dan juga berburu ayam hutan atau kelinci untuk makan malam.
saat sedang asik, sayup-sayup terdengar suara pertarungan .
"Ini kedua kalinya aku ke hutan sunyi, dan baru kali ini aku mendengar pertempuran". Gumam putri Long Mei.
Putri Long Mei pun bergegas ke arah sumber suara pertarungan tadi. Saat sampai, putri Long Mei bersembunyi di atas pohon dan menyembunyikan hawa keberadaannya.
Dapat di lihat, seorang pemuda dengan wajah datar dan dingin, dengan pakaian bisa dibilang tidak sederhana, beberapa bawahan sedang bertarung dengan seekor ular beast tingkat emperior atau setara dengan tingkat master tahap menengah.
Terlihat pemuda tersebut terlihat tidak sehat.
"Pangeran, lebih baik istirahat saja. Biar kami yang hadapi ular beast itu". kata salah satu pengawal yang masih sempat terdengar oleh Putri long Mei.
"Aku tidak apa-apa Wen". Kata orang yang dipanggil pangeran dengan wajah datar.
"Tapi, nanti racun dalam tubuh pangeran akan cepat bereaksi". Kata Wen mengingatkan.
"Aku tidak bisa berpangku tangan, sementara bawahan ku bersusah payah hanya untuk mencari penawar dari racun yang ku alami". Ucap pangeran itu.
Walau dengan susah payah, dia tetap bersikeras untuk membantu para bawahannya.
Dengan melihat kondisi yang tidak menguntungkan, akhirnya Putri long Mei pun memutuskan untuk ikut membantu. Walau putri Long Mei tahu tingkatannya masih sangat rendah. Tetapi dengan pedang pembelah langit di tangannya, dia pasti bisa membantu dengan maksimal.
Tanpa berlama-lama, putri Long Mei masuk ke tengah-tengah arena pertempuran. Kemunculan yang tiba-tiba, tentu saja mengagetkan para pemuda yang sedang bertarung. Hanya karena mereka lihat kalau putri long Mei bukan musuh, maka mereka tidak menghiraukan.
Mereka terus-menerus mencoba mengalahkan ular beast tadi dengan di bantu Putri long Mei.
Butuh waktu hampir empat batang dupa atau setara dengan dua jam di masa modern, baru mereka dapat mengalahkan ular beast tersebut.
Pemuda yang disebut pangeran terlihat ambruk seketika. Karena memang kondisi tubuh yang di penuhi dengan racun, belum lagi kelelahan saat bertarung tadi.
Dengan sigap, Wen menangkap kunjungannya dan menyandarkan di bawah pohon yang ukurannya cukup besar.
Putri Long Mei berucap..
"Bolehkah aku memeriksanya? Karena saya melihat kondisinya tidak baik-baik saja". Putri Long Mei mencoba menawarkan bantuan.
"Apa nona seorang alkamis? Wen bertanya balik
"Iya, aku bisa ilmu pengobatan walau hanya sedikit, atau mungkin aku punya obatnya". Ucap Putri long Mei merendah. "Apa lagi aku lihat, tuanmu kondisinya makin kritis". Lanjut Putri long Mei.
" Kalau begitu, silahkan nona". Kata Wen mempersilahkan.
Tidak membuang waktu, putri Long Mei menggulung lengan bajunya dan meraih lengan pangeran tadi. Sekitar lima menit, putri Long Mei melepaskan tangan tersebut.
"Bagaimana kondisi junjungan saya, nona?". Tanya Wen.
"Kondisinya tidak baik. Apa lagi tadi dia banyak mengeluarkan tenaga saat melawan ular beast". Jawab Putri long Mei. "Racun spider merah yang ada dalam tubuhnya terpicu dan lebih aktif lima kali lebih cepat dari sebelumnya ". Putri Long Mei menjelaskan.
"Kalau gitu apa yang harus kami lakukan". Tanya Wen lagi
"Kita butuh penawar secepatnya sebelum pagi tiba. Kebetulan sekali, untuk bahan-bahan yang dibutuhkan semuanya aku punya. Sisa aku menyulingnya menjadi pil". Jawab Putri long Mei.
"Apa! Nona punya semua bahan obatnya. Kalau boleh tahu, nona dapat dari mana bahan-bahan obatnya? Karena setahu saya, bahan untuk menyembuhkan racun spider merah sangat susah dan langkah. Kalau pun ada, akan butuh banyak uang untuk membelinya". Kata Wen
"Apalagi kami telah mencari obatnya sudah beberapa bulan ini". lanjut Wen.
"Tidak perlu tahu aku dapat dari mana. Yang penting kita obati dulu tuanmu. Karena kondisinya semakin hari semakin menghawatirkan". Potong putri Long Mei.
"Kita cari goa untuk bermalam dulu. Kemudian aku akan mencoba membuat obat penawar untuk tuanmu". Lanjut Putri long Mei.
"Baik, nona". kata Wen. karena kondisi junjungannya lebih penting dari pada apapun untuk saat ini.
Tidak butuh waktu lama, mereka menemukan goa yang ukurannya lumayan besar. Setelah memeriksa kondisi goa dan di rasa aman, mereka masuk dan Wen membaringkan pangeran di atas batu pipi d samping dinding goa. Sementara pengawal lainnya berjaga di pintu goa
Sementara putri Long Mei sendiri mulai mengeluarkan alat-alat alkamis untuk meracik pil dari cincin ruang. Mulai dari tungku sampai tanaman obat. Tentu itu semua di perhatikan oleh Wen dan sangat membuat Wen tercengang dan tak percaya. Seorang wanita yang usianya masih di bilang sangat-sangat mudah, tapi sudah bisa mengetahui berbagai tanaman obat langkah. Dan lagi tunggu alkamis yg di miliki wanita ini bisa di bilang merupakan yang tertinggi dari semua tunggu alkamis yang ada.
"Siapa sebenarnya nona ini". Pikir Wen. Bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Nona ini pasti dari keluarga terpandang. Mengingat semua yang dia punya ini, sangat mustahil bila dia dari rakyat biasa". gumam Wen lagi.
Sedangkan putri Long Mei sendiri mulai konsentrasi menghadap tunggu pil, untuk memulai pembuatan obat penawar.
Satu persatu tanaman obat itu dimasukkan ke dalam tungku obat dan dengan api sedang, putri Long Mei mulai membersihkan tumbuhan yang ada dari kotorannya. Setelah bersih, dengan api besar kemudian meleburnya menjadi cairan-cairan, dan terakhir mulai dipadatkan.menjadi satu. Setelah terbentuk, harumnya pil sempurna atau pil tingkat sembilan mulai tercium di segala arah. Tentu saja Wen yang dari tadi memperhatikan semua gerak-gerik Putri long Mei tercengang. Apa lagi saat enam butir pil penawar racun spider merah melayang, dan dengan cekatan putri Long Mei memasukkannya dalam botol Porselin dan menutupnya.
"Memang benar-benar berbakat nona ini. Usianya masih di bilang cukup mudah, tapi bisa menghasilkan pil dengan tingkat yang sempurna. Padahal beberapa master yang ada di kekaisaran sendiri belum tentu bisa melakukan". Batin Wen sambil terkagum-kagum.
setelah menyelesaikan pembuatan pil penawar racun spider merah, putri Long Mei memasukkan semua alat alkamis nya kembali ke dalam cincin ruang.
Baru setelah itu, putri Long Mei pergi ke arah Wen untuk memberikan penawar racun yang telah di buat.
"Ini ada enam pil penawar racun yang bisa di gunakan. Namanya Red spider dengan level sembilan, di harapkan bisa mempercepat tuanmu untuk penyembuhan. Tolong di beri dua kali sehari". Kata Putri long Mei.
"Kalau boleh tahu di usia berapa nona sekarang?". Tanya Wen
"Sangat tidak baik seorang pria menanyakan usia wanita. Apalagi wanita yang tidak anda kenal". Putri Long Mei dengan nada tak suka.
"Maaf sebelumnya, nona. Dengan usia nona ini bagaimana bisa membuat pil dengan tingkatan tertinggi dan sempurna bisa di buat, saya saja apabila tidak melihat dengan mata kepala sendiri, akan sangat sulit untuk mempercayainya". Wen meminta maaf karena telah menyinggung serta mencoba menjelaskan. Karena bisa di bilang yang di lihat sekarang, sangat tidak masuk di akal.
"Ya sudah. Saya akan pergi melanjutkan perjalanan saya. Semoga tuamu cepat sembuh". Kata Putri Long Mei dan langsung berbalik pergi dengan cepat.
"Kalau boleh tahu, nam nona siapa?". Tanya Wen lagi dengan suara agak keras.
Namun tidak ada jawaban, putri Long Mei sudah menghilang dari pandangan..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
makin penasaran ya dengan ceritanya.....
Nex di bab selanjutnya ya....
Jangan lupa like dan komen juga...
agar athour makin semangat menulisnya.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Jade Meamoure
langka Thor bukan Langkah, muda sangat berbeda arti dengan kata mudah, perbaiki perbendaharaan kata anda
2025-02-18
1
Fuad Sutanto
authornya budek/buta, gak mau dengerin/baca saran pembaca
2025-01-06
0
Ari Randz
calon suami masa depan /Bye-Bye//Bye-Bye/
2025-01-02
0