Sebelumnya....
Beberapa saat setelah Nubi keluar,
"Kasian kamu putri. Kamu yang seorang putri Mahkota, tapi diperlakukan tidak layak". Gumam Anjani
"Karena sekarang aku yang menempati raga ini, aku berjanji akan merubah takdirmu. Dan membuat mereka menyesal termasuk ayahmu, karna telah menyia-nyiakan mu ". Kata Anjani lagi.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Lanjut lagi...
Setelah satu bulan pemulihan, putri Long Mei bisa beradaptasi dengan lingkungan kediamannya. Dan dalam sebulan itu pun tidak ada satu anggota keluarganya yang datang atau sekedar menanyakan kabarnya ".
Karna bosan, ia mendekor ulang letak barang-barang yang memang hanya sedikit di kediamannya agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
Bukan hanya dalam kediaman yang di rubah, taman dan halaman juga di tata ulang. Bunga-bunga di jejer dengan rapi, daun-daun kering di singkirkan. Ranting-ranting pohon dan yang sudah mati di pangkas agar terlihat lebih hidup.
Beres-beres kediaman selesai, sekarang ia ingin jalan-jalan keluar istana.
"San'er, apa di kekaisaran ini ada hutan?". Tanya putri Long Mei
"Ada putri. Di bagian Utara tidak jauh dari kediaman ini ada hutan yang disebut Hutan Sunyi". Jawab Nubi
"Sudah berapa kali aku katanya jangan panggil aku dengan sebutan putri". Putri Long Mei marah.
"Tapi, Putri.....". Jawab Nubi lagi.
"Tidak ada tapi-tapian San'er. Kita di sini hanya berdua saja, dan lagi kamu ikut denganku sudah sangat lama. Jadi panggil aku jiejie atau nona". Bantah putri Long Mei cepat.
"Baik, nona....". Nubi
"Bagus, itu jauh lebih baik. Aku akan ke hutan Sunyi untuk melihat suasana di sana. Aku bosan di kediaman ini terus". Kata Putri Long Mei mengungkapkan keinginannya.
"Jangan ke sana, Nona. Di sana sangat berbahaya. Karena banyak terdapat hewan beast dari yang tingkat rendah, sampai beast tingkat tertinggi. Walau pun hewan beast tingkat tertinggi masih berupa legenda. Karen belum pernah ada yang berhasil berjumpa". Nubi menjelaskan.
"Aku akan berhati-hati, Nubi. Jangan khawatir. Kamu hanya perlu menjaga kediaman ini jangan sampai ada yang datang. Kalau mereka menanyakan, bilang aku lagi istirahat dan tidak ingin diganggu ". Kata Putri Long Mei menepis kekhawatiran pelayan setianya.
"Baik, Nona". Walau ragu, Nubi tetap menjawab dengan cepat.
Setelah berganti pakaian dengan yang lebih simpel, putri Long Mei berjalan ke arah belakang kediamannya dan melompati tembok istana, kemudian menuju hutan sunyi.
Tidak butuh waktu lama, putri Long Mei sampai di tepi hutan sunyi. Dapat dilihat pohon-pohon yang berjejer rapi sepanjang mata memandang. Belum lagi berbagai tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai obat-obatan tertata rapi.
Tanpa berlama-lama, putri Long Mei berjalan sekitar luar hutan sunyi. Memperhatikan setiap keadaan yang di laluinya.
"Sesuai.dengan namanya, hutan ini terlihat sunyi dan tenang". Putri Long Mei bergumam.
Semakin masuk ke dalam, tiba-tiba ia mendengar suara orang memanggil dengan samar.
"Tuan....".
"Tuan...."
Karena penasaran, putri Long Me berjalan mengikuti asal suara tersebut. Asal suara tersebut berasal dari dalam goa yang agak tersembunyi.
"Apakah asal suara tadi dari dalam sini"?. Anjani memperhatikan bentuk goa dari luar.
Dengan sedikit ragu-ragu, putri Long Mei memasuki goa tersebut. Setelah di dalam, dia memperhatikan keadaan goa tampak tidak begitu begitu luas, hanya agak memanjang. Di tengah-tengah goa ada sebutir telur dengan ukuran lebih besar dari bola dan sebuah pedang yang menancap ke tanah.
Putri Long Mei mendekati telur tersebut dan bergumam....
"Telur apa ini? Aku belum pernah melihat telur dengan ukuran sebesar ini". Putri Long Mei dengan wajah heran.
"Kira-kira hewan seperti apa yang memiliki telur? Apakah telur ini tidak rusak walau induknya tidak apa?". Putri Long Mei bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Dan kenapa juga pedang ini ada di dekat telur ini?". Banyak pertanyaan yang tidak mampu di pahami oleh Putri Long Mei. Karena memang ini kali pertama dia keluar istana n melihat telur dengan ukuran yang tidak biasa.
"Tuan...". Suara itu lagi dengan lebih jelas sekarang, dan asal suara itu berasal dari pedang yang menancap di tanah.
Putri Long Mei mendekat dan mencoba mencabut pedang tersebut. Tanpa sengaja jarinya tergores dan darahnya jatuh tepat di atas telur disebelahnya.
Putri Long Mei masih bingung, kenapa bisa jarinya tergores begitu saja. Namun lebih aneh lagi, bekas lukanya walau kecil, tetapi darah yang keluar bagai tersedot ke telur di sampingnya....
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Bagaimana??? Serukan ceritanya.....
Kira-kira isinya telur hewan seperti apa ya????
penasaran Nex ke bab berikutnya ya......
jangan lupa di komennya dan like ya,
supaya saya jadi lebih semangat lagi menulisnya........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Jade Meamoure
eh itu telur bisa d bikin dadar Fu yung hai bisa d makan 1 rt 🤣🤣🤣
2025-02-18
1
Nurul Alfia
kasih gambar thor biar tambah seru 😀
2024-11-20
0
Yandiitee
Nubi? namanya bukan nubi.
namanya kan Sansan, nubi untuk panggilan diri sndri khusus pelayan(Zaman kuno).
2024-11-16
1