Dengan malas Rezef mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Moodnya belum kembali membaik tapi harus dipaksa untuk menerima pelajaran.
"Ini semua karena Mathias!" Rezef akan memberi perhitungan pada temannya itu.
Setelah selesai dengan urusannya, Rezef segera turun ke lantai dasar. Di sana pemuda itu melihat Ayang dan kakek Regis yang tampak akrab, mereka tengah tertawa bersama bayi Kiko.
Rencana yang sudah dia susun sangat gagal total, Rezef tidak bisa menyentuh bayi Kiko untuk dia bawa kabur ke panti asuhan.
"Siapapun yang mengirim bayi itu, terkutuklah kau!" Rezef mengutuk inisial AJ yang tengah dicarinya.
Karena orang itu hidupnya sekarang jadi rumit ditambah harus terjebak pernikahan salah paham dengan Ayang.
"Nah, itu suamimu!" seru kakek Regis saat melihat Rezef sudah turun ke lantai dasar. Dia berbicara yang ditujukan pada cucu menantunya.
Ayang langsung tersenyum melihat Rezef, gadis itu harus berakting menjadi istri yang baik dan perhatian.
"Suamiku..." Ayang mendekat dan menggandeng lengan Rezef. "Ayo sarapan, masih ada waktu sebelum berangkat sekolah!"
"Suamiku?" gumam Rezef. Dia tertawa dalam hatinya, sungguh menggelikan.
"Iya Ayang," jawabnya tidak perlu repot-repot memanggil dengan nama kesayangan.
Salah satu penyebab mereka sampai di titik ini sekarang adalah nama gadis itu yang membuat salah paham.
Di meja makan sudah ada sarapan yang dibuat oleh Bibi Siti.
Ayang melayani Rezef dengan mengambilkan makanan ke piring pemuda itu.
"Aku mau disuapi," pinta Rezef. Dia akan memanfaatkan keadaan sebagai hukuman karena Ayang sudah menolaknya semalam.
"Tenagaku terkuras habis karena semalam, apa kau ingat, Ayang?"
Rasanya Ayang ingin berteriak karena malu, kalau mereka hanya berdua tidak apa-apa, masalahnya ada kakek Regis di sana.
"Sudah tahu suaminya besok bersekolah tapi justru meminta terus, ketagihan sama goyanganku, ya?" tambah Rezef.
Buru-buru Ayang menyuapkan makanan ke mulut pemuda itu atau Rezef akan semakin membuatnya malu.
"Makanlah yang banyak suamiku," ucap Ayang seraya mengeratkan gigi gerahamnya.
Kakek Regis sudah biasanya mendengar perkataan Rezef yang tidak tahu malu seperti itu jadi lelaki tua itu sudah tidak kaget lagi.
Sebenarnya dia ingin bicara berdua dengan Rezef tapi cucunya itu selalu menghindar, kakek Regis sudah diburu waktu karena sibuk mengurus perusahaan yang akan diwariskan ke Rezef nantinya.
Jadi, ketika Rezef akan berangkat sekolah, kakek Regis juga berpamitan pulang.
"Jaga Kiko dengan baik, aku akan sering berkunjung kemari," ucapnya berpamitan pada Ayang.
"Berhati-hatilah dan jaga kesehatan, kakek," balas gadis itu.
Pada saat itu Ayang tengah menggendong bayi Kiko.
"Kakek pulang dulu," Kakek Regis sekarang bicara pada bayi Kiko dan menciumnya sebelum pulang.
Rezef melihat itu semua dari dalam mobilnya, dia ingin berteriak dan mengatakan kalau Kiko bukan bayinya. Tapi, semua pasti tidak percaya.
"Kakek akan terus mengawasimu, anak muda!" seru kakek Regis yang membuat Rezef berhenti melamun.
"Ingat kau sudah punya anak dan istri, belajarlah yang rajin supaya lulus dengan baik!"
Rezef menaikkan kelima jarinya. "Kalau aku tidak lulus pasti kakek akan membuatku lulus jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu!"
"Dasar cucu bebal, dewasalah!" Kakek Regis jadi adu argumen dengan cucunya.
"Aku masih berumur 18 tahun jadi jangan berharap aku bisa dewasa, kakek," balas Rezef tidak mau kalah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Yus Nita
dasar cucu yenggil....
ntah kapan sadar ny
2024-06-21
0
Rahmi Miraie
terserah kmu aja rezef kmu itu bebal bgt😂
2023-11-27
2
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
gak mungkin klo kakek Regis gak tau tentang bayi Kiko pasti ini semua rencananya dan beliau juga tau dia siapa Ayang, beliau sengaja menikahkan Ayang dan Rezef supaya cucunya itu bisa berubah dewasa dan bertanggung jawab 🤭
2023-11-09
1