Belum Ada Solusi

Ayang berjalan ke bagian belakang mansion untuk melihat bayi Kiko. Dia masih tidak habis pikir bagaimana mungkin Rezef meletakkan bayi itu di bangunan para pelayan hanya karena tidak mau mendengar tangisan dari sang bayi.

"Bayinya sedang tidur, Sus," jelas bibi Siti yang mengantar gadis itu.

Memang setiap baby sitter mempunyai panggilan tersendiri yaitu Sus.

Tidak ada catatan khusus untuk merawat bayi Kiko, sepenuhnya bayi itu diserahkan pada Ayang.

"Semua perlengkapan dari baju, susu dan diapers, ada di sini," lanjut Bibi Siti seraya menunjuk sebuah lemari.

"Baik, terima kasih Bibi Siti," balas Ayang.

Gadis itu meletakkan tas bajunya lalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melihat bayi Kiko yang ada di dalam box bayi.

Aroma barang-barang bayi Kiko memang baru semua tanpa dicuci sebelum dipakai.

"Kasihan sekali bayinya," gumam Ayang seraya mendekat ke box bayi.

Untuk pertama kalinya Ayang melihat bayi Kiko dan otaknya langsung menyimpulkan kalau bayi itu memang mirip Rezef.

"Bayi terbuang apanya?" Ayang jadi kesal sendiri.

"Tenang saja, Nak. Kau pasti akan mendapatkan pengakuan!"

Salah satu alasan kenapa Ayang mendaftarkan diri ke yayasan baby sitter karena gadis itu memang menyukai anak-anak jadi dia akan bekerja sesuai dengan bidang yang Ayang sukai.

Jadi, melihat bayi Kiko yang seolah terbuang membuat Ayang tidak terima.

Besok dia harus berbicara pada Rezef lagi.

Suara tangisan dari bayi Kiko yang haus membuyarkan lamunan Ayang.

Gadis itu segera membuat susu dan mengeluarkan bayi Kiko dari box bayi.

"Haus ya sayang," Ayang memberikan susu yang dibuatnya dengan hati-hati.

Bayi itu memang tampak kelaparan dan begitu semangat menyedot susu dari botol. Seharusnya bayi Kiko bisa mendapatkan air susu ibu selama enam bulan.

Lagi-lagi Ayang harus membahasnya dengan Rezef.

Hari itu Ayang tidur dengan bayi Kiko di bangunan pelayan dan keesokan paginya, gadis itu menjemur bayi Kiko sebelum melakukan aktivitas lainnya.

Sebelum Rezef berangkat sekolah, Ayang harus berbicara pada pemuda itu.

"Tuan Muda..." panggil Ayang seraya berlari ke parkiran.

Pada saat itu, Rezef tengah memilih mobil mana yang akan dia pakai sekolah.

"Ada apa?" tanya Rezef ketika melihat Ayang mendekat. "Aku sudah terlambat!"

Sepertinya Ayang harus bicara banyak sekaligus supaya mempersingkat waktu.

"Begini Tuan Muda, bagaimana kalau bayi Kiko diletakkan di bangunan utama dan bayi itu juga membutuhkan air susu ibu, kita bisa mencari ibu susu yang bisa memberikan air susu ibu eksklusif sampai usia bayi Kiko enam bulan," ucap Ayang dalam satu tarikan nafas.

Rezef menggaruk telinganya, antara tidak terlalu mendengar dan tidak mengerti.

"Apapun mengenai bayi itu, bicarakan pada Bibi Siti, aku tidak peduli," balas Rezef pada akhirnya.

"Hah? Tapi kan Tuan Muda walinya dan lagipula wajah bayi Kiko itu mirip dengan Tuan Muda," Ayang masih kekeh supaya bayi Kiko mendapatkan haknya.

Rezef tampak frustasi di sana karena hidupnya tidak berjalan seperti biasanya setelah kehadiran bayi Kiko.

"Sebenarnya aku masih memikirkan cara untuk lepas dari bayi itu jadi selama aku belum menemukan solusinya lebih baik kau melakukan pekerjaanmu tanpa protes," Rezef yang masih gamang tidak mau membahas bayi Kiko terlebih dahulu.

"Dan jangan sampai ketahuan oleh kakekku jadi kau harus bersembunyi kalau sewaktu-waktu kakek datang!"

Terpopuler

Comments

asih

asih

Kiko Kiko Kiko Malang sekali nak misterius Pula hemmm

2023-11-15

4

Riana

Riana

ada ayang semua bisa diatasi😘😘

2023-11-11

1

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

apa mungkin nnti ayang yg akan menjadi ibu ASInya kiko

2023-11-11

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 68 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!