"Kenapa memberikan Kiko pada kakek?" protes Ayang.
Sebelumnya dia tidak siap sama sekali dan ditarik oleh Rezef begitu saja masuk ke dalam kamar.
"Aku tidak mau bicara empat mata dengan kakek," jelas Rezef.
"Kenapa tidak mau? Inilah salah satu alasan kita bisa menikah karena kau tidak mau berusaha menjelaskan semuanya," balas Ayang yang menyalahkan pemuda itu.
"Apapun yang akan aku katakan, kakek tidak akan percaya jadi akan buang energi saja," ucap Rezef membela diri.
Ayang menghela nafasnya panjang dan berusaha tenang, kalau mereka sama-sama keras kepala, tidak akan menemui titik temu.
"Apa benar kakek bisa mengurus Kiko?" tanya Ayang merasa cemas.
"Tentu saja bisa, aku adalah bukti bahwa kakek bisa mengurus manusia," jawab Rezef seraya membanting dirinya di atas kasur.
"Jangan mencemaskan Kiko dan cepatlah istirahat!"
Ayang mengerutkan keningnya karena seolah mereka akan melakukan malam pertama sungguhan.
"Aku tidak akan menyentuhmu, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku tidak bernafsu padamu," tambah Rezef karena melihat Ayang yang masih berdiri di tempatnya.
Mendengar itu, Ayang jadi merasa tersinggung karena pemuda itu tidak hanya mengatakan satu kali.
Kalau sudah begitu, dia jadi berpikir kalau dirinya tidak menarik.
"Baiklah kalau begitu," ucap Ayang.
Gadis itu membuka baju yang dia kenakan dan ingin menggantinya dengan dress tidur yang biasanya dia gunakan ketika tidur sendirian.
Sebelumnya barang-barang Ayang sudah dipindah oleh Bibi Siti dan pelayan lain.
Karena masih merasa tersinggung, Ayang membuka bajunya tanpa tahu malu.
"Wow, wow, apa kau menggodaku sekarang?" Rezef langsung kaget akan tindakan Ayang di depan matanya itu.
"Katanya tidak bernafsu padaku artinya tidak tergoda, bukan?" balas Ayang seraya memakai dress tidurnya.
Bahan dress itu menggunakan kain satin yang membuat lekukan tubuh Ayang masih terlihat.
Ayang dengan santainya berbaring di samping Rezef, tidak perlu yang namanya canggung.
"Selamat malam, suami menyebalkan," ucap Ayang sebelum memejamkan matanya.
"Apa tadi? Menyebalkan?" Rezef merasa tidak terima dipanggil seperti itu. Dia masih ingin berbicara pada Ayang tapi gadis itu sudah membalik badan memunggunginya.
Sialnya di mata Rezef justru Ayang semakin terlihat seksi.
"Aku tidak akan tergoda," kesal Rezef dalam hatinya.
Pemuda itu juga membalik badan memunggungi Ayang.
Kedua anak manusia itu jadi main punggung-punggungan.
"Aku tidak tergoda, aku tidak tergoda," Rezef terus mengucapkan mantra itu.
Namun, tubuhnya sungguh berkhianat.
Karena milik Rezef berdiri setelah melihat lekuk tubuh Ayang.
Pemuda itu pikir kalau miliknya akan turun setelah beberapa menit atau jam setelahnya, kenyataannya miliknya tidak bisa turun lagi dan terus tetap tegak menantang.
"Apa ini?" gumam Ayang ketika merasakan gesekan dari belakang.
Hal itu sangat mengganggu tidurnya.
"Ayang, Ayang..." panggil Rezef yang sudah tidak tahan lagi.
"Layani suami yuk!"
"Layani apa?" Ayang masih setengah sadar.
"Ini loh tidak mau turun dari tadi," Rezef masih menggesek miliknya ke bokong Ayang.
Sontak gadis itu langsung menyadarkan diri secepat mungkin karena merasa aneh dengan tingkah Rezef.
"Apa yang keras-keras itu tadi?" Ayang menggeser tubuhnya menjauh.
Gadis itu bisa melihat wajah Rezef yang tampak berantakan di sana seraya memegangi bagian celananya yang menyembul.
"Katanya tidak nafsu, itu apa?" protes Ayang.
"Ini karena kau terus menggodaku jadi cepat tanggung jawab!" Rezef menuntut haknya sebagai suami.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Anonim
Rezef ingat kau masih sekolah jgn main kuda2an ya....
2024-05-04
1
Rahmi Miraie
main nyalahin ahang aja pdhl kmu sendiri yg tergoda pdhl ayang biasa aja
2023-11-26
2
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
biarin Ayang jangan dilanyani biar dia kapok, salah sendiri sok²an bilang gak nafsu segala 😂😂
2023-11-09
1