Rezef sampai di sekolah tapi pikirannya terus tertuju pada bayi Kiko, dia harus menyingkirkan bayi itu sebelum ketahuan kakeknya.
"AJ?" gumam Rezef yang terus mengingat inisial nama yang berada di surat.
Mau dipikir sampai ratusan dan ribuan kali pun memang tidak ada mantan pacar Rezef yang berinisial AJ.
Jadi, pemuda itu mencoba membuat daftar nama mantan-mantannya.
"Kau sedang membuat apa?" tanya Mathias, salah satu teman Rezef yang bisa dipercaya.
"Membuat daftar nama mantan pacarku tapi aku lupa," jawab Rezef sambil memikirkan para mantannya.
Mathias tertawa mendengarnya. "Ada angin apa? Bukankah kau pantang balikan dengan mantan?"
"Bukan begitu tapi ini sangat penting, lebih baik kau membantuku," pinta Rezef.
Beruntung Mathias mengingat mantan-mantan temannya itu.
Dan ternyata puluhan nama yang ada di daftar.
"Apa benar kau bercinta dengan mereka semua?" tanya Mathias yang sangat tahu kalau temannya itu adalah playboy kelas kakap.
"Tentu saja tidak, aku suka yang umurnya lebih tua dariku," balas Rezef seraya membaca daftar nama-nama mantannya.
Pemuda itu melingkari mantan yang pernah tidur bersamanya.
"Kau mau bercinta dengan mereka lagi?" Mathias masih ingin tahu banyak.
Terdengar decakan dari mulut Rezef karena Mathias yang terus bertanya.
"Bukan seperti itu," Rezef tidak mau menjelaskan lebih detail. Dia berniat akan menemui mereka satu persatu.
Rata-rata para mantan Rezef adalah anak kuliahan dan perempuan yang sudah bekerja.
PLAK!
PLAK!
PLAK!
Tamparan demi tamparan Rezef dapatkan ketika menanyakan masalah bayi pada para mantannya.
"Sial!" Rezef mengumpat sambil memegangi pipinya yang bengkak.
Rasanya percuma, Rezef harus mencari cara lain.
Pemuda itu kembali ke mansion sudah larut malam, dia ingin segera beristirahat.
Namun, tidak semudah itu karena Ayang ternyata menunggunya pulang sedari tadi.
"Ada apa? Aku sedang tidak ingin bicara apapun hari ini apalagi mengenai bayi itu," Rezef menolak berbicara empat mata dengan Ayang.
Ayang hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir, majikannya sungguh membuatnya kesal.
Sebenarnya gadis itu tidak peduli Rezef dari mana, hanya saja dia menunggu jawaban perihal ibu susu untuk bayi Kiko.
"Kenapa Tuan Muda selalu menyebutnya bayi itu, bayinya punya nama yaitu Kiko," ucap Ayang.
Sebelumnya, Ayang sudah bertanya perihal bayi Kiko dan Bibi Siti menjelaskan dari awal bagaimana bayi misterius itu tiba-tiba saja ada di depan pintu utama.
Tidak ada jejak padahal ada security yang berjaga di pos depan.
Ayang merasa iba dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk bayi Kiko.
Salah satunya adalah ibu susu supaya bayi itu mendapatkan air susu ibu eksklusif sampai usianya enam bulan.
"Sudah aku bilang sebelumnya, aku tidak peduli dengan bayinya. Lakukan apapun yang kau inginkan," Rezef masih saja keras kepala.
"Baiklah, kalau begitu saya akan melakukan apapun yang saya inginkan," balas Ayang.
Artinya mengenai bayi Kiko, Ayang tidak perlu minta izin lagi.
Rezef mengibaskan tangannya sebagai kode meminta Ayang pergi.
"Urus saja bayinya sana!"
Ayang melihat Rezef membalik badan dan berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai paling atas.
"Tunggu, Tuan Muda!" Ayang mencegah Rezef melangkah.
"Kalau Tuan Muda benar-benar tidak peduli, tidak mungkin mempekerjakan baby sitter seperti saya. Sangat mudah untuk membawa bayi Kiko pergi tapi Tuan Muda memilih menahannya," lanjutnya.
"Apa jauh dari lubuk hati yang paling dalam, Tuan Muda mempunyai ikatan batin?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Rahmi Miraie
sebanyak apa mntan kmu razef sampai"kamu tdk ingat😂
2023-11-11
5
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
🤭😂😂
2023-11-08
1
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
coba di ingat² lagi Rezef...
2023-11-08
1