Enak saja meminta hak suami, Ayang sungguh akan dirugikan jika hal itu terjadi.
"Jadi, kau menganggap pernikahan ini sungguhan?" Ayang ingin memperjelas.
Rezef menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung tapi juga ingin bercinta.
"Ini sangat manusiawi apalagi aku sudah lama sekali tidak melakukannya," ucap Rezef memelas.
Bukannya menjawab pertanyaan Ayang, pemuda itu justru mengiba seolah menjadi korban.
"Itu urusanmu, kau yang bilang dari awal kalau tidak bernafsu padaku, lagipula aku tidak mau melakukan hal itu dengan laki-laki sepertimu," kesal Ayang.
"Sepertiku? Maksudmu tampan, muda, kaya?" Rezef masih membanggakan dirinya. "Asal kau tahu, ya. Aku juga mempunyai kelebihan di atas ranjang sampai dijuluki hewan buas!"
Mendengar itu, bukannya tertarik Ayang justru merasa merinding.
Ayang turun dari atas ranjang dan memilih tidur di sofa.
"Ayang..." Rezef memanggil gadis yang sudah menjadi istrinya itu sekali lagi.
Namun, tidak ada tanggapan dari Ayang.
Rezef bukanlah laki-laki yang memaksakan kehendaknya saat bercinta, dia tidak bisa melakukannya jika tidak suka sama suka.
"Coba lihat ini, apa kau tidak tergoda?" Rezef sekarang berusaha merayu Ayang dengan miliknya.
"Apa kau baru pertama kali melakukannya? Ini pasti akan menjadi pengalaman terbaik!"
Ayang semakin merinding mendengarnya, sungguh pemuda yang tidak tahu malu.
Seolah mereka menikah sungguhan saja.
Nasib baik memang tidak berpihak pada Rezef, pemuda itu akhirnya melakukan ritual suci supaya miliknya berhenti memberontak.
Dan hal itu membuat mood Rezef tidak bagus keesokan harinya.
"Tuan Muda..." Ayang berusaha membangunkan pemuda itu karena Rezef harus sekolah.
Karena masih merajuk, Rezef pura-pura tidak mendengar dan tidak mau membuka matanya.
"Ish..." Ayang jadi kesal sendiri karena suaminya tidak mau bangun.
"Bukankah ini tidak wajar? Seharusnya istri membangunkan suami untuk bekerja bukan untuk sekolah!"
Gadis itu jadi tidak sesabar seperti biasanya.
"Kalau begitu..."
Ayang masuk ke kamar mandi untuk mengambil air, dia ingin menyiram Rezef supaya cepat bangun.
Sebenarnya dia tidak peduli Rezef mau bersekolah atau tidak tapi masalahnya di mansion masih ada kakek Regis dan Ayang dianggap istri Rezef di sana.
"Mau bangun atau aku siram dan kasur mahalmu jadi basah?" Ayang sedikit mengancam sebelum melakukan aksinya.
"Baiklah, aku menyerah," Rezef akhirnya membuka matanya.
Tidak masalah kasurnya basah, hanya saja Rezef malas mendengar omelan kakek Regis di pagi hari. Karena ujung-ujungnya dia yang akan disalahkan.
"Cepatlah mandi, seragam sekolah sudah aku siapkan," ucap Ayang.
"Aku akan melihat Kiko dulu!"
Setelah memastikan Rezef bangun, Ayang keluar kamar untuk melihat Kiko yang semalaman diasuh kakek Regis.
Ternyata bayi Kiko sudah berada di lantai dasar, tepatnya di meja makan. Di sana kakek Regis tengah menyusui bayi Kiko sambil bersenandung.
"Kakek..." panggil Ayang dengan lembut.
"Biar saya saja yang menyusui Kiko!"
"Tidak perlu, urus saja suami bebalmu itu," tolak kakek Regis.
Ayang jadi bingung sendiri, dia tidak mau kembali ke kamar dan melihat Rezef yang tidak tahu malu.
"Sebentar lagi tuan muda, eh maksud saya, suamiku pasti akan turun kemari," ucap Ayang.
Pada saat itu bersamaan dengan bayi Kiko yang selesai menyusu.
Dengan telaten kakek Regis berusaha membuat bayi itu bersendawa.
"Wah, kakek sangat lihai mengurus bayi," komentar Ayang merasa kagum.
"Dulu aku yang mengurus Rezef sampai dia sebesar sekarang tapi lihatlah tingkahnya, Rezef hanya ahli dalam membuat bayi," balas sang kakek dengan gelengan kepala.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
karna uda pengalaman
2024-03-08
1
Rahmi Miraie
wkwkwk maakjleb bnget kakek ngomongnya
2023-11-26
3
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
apa benar bayi Kiko hasil cetakannya Rezef klo iya kelapa dia tidak ingat sama mantanya yg berinisial AJ tpi klo bukan kenapa wajah bayi Kiko mirip dengan Rezef, apa mungkin Rezef sebenarnya punya kembaran ? 🤔🤔
2023-11-09
1