"Baiklah, baiklah, kau boleh memakai ranjangku sesuka hatimu," Rezef akhirnya meralat perkataannya.
Dan anehnya bayi Kiko langsung tersenyum sampai memperlihatkan gusinya yang belum ditumbuhi gigi.
"Ish, aku harus hati-hati bicara lain kali. Aku tidak mau mendengarnya menangis," gumam Rezef.
Sebelum menjauh lagi, Rezef memperhatikan dengan seksama wajah bayi itu sekali lagi. Siapa tahu wajahnya mirip dengan orang yang dia kenal tapi wajah bayi itu mengarah padanya.
"Ck!" decak Rezef kesal. "Aku sangat yakin kalau bayi itu bukanlah anakku!"
Rezef terus saja menyangkal, satu-satunya cara membuatnya yakin adalah dengan tes DNA tapi jika dia melakukannya maka kakeknya akan tahu mengenai bayi Kiko.
Kalau hasilnya negatif tidak masalah tapi kalau sampai positif pasti Rezef akan langsung tercoret dari daftar ahli waris.
"Oh tidak..." Rezef tidak bisa membayangkan akan hidup menjadi gelandangan di pinggir jalan.
Sementara Ayang membantu Bibi Siti dan pelayan lainnya yang menata kamar bayi Kiko yang baru.
Gadis itu juga menyusun barang-barangnya sendiri yang tidak seberapa.
"Saya harus mengambil susu dari ibu susu bayi Kiko jadi saya tinggal dulu, Bibi," Ayang berpamitan karena baru teringat tentang stok susu bayi Kiko.
"Baiklah, serahkan saja padaku," balas Bibi Siti.
Ayang mengganti baju seragamnya dengan baju biasa karena dia akan pergi keluar.
Rumah ibu susu bayi Kiko hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai dari kediaman Rezef.
Jadi, butuh waktu sekitar dua jam untuk pulang pergi.
Selama itu, Ayang meninggalkan bayi Kiko.
"Bau apa ini?" Rezef mencium bau tidak enak di kamarnya.
Rupanya bayi Kiko pup dan butuh diganti diapersnya.
"Ayang... Ayang..." panggil Rezef tapi gadis itu tidak juga muncul.
"Di mana sebenarnya gadis itu?"
Bayi Kiko mulai gelisah dan menangis karena tidak nyaman.
"Aduh..." Rezef jadi bingung antara keluar kamar atau bertahan di kamar itu.
Begini saja Rezef bingung, bagaimana kalau membuang bayi itu nanti?
"Aku harus tega," Rezef akhirnya pergi keluar untuk mencari Ayang.
Seperti sebelumnya, Rezef memanggil nama Ayang dan yang muncul justru Bibi Siti.
"Ada apa, Tuan Muda?" tanya Bibi Siti. Karena terlalu sibuk, wanita paruh baya itu sampai tidak mendengar tangisan bayi Kiko.
"Bayinya menangis, di mana Ayang?" tanya Rezef.
"Sus Ayang sedang pergi mengambil stok susu, biar saya yang mengurus bayi Kiko," Bibi Siti bergegas masuk ke kamar Rezef dan mendapati bayi Kiko yang semakin menangis.
Buru-buru Bibi Siti membersihkan pup bayi Kiko dan mengganti diapers dengan yang baru.
Namun, bayi itu tidak tenang seperti sebelumnya, sebelum kedatangan Ayang di mansion itu.
Rezef mondar-mandir di depan mansion karena menunggu Ayang yang kembali.
Tak lama gadis itu kembali dengan memakai ojek online.
"Terima kasih," ucap Ayang seraya memberikan helm hijau yang dia pakai.
Ketika Ayang masuk gerbang, dia melihat Rezef yang berkacak pinggang dengan wajah kesalnya.
"Dari mana saja?" tanya Rezef.
Ayang menaikkan tas yang ada di tangannya. "Mengambil ini!"
"Kiko terus menangis, Bibi Siti dan yang lainnya tidak bisa menanganinya," ucap Rezef memberitahu.
Benar saja saat Ayang masuk terdengar tangisan bayi Kiko.
Ayang berlari dan mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum mengambil alih bayinya.
"Kiko, aku datang. Maaf ya lama," Ayang mengambil bayi itu dan ajaibnya bayi Kiko langsung terdiam.
Bayi itu seolah tahu gendongan yang pas ada di mana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Rahmi Miraie
kiko udah merasa sama ayang makanya ditinggal bentar dia sudah mencarinya
2023-11-20
4
Eka elisa
lok bukn bayi mu knp kmu gk cari tau aj coba tes DNA....byi mu bukn..zef....
2023-11-15
3
Cici Sri Yuniawati
bukannya digantiin pampers nya jadi lah iritasi tuh nantinya🤭
2023-11-05
2