Rezef tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan Ayang sebelumnya. Dia sangat terpengaruh sampai sulit memejamkan mata.
"Ikatan batin apanya?" gerutu pemuda itu.
Dia memegangi pipinya yang masih panas dan mengingat para mantan yang dia datangi hari ini.
Lantas bayi Kiko anak siapa?
"Ini sungguh menyebalkan," Rezef keluar dari kamarnya untuk menuju dapur utama. Dia ingin mengambil ice gel yang biasanya digunakan untuk mengompres.
Namun siapa sangka, lagi-lagi Rezef harus berpapasan dengan Ayang di sana.
Gadis baby sitter itu tengah sibuk untuk memanaskan susu.
Yah, Ayang bisa menemukan ibu susu setelah meminta pertolongan dari kepala yayasan sebelumnya.
Karena di bangunan pelayan tidak ada freezer jadi terpaksa Ayang meletakkan stok air susu ibu yang sudah diperah itu di dapur utama.
Ayang tidak sendirian karena ada bayi Kiko yang dia letakkan dalam stroller bayi.
"Tempat ini memang sempit ya karena harus bertemu denganmu lagi," ucap Rezef seraya membuka freezer di mana ice gel biasanya diletakkan.
Tapi, pemuda itu justru mendapati banyak air susu di sana.
"Apa-apaan ini?" protes Rezef.
"Bukankah Tuan Muda sudah setuju? Saya bisa melakukan apapun yang saya mau tanpa izin, bukan?" balas Ayang. Dia mencoba kembali mengingatkan perkataan Rezef beberapa jam yang lalu.
"Butuh perjuangan untuk mendapatkan semua air susu itu, Tuan Muda. Jadi, jangan sampai merusaknya!"
Rezef selalu terkejut akan keberanian Ayang padanya.
"Kenapa kau sok berkuasa begitu? Aku adalah pemilik mansion ini jadi kau tidak berhak mengaturku," ucap Rezef dengan sombong.
Karena tidak mau berdebat lagi, Ayang mendorong stroller bayi untuk menjauh.
"Ayo Kiko kita pergi, telingamu pasti akan terhambat perkembangannya jika terus mendengar suara papamu," sindir Ayang. Dia sengaja mengeraskan suaranya.
Benar-benar ya, Ayang sama sekali tidak takut pada Rezef. Mungkin gadis itu memang hilang respect setelah tahu perlakuan Rezef pada bayi Kiko.
"Hei!" Rezef merasa tersindir. "Bayi itu bukan anakku!"
Pokoknya Rezef akan terus menyangkal.
"Bersyanda... Bersyanda..." Ayang masih berusaha menyindir pemuda itu sampai pergi menjauh.
Terdengar decakan dari mulut Rezef, dia segera mengambil ice gel dan kembali ke kamarnya.
Rezef berniat tidak bersekolah keesokan harinya dan beralasan sakit. Pemuda itu memotret dirinya saat memakai ice gel dan mengirimkannya pada Mathias supaya temannya itu mengizinkan pada wali kelas.
Kalau melalui prosedur yang formal pasti pihak sekolah akan memberi laporan pada kakeknya.
Sampai bayi Kiko pergi dari mansion, Rezef tidak mau bertemu dengan sang kakek.
"Sebentar lagi aku lulus jadi aku akan bebas," batinnya.
"Sebelum itu, bayi pengganggu harus pergi!"
Setelah mendatangi para mantannya gagal, Rezef harus memikirkan cara lain untuk mengusir bayi Kiko tanpa penyesalan.
"Apa aku menaruhnya ke panti asuhan saja?" Rezef langsung memikirkan cara itu. Dia akan melakukan hal sama seperti yang dilakukan oleh penaruh bayi di mansionnya.
"Kenapa aku tidak memikirkan itu dari awal?"
Rasanya sudah terlambat karena dia terlanjur mempekerjakan Ayang.
"Aku harus merebutnya dari gadis menyebalkan itu," Rezef bertekad dalam hatinya.
Jadi, mulai besok dia akan melakukan misi pentingnya itu.
Rezef akan berpura-pura baik dan peduli lalu menculik bayi Kiko untuk dibawa ke panti asuhan.
Sungguh ide yang sangat cemerlang.
"Tunggu saja, kau pasti akan segera pergi dari mansionku Ayang," batin Rezef dengan tertawa jahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Eka Bundanedinar
repot amat hidupmu rezef
2023-11-17
2
Rahmi Miraie
tidak semudah itu ferguso😂😂😂lawan dulu ayang baru bisa dapatin kiko kalau kmu menang😂
2023-11-15
2
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
coba saja klo kamu bisa, semoga rencanamu gak berhasil 😂
2023-11-08
1