PLETAK!
Rezef langsung menyentil jidat Mathias dengan keras, bisa-bisanya pemuda itu mempunyai ide penuh modus.
"Bilang saja kau ingin dekat dengan Ayang," protes Rezef.
"Kalau iya memangnya kenapa," Mathias membalas dengan masih mengusap jidatnya yang sakit.
Sebenarnya tidak masalah tapi Rezef tidak suka, yang boleh menggoda Ayang hanya dirinya saja.
"Ayang sudah aku cium jadi gadis itu tidak boleh kau sentuh," ucap Rezef seraya tersenyum miring.
Mathias berdecak sebal, mereka berdua memang mempunyai perjanjian jika tidak boleh mengganggu perempuan yang sudah dicium oleh salah satunya.
"Sial! Kenapa harus Ayang?" kesal Mathias.
"Jangan salah paham, aku tidak sengaja menciumnya," balas Rezef yang masih gengsi.
"Kalau begitu itu tidak terhitung," Mathias masih berusaha bernegoisasi.
"Tidak bisa!" tolak Rezef.
Keduanya jadi berdebat masalah Ayang dan melupakan bayi Kiko.
Sudah diputuskan, mereka akhirnya akan mencoba cara lain untuk menculik bayi itu.
Mereka mengintip Ayang ketika gadis itu tertidur dengan bayi Kiko di tengah malam.
Gadis baby sitter itu tidur di sebuah kasur spons yang disediakan sementara bayi Kiko berada di box bayi.
"Kalau pas begini saja bagaimana?" bisik Mathias.
"Tapi Ayang mudah untuk terbangun," balas Rezef.
"Benarkah?" Mathias tidak percaya.
Untuk membuktikan, pemuda itu masuk ke kamar bayi Kiko pelan-pelan dan mencoba mengambil bayi itu di box bayi.
Namun, tiba-tiba saja Mathias dikagetkan oleh Ayang yang sudah berdiri di belakangnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ayang.
Mathias memegang dadanya karena terkejut, memang benar kata Rezef padahal sebelumnya gadis itu terlihat tidur lelap.
"Ti.. tidak," Mathias membalik badannya dengan tangan sudah menggendong bayi Kiko. "Aku ingin membawa Kiko ke kamar Rezef!"
"Kalian ingin mengurus Kiko malam ini?" tanya Ayang.
"I... iya begitulah," Mathias memberi alasan supaya Ayang tidak curiga.
"Baiklah tapi aku akan terus memantau kalian!" ancam Ayang.
Mathias menganggukkan kepala kemudian membawa bayi Kiko ke kamar Rezef begitu saja.
Di dalam kamar sana, Rezef sudah bersiap memukul Mathias karena tindakan bodohnya tapi semua itu terhalang karena ada bayi Kiko.
"Kenapa kau selalu tidak percaya padaku?" protes Rezef.
"Aku hanya mencoba membuktikan saja," Mathias membela diri.
Akhirnya bayi Kiko tidur diapit oleh keduanya.
Bayi itu tampak tidur tenang dan tidak rewel karena dalam kondisi kenyang serta popoknya yang baru saja diganti oleh Ayang.
"Apa benar kau akan tega meletakkan bayi yang mirip denganmu ini ke panti asuhan?" tanya Mathias. Dia jadi tidak tega melihat bayi tak berdosa itu.
"Mau bagaimana lagi, dia kan bukan anakku!" Rezef harus membuang jauh-jauh rasa tidak teganya.
Namun, Mathias tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Sepertinya dia harus mengambil tindakan.
Kali ini dia berada di tim Ayang.
"Maafkan aku, Bro," gumam Mathias seraya meraih ponselnya.
Pemuda itu memotret Rezef yang ketiduran bersama bayi Kiko.
Lalu Mathias mengirimkan foto itu pada kakek Rezef.
Dengan begitu, bayi Kiko akan diusut tuntas pasti kakek Rezef akan melakukan tes DNA pada mereka.
Semua akan jelas dan masa depan bayinya bisa ditindak dari sekarang.
Setelah mengirim foto itu, Mathias tanpa rasa bersalahnya kabur dari mansion temannya itu.
"Aku tidak akan ikut-ikutan," Mathias berlari keluar dari mansion. Dia tidak mau melihat amarah dari kakek Rezef.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Lyn
MATHIASSSSS, mewakili Rezef yhhh wkwk
2024-06-04
0
Anonim
bagus Mathias...biar jelas anak siapa bayi Kiko itu
2024-05-03
1
Kenni Rohyani
waahh krg asep tuhh c Mathias 😅😅
2023-12-01
1