Rezef mendapat laporan dari Bibi Siti kalau Mathias datang ke mansion.
Pada saat itu, Rezef tengah berada di ruang gym. Pemuda itu biasa berolah raga setelah jam makan malam untuk membakar kadar gula dalam tubuhnya.
"Kenapa dia kemari?" kesal Rezef.
"Tunggu!"
Rezef baru teringat jika Mathias selalu menuju kamarnya ketika datang.
Masalahnya sekarang di samping kamarnya ada Ayang dan bayi Kiko.
"Sial!" Rezef langsung berlari menuju kamarnya tapi sayangnya dia sudah terlambat.
Ketika sampai di lantai kamarnya, Rezef melihat Mathias yang menimang bayi Kiko.
"Anjay, kenapa kau tidak pernah bilang kalau punya bayi? Jadi, ini alasan membuat daftar mantan kemarin!" seru Mathias saat melihat temannya datang.
Mulut Mathias memang tidak bisa berbasa-basi dan selalu bicara to the point seperti itu.
Rezef berdecak sebal dan matanya memicing ke arah Ayang seolah melakukan protes.
"Saya tidak bicara apapun," Ayang langsung membela diri mendapat tatapan galak dari tuan mudanya.
"Kau juga sengaja mempekerjakan baby sitter cantik karena kau yang mata keranjang," tambah Mathias.
Kesabaran Rezef yang setipis tisu sedang diuji sekarang. Pemuda itu langsung merebut bayi Kiko dari gendongan Mathias lalu memberikan bayinya pada Ayang.
"Aku katakan untuk pertama dan terakhir kalinya, jangan sampai Kiko disentuh oleh laki-laki itu, dia punya penyakit rabies," ucap Rezef seraya menunjuk Mathias.
"Aku punya penyakit rabies? Sejak kapan?" Mathias melakukan protesnya.
Sedetik kemudian bajunya ditarik oleh Rezef dan dibawa keluar dari kamar bayi Kiko.
"Dadaa Ayang, nanti kita ngobrol lagi," ucap Mathias sebelum hilang dibalik pintu.
"Kenapa kau memanggilnya seperti itu?" ketus Rezef.
"Namanya memang Ayang, bukan?" Mathias merasa tidak bersalah.
Akhirnya kedua pemuda itu masuk ke kamar Rezef, Mathias langsung membanting dirinya di atas kasur.
Mendadak suasana jadi begitu serius, beberapa detik hening sampai Mathias membuka suaranya.
"Kenapa tidak cerita padaku ada masalah sebesar ini?" tanya Mathias. Pemuda itu seperti berganti kepribadian sekarang. "Aku yakin kakekmu belum tahu!"
Rezef tidak bisa menyembunyikan rahasia dari temannya itu lagi jadi dia meminta bantuan saja pada Mathias.
"Aku sudah memikirkan semuanya, aku akan menyingkirkan bayi itu dan merebutnya dari Ayang," jelas Rezef.
"Apa?" Mathias tidak percaya kalau temannya akan mempunyai rencana seperti itu. "Lantas mau ditaruh mana bayinya?"
Rezef membuka ponselnya dan memperlihatkan panti asuhan yang sudah dia pilih. "Di sini dan aku akan menyumbang setiap bulan di sana!"
"Tidak semudah itu, Bro. Apa kau yakin bayi itu bukan anakmu?" Mathias mencoba bersikap bijak.
"Kau sangat tahu kalau aku selalu bermain aman, lagipula aku tidak mengenal inisial AJ!" Rezef masih kekeh dengan isi kepala dan hatinya.
"AJ?" gumam Mathias berusaha mengingat. Memang sepertinya tidak ada dan dia juga tidak mengenalnya.
"Sebelum kakekku tahu, aku harus segera membawa bayi itu pergi masalahnya Ayang pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi," jelas Rezef lagi.
Mathias tidak bisa ikut berpikir karena masih mencerna apa yang terjadi pada temannya itu.
"Kenapa kita tidak berusaha mencari AJ itu saja?" tanya Mathias.
"Tidak ada jejak dan informasi apapun, bagaimana cara mencarinya?" balas Rezef.
Keduanya langsung menghela nafas bersama, kalau menjalankan rencana Rezef sepertinya Mathias mempunyai ide.
"Bagaimana kalau aku menggoda Ayang dan mengajaknya berkencan? Saat itulah kau bisa membawa bayinya pergi," usul Mathias.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Anonim
ach Mathias ikut2an rencana Rezef
2024-05-03
2
Rahmi Miraie
bilng aja kamu modusin si ayang kn mathias😂
2023-11-26
2
Eka Bundanedinar
modus mu enk bngt ya
2023-11-25
0