Mengantar pulang

Zalea di bantu oleh Adel mengambil tas dan juga barang-barang sudah di belinya, tapi ada satu hal yang tengah Zalea cari namun ia tidak menemukannya.

"Kau sedang mencari apa?" tanya Adel.

"Kak, aku tadi sudah membeli makanan untuk ibuku tapi dimana ya?" heran Zalea.

"Coba nanti tanyain sama si Edgar, kan dia yang tadi bawa kamu kesini dek." ucap Adel.

Zalea dan Adel pun keluar dari kamar Edgar, di ruang tengah terlihat Edgar sudah rapi memakai jaket dan juga memegang kunci mobil menunggu Zalea keluar.

"Om sorry, lihat makanan yang udah aku beli gak?" tanya Zalea.

"Gue buang." jawab Edgar.

Zalea membulatkan matanya mendengar jawaban Edgar, dia sengaja membeli makanan tersebut untuk ibu dan adiknya makan, jika beli lagi pun pastinya warteg sudah tutup karena malam sudah semakin larut.

"Kenapa di buang sih om? Mana warung makan udah pada tutup lagi, ibu sama adik saya pasti nungguin saya pulang bawa makanan." kesal Zalea.

"Ehh, lu pikir ibu sama adik lu mau makanan yang udah kotor? Tadinya gue mau bawa kalo emang masih bisa di makan, tapi ini udah kotor broo jadi buat apa di bawa? Santai aja, nanti gue beliin makanan di resto yang buka 24 jam." ucap Edgar.

"Gausah om, aku gak punya duit lagi kalau beli di restoran." ucap Zalea.

"Dengerin dek, dia tuh bukan orang susah jadi kalau beli makanan mah kecil." ucap Adel enteng.

"Udahlah. Mau dianter kagak? Kalo nyerocos terus gue kurung dikamar." ucap Edgar.

"Iya-iya, ini juga udah siap mau pulang kok, lagian kalau naik kendaraan umum pastinya gak ada om." ucap Zalea.

Edgar pun menarik tangan Zalea keluar dari apartemennya, Zalea hendak berpamitan dengan Adel pun tak di gubris oleh Edgar karena jika dibiarkan Zalea pastinya akan terus nyerocos entah sampai kapan.

"Iihh, om jangan kenceng-kenceng nariknya! Sakit tahu, kakinya juga masih lemes." protes Zalea.

"Berisik!" tukas Edgar dingin.

Tiba-tiba saja tubuh Zalea melayang ke udara, dia refleks mengalungkan tangannya di leher Edgar karena terkejut, Edgar menggendong tubuh Zalea untuk mempercepat waktunya. Zalea tidak berani protes ataupun bicara karena melihat wajah Edgar yang dingin dan datar, entah kenapa Zalea takut melihatnya.

Edgar berjalan kearah mobil mewahnya, dia menurunkan Zalea kemudian membukakan pintu untuk gadis kecilnya, Zalea langsung masuk duduk di depan di susul oleh Edgar yang duduk di kursi kemudinya.

"Pakai sabuk pengamannya." titah Edgad dingin.

"Hah? Eh, i-iya om." ucap Zalea tergagap.

Tubuh Zalea mendadak gemetar melihat sikap dingin Edgar, tangannya kesusahan memakai sabuk pengamannya karena gugup bercampur takut. Sejak Adel mengatakan kalau ayah Zalea ingin menjualnya, saat itu juga Edgar langsung bersikap dingin dan datar bercampur emosi mendengarnya, dia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Zalea terlebih lagi Zalea bisa dikatakan obat penawar dari penyakit yang di deritanya.

'****, kenapa gue gak terima kalau dia mau di jual sih? Brengsek tuh orang! Belum tahu dia siapa gue' batin Edgar.

Edgar melihat kearah samping dimana Zalea kesusahan memakai sabuk pengaman, dia mencondongkan tubuhnya meraih sabuk pengaman dari tangan Zalea, Zalea sontak terkejut karena jarak dirinya dan Edgar sangatlah dekat.

Ceklek.

"Gitu aja gak bisa." cibir Edgar.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Zalea berdegup dengan kecang, namun bukan hanya Zalea saja yang merasakannya, Edgar berusaha mengendalikkan dirinya dan juga jantungnya yang sudah bertalu lebih cepat dari biasanya.

Setelah semuanya terasa lebih baik, Edgar mulai melajukan mobilnya meninggalkan apartemen.

"Dimana rumah loe?" tanya Edgar.

"Di jalan xxx no 28." jawab Zalea.

"Hemm." ucap Edgar berdehem tanda mengerti.

Tak ada percakapan diantara keduanya karena mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing, dari kejauhan Edgar melihat restoran yang masih buka, dia melajukan mobilnya menuju restoran tersebut.

Cekkiiittt..

"Tunggu disini." ucap Edgar dengan ekspresi yang masih dingin.

Zalea menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Edgar keluar dari dalam mobil kemudian masuk ke dalam restoran yang buka 24 jam. Zalea setia menunggu di dalam mobil, tak lama kemudian Edgar membawa paper bag yang berisikan makanan yang sudah di belinya.

Dug..

Edgar menutup pintu mobilnya dengan sedikit keras, dia menyerahkan paperbag tersebut pada Zalea.

"Ini apa om?" tanya Zalea begitu ia menerima paper bag dari Edgar.

"Itu racun." jawab Edgar asal.

"Eh si om, kalau ditanya jawabannya suka ngasal aja sih." protes Zalea.

"Kan ini di restoran cil, otomatis yang gue beli makanan bukan bahan bangunan." ucap Edgar.

"Iya-iya, makasih ya om." ucap Zalea.

"Kenapa sih gue harus ketemu lu terus? heran gue, akhir-akhir ini tiap gue pergi keluar ada loe lagi loe lagi, bosen tahu gak?" heran Edgar.

"Jodoh kali om." celetuk Zalea asal.

"Oh iya, waktu di restoran lu bilang bakal lakuin apa aja yang gue mau? Besok temuin gue di restoran tempat lu kerja, di ruang VIP jam 10." ucap Edgar.

"Waduuh, kirain dah lupa om." ucap Zalea.

"Aku tidak akan pernah lupa." tegas Edgar.

'Kayaknya lu dalam bahaya Lea' batin Zalea.

Edgar kembali melajukan mobilnya menuju alamat yang tadi disampaikan oleh Zalea, di sepanjang perjalanan Zalea menatap kearah luar sembari meratapi bagaimana kehidupannya di masa depan kelak.

Tak lama kemudian mobil Edgar berhenti di pinggir jalan, Zalea turun dari dalam mobil diikuti oleh Edgar. Untuk sampai ke kontrakan dimana Zalea tinggal harus melewati sebuah gang, Edgar mengikuti kemana Zalea membawanya seraya membantu membawakan barang bawaan Zalea.

"Dimana rumah lu cil?" tanya Edgar.

"Bentar lagi sampai kok om." jawab Zalea.

Dari kejauhan Namira melihat sosok puterinya, Naraya masih menunggu kedatangan Zalea di teras kontrakannya sendirian, dia lantas berjalan menghampiri Zalea.

"Lea, kamu kemana aja sih nak? Kenapa jam segini baru pulang? Ibu khawatir sama kamu sayang." cecar Naraya.

"Nanti Lea ceritain ya bu, sekarang Lea mau masukin dulu barang yang udah Lea beli buat Nathan." ucap Zalea.

"Yasudah, ayo kita masuk." ucap Naraya.

"Oh Iya bu, kenalin ini om yang udah nolongin aku tadi di jalan." ucap Zalea memperkenalkan Edgar pada ibunya.

Edgar menyalimi tangan ibu Zalea, Naraya sedikit terkejut tetapi dia berusaha bersikap biasa saja. Zalea mengajak ibunya dan Edgar masuk ke dalam kontrakan, Edgar menatap sekeliling kontarakan yang menurutnya sempit dan kurang layak di pakai, maklumlah Edgar sudah kaya dari lahir jadi kegika ia melihat kontrakan sangatlah kurang nyaman.

Terpopuler

Comments

Lilis Ilham

Lilis Ilham

makasih thor udah menghibur pembaca bisa senyum senyum sendiri sambil lihat kiri kanan takut suami lihat hehhe

2024-11-19

2

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Ya iyalah Edgar ..... jangan bandingkan dengan keadaanmu

2024-11-24

1

Ima Kristina

Ima Kristina

Edgar dari kecil sudah kaya mah gitu

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 pemeriksaan
2 Ketimpuk
3 Mengelabui Edgar
4 Bertemu kembali
5 Pura-pura Jadi Pacar
6 Kedatangan Adel
7 Keanehan Edgar.
8 Tawaran Balapan
9 Menang balapan
10 Membantu Zalea
11 Membawa Zalea
12 Zalea sadar
13 Cerita Zalea
14 Kekesalan Adel
15 Mengantar pulang
16 Berita Edgar
17 Kemarahan Edgar dan Leo
18 mencari pelaku
19 Kepolosan Edgar
20 Menemui Zalea
21 Menjemput Edgar.
22 Geril berulah kembali
23 Calon suami.
24 Berkunjung ke Villa
25 Kebelet
26 Mengganti celana
27 Rebutan Singkong
28 Naraya pingsan
29 Kondisi Naraya
30 Meminta restu
31 Keraguan Albert
32 Rumah baru
33 Wanita berpedang
34 Kegugupan Edgar
35 Akad nikah
36 Salting
37 Berjoget bersama
38 Konferensi pers
39 Ulah mommy Vs madam
40 Kekesalan Rasya
41 Alasan Adel
42 Membuntuti Rena
43 Kayu berurat
44 Perjaka tua
45 Pulang ke rumah
46 Kejujuran Edgar
47 keributan di dapur
48 Kemoterapi
49 Kenyataan pahit
50 Zalea dan Nathan sadar
51 pemakaman
52 Pindah
53 Makan lagi
54 Di buat meleleh
55 Emak-emak
56 Kepergok
57 Bertemu Alina.
58 Kecelakaan
59 Terompet
60 Membawa Zalea pulang
61 Rasya jatuh cinta
62 Cindy melahirkan
63 Kondisi Zalea
64 Koma
65 Menyerang
66 Permohonan Jessica
67 Keselek
68 Anak hebat
69 Jelek
70 Membanngunkan Zalea dan Edgar
71 Mood Leo
72 Leo dan Luna.
73 Butuh Tenaga
74 Berbelanja
75 Tepos
76 Zalea marah
77 Panas
78 Keren
79 Suami orang
80 Pergi honeymoon
81 Burayot
82 Makan siang
83 Cari sugar daddy
84 Edgar marah
85 Mendekati Halimah
86 Pengumuman
87 Beradu mulut
88 Cinta Leo
89 Menjemput Pasutri
90 Mual
91 Keluh kesah Leo
92 Ayam warna-warni
93 Mencari Ayam
94 Meminta restu
95 Kebenaran
96 Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97 Ending Iren
98 Kekhawatiran Halimah
99 Berkelahi
100 Mengubah penampilan
101 Meminta restu
102 Lamaran
103 Pernikahan
104 Pernikahan Luna dan Leo
105 Kebahagiaan Luna dan Leo
106 Adel Melahirkan
107 Zalea melahirkan
108 Satu lagi?
109 Membawa pulang Triplet
110 Membujuk Nathan dan Zalea
111 Menemui Geril
112 Pertemuan dan perpisahan
113 Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114 Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115 Novel Baru
116 Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys
Episodes

Updated 116 Episodes

1
pemeriksaan
2
Ketimpuk
3
Mengelabui Edgar
4
Bertemu kembali
5
Pura-pura Jadi Pacar
6
Kedatangan Adel
7
Keanehan Edgar.
8
Tawaran Balapan
9
Menang balapan
10
Membantu Zalea
11
Membawa Zalea
12
Zalea sadar
13
Cerita Zalea
14
Kekesalan Adel
15
Mengantar pulang
16
Berita Edgar
17
Kemarahan Edgar dan Leo
18
mencari pelaku
19
Kepolosan Edgar
20
Menemui Zalea
21
Menjemput Edgar.
22
Geril berulah kembali
23
Calon suami.
24
Berkunjung ke Villa
25
Kebelet
26
Mengganti celana
27
Rebutan Singkong
28
Naraya pingsan
29
Kondisi Naraya
30
Meminta restu
31
Keraguan Albert
32
Rumah baru
33
Wanita berpedang
34
Kegugupan Edgar
35
Akad nikah
36
Salting
37
Berjoget bersama
38
Konferensi pers
39
Ulah mommy Vs madam
40
Kekesalan Rasya
41
Alasan Adel
42
Membuntuti Rena
43
Kayu berurat
44
Perjaka tua
45
Pulang ke rumah
46
Kejujuran Edgar
47
keributan di dapur
48
Kemoterapi
49
Kenyataan pahit
50
Zalea dan Nathan sadar
51
pemakaman
52
Pindah
53
Makan lagi
54
Di buat meleleh
55
Emak-emak
56
Kepergok
57
Bertemu Alina.
58
Kecelakaan
59
Terompet
60
Membawa Zalea pulang
61
Rasya jatuh cinta
62
Cindy melahirkan
63
Kondisi Zalea
64
Koma
65
Menyerang
66
Permohonan Jessica
67
Keselek
68
Anak hebat
69
Jelek
70
Membanngunkan Zalea dan Edgar
71
Mood Leo
72
Leo dan Luna.
73
Butuh Tenaga
74
Berbelanja
75
Tepos
76
Zalea marah
77
Panas
78
Keren
79
Suami orang
80
Pergi honeymoon
81
Burayot
82
Makan siang
83
Cari sugar daddy
84
Edgar marah
85
Mendekati Halimah
86
Pengumuman
87
Beradu mulut
88
Cinta Leo
89
Menjemput Pasutri
90
Mual
91
Keluh kesah Leo
92
Ayam warna-warni
93
Mencari Ayam
94
Meminta restu
95
Kebenaran
96
Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97
Ending Iren
98
Kekhawatiran Halimah
99
Berkelahi
100
Mengubah penampilan
101
Meminta restu
102
Lamaran
103
Pernikahan
104
Pernikahan Luna dan Leo
105
Kebahagiaan Luna dan Leo
106
Adel Melahirkan
107
Zalea melahirkan
108
Satu lagi?
109
Membawa pulang Triplet
110
Membujuk Nathan dan Zalea
111
Menemui Geril
112
Pertemuan dan perpisahan
113
Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114
Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115
Novel Baru
116
Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!