Pura-pura Jadi Pacar

Zalea langsung membeku melihat Edgar yang tengah tersenyum miring kearahnya, Zalea tidak mau membuat keributan ataupun Edgar sampai membuatnya malu dihadapan orang-orang.

'Gimana ini? Bukannya gue gak mau lawan, cuman ini di restoran taruhannya kerjaan gue mana susah dapetnya' batin Zalea.

"Selamat menikmati hidangan di restoran kami tuan, semoga menyenangkan." ucap Zalea tersenyum semanis mungkin.

"Emhh, so imut loe." cibir Edgar.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Zalea.

"Cih, gue mau loe tanggung jawab atas kejadian tadi pagi bocah! Kalau loe sampai berani kabur lagi, gue bakal lmbikin perhitungan sama loe." ucap Edgar berdecih.

"Hey om, kecilkan suaramu. Ini di restoran bukan dijalanan, nanti aja bahasnya ya gak enak sama pengunjung yang lain." ucap Zalea dengan pelan.

"Yang bilang ini toilet umum siapa? Pokoknya gue gak mau tahu loe harus minta maaf sama gue, kalau enggak gue laporin ke si bahlul pemilik restoran ini." sewot Edgar.

"Iya yaudah, om ganteng yang baik hati maafin Lea ya." ucap Zalea meminta maaf dengan senyum yang dipaksakan.

"Gak ikhlas loe!" sewot Edgar.

'Ini orang lagi PMS kali ya, nyebelin banget sih' batin Zalea.

Zalea memutar bola matanya jengah, dia mengedarkan pandangannya mencari jalan untuk bisa kabur dari hadapan Edgar. Saat Zalea melihat sekeliling restoran tak sengaja matanya menangkap sosok Zafier yang datang bersama Alina, dia mentupi wajahnya menggunakan baki agar Zafier ataupun Alina tak dapat melihatnya.

'Waduuhh, hari ini kenapa sial banget buat gue huhu.. Kalau mereka liat gue disini yakin seratus persen kalau mereka bakal ngehina gue habis-habisan' batin Zalea.

Zalea hendak pergi dari meja Edgar, namun Edgar langsung menarik tangannya agar tidak bisa kembali kabur darinya.

"Mau kemana lagi loe bocah?!" tanya Edgar marah.

Zalea menatap kearah Zafier dan Alina yang ternyata berjalan kearahanya, Alina menajamkan matanya sambil menunjuk wajah Zalea yang seperti dikenalanya. Tanpa berpikir panjang Zalea menarik ikat rambutnya, dia menggeraikan rambut indahnya dan menyisirnya menggunakan kedua tangannya. Edgar syok melihat Zalea yang terlihat cantik kala rambutnya terurai, Zalea duduk disamping Edgar karena memang satu meja empat kursi beruntungnya Edgar duduk sendirian jadi memudahkan Zalea untuk menggunakan kesempatannya.

"Om pinjem jasnya." ucap Zalea.

"Buat apa? Gamau, gamau, enak aja." tolak Edgar.

"Om please, demi harga diri gue tolongin kali ini aja. Nanti aku bakal lakuin apa aja yang om suruh, sekarang bantuin dulu ya please." ucap Zalea memohon pada Edgar.

Edgar penasaran dengan apa yang terjadi, dia membuka jasnya lalu memberikannya pada Zalea. Zalea mengambil jas Edgar menyembunyikan name tagnya disaku jas, rambutnya kembali disisir menggunakan tangannya kemudian ia merangkul tangan Edgar dan menyandarkan kepalanya di pundak Edgar.

"Om pura-pura jadi pacar aku dulu ya, nanti aku traktir makan cilok atau gak siomay sama boba." bisik Zalea.

Rasya dan Leo tak jadi menyuapkan makanannya, mereka melongo melihat tingkah laku Zalea dan Edgar yang sibuk krasak-krusuk. Edgar bergerak tak nyaman begitu tubuh Zalea menempel ke tubuhnya, Zalea sengaja bergelayut manja di lengan Edgar karena ia yakin Alina pasti akan menghampirinya.

"Lea." panggil Alina.

"Eh hai, apa kabar pelakor eh, ups maksudku Alina." ucap Zalea.

"Ngapain loe disini? Jangan bilang karena loe miskin, loe punya sugar daddy saking melaratnya ya?" cibir Alina.

Zalea mengepalkan tangannya, dia mencoba menguasai keadaan dengan mengatur nafasnya agar terlihat tenang tanpa harus menunjukkan kekesalannya.

"Heh, kata siapa? Loe gak liat apa gue lagi sama siapa? Cih, punya pacar cuman modal tampangnya doang, lihat nih calon suami gue udah tajir, ganteng, mapan gak kayak pacar loe tuh, udah mah cungkring, ganjen cemen lagi." ucap Zalea dengan berani.

"Jual diri aja bangga, semiskin itukah loe lea?" ucap Alina tak mau kalah.

Zafier memalingkan wajahnya dari Zalea, jujur saja setiap melihat Zalea ia merindukan kenangan indah bersamanya, tetapi melihat Zalea bergelayut manja di lengan pria lain membuat hatinya nyeri dan terasa panas.

"Ayo kita pergi, bukannya kita datang kesini mencari makanan? tapi kenapa kamu malah mencari keributan?" ucap Zafier dingin.

"Kok kamu jadi dingin gitu ngomongnya, bukannya kamu ikut belain aku? Kamu gak denger kalau dia tadi ngehina kamu hah?" ucap Alina kesal.

"Alina, lihatlah semua orang memandang kearah kita." ucap Zafier.

"Sayang kamu mau makan apa? Biar aku suapi ya, jangan sampai kau kelaparan atau aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika kau sampai sakit." ucap Edgar membelai wajah Zalea.

"Selama aku berada disampingmu aku tidak akan merasakan sakit, kau adalah obat di dihidupku." ucap Zalea.

Edgar membantu menambahkan bumbu drama pada Zalea, dilihatnya Alina dan Zafier mulai memanas melihat kepura-puraan Edgar dan Zalea.

"Kalau emang pria itu cowok loe buktiin sama gue, berani gak loe c*** dia di depan banyak orang? Gue yakin kalo loe cuman sandiwara, iri kan loe liat gue jalan sama Zafier?" tantang Alina.

"Siapa takut?" tantang Zalea balik.

Rasya dan Leo saling memandang satu sama lain, Edgar langsung membeku di tempatnya mendengar Zalea yang akan menc*****.

'Jangan bilang nih bocah mau c*** gue' batin Edgar.

Zalea menangkup wajah Edgar yang sudah pucat pasi, dia mendaratkan b******a tepat di pipi Edgar.

Cup.

Nyesss..

Tubuh Edgar seakn tersetrum aliran listrik bertegangan tinggi, entah mengapa Edgar merasakan sensasi panas di tubuhnya bahkan ada yang mulai mengeras dibalik celananya.

'Ada apa ini? Kenapa perkutut gue rasanya sesak banget' batin Edgar.

"Masih belum percaya?" tanya Zalea.

Alina menghentakkan kakinya menatap tak suka pada Zalea, Zafier semakin panas melihat Zalea yang dengan begitu beraninya menc*** Edgar di depan banyak orang.

"Ayo kita pergi." ucap Zafier menarik tangan Alina pergi.

Melihat Alina dan Zafier pergi Zalea pun menghela nafasnya lega, dia langsung membuka jas Edgar lalu mengembalikannya pada pemiliknya.

"Aduuh maaf ya om aku udah c*** om tanpa izin, ini jas nya makasih ya udah mau bantuin." ucap Zalea.

Edgar tak menjawab ucapan Zalea, dia tak bisa berpikir jernih karena ia bingung dengan dirinya sendiri. Zalea terus meminta maaf pada Edgar, temannya Arya memanggilnya untuk kembali kebelakang jadinya Zalea pun pergi meninggalkan Edgar yang masih belum tersadar dari lamunannya.

"Edgar." panggil Rasya sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Edgar.

Edgar pun tersadar dari lamunannya, dia meminta kedua sohibnya untuk mendekat kearahanya, Edgar membisikkan sesuatu di telinga Rasya dan Leo.

"Loe berdua tahu enggak? Perkutut gue tiba-tiba berdiri tegak." bisik Edgar.

"Tegak?!" beo Leo.

Edgar langsung menutup mulut Leo, dia menatap tajam asiaten pribadinya.

"Sorry boss refleks." ucap Leo.

"Bukannya dokter bilang loe impoten Ed?" tanya Rasya sambil berbisik.

"Makanya gue juga bingung, begitu tuh bocah c*** pipi gue tiba-tiba perkutut gue ngembang." jawab Edgar.

"Mending loe pastiin lagi deh sama dokter jelasnya kek gimana, gue jadi ragu sebenernya loe itu impoten gak sih? Masa di c*** cewek aja langsung tegak?" heran Rasya.

"Loe tahu gak Sya?" tanya Edgar.

"Enggak." jawab Rasya.

"Jangan di potong dulu bego." ucap Edgar.

"Hihi, sorry. Yaudah mau ngomong apa, gue gak punya banyak waktu beres makan gue harus balik ke kantor." ucap Rasya.

"Gue belum bisa lepas dari alkohol, pas kemarinnya periksa dari dokter gue pergi ke club malam sama si Leo, tapi perkutut gue imut-imut aja meskipun lihat cewek seksi? aneh banget kan? Dokter juga udah bilang kalau gue emang impoten, gue jadi bingung sebenernya gue kenapa sih?" jelas Edgar mulai frustasi.

"Jangan bilang kalau tuh bocah penawarnya?" tebak Leo.

"Saran gue sih mending periksa lagi sama dokter deh Ed? Loe juga pernah bilang kalau setiap bangun tidur perkutut loe imut, padahal normalnya kan setiap bangun tidur apalagi menggeliat pasti tegak." ucap Rasya memberi saran.

"Yaudah, gue coba periksa lagi." ucap Edgar.

Edgar menahan sesak dibalik celananya, sementara Rasya dan Leo kembali menghabiskan makanannya. Di belakang Zalea kembali bekerja, ia merapikan kembali rambutnya dengan mencepolnya.

Terpopuler

Comments

Ayu

Ayu

slmt edgar pawang nya udah dtg
perkutut nya dah tegak tuh. smg jodoh sm alaea

2024-11-03

0

jaran goyang

jaran goyang

ᑲg ᑲᥙrᥙg mᥙ һძᥙ⍴... ძᥡ 𝗍ᥲᥙ 𝗍ᥙ mᥲsіk ⍴ᥱrᥕᥲᥒ.... ᑲg һძᥙ⍴ ᑲg... ᥲ𝗊 ᥡg һᑲ᥆᥆᥆᥆᥆һһһһ🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-11-30

0

Ima Kristina

Ima Kristina

makin seru bacanya menghibur banget pokoknya lanjut kakaaa

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 pemeriksaan
2 Ketimpuk
3 Mengelabui Edgar
4 Bertemu kembali
5 Pura-pura Jadi Pacar
6 Kedatangan Adel
7 Keanehan Edgar.
8 Tawaran Balapan
9 Menang balapan
10 Membantu Zalea
11 Membawa Zalea
12 Zalea sadar
13 Cerita Zalea
14 Kekesalan Adel
15 Mengantar pulang
16 Berita Edgar
17 Kemarahan Edgar dan Leo
18 mencari pelaku
19 Kepolosan Edgar
20 Menemui Zalea
21 Menjemput Edgar.
22 Geril berulah kembali
23 Calon suami.
24 Berkunjung ke Villa
25 Kebelet
26 Mengganti celana
27 Rebutan Singkong
28 Naraya pingsan
29 Kondisi Naraya
30 Meminta restu
31 Keraguan Albert
32 Rumah baru
33 Wanita berpedang
34 Kegugupan Edgar
35 Akad nikah
36 Salting
37 Berjoget bersama
38 Konferensi pers
39 Ulah mommy Vs madam
40 Kekesalan Rasya
41 Alasan Adel
42 Membuntuti Rena
43 Kayu berurat
44 Perjaka tua
45 Pulang ke rumah
46 Kejujuran Edgar
47 keributan di dapur
48 Kemoterapi
49 Kenyataan pahit
50 Zalea dan Nathan sadar
51 pemakaman
52 Pindah
53 Makan lagi
54 Di buat meleleh
55 Emak-emak
56 Kepergok
57 Bertemu Alina.
58 Kecelakaan
59 Terompet
60 Membawa Zalea pulang
61 Rasya jatuh cinta
62 Cindy melahirkan
63 Kondisi Zalea
64 Koma
65 Menyerang
66 Permohonan Jessica
67 Keselek
68 Anak hebat
69 Jelek
70 Membanngunkan Zalea dan Edgar
71 Mood Leo
72 Leo dan Luna.
73 Butuh Tenaga
74 Berbelanja
75 Tepos
76 Zalea marah
77 Panas
78 Keren
79 Suami orang
80 Pergi honeymoon
81 Burayot
82 Makan siang
83 Cari sugar daddy
84 Edgar marah
85 Mendekati Halimah
86 Pengumuman
87 Beradu mulut
88 Cinta Leo
89 Menjemput Pasutri
90 Mual
91 Keluh kesah Leo
92 Ayam warna-warni
93 Mencari Ayam
94 Meminta restu
95 Kebenaran
96 Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97 Ending Iren
98 Kekhawatiran Halimah
99 Berkelahi
100 Mengubah penampilan
101 Meminta restu
102 Lamaran
103 Pernikahan
104 Pernikahan Luna dan Leo
105 Kebahagiaan Luna dan Leo
106 Adel Melahirkan
107 Zalea melahirkan
108 Satu lagi?
109 Membawa pulang Triplet
110 Membujuk Nathan dan Zalea
111 Menemui Geril
112 Pertemuan dan perpisahan
113 Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114 Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115 Novel Baru
116 Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys
Episodes

Updated 116 Episodes

1
pemeriksaan
2
Ketimpuk
3
Mengelabui Edgar
4
Bertemu kembali
5
Pura-pura Jadi Pacar
6
Kedatangan Adel
7
Keanehan Edgar.
8
Tawaran Balapan
9
Menang balapan
10
Membantu Zalea
11
Membawa Zalea
12
Zalea sadar
13
Cerita Zalea
14
Kekesalan Adel
15
Mengantar pulang
16
Berita Edgar
17
Kemarahan Edgar dan Leo
18
mencari pelaku
19
Kepolosan Edgar
20
Menemui Zalea
21
Menjemput Edgar.
22
Geril berulah kembali
23
Calon suami.
24
Berkunjung ke Villa
25
Kebelet
26
Mengganti celana
27
Rebutan Singkong
28
Naraya pingsan
29
Kondisi Naraya
30
Meminta restu
31
Keraguan Albert
32
Rumah baru
33
Wanita berpedang
34
Kegugupan Edgar
35
Akad nikah
36
Salting
37
Berjoget bersama
38
Konferensi pers
39
Ulah mommy Vs madam
40
Kekesalan Rasya
41
Alasan Adel
42
Membuntuti Rena
43
Kayu berurat
44
Perjaka tua
45
Pulang ke rumah
46
Kejujuran Edgar
47
keributan di dapur
48
Kemoterapi
49
Kenyataan pahit
50
Zalea dan Nathan sadar
51
pemakaman
52
Pindah
53
Makan lagi
54
Di buat meleleh
55
Emak-emak
56
Kepergok
57
Bertemu Alina.
58
Kecelakaan
59
Terompet
60
Membawa Zalea pulang
61
Rasya jatuh cinta
62
Cindy melahirkan
63
Kondisi Zalea
64
Koma
65
Menyerang
66
Permohonan Jessica
67
Keselek
68
Anak hebat
69
Jelek
70
Membanngunkan Zalea dan Edgar
71
Mood Leo
72
Leo dan Luna.
73
Butuh Tenaga
74
Berbelanja
75
Tepos
76
Zalea marah
77
Panas
78
Keren
79
Suami orang
80
Pergi honeymoon
81
Burayot
82
Makan siang
83
Cari sugar daddy
84
Edgar marah
85
Mendekati Halimah
86
Pengumuman
87
Beradu mulut
88
Cinta Leo
89
Menjemput Pasutri
90
Mual
91
Keluh kesah Leo
92
Ayam warna-warni
93
Mencari Ayam
94
Meminta restu
95
Kebenaran
96
Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97
Ending Iren
98
Kekhawatiran Halimah
99
Berkelahi
100
Mengubah penampilan
101
Meminta restu
102
Lamaran
103
Pernikahan
104
Pernikahan Luna dan Leo
105
Kebahagiaan Luna dan Leo
106
Adel Melahirkan
107
Zalea melahirkan
108
Satu lagi?
109
Membawa pulang Triplet
110
Membujuk Nathan dan Zalea
111
Menemui Geril
112
Pertemuan dan perpisahan
113
Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114
Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115
Novel Baru
116
Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!