Mengelabui Edgar

Zalea menyingsingkan lengan bajunya, ia memasang kuda-kuda kemudian berlari dengan cepat. Orang yang terkena tendangan kalengnya pun menatap kearah Zea yang lari terbirit-birit, seseorang itu adalah Edgar yang sedang berdiri disamping mobilnya yang tiba-tiba pecah ban.

"Woy, jangan kabur loe!" teriak Edgar.

Dengan langkahnya yang panjang Edgar mengejar Zalea, entahlah hari ini hari apa, Edgar sungguh merasa sial karena ia harus berangkat ke kantor ada rapat penting, namun mobilnya pecah ban. Leo sangat susah untuk dihubungi, akhirnya Edgar pun menelpon Rasya meminta bantuannya, tak sampai disitu Edgar tertimpuk kaleng bekas ulah orang yang tidak dikenalinya.

"Anjir mampus! Mana tuh orang muka nya galak bener." ucap Zalea panik.

Edgar semakin menambah kecepatan larinya, Zalea hpir tersusul oleh Edgar dan akhirnya...

Sreeet.

Edgar menarik kerah baju belakang Zalea, Zalea berontak namun Edgar sama sekali tidak memperdulikannya.

"Mau lari kemana lagi hah? Dasar kelinci nakal." sewot Edgar.

"Lepasin om," ucap Zalea.

"Om?!" beo Edgar menunjuk dirinya sendiri.

"Lah emang om-om?" heran Zalea.

"Heh, lutung kasarung. Seenak jidat loe bilang gue om? Oh astaga, wajahku masih terlihat muda jangan panggil aku om." ucap Edgar tidak terima.

"Orang mukanya dah tua, emangnya gue harus panggil apa?" tanya Zalea.

"Panggil gue abah puas loe! Ya panggil gue kakak, atau tuan gitu? Gak liat penampilan orang kaya nih bos, senggol dong." ucap Edgar dengan angkuhnya.

"Hiih, ngeri kallee." cibir Zalea.

"Ini anak dibilangin ngeyel ya, bukannya minta maaf udah nimpuk gue loe malah kabur." ucap Edgar kesal.

"Om itu ada pesawat nungging." tunjuk Zalea kearah langit.

Dengan bodohnya Edgar mempercayai ucapan Zalea, dia mengikuti arah telunjuk Zalea keatas langit, Zale menepos tangan Edgar dari bajunya kemudian ia berlari menyusul angkot yang kebetulan lewat.

"Mana ada pesawat nungging bodoh." ucap Edgar sadar.

Edgar menyadari kalau dirinya telah ditipun oleh Zalea, dilihatnya Zalea sudah masuk kedalam angkot. Edgar mendengus kesal saat Zalea dengan tengilnya menjulurkan lidahnya kearah Edgar, telpon Edgar berdering dilihatnya Rasya menghubunginya.

"Masih dimana sih loe Sya? gue lagi ketiban sial nih, cepetan kalau bisa." ucap Edgar masih emosi.

"Gue udah deket mobil loe, loe nya aja yang ngilang." ucap Rasya.

"Gue kesana sekarang." ucap Edgar seraya menutup telponnya.

Edgar berjalan ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempatnya menangkap Zalea, ia menghampiri Rasya dengan wajah yang memerah.

"Kenapa tuh muka loe Ed?" tanya Rasya.

"Lagi esmosi gue, tadi ban mobil tiba-tiba pecah eh udah gitu pas gue cek ada kaleng melayang kena kepala gue, gimana gak kesel coba? Pas gue tangkap pelakunya malah kabur naik mobil, nyebelin emang." gerutu Edgar.

"Hahahha, syukurin." ucap Rasya tertawa puas.

"Sialan loe!" sewot Edgar.

Edgar membuka pintu mobil lalu masuk kedalam menghempaskan tubuhnya, Rasya menyusul Edgar duduk di kursi kemudinya.

"Mau kemana dulu nih? Ke kantor atau makan dulu? Biar gak emosi, biasanya kalau orang lagi laper emosinya jadi berkali lipat." tanya Rasya.

"Ke restoran si bahlul aja deh Sya, kebetulan gue belum makan nanti siang katanya ada meeting penting sama klien." jawab Edgar.

"Oke kalau gitu, gaskeun Ed." ucap Rasya.

Rasya menyalakan mesin mobilnya, dia menyetel musik agar suasananya lebih nyaman. Rasya sengaja menyetel lagu dangdut kesukaan Edgar guna menghiburnya, dan benar saja Edgar ikut bernyanyi dan juga menabuh pahanya yang digunakan sebagai kendang.

Didalam mobil Zalea menghela nafasnya lega, akhirnya ia bisa lolos dari Edgar karena tak sengaja menimpuk kaleng tepat ke kepalanya.

"Untung tuh orang rada-rada, kalau gue terus di tahan sama dia bisa berabe kalo telat masuk kerja." ucap Zalea.

Tak butuh waktu lama mobilnya yang di tumpanginya sudah sampai tepat di restoran, dia membayar ongkos kemudian melangkahkan kakinya berjalan tergesa masuk kedalam restoran.

"Fyuuhh, untung gak telat." ucap Zalea menghela nafasnya panjang.

Duaarr..

"Ehh monyet." kaget Zalea.

"Tumben loe tepat waktu?" tanya salah seorang teman Zalea.

"Iya nih Arya, si bunda kemana? Kok belum keliatan?" tanya Zalea pada Arya.

"Si bunda katanya gak masuk, ibunya lagi sakit parah." jawab Arya.

"Oh gitu ya, yaudah gue nyimpen tas dulu ke loker." ucap Zalea.

Arya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Zalea melangkahkan kakinya menuju loker pekerja, dia menyimpan tasnya lalu mencepol rambutnya.

"Issh, kalau gak butuh duit males banget gue harus keliatan anggun kek gini." gerutu Zalea.

Seperti biasanya Zalea merapikan pakaiannya, ia bergabung dengan pelayan restoran yang lain membersihkan meja sebelum banyak pengunjung yang datang. Pengunjung mulai berdatangan menduduki meja , Zalea dan Arya memberikan buku menu di meja yang berbeda.

"Ini menunya tuan dan nyonya, silahkan di lihat-lihat dulu ya." ucap Zalea ramah.

"Terima kasih." ucap pengunjung.

Pengunjung membaca buku menu dan menunjuk beberapa menu yang ia mau, Zalea menuliskan menu yang dipesan oleh pengunjung kemudian membawanya ke belakang.

Di tengah perjalanan telpon Edgar berdering, dilihatnya asisten pribadinya menghubunginya. Edgar malas mengangkat telpon Leo karena ia masih marah padanya, pasalnya sejak ban mobilnya pecah Leo sama sekali susah dihubungi, karena Edgar tak menjawab telponnya Leo pun mengirimkan pesan.

...Bos buruan dateng ke kantor, tuan Zico katanya mau dateng karena nanti sore dia harus kembali ke paris....

Edgar membaca pesan yang dikirimkan oleh Leo, dia membulatkan matanya sempurna. Edgar meminta Rasya untuk putar arah menuju ke perusahaannya, dia tak boleh menghilangkan kesempatan emas bertemu dengan Zico selaku pebisnis handal yang sangat sulit untuk mendapatkan kerjasamanya, Pasalnya Zico adalah pengusaha terkenal dan tersukses se Asia jadi tak heran jika banyak pebisnis seperti Edgar berlomba-lomba mendapatkan kontrak kerjasama dengannya.

"Sya puter balik ke perusahaan gue, tuan Zico mau dateng Sya." ucap Edgar panik.

"Anjir beneran loe? Iya bentar-bentar gue puter balik." ucap Rasya.

"Bisa gawat kalau gue telat Sya." ucap Edgar.

"Untung gue udah dapet kerjasama bareng kak Al, emang beneran sih dia tuh hebat banget sampe perusahaan kita maju dan dapet untung yang fantastis jadi gak heran kalau dia diakui pebisnis sukses se Asia." ucap Rasya.

"Makanya gue minta loe puter balik, gue gak mau sia-siain kesempatan ini." ucap Edgar.

"Semangat mas broohh." ucap Rasya memberikan semangat pada Edgar.

"Fighting." seru Edgar mengepalkan tinjunya bersemangat.

Mood Edgar kembali normal mendengar pengusaha ternama akan datang, dia tak mungkin memasang wajah kesal dihadapan tuan Zico jadi sebisa mungkin ia terlihat bersemangat.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

wah gak jadi ketemu sama Lea dong ...

2025-02-28

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Lah ...si Zalea kerja ditempat Satria...🙄🙄🙄🙄🙄

2024-11-24

0

Febby Fadila

Febby Fadila

yg bodoh tu kamu ed hadueee gimna sii

2024-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 pemeriksaan
2 Ketimpuk
3 Mengelabui Edgar
4 Bertemu kembali
5 Pura-pura Jadi Pacar
6 Kedatangan Adel
7 Keanehan Edgar.
8 Tawaran Balapan
9 Menang balapan
10 Membantu Zalea
11 Membawa Zalea
12 Zalea sadar
13 Cerita Zalea
14 Kekesalan Adel
15 Mengantar pulang
16 Berita Edgar
17 Kemarahan Edgar dan Leo
18 mencari pelaku
19 Kepolosan Edgar
20 Menemui Zalea
21 Menjemput Edgar.
22 Geril berulah kembali
23 Calon suami.
24 Berkunjung ke Villa
25 Kebelet
26 Mengganti celana
27 Rebutan Singkong
28 Naraya pingsan
29 Kondisi Naraya
30 Meminta restu
31 Keraguan Albert
32 Rumah baru
33 Wanita berpedang
34 Kegugupan Edgar
35 Akad nikah
36 Salting
37 Berjoget bersama
38 Konferensi pers
39 Ulah mommy Vs madam
40 Kekesalan Rasya
41 Alasan Adel
42 Membuntuti Rena
43 Kayu berurat
44 Perjaka tua
45 Pulang ke rumah
46 Kejujuran Edgar
47 keributan di dapur
48 Kemoterapi
49 Kenyataan pahit
50 Zalea dan Nathan sadar
51 pemakaman
52 Pindah
53 Makan lagi
54 Di buat meleleh
55 Emak-emak
56 Kepergok
57 Bertemu Alina.
58 Kecelakaan
59 Terompet
60 Membawa Zalea pulang
61 Rasya jatuh cinta
62 Cindy melahirkan
63 Kondisi Zalea
64 Koma
65 Menyerang
66 Permohonan Jessica
67 Keselek
68 Anak hebat
69 Jelek
70 Membanngunkan Zalea dan Edgar
71 Mood Leo
72 Leo dan Luna.
73 Butuh Tenaga
74 Berbelanja
75 Tepos
76 Zalea marah
77 Panas
78 Keren
79 Suami orang
80 Pergi honeymoon
81 Burayot
82 Makan siang
83 Cari sugar daddy
84 Edgar marah
85 Mendekati Halimah
86 Pengumuman
87 Beradu mulut
88 Cinta Leo
89 Menjemput Pasutri
90 Mual
91 Keluh kesah Leo
92 Ayam warna-warni
93 Mencari Ayam
94 Meminta restu
95 Kebenaran
96 Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97 Ending Iren
98 Kekhawatiran Halimah
99 Berkelahi
100 Mengubah penampilan
101 Meminta restu
102 Lamaran
103 Pernikahan
104 Pernikahan Luna dan Leo
105 Kebahagiaan Luna dan Leo
106 Adel Melahirkan
107 Zalea melahirkan
108 Satu lagi?
109 Membawa pulang Triplet
110 Membujuk Nathan dan Zalea
111 Menemui Geril
112 Pertemuan dan perpisahan
113 Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114 Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115 Novel Baru
116 Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys
Episodes

Updated 116 Episodes

1
pemeriksaan
2
Ketimpuk
3
Mengelabui Edgar
4
Bertemu kembali
5
Pura-pura Jadi Pacar
6
Kedatangan Adel
7
Keanehan Edgar.
8
Tawaran Balapan
9
Menang balapan
10
Membantu Zalea
11
Membawa Zalea
12
Zalea sadar
13
Cerita Zalea
14
Kekesalan Adel
15
Mengantar pulang
16
Berita Edgar
17
Kemarahan Edgar dan Leo
18
mencari pelaku
19
Kepolosan Edgar
20
Menemui Zalea
21
Menjemput Edgar.
22
Geril berulah kembali
23
Calon suami.
24
Berkunjung ke Villa
25
Kebelet
26
Mengganti celana
27
Rebutan Singkong
28
Naraya pingsan
29
Kondisi Naraya
30
Meminta restu
31
Keraguan Albert
32
Rumah baru
33
Wanita berpedang
34
Kegugupan Edgar
35
Akad nikah
36
Salting
37
Berjoget bersama
38
Konferensi pers
39
Ulah mommy Vs madam
40
Kekesalan Rasya
41
Alasan Adel
42
Membuntuti Rena
43
Kayu berurat
44
Perjaka tua
45
Pulang ke rumah
46
Kejujuran Edgar
47
keributan di dapur
48
Kemoterapi
49
Kenyataan pahit
50
Zalea dan Nathan sadar
51
pemakaman
52
Pindah
53
Makan lagi
54
Di buat meleleh
55
Emak-emak
56
Kepergok
57
Bertemu Alina.
58
Kecelakaan
59
Terompet
60
Membawa Zalea pulang
61
Rasya jatuh cinta
62
Cindy melahirkan
63
Kondisi Zalea
64
Koma
65
Menyerang
66
Permohonan Jessica
67
Keselek
68
Anak hebat
69
Jelek
70
Membanngunkan Zalea dan Edgar
71
Mood Leo
72
Leo dan Luna.
73
Butuh Tenaga
74
Berbelanja
75
Tepos
76
Zalea marah
77
Panas
78
Keren
79
Suami orang
80
Pergi honeymoon
81
Burayot
82
Makan siang
83
Cari sugar daddy
84
Edgar marah
85
Mendekati Halimah
86
Pengumuman
87
Beradu mulut
88
Cinta Leo
89
Menjemput Pasutri
90
Mual
91
Keluh kesah Leo
92
Ayam warna-warni
93
Mencari Ayam
94
Meminta restu
95
Kebenaran
96
Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97
Ending Iren
98
Kekhawatiran Halimah
99
Berkelahi
100
Mengubah penampilan
101
Meminta restu
102
Lamaran
103
Pernikahan
104
Pernikahan Luna dan Leo
105
Kebahagiaan Luna dan Leo
106
Adel Melahirkan
107
Zalea melahirkan
108
Satu lagi?
109
Membawa pulang Triplet
110
Membujuk Nathan dan Zalea
111
Menemui Geril
112
Pertemuan dan perpisahan
113
Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114
Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115
Novel Baru
116
Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!