Menemui Zalea

Setelah selesai berbincang sambil haha hihi dengan kedua keluarga, Edgar memutuskan untuk berpamitan pada yang lainnya karena ia sudah membuat janji temu dengan Zalea.

"Maaf, aku harus pergi." ucap Edgar.

"Kemana? Ikut dong." tanya Rasya.

"Gak mau ah, lu ngikut muluntar dikirain loe penyuka sesama jenis lagi tiap kali keluar bareng gue." tolak Edgar.

"Yang ada loe tuh sama Leo yang dikirain penyuka sesama jenis, tinggal berdua, kemana-mana berdua, ngantor juga berdua." ucap Rasya.

"Eh, iya juga ya." ucap Edgar.

"Lu sih bos kalau mau nolak minimal mikir dulu alesannya, jadi dibalikin kan omongannya sama Rasya." ucap Leo.

"Yaudah, gue mau pergi sendiri aja. Lu kerjain dulu tugas gue, dan loe Sya sorry ya karena hari ini gue ada perlu sama seseorang." ucap Edgar.

"So sibuk loe, awas kalo nanti nelpon gue butuh bantuan, kagak bakal gue tanggepin." ucap Rasya.

"Udah, udah, mending kita kembali ke habitat masing-masing jangan berdebat lagi." ucap Indah.

"Mom pikir aku simpanse? udah ahh yok pulang." kesal Rasya.

"Mommy ada-ada aja." ucap Adel.

"Kalau begitu, daddy pulang dulu ya son." ucap Rio.

"Aku juga pulang kak, kasihan Cindy lagi hamil besar." pamit Satria.

"Yaudah, hati-hati di jalan ya my family." ucap Edgar seraya memberikan finger love pada yang lainnya.

"Alay banget, najis." cibir Rasya.

Edgar malah dengan sengaja bergaya so imut di depan yang lainnya, Rasya ingin sekali menggetok kepala Edgar supaya dia kembali ke sifat aslinya. Adel malah menanggapi tingkah laku Edgar, dia memberikan finger love dan berjingkrak-jingkrak layaknya anak alay.

"Malah sama aja." kesal Albert.

Albert menarik tangan istrinya agar menjauh dari Edgar, jika dibiarkan keduanya bakalan konslet. Saat yang lainnya sudah benar-benar pergi, Edgar mengambil kunci mobilnya.

"Mau kemana sih lu bos?" tanya Leo kepo.

"Kemana aja yang penting hatiku senang." jawab Edgar.

"Oh iya, tadi si botak ngabarin kalau si Emilie udah dikasih pelajaran." lapor Leo.

Geplak.

"Loe emang asisten terbaik gueh," puji Edgar.

"Njir, gak sopan lu sama yang lebih tua entar masuk neraka baru nyaho lu." kesal Leo.

"Gapapa masuk neraka, yang penting hasil sendiri." celetuk Edgar.

"Dasar orang gila." sewot Leo.

"Becanda Lele, serius amat sih." ucap Edgar.

Edgar pun keluar dari dalam ruangannya, dia berjalan menuju lantai bawah dimana mobilnya terparkir. Edgar memyalakan mobilnya kemudian mobil melesat dengan kecepatan tinggi, sepanjang perjalanan Edgar memikirkan apa yang akan ia lakukan.

Beberapa menit kemudian.

Cekiiiitt.

Edgar memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus, dia memakai kacamata hitamnya yang selalu ia simpan di dalam mobilnya. Zalea yang tengah melayani pengunjung tidak melihat kedatangan Edgar, dia sibuk dengan pekerjaannya, berbeda dengan Edgar begitu ia masuk ke dalam, matanya menangkap sosok Zalea yang tengah menata makanan dari satu meja ke meja lainnya.

"Sepertinya kau lelah, terlihat sekali kalau kau pekerja keras." gumam Edgar tersenyum.

Edgar berjalan kearah ruang Vip, dia memanggil pelayan kemudian memesan makanan favoritnya. Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan Edgar, makanan di tata diatas meja dengan rapih, sebeljm pelayan pergi Edgar meminta tolong untuk memanggilkan Zalea datang ke ruangannya. Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia langsung keluar menjalankan tugasnya untuk menyampaikan pesan pada Zalea.

"Lea," panggil pelayan.

Zalea membalikkan tubuhnya ke arah sumber suara, dilihatnya rekan kerjanya tengah melambaikan tangan kearahnya, dia menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebelum menghampiri pelayan.

"Ada apa Nina?" tanya Zalea.

"Kau dipanggil tuan Edgar, dia di ruang Vip." jawab Nina.

"Oh iya, makasih Nina." ucap Zalea tersenyum.

"Aku lanjut kerja lagi ya." ucap Nina.

"I-iya," jawab Zalea tergagap.

Nina pun berlalu meninggalkan Zalea yang tengah gugup, Zalea berulang kali meraup oksigen untuk menenangkan dirinya.

"Semoga aja om bule gak aneh-aneh." gumam Zalea.

Dengan ragu Zalea melangkahkan kakinya berjalan ke ruang Vip, Arya selaku sahabatnya heran melihat wajah Zalea yang gugup masuk ke dalam ruang Vip.

"Si Lea ngapain ke ruang Vip?" tanya Arya pada dirinya sendiri.

Baru saja Arya hendak menghampiri Zalea, tetapi pelayan lain memanggilnya. Zalea saat ini tengah berdiri di depan pintu Vip, dengan perlahan ia mendorong pintu ruang Vip, ia melongokkan kepalanya mencari Edgar namun tidak ada siapun di dalamnya.

"Loh, kemana si om bulenya?" heran Zalea.

"DOOORRRRR." teriak Edgar.

"Aaarrghhhh...." teriak Zalea.

Zalea tentu saja terkejut kala Edgar memegang pundaknya dari belakang, jantung Zalea seakan ingin lompat dari tubuhnya. Edgar malah tertawa melihat ekspresi Zalea yang menurutnya lucu, ia puas sekali bisa mengerjai Zalea.

"Astagfirullah, ya illahi robbi, ya kariim." ucap Zalea mengusap dadanya.

"Haha, kaget ya? Kaget lah masa enggak." ucap Edgar sambil tertawa.

"Iiihh om, apa-apaan sih, gimana kalau jantungnya lompat? Emangnya om mau tanggung jawab?" marah Zalea.

"Ambil saja jantungku, aku bersedia memberikannya untukmu." ucap Edgar.

"Peresss ahh." sewot Zalea.

Edgar mempersilahkan Zalea untuk duduk berhadapan dengannya, ia menyodorkan makanan untuk Zalea lalu mengambil makanan untuknya pula.

"Makanlah." ucap Edgar.

"Om pesenin juga buat Lea?" tanya Zalea.

"Heem, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi sebelum itu aku mau makan dulu, bicara juga butuh tenaga bukan?" jawab Edgar.

"Serah om lah." ucap Zalea.

Mereka pun makan bersama di ruang Vip, Zalea tidak menampik kalau dirinya tengah lapar, jadi saat Edgar menyurhnya makan ia langsung menyantap makanannya karena dari rumah Zalea tidak sempat sarapan.

"Woy, kaki lu cil gak sopan." tegur Edgar.

Edgar menatap kearah Zalea yang tengah mengangkat salah satu kakinya, dia langsung menegur Zalea karena perilakunya yang dianggap tidak sopan olehnya.

"Apa sih om?" tanya Zalea.

"Turunin tuh kaki lu, gak sopan banget." ucap Edgar tidak suka.

"Sorry om, kebiasaan." ucap Zalea.

"Lakik aja gue kagak kek gitu cil, dasar cewek jadi-jadian lu." ucap Edgar.

"sembarangan!" sewot Zalea.

"Lah emang iya kan? Di resto aja penampilan lu anggun, lah kalau udah diluar lu kembali ke setelan pabrik." ucap Edgar jujur.

"Gapapa, toh gak ngerugiin orang lain ini." ucap Zalea santai.

Zalea menyelesaikan makannya lebih cepat dari Edgar, ia mengambil tissu lalu membersihkan mulutnya. Edgar melongo melihat Zalea yang sudah menghabiskan makanannya, padahal porsi mereka sama.

"Lu laper cil?" tanya Edgar.

"Hihi, iya om gak sarapan tadi." ucap Zalea menampilkan rentetan gigi putihnya.

Edgar menggelengkan kepalanya, dia suka pribadi Zalea yang apa adanya, kebanyakan wanita akan bersikap anggun atau menjaga imagenya jika berhadapan dengan lawan jenis. Selesai dengan makannya Edgar pun menenggak minumannya, ia juga mengelap mulutnya yang basah.

"Nama lu siapa cil?" tanya Edgar memulai percakapan.

"Zalea om." jawab Zalea.

"Sesuai dengan ucapan lu yang kemarin sekarang gue mau lu nepatin itu semua," ucap Edgar.

"Ck, kirain dah lupa om." ucap Zalea berdecak.

" Kita menikah." ucap Edgar.

Deg!

Zalea seketika membulatkan bola matanya sempurna, jantungnya pun berdegup dengan begitu kencangnya. Tubuh Zalea mendadak kaku dan juga dingin, dia mencari kebohongan dari mata Edgar karena siapa tahu Edgar kembali mengerjainya.

'Lah, kok ni om bule tiba-tiba ngajak gue nikah' batin Zalea.

"Kenapa diam saja?" tanya Edgar.

"Om bercanda nya gak lucu," ucao Zalea.

"Gak ada yang bercanda." ucap Edgar dingin.

Edgar sengaja bersikap dingin agar Zalea percaya akan ucapannya, dia benar-benar serius ingin mengajak Zalea untuk menikah, Edgar merasa Zalea adalah pilihan yang tepat setelah ia mempertimbangkan semuanya.

"Yang lain permintaannya dong om, kenapa harus nikah sih? Aku masih harus bekerja membahagiakan ibu dan menyekolahkan Nathan om, menikah itu bukan hal yang bisa di permainkan karena itu bersifat sakral." protes Zalea.

Edgar menatap Zalea dengan serius, dia mengambil hanpdhonenya kemudian ia membuka galeri menunjukkan sesuatu pasa Zalea. Zalea mengambil hp yang di sodorkan Edgar, dia melihat screenshot berita Edgar yang mengatakan kalau Edgar impoten.

"Maksudnya apa ini om?" tanya Zalea.

"Disana tertulis jelas kalau media ada yang mengatakan kalau aku impoten, disana ada foto laporan medisku dan itu adalah benar. Para kolega bisnis pasti mempertanyakan akan berita tersebut, untuk membungkam berita tersebut jalan satu-satunya adalah menikah denganmu." jawab Edgar.

"Tapi kenapa harus denganku om? Kan masih banyak wanita di luaran sana." tanya Zalea.

"Karena kau adalah penawarnya." jawab Edgar.

"Hah? Coba jelaskan dengan detail om, Lea bingung." tanya Zalea tidak begitu mengerti.

"Aku mengidap penyakit impoten, dimana bagian inti ku tidak bisa bangun. Aku sudah melakukan terapi dan juga mengonsumsi obat yang di berikan oleh dokter, aku juga sudah mengubah pola hiduku menjadi lebih sehat lagi serta menjauhi minuman beralkohol, tetapi tetap saja tidak ada pengaruhnya sama sekali. Tapi saat kau memintaku berpura-pura pacaran denganmu burung milikku menggeliat, kau masih ingat kan pas kau menc**** pipiku? Saat itulah burungku bereaksi, bukan hanya itu saja, saat aku membayangkan wajahmu saja dia bereaksi setelah bertahun-tahun lamanya tidur dengan imutnya. Maaf jika aku membahas kearah yang lebih sensitif, aku ingin menjelaskan semuanya agar kau mengerti." jelas Edgar.

'Wadduuhh, kok bisa gitu ya? Padahal kan gue cuma c*** doang, isshh bodoh banget sih gue waktu itu, jadi malu gue' batin Zalea.

Zalea tidak tahu harus berbicara apa, dia bingung sekaligus takut dengan apa yang diucapkan oleh Edgar. Edgar menghela nafasnya panjang begitu melihat Zalea yang terdiam, dia tahu apa yang sedang ada di pikiran Zalea saat ini.

"Aku memintamu untuk menikah denganku bukan semata-mata karena ingin menyelamatkan perusahaan, anggap saja ini sebuah takdir yang mempertemukan antara aku dan dirimu yang memang seharusnya bersatu dengan alur lewat penyakit yang aku derita. Jika kau menikah denganku aku menjamin kau tidak akan di jual oleh ayahmu, aku juga akan memberikan rumah dan menyekolahkan adikmu sampai ke perguruan tinggi. Yang pastinya keluargamu akan terjamin masa depannya kecuali ayahmu, asal kau tahu? entah apa yang sedang aku rasakan, saat aku mendengar kalau kau akan di jual hatiku rasanya tidak terima." jelas Edgar lagi.

"Kok jadi rumit gini sih?" cicit Zalea.

"Kau tinggal bilang setuju atau tidak." ucap Edgar.

"Om menikah itu butuh pertimbangan, umurku saja masih kecil bahkan aku tidak mau salah mengambil keputusan. Jadi aku mohon beri aku waktu, aku juga perlu membicarakan hal ini dengan ibuku." ucap Zalea.

"Aku tunggu sampai besok." putus Edgar.

"Tapi jika aku menerima tawaran menikah denganmu, kita berarti menikah tanpa cinta dong om." ucap Zalea.

"Cinta bisa tumbuh karena terbiasa, banyak lawan jenis yang berteman kemudian tumbuh benih cinta diantara keduanya hingga memutuskan melanjutkan hidupnya sebagai sepasang kekasih hingga menua, aku yakin akan ada cinta yang tumbuh ketika kita menikah nanti." ucap Edgar.

"Akan aku pertimbangkan terlebih dahulu." ucap Zalea.

"Iya, pertimabangkan semuanya dengan baik. Aku tidak akan memaksakan kehendakku, jika kau tidak maupun aku tidak akan marah ataupun kecewa padamu karena memang aku harus menghargai semua keputusanmu." ucap Edgar.

Meskipun Edgar membutuhkan Zalea, tetapi ia tidak akan memaksakan kehendaknya, dia juga terbuka kepada Zalea mengenai penyakitnya agar Zalea bisa mempertimbangkan keputusannya dengan baik.

"Berikan nomormu, agar aku lebih mudah menghubungimu." ucap Edgar.

"Catat saja, hp ku ada di dalam loker." ucap Zalea.

Edgar pun mencatat nomor telepon Zalea, beruntung Zalea menghafa nomor teleponnya sendiri jadi ia tidak perlu keluar mengambil hp nya.

"Sudah." ucap Edgar.

"Maaf om, aku harus kembali bekerja." uca Zalea.

"Pergilah, aku akan menunggu keputusanmu besok." ucap Edgar

Zalea menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar. Dari kejauhan Arya melihat Zalea keluar dari ruangan Vip, dia lantas menghampiri Zalea yang terlihat seperti kebingungan.

"Lea, loe kenapa?" tanya Arya.

"Ar, gue lagi bingung nih." ucap Zalea.

"Bingung kenape lu?" tanya Arya lagi.

"Entar gue ceritain deh Ar, sekarang kita kerja dulu." ucap Zalea.

Arya dan Zalea pun kembali bekerja, mereka berdua kembali menghampiri satu persatu meja pengunjung yang baru datang. Berbeda dengan Zalea yang tengah sibuk dengan pekerjaannya, Edgar justru menelungkupkan wajahnya diatas meja.

"Ibu, aku merindukanmu." lirih Edgar.

Edgar tiba-tiba saja mengingat sosok ibunya, dia ingin sekali seperti orang lain jika sedang menghadapi sebuah masalah ataupun butuh tempat cerita bisa mencurahkannya kepada seorang ibu. Sedangkan ibu Edgar sudah tiada, dia hanya bisa sedikit bercerita kepada Leo selaku orang terdekatnya, tetapi dia butuh kehangatan dan dekapan hangat dari ibunya. Edgar sebenarnya tidak yakin dengan keputusan yang telah diambilnya, tetapi hati kecilnya menyetujui jikalau ia menikahi Zalea.

"Ibu, apa kau melihatku disana? Ibu, apakah aku telah benar mengambil keputusan? Apakah aku terlihat ceroboh bu? Kenapa masalahku tak kunjung selesai, aku kira setelah aku menyingkirkan tua bangka dan juga nenek sihir itu hidupku akan bahagia, ternyata aku salah. Setelah semuanya masalah itu selesai, nyatanya masalah baru pun berdatangan." ucap Edgar seakan tengah mengobrol dengan ibunya.

Edgar tidak langsung meninggalkan pergi dari restoran, dia butuh menenangkan dirinya sejenak.

Di perusahaan Giomani group.

Leo melihat jam yang melingkar di tangannya, dia baru sadar kalau Edgar belum kembali setelah setelah pergi bebrerapa jam alu.

"Waduhh, si bos udah 3 jam belum balik." ucap Leo.

Leo mencoba menghubungi Edgar, tetapi Edgar sama sekali tidak menjawab satupun panggilannya.

"Jangan bilang kalo si bos lagi mabuk." tebak Leo.

Leo segera memasukkan hp nya, dia berjalan tergesa turun ke lantai dasar. Di sepanjang perjalanan Leo terus berusaha menghubungi Edgar, namun hasilnya tetap sama Edgar tidak menjawab panggilannya.

"Ck, awas loe kalau mabok, gak segan-segan gua bakalan nabok pala loe." kesal Leo.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Pergi ke mommy Indah aja Edgar.....disana kamu mendapatkan segala yang kamu impikan dari seorang ibu...

2024-11-25

2

Edah J

Edah J

Entah kenapa aku merasa jauh lebih bahagia bila melihat anaku tersenyum dengan kebahagiaannya itu😘

2024-12-13

0

Febby Fadila

Febby Fadila

jangan galak2 babang kasihan masnya

2024-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 pemeriksaan
2 Ketimpuk
3 Mengelabui Edgar
4 Bertemu kembali
5 Pura-pura Jadi Pacar
6 Kedatangan Adel
7 Keanehan Edgar.
8 Tawaran Balapan
9 Menang balapan
10 Membantu Zalea
11 Membawa Zalea
12 Zalea sadar
13 Cerita Zalea
14 Kekesalan Adel
15 Mengantar pulang
16 Berita Edgar
17 Kemarahan Edgar dan Leo
18 mencari pelaku
19 Kepolosan Edgar
20 Menemui Zalea
21 Menjemput Edgar.
22 Geril berulah kembali
23 Calon suami.
24 Berkunjung ke Villa
25 Kebelet
26 Mengganti celana
27 Rebutan Singkong
28 Naraya pingsan
29 Kondisi Naraya
30 Meminta restu
31 Keraguan Albert
32 Rumah baru
33 Wanita berpedang
34 Kegugupan Edgar
35 Akad nikah
36 Salting
37 Berjoget bersama
38 Konferensi pers
39 Ulah mommy Vs madam
40 Kekesalan Rasya
41 Alasan Adel
42 Membuntuti Rena
43 Kayu berurat
44 Perjaka tua
45 Pulang ke rumah
46 Kejujuran Edgar
47 keributan di dapur
48 Kemoterapi
49 Kenyataan pahit
50 Zalea dan Nathan sadar
51 pemakaman
52 Pindah
53 Makan lagi
54 Di buat meleleh
55 Emak-emak
56 Kepergok
57 Bertemu Alina.
58 Kecelakaan
59 Terompet
60 Membawa Zalea pulang
61 Rasya jatuh cinta
62 Cindy melahirkan
63 Kondisi Zalea
64 Koma
65 Menyerang
66 Permohonan Jessica
67 Keselek
68 Anak hebat
69 Jelek
70 Membanngunkan Zalea dan Edgar
71 Mood Leo
72 Leo dan Luna.
73 Butuh Tenaga
74 Berbelanja
75 Tepos
76 Zalea marah
77 Panas
78 Keren
79 Suami orang
80 Pergi honeymoon
81 Burayot
82 Makan siang
83 Cari sugar daddy
84 Edgar marah
85 Mendekati Halimah
86 Pengumuman
87 Beradu mulut
88 Cinta Leo
89 Menjemput Pasutri
90 Mual
91 Keluh kesah Leo
92 Ayam warna-warni
93 Mencari Ayam
94 Meminta restu
95 Kebenaran
96 Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97 Ending Iren
98 Kekhawatiran Halimah
99 Berkelahi
100 Mengubah penampilan
101 Meminta restu
102 Lamaran
103 Pernikahan
104 Pernikahan Luna dan Leo
105 Kebahagiaan Luna dan Leo
106 Adel Melahirkan
107 Zalea melahirkan
108 Satu lagi?
109 Membawa pulang Triplet
110 Membujuk Nathan dan Zalea
111 Menemui Geril
112 Pertemuan dan perpisahan
113 Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114 Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115 Novel Baru
116 Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys
Episodes

Updated 116 Episodes

1
pemeriksaan
2
Ketimpuk
3
Mengelabui Edgar
4
Bertemu kembali
5
Pura-pura Jadi Pacar
6
Kedatangan Adel
7
Keanehan Edgar.
8
Tawaran Balapan
9
Menang balapan
10
Membantu Zalea
11
Membawa Zalea
12
Zalea sadar
13
Cerita Zalea
14
Kekesalan Adel
15
Mengantar pulang
16
Berita Edgar
17
Kemarahan Edgar dan Leo
18
mencari pelaku
19
Kepolosan Edgar
20
Menemui Zalea
21
Menjemput Edgar.
22
Geril berulah kembali
23
Calon suami.
24
Berkunjung ke Villa
25
Kebelet
26
Mengganti celana
27
Rebutan Singkong
28
Naraya pingsan
29
Kondisi Naraya
30
Meminta restu
31
Keraguan Albert
32
Rumah baru
33
Wanita berpedang
34
Kegugupan Edgar
35
Akad nikah
36
Salting
37
Berjoget bersama
38
Konferensi pers
39
Ulah mommy Vs madam
40
Kekesalan Rasya
41
Alasan Adel
42
Membuntuti Rena
43
Kayu berurat
44
Perjaka tua
45
Pulang ke rumah
46
Kejujuran Edgar
47
keributan di dapur
48
Kemoterapi
49
Kenyataan pahit
50
Zalea dan Nathan sadar
51
pemakaman
52
Pindah
53
Makan lagi
54
Di buat meleleh
55
Emak-emak
56
Kepergok
57
Bertemu Alina.
58
Kecelakaan
59
Terompet
60
Membawa Zalea pulang
61
Rasya jatuh cinta
62
Cindy melahirkan
63
Kondisi Zalea
64
Koma
65
Menyerang
66
Permohonan Jessica
67
Keselek
68
Anak hebat
69
Jelek
70
Membanngunkan Zalea dan Edgar
71
Mood Leo
72
Leo dan Luna.
73
Butuh Tenaga
74
Berbelanja
75
Tepos
76
Zalea marah
77
Panas
78
Keren
79
Suami orang
80
Pergi honeymoon
81
Burayot
82
Makan siang
83
Cari sugar daddy
84
Edgar marah
85
Mendekati Halimah
86
Pengumuman
87
Beradu mulut
88
Cinta Leo
89
Menjemput Pasutri
90
Mual
91
Keluh kesah Leo
92
Ayam warna-warni
93
Mencari Ayam
94
Meminta restu
95
Kebenaran
96
Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97
Ending Iren
98
Kekhawatiran Halimah
99
Berkelahi
100
Mengubah penampilan
101
Meminta restu
102
Lamaran
103
Pernikahan
104
Pernikahan Luna dan Leo
105
Kebahagiaan Luna dan Leo
106
Adel Melahirkan
107
Zalea melahirkan
108
Satu lagi?
109
Membawa pulang Triplet
110
Membujuk Nathan dan Zalea
111
Menemui Geril
112
Pertemuan dan perpisahan
113
Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114
Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115
Novel Baru
116
Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!