Zalea sadar

Adel yang diminta datang ke apartemen milik Edgar pun bergegas mengajak suaminya Albert ikut serta bersamanya, sebelum pergi Adel menitipkan si kembar pada Indah selaku neneknya.

"Mom, Adel titip si kembar ya." ucap Adel.

"Emangnya kamu mau kemana?" tanya Indah.

"Adel sama mas Al mau ke apartemen Edgar, katanya ada perlu sebentar." jawab Adel.

"Tapi Edgar gak kenapa-napa kan?" tanya Indah lagi.

"Enggak kok mom," jawab Adel.

"Yasudah, hati-hati di jalannya. Gausah khawatir ya, si kembar aman sama mommy." ucap Indah.

"Oke mom, makasih ya mom." ucap Adel.

Adel pun menyalimi tangan Indah, dia mengeluarkan ponselnya mengirim pesan singkat pada Leo. Albert turun dari kamarnya membawa jaket serta kunci mobilnya, Albert juga berpamitan kepada ibunya serta menyalimi tangannya.

"Dinda, ayo berangkat." ajak Albert.

"Ayo kakanda, jaket aku mana?" tanya Adel.

"Ini," ucap Albert menyodorkan jaket pada Adel.

Adel mengambil jaket dari tangan suaminya, dia langsung memakianya begitupun Albert. Setelah semuanya siap keduanya pun berjalan keluar, Albert mengambil mobilnya terlebih dahulu sedangkan Adel menunggu di depan pintu utama.

"Ayo naik dinda." titah Albert.

Adel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, ia membuka pintu mobil kemudian duduk disamping suaminya. Dirasa semuanya sudah aman Albert melajukan mobilnya meninggalkan mansion, di sepanjang jalan Adel tengah memikirkan sesuatu membuat suaminya penasaran.

"Kamu mikirin apa dinda?" tanya Albert.

"Mikirin cicilan." jawab Adel asal.

"Hah? Kamu punya hutang? Sama siapa?" cecar Albert terkejut.

"Ck, ya enggaklah. Masa suami orang terkaya nomor satu bininya punya hutang? Yang bener aja." ucap Adel berdecak kesal.

"Ya habisnya kamu jawabnya punya hutang." ucap Albert.

"Astagfirullah, kamu kenal aku udah berapa lama sih? Kamu kan tahu kalau aku lagi mikir jangan di ganggu dulu, kalau konsentrasinya keganggu otomatis apa yang aku pikirin langsung buyar." kesal Adel.

"Ya maaf, kamu kenapa sih akhir-akhir ini jadi gampang sensi? Apa kamu lagi hamil lagi ya?" tebak Albert.

"Enggaklah, orang aku mens nya aja masih lancar." sanggah Adel.

Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi oleh Adel dan Albert sudah sampai di apartemen Edgar, mereka langsung naik kelantai atas, sebelum masuk Leo tengah menunggu kedatangan Adel di depan pintu.

"Lele." panggil Adel.

"Ya Allah madam, nama udah bagus-bagus tapi dipanggilnya lele sih?" protes Leo.

"Serah gue dong, sekarang dimana Edgar sama perempuan yang lu maksud?" tanya Adel.

"Ada di kamar." jawab Leo.

"Yaudah bukain dong, gue gak tau kata sandinya." titah Adel.

Leo pun memasukkan kode kata sandi, setelah terbuka Adel mengajak suaminya untuk masuk kedalam.

Ceklek.

"Edgar." panggil Adel.

"Di kamar madam." sahut Edgar.

Adel dan Albert berjalan menuju kamar Edgar diikuti oleh Leo, saat pinti kamar terbuka Adel melihat seorang gadis tengah berbaring tak sadarkan diri diatas kasur.

"Madam, gue minta tolong ya buat urusin nih bocah." ucap Edgar.

"Yaudah, kalian semua keluar dulu gue mau ganti bajunya." ucap Adel menyuruh para pria keluar dari dalam kamar.

Edgar dan yang lainnya lun menuruti ucapan Adel, setelah semuanya keluar Adel mengeluarkan pakaian dari dalam paper bagnya. Dengan hati-hati Adel membuka seluruh pakaian Zalea, dia juga melihat ada luka memar di bagian dadanya serta sudut bibirnya.

"Kayaknya nih anak udah gelut deh." tebak Adel.

Adel memakaikan baju miliknya pada Zalea, tak lupa ia juga mencari kotak obat untuk mengobati luka Zalea. Saat semuanya sudah selesai Adel keluar dari kamar Edgar, dia menghampiri para pria yang tengah duduk di ruang tengah.

"Edgar, apa gadis itu yang di ceritain sama Rasya?" tanya Adel.

"Maksudnya?" tanya Edgar.

"Ck, udah jangan sembunyikan apapun lagi dari gue. Rasya udah cerita semuanya mulai dari penyakit impoten lu sama gadis yang nyuruh jadi pacar pura-pura lu, cuman kita gak kasih tahu mommy takutnya dia khawatir soalnya akhir-akhir ini mommy gampang stress." jelas Adel.

"Kenapa kamu sembunyikan semuanya dari kita? Kalau mommy sampai tahu tamat riwayatmu Ed, mommy udah anggap kalian berdua anaknya jadi apapun yang terjadi kalian harus kasih tahu kita." ucap Albert.

Edgar menundukkan kepalanya, dia juga merasa bersalah sekaligus malu jika harus membahas penyakitnya pada yang lain.

"Sorry." ucap Edgar.

"Disini ada beras?" tanya Adel.

"Ada, cuman dikit lagi soalnya belum belanja." jawab Leo.

"Aku mau bikin bubur dulu ya, kasihan dia pasti lapar begitu bangun nanti, bibirnya sedikit robek jadi harus dikasih makan makanan yang lembut biar gampang ngunyahnya." ucap Adel.

"Iya sayang." ucap Albert.

Adel bediri diikuti oleh Leo, dia masuk ke dapur mengambil beras yang di berikan oleh Leo. Adel dengan cekatan membersihkan beras, setelahnya ia memasak beras tersebut untuk di jadikan bubur. Edgar masuk ke dalam kamarnya memeriksa keadaan Zalea, dilihatnya Zalea sudah membuka matanya berusaha mendudukkan tubuhnya.

"Kau sudah bangun? Jangan banyak bergerak dulu." cegah Edgar.

Edgar berjalan kearah ranjang, dia membantu Zalea untuk duduk bersandar di kepala ranjang.

"Eummh, aku dimana?" tanya Zalea.

"Kau sedang di rumas sakit jiwa." celetuk Edgar.

"Yang bener jawabnya dong, kenapa aku ada disini?" kesal Zalea seraya memegang kepalanya yang terasa pusing.

"Kamu gak amnesia kan cil? Tadikan kamu dikeroyok, lah terus pingsan yaudah ta bawa kesini aja." ucap Edgar.

Zalea mencoba mengingat kejadian tadi saat ia bertemu dengan ayahnya sepulang belanja, dia langsung melihat jam yang ada diatas nakas, mata Zalea langsung membulat sempurna ternyata ia sudah lama tak sadarkan diri.

"Kok gak bangunin sih om? Ya ampun gimana ini? Ibu pasti khawatir." cemas Zalea.

"Orang lu nya pingsan cil, tenang aja nanti gue anterin pulang." ucap Edgar.

Zalea pun menganggukkan kepalanya, dia baru sadar kalau bajunya sudah diganti. Zalea refleks meraba tubuhnya, dia menatap tajam kearah Edgar yang tengah menatapnya bingung.

"Apa?" tanya Edgar.

"Om jujur! Om apain Lea? Kenapa bajunya diganti?! Om gak blaem-blaem Lea kan?" amuk Zalea.

Pletak.

Edgar menjitak kening Lea dengan keras, dia tak habis pikir dengan Zalea yang menuduhnya sembarangan. Zalea mengusap-usap keningnya yang memerah akibat ulah Edgar, dia melihat tatapan Edgar yang melotot kearahnya.

Terpopuler

Comments

Sukma Kirana

Sukma Kirana

ada kisah sebelumnya ggk sih?
trus judulnya apa ?

2025-03-16

0

Jaspit Elmiyanti

Jaspit Elmiyanti

kurang ajar Edgar, masak orang baru sadar nanya gue di mana?, jawabanya di rumah sakit jiwa.. 🤣🤣

2024-11-09

2

Ima Kristina

Ima Kristina

Lea mending kabarin ibu biar gak kepikiran

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 pemeriksaan
2 Ketimpuk
3 Mengelabui Edgar
4 Bertemu kembali
5 Pura-pura Jadi Pacar
6 Kedatangan Adel
7 Keanehan Edgar.
8 Tawaran Balapan
9 Menang balapan
10 Membantu Zalea
11 Membawa Zalea
12 Zalea sadar
13 Cerita Zalea
14 Kekesalan Adel
15 Mengantar pulang
16 Berita Edgar
17 Kemarahan Edgar dan Leo
18 mencari pelaku
19 Kepolosan Edgar
20 Menemui Zalea
21 Menjemput Edgar.
22 Geril berulah kembali
23 Calon suami.
24 Berkunjung ke Villa
25 Kebelet
26 Mengganti celana
27 Rebutan Singkong
28 Naraya pingsan
29 Kondisi Naraya
30 Meminta restu
31 Keraguan Albert
32 Rumah baru
33 Wanita berpedang
34 Kegugupan Edgar
35 Akad nikah
36 Salting
37 Berjoget bersama
38 Konferensi pers
39 Ulah mommy Vs madam
40 Kekesalan Rasya
41 Alasan Adel
42 Membuntuti Rena
43 Kayu berurat
44 Perjaka tua
45 Pulang ke rumah
46 Kejujuran Edgar
47 keributan di dapur
48 Kemoterapi
49 Kenyataan pahit
50 Zalea dan Nathan sadar
51 pemakaman
52 Pindah
53 Makan lagi
54 Di buat meleleh
55 Emak-emak
56 Kepergok
57 Bertemu Alina.
58 Kecelakaan
59 Terompet
60 Membawa Zalea pulang
61 Rasya jatuh cinta
62 Cindy melahirkan
63 Kondisi Zalea
64 Koma
65 Menyerang
66 Permohonan Jessica
67 Keselek
68 Anak hebat
69 Jelek
70 Membanngunkan Zalea dan Edgar
71 Mood Leo
72 Leo dan Luna.
73 Butuh Tenaga
74 Berbelanja
75 Tepos
76 Zalea marah
77 Panas
78 Keren
79 Suami orang
80 Pergi honeymoon
81 Burayot
82 Makan siang
83 Cari sugar daddy
84 Edgar marah
85 Mendekati Halimah
86 Pengumuman
87 Beradu mulut
88 Cinta Leo
89 Menjemput Pasutri
90 Mual
91 Keluh kesah Leo
92 Ayam warna-warni
93 Mencari Ayam
94 Meminta restu
95 Kebenaran
96 Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97 Ending Iren
98 Kekhawatiran Halimah
99 Berkelahi
100 Mengubah penampilan
101 Meminta restu
102 Lamaran
103 Pernikahan
104 Pernikahan Luna dan Leo
105 Kebahagiaan Luna dan Leo
106 Adel Melahirkan
107 Zalea melahirkan
108 Satu lagi?
109 Membawa pulang Triplet
110 Membujuk Nathan dan Zalea
111 Menemui Geril
112 Pertemuan dan perpisahan
113 Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114 Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115 Novel Baru
116 Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys
Episodes

Updated 116 Episodes

1
pemeriksaan
2
Ketimpuk
3
Mengelabui Edgar
4
Bertemu kembali
5
Pura-pura Jadi Pacar
6
Kedatangan Adel
7
Keanehan Edgar.
8
Tawaran Balapan
9
Menang balapan
10
Membantu Zalea
11
Membawa Zalea
12
Zalea sadar
13
Cerita Zalea
14
Kekesalan Adel
15
Mengantar pulang
16
Berita Edgar
17
Kemarahan Edgar dan Leo
18
mencari pelaku
19
Kepolosan Edgar
20
Menemui Zalea
21
Menjemput Edgar.
22
Geril berulah kembali
23
Calon suami.
24
Berkunjung ke Villa
25
Kebelet
26
Mengganti celana
27
Rebutan Singkong
28
Naraya pingsan
29
Kondisi Naraya
30
Meminta restu
31
Keraguan Albert
32
Rumah baru
33
Wanita berpedang
34
Kegugupan Edgar
35
Akad nikah
36
Salting
37
Berjoget bersama
38
Konferensi pers
39
Ulah mommy Vs madam
40
Kekesalan Rasya
41
Alasan Adel
42
Membuntuti Rena
43
Kayu berurat
44
Perjaka tua
45
Pulang ke rumah
46
Kejujuran Edgar
47
keributan di dapur
48
Kemoterapi
49
Kenyataan pahit
50
Zalea dan Nathan sadar
51
pemakaman
52
Pindah
53
Makan lagi
54
Di buat meleleh
55
Emak-emak
56
Kepergok
57
Bertemu Alina.
58
Kecelakaan
59
Terompet
60
Membawa Zalea pulang
61
Rasya jatuh cinta
62
Cindy melahirkan
63
Kondisi Zalea
64
Koma
65
Menyerang
66
Permohonan Jessica
67
Keselek
68
Anak hebat
69
Jelek
70
Membanngunkan Zalea dan Edgar
71
Mood Leo
72
Leo dan Luna.
73
Butuh Tenaga
74
Berbelanja
75
Tepos
76
Zalea marah
77
Panas
78
Keren
79
Suami orang
80
Pergi honeymoon
81
Burayot
82
Makan siang
83
Cari sugar daddy
84
Edgar marah
85
Mendekati Halimah
86
Pengumuman
87
Beradu mulut
88
Cinta Leo
89
Menjemput Pasutri
90
Mual
91
Keluh kesah Leo
92
Ayam warna-warni
93
Mencari Ayam
94
Meminta restu
95
Kebenaran
96
Sekuel "Pengasuh Tangguh Violetta"
97
Ending Iren
98
Kekhawatiran Halimah
99
Berkelahi
100
Mengubah penampilan
101
Meminta restu
102
Lamaran
103
Pernikahan
104
Pernikahan Luna dan Leo
105
Kebahagiaan Luna dan Leo
106
Adel Melahirkan
107
Zalea melahirkan
108
Satu lagi?
109
Membawa pulang Triplet
110
Membujuk Nathan dan Zalea
111
Menemui Geril
112
Pertemuan dan perpisahan
113
Nove Baru "Luka dan Pembalasan"
114
Novel baru lagi Nih, judulnya "Mengandung Benih si Culun"
115
Novel Baru
116
Spill Novel baru lagi guys " Kasih sayang Cahaya"jangan lupa di baca ya guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!