Ketika kegelapan malam semakin dalam, pertanyaan dan kekhawatiran terus menghantui Arief dan Amjad. Mereka merenungkan kata-kata yang baru saja mereka bagikan, menyadari bahwa dunia yang mereka hadapi tidaklah hitam-putih. Ada banyak aspek dan lapisan yang belum mereka pahami.
Arief menghela nafas, rasa bersalah membuatnya menkhawatirkan Arnold.
“Semoga aja, dia akan baik-baik saja.” Kata Arief.
Amjad mengangguk sambil menggengam tangannya. Walaupun terlihat tegar, dirinyalah yang paling ketakutan pada saat ini.
“Saya tahu bahwa keputusan ini sulit bagi kita semua. Tapi kita harus tetap kuat.”
Sementara mereka berdua berbicara, suasana tegang masih melingkupi mereka. Mereka tahu bahwa tantangan yang ada di luar masih mengancam, dan mereka harus bersiap untuk menghadapinya. Kehilangan Arnold mungkin telah menimbulkan perasaan kehilangan, tapi mereka juga menyadari bahwa kelompok ini harus tetap maju.
Arief mengangguk dan melihat Amjad, membuatnya mengambil keputusan.
“Ayo, Susul dia.”
Amjad yang mendengar kata-kata Arief, menyetujuinya dengan tekad.
“Ok”
Pada akhirnya, meskipun banyak pertanyaan masih belum terjawab, Arief dan Amjad menyadari bahwa mereka memiliki satu sama lain. Kekuatan mereka terletak pada persatuan dan kebersamaan, dan dalam kegelapan yang mengancam, mereka harus tetap teguh dalam tekad mereka untuk bertahan hidup dan mencari jawaban atas misteri yang terjadi di sekitar mereka.
Dalam malam yang penuh ketidakpastian, Arief dan Amjad menganggukan kepala untuk menyusul Arnold serta merangkul perasaan dan harapan yang masih menyala di tengah kegelapan. Tantangan belum berakhir, dan mereka harus bersiap untuk menghadapi segala sesuatu yang akan datang.
Namun, hal ini langsung beralih ke Arnold yang saat ini masih bingung antara pemikiran dan keadaannya.
Arnold merasa terjebak, tanpa cara untuk melewati kelompok mayat hidup yang menghalangi jalannya menuju bus kampus. Kekhawatirannya semakin memuncak saat situasi semakin genting, dan dia merasa hampir kehilangan harapan.
Tiba-tiba, sebuah siluet muncul dari kegelapan. Seseorang melemparkan daging mentah segar ke arah mayat hidup yang menghalangi bus. Segera, perhatian mayat-mayat bergeser dari bus, dan mereka mendekati sumber makanan baru yang lebih menarik bagi mereka.
Arnold melihat dengan takjub saat itu melihat mayat-mayat itu menjauh dari bus, memberinya kesempatan untuk masuk ke dalam kendaraan. Dia dengan cepat berlari dan masuk ke bus, tetapi segera merasa putus asa ketika melihat beberapa zombie yang masih berdiri di dalam bus, mengabaikan daging mentah yang dilemparkan.
Akhirnya, mau tidak mau harus melawan mayat-mayat ini. Arnold dengan bermodalkan tangan kosong melakukan gerakan tinju. Gerakan-gerakan yang dilakukan seperti petinju professional, meninju tepat di kepala mereka sampai hancur. Namun, karna lawannya mayat hidup, mereka berdesakan tanpa memerdulikan tubuh mereka sendiri dan membuat Arnold tidak bisa melakukan strategi satu vs satu.
Arnold berusaha menahan mayat hidup dan menghancurkan setiap kepala mayat hidup itu masuk ke jangkauan serangannya, namun ada hal yang membuatnya tercengang. Mayat hidup ini benar-benar berbeda dengan zombie yang ada di flim. Mayat hidup yang dihancurkan kepalanya bangkit lagi seperti kecoa, walau sudah tidak memakan lagi, tapi mereka masih dapat mencari mangsanya hanya berdasarkan getaran.
Belum lagi mayat hidup yang didalam bus dibereskan, mereka yang diluar bus melihat Arnold dan berusaha masuk kedalam bus, dan anehnya, mereka masih tetaplah berakal. Mereka membuka pintu bus dan memasuki bus, membuat Arnold tidak memiliki jalan keluar.
“sorry, stella”
Arnold yang sudah tidak tau cara apalagi untuk menghadapi mayat-mayat ini hanya dapat menyerang mereka dengan sekuat tenaga, namun telah kehilangan semangat untuk bertahan hidup. Rasa bersalah, kekecewaan, sedih, marah, kesal, dan perasaan negatif menumpuk kedalam dirinya.
Dalam pertarungan singkat ini, apa yang kalian tunggu? Apa kalian menunggu Arnold diselamatkan Arief dan Amjad? Atau oleh bayangan tadi? Kalau gitu dengarkanlah lagi. Siapa tau doa kalian menjadi nyata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments