Saat ini, Arief, Amjad, dan Arnold berusaha bertahan dari serangan dadakan dari para mayat hidup, Arief menyadari mereka harus bekerja sama untuk menangani semua pertarungan yang ada, namun semua sedang dalam kejatuhan mental yang signifikan.
“Kita harus bekerja sama, kita bisa lalui ini!”
Arief berbicara dengan lantang, menyadari hanya dia yang berfikir jernih saat ini, walaupun tidak mempunyai kemampuan beladiri maupun fisik yang mumpuni.
Pertempuran berlangsung dengan intensitas yang luar biasa. Ketiganya berjuang bersama, menggunakan keterampilan dan kekuatan masing-masing untuk melawan ancaman mayat-mayat yang mengancam mereka.
Arnold memukul dengan jenis beladiri Tinju, membuat mayat-mayat itu langsung terkapar dilantai kantin, darah berceceran dimana-mana membuat bau amis yang tak terelakkan. Arnold tak hanya sekedar memukul, tetapi memberikan serangan destruktif yang cukup mengerikan sehingga kepala mayat yang dipukulnya hancur, tulang yang mencuat keluar dari dagingnya, dan hal yang membuat siapapun jijik melihatnya.
Amjad, walau sifat penakut ditunjukan diawal, keterampilan penggunaan senjata dan staminanya tidak kalah dari Arnold. mengunakan tongkat sapu cukup buatnya untuk mematahkan leher mayat-mayat dan ada kalahnya Amjad memutar kepala mayat-mayat itu seratus delapan puluh derajat.
Tetapi situasi semakin kacau, mayat-mayat itu tidak ada habisnya dan mereka menyadari bahwa mereka harus mencari jalan keluar dari kantin yang penuh dengan bahaya ini. Arnold yang dari tadi menjadi perisai Arief dan Amjad sudah terlihat kelelahan, dan Amjad sudah mulai kewalahan.
Tanpa menyerah, Arief, Amjad, dan Arnold bekerja sama untuk mencari peluang untuk melarikan diri. Dalam serangan-serangan yang terkoordinasi, mereka berhasil mengalahkan beberapa mayat-mayat dan pada saat itu, serangan Amjad membuat mayat terjatuh layaknya domino dan menciptakan celah untuk keluar.
Arief yang bisa melihat celah tersebut, menendang mayat-mayat yang disekitarnya menjauhi dirinya dan langsung mengambil peluang yang ada dan memerintahkan teman-temannya.
“Keluar dari sini, cepat!” Perintah Arief
Arnold dan Amjad mendengar perintah Arief dan menurutinya. Mereka berlari keluar dari kantin yang mencekam, berusaha melarikan diri dari ancaman mayat-mayat yang mengerikan. Tetapi pertempuran belum berakhir, Karna mayat-mayat mengejar mereka seperti anjing rabies yang kelaparan. Amjad yang paling belakang lantas menutup jalan mayat-mayat dengan sarana kantin yang tersedia, seperti meja dan kursi, dan tentu saja habisnya tidak memuaskan karna mayat-mayat lebih dari puluhan.
Tantangan bertahan hidup dari kejaran mayat-mayat dimulai, dan yang lebih besar masih menunggu mereka, dan kerjasama mereka bertiga akan menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Arief lantas yang menjadi pemimpin dadakan ini harus memikirkan bagaimana mereka bisa keluar dari sini. Langkahnya akan menentukan nasib ke dua temannya, Arief berlari dan berlari, diikuti Arnold dan Amjad, berlari tanpa tujuan.
Dengan jalinan hubungan yang terjalin antara Arief, Amjad, dan Arnold, cerita ini berubah dari kisah kehidupan sehari-hari menjadi perjuangan epik melawan kengerian dan kehancuran. Dalam dunia yang tak lagi aman, mereka harus menghadapi mayat-mayat dan misteri di balik meteor jatuh, sambil menjaga kepercayaan tetap menyala di tengah kegelapan.
Lalu, jelas bagi kalian ini fiksi? atau kalian sudah menyangkalnya dari awal kalian mendengar cerita ini? Kalau gitu lebih baik berhenti saja mendengar ini, karena kalian akan menganggapnya nyata sebentar lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments