Beberapa hari setelah pengumuman. Arief yang masih bingung akan waktu luangnya keluar untuk mencari kesenangan kecil. Ibukota Negara Jepang, Tokyo memiliki banyak sekali hiburan yang luar biasa, dan keramaiannya pun bukan main-main. Arief berkeliling dan tentu saja, dia gak tau mau ngapain. Penat akan hal yang dilakuinnya hari ini, Arief duduk ditaman sambil melihat smartphone ditangannya.
Arief berfikir, sungguh hal yang luar biasa bisa berkuliah di sini, tinggal di negara maju, dan mendapat beberapa kenalan yang bisa satu Bahasa dengannya. Namun, hal ini membuatnya sedikit curiga. Bagaimana mungkin ada yang langsung menyapanya begitu? Tapi Arief pun hanya menepis pemikiran ini dengan prasangka positif.
Tak lama, Arief melihat seseorang didepannya, duduk dengan santai sambil mengelus rambut panjangnya. Wajah manis yang membuat siapapun terpesona, namun memiliki mata setajam silet membuat siapapun takut untuk mendekatinya. Arief yang terdiam langsung memalingkan wajahnya ketika orang itu melihatnya.
“Duh, habis aku.”
Orang yang melihat Arief langsung menghampiri Arief. Berjalan selangkah demi selangkah yang membuat Arief takut. Arief hanya berpura-pura melihat smartphonenya yang tanppa disadari smartphone yang dipegangnya terbalik. Dan tanpa sadar, orang itu sudah didepan Arief.
Arief memerhatikan orang tersebut dari balik smartphonenya. Gadis ini mungkin wanita dewasa, terkesan aura yang muncul disekitarnya rasa permusuhan tidak langsung. Arief hanya bisa menyembunyikan wajahnya.
“Arief $^@$?”
Arief terkejut seketika, gadis ini memangil namanya dengan lengkap seolah orang yang dia tunggu adalah Arief.
“Cukup sudah ngumpetin wajah itu. Lagipula kalau ingin pura-pura liat dulu hpmu kebalik apa gak.”
Arief melihat ke smartphonenya yang kebalik dan langsung merah padam. Namun hal yang dia dengar tadi itu Bahasa Indonesia kan? Siapa gadis ini?
“Haa…, sudahlah. Aku Akane Sakurajima, bisa dibilang aku sudah tau profilmu.”
Arief hanya bisa terdiam, pikirannya kesal, kenapa perempuan ini judes amat? Tapi kenapa pula Akane bisa tau Arief? Kecurigaan Arief semakin terjadi.
“Sini”
Akane mengambi smartphone Arief, lalu mengembalikannya. Arief hanya bingung apa yang terjadi, namun Akane sambil tersenyum dan berkata.
“Simpan Nomorku, tu berguna nanti.”
Akane meninggalkan Arief begitu saja, Arief kali ini serasa karakter figuran yang tak bisa berkata-kata. Akane merupakan wanita yang misterius, kesannya yang dimiliki membuat Arief hanya dapat membuat Arief diam. Nomor yang diberikan oleh Akane adalah nomor pribadinya, lantas kenapa?
Arief yang hanya mendengar budaya Jepang dari mulut ke mulut langsung membuat dia merah padam, alasannya karna wanita Jepang memiliki keberanian menembak duluan. Apa Akane mengira Arief adalah laki-laki pemalu makanya diberikan no pribadinya? Arief lantas berdiri dan berjalan meninggalkan taman begitu saja, selangkah demi selangkah yang begitu berat mengisi harinya yang begitu memalukan yang berisi kesalahpahaman.
Tanpa sadar, Akane sebenarnya belum meninggalkan taman memerhatikan Arief. Menelpon seseorang, berkata sesuatu yang membuat orang yang mendengarnya pasti merinding. Akane lalu menutup telponnya setelah Arief meninggalkan taman, juga meninggalkan taman dan menuju ke siluet seseorang. sebenarnya apa yang terjadi? Siapa Akane itu? Apa maksud dari perbuatannya?
Lantas, apa kalian juga menebak-nebak siapa Akane, bukan? Atau mungkin kalian juga pernah merasa seperti yang dirasakan Arief, begitukan? Jadi, apa kalian penasaran? Kalau gitu lanjutkan, siapa tau ini jadi cinta segitiga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Rian Kurniawan
aku mmpir dan jngn lupa mmpir juga yq
2023-09-27
1