Sudut pandang kembali ke Arief, Amjad, dan Arnold yang berada di dalam ruang bawah tanah yang aman. Suasana tegang masih terasa di udara, tetapi mereka menyadari bahwa mereka harus mengatasi perbedaan pendapat mereka untuk tetap bertahan hidup.
Arief memulai pembicaraan dengan suara tenang, memulai tanda untuk berdiskusi.
“Apa rencana kita?”
Arnold yang biasanya diam dan mendengarkan 2 temannya bicara, sekarang membalas kata-kata berkata tegas.
“Aku ingin kembali ke rumahku. terdapat punya persediaan di sana dan aku tahu cara bertahan.”
Amjad mengangguk namun tidak ingin mengalah, seolah-olah ada hal ingin dia lakukan walau saat ini rasa ketakutannya masih melandanya.
“Saya juga punya tanggung jawab. Saya perlu pergi ke tempat kerja sambilan saya untuk melihat situasinya.” Kata Amjad berusaha tetap sopan.
Arief yang mendengar mereka berdua, membuatnya ingin menyampaikan sesuatu yang dialaminya sangat penting.
“Aku perlu mencari ayahku”
Arnold dan Amjad langsung menghentikan perdebatan mereka, menoleh ke arah Arief yang langsung memotong perdebatan mereka. Perbedaan pandangan membuat atmosfer semakin tegang. Masing-masing dari mereka memiliki tujuan dan kekhawatiran yang berbeda-beda. Namun, mereka juga menyadari bahwa mereka harus bekerja sama untuk mengatasi situasi yang semakin rumit.
Arief memandang Amjad dan Arnold, berusaha menjelaskan.
“Kita tidak bisa hanya berjalan keluar dari sini tanpa perencanaan yang matang. Zombie ini berbeda dari yang kita tau di film, mereka bukan sekadar makhluk tanpa otak.”
Arnold mengangguk setuju, menyebut dengan nama zombie terkesan mengambarkan mayat hidup yang berkeliaran disini, namun dia juga tidak bisa menyebut mayat hidup ini zombie karna jelas ini bukan sebuah flim dan tingkah mayat hidup ini tidak mirip seperti yang ada di flim.
Lantas, Arnold mulai kembali memberi masukan, sembari menunjuk beberapa hal kosong yang ada di pintu.
“Tepat, kita harus tahu lebih banyak tentang mahluk ini”
Amjad menghela nafas, lalu mengumpulkan keberanian.
“Saya ingin tahu bagaimana situasi di luar. Kita harus memiliki informasi yang lebih akurat.”
Arief dengan tekadnya menyampaikan pendapatnya.
“Saya percaya ayah saya tahu sesuatu. Dia mungkin bisa memberi kita petunjuk yang berharga”
Percakapan mereka mengungkapkan keprihatinan dan ketakutan masing-masing. Meskipun perbedaan pendapat terjadi, mereka juga tahu bahwa keselamatan mereka bergantung pada kerjasama dan strategi yang baik.
Arnold hanya bisa diam untuk sesaat, berdiri berjalan kesana kemari menandakan kekhawatiran, sedangkan amjad mengumpulkan keberanian, dengan berbekal tongkat ditangannya untuk melihat keadaan sekitar yang ada di luar, apakah masih ada mayat hidup atau tidak. Keputusan mereka dibuat dengan niat yang tulus untuk bertahan hidup dan mencari solusi terbaik. Dalam kegelapan ruang bawah tanah, mereka menemukan semacam persetujuan dan kompromi.
Mereka tahu bahwa tantangan dan bahaya di luar masih mengancam, tetapi mereka juga menyadari bahwa mereka harus berani menghadapinya. Dalam keadaan yang mengerikan ini, mereka harus bersama-sama mencari jawaban, melawan rasa takut, dan menjaga harapan agar tetap menyala di tengah kegelapan yang melanda.
Lalu, apakah diskusi mereka bagi kalian berakhir begitu aja? Atau apa akan menjadi suatu perpecahan di antara mereka? Oh, kalian berarti mendengar ini sebagai fiksi semata. Kalau tidak, dengarlah lagi. Mungkin saat ini kalian akan panas ketika mendengar ini dan berubah seperti mereka yang ada di dalam cerita ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments