Kedatangan Kaito membuat Keadaan semakin rumit. orang yang terkesan seperti dosen killer membuat Arief waspada. Namun, Mei kembali menanyakan maksud dari perkataan Kaito sebelumnya.
“Kaito... Ada apa?” Tanya Mei.
“Aku ingin berbicara sendiri denganmu.”
Mei terlihat ragu, tetapi Kaito tampaknya sangat tegas dengan keinginannya. Arief merasa bahwa ada sesuatu yang berada di balik pertemuan ini, dan rasa ingin tahunya semakin kuat.
“Siapa dia, Mei?” Tanya Arief
Mei yang merasa suasana makin tak bisa dijelaskan berusaha menjelaskan.
“Dia adalah seseorang yang aku kenal dari masa lalu.”
Tatapan Arief tertuju pada Kaito yang tetap diam. Ada rahasia di antara mereka, dan Arief merasa bahwa ini adalah saat yang penting untuk mengungkapkannya.
Kaito yang mendengar kata-kata Mei lantas langsung memimpin pembicaraan.
“Apakah kamu telah memberi tahu Arief tentang semuanya?”
“Belum... Aku masih ingin menjelaskan semuanya dengan benar.”
Arief seketika merasa semakin penasaran dan frustasi. Kaito barusan menyebut nama Arief padahal Arief belum memperkenalkan dirinya. Dia ingin tahu apa yang mereka sembunyikan dan bagaimana itu berkaitan dengan dirinya.
“Mei, beri tahuku. Apa yang sedang terjadi?” Kata Arief dengan tegas
Mei dan Kaito saling pandang, dan terdengar suara berat dari Kaito saat dia menghela nafas.
“Mei adalah seorang pengajar di sini, Arief. Itu rahasianya” Kata Kaito dengan ketusnya.
Arief merasa kesal seperti dunianya runtuh. Dia merasa seperti sebuah kebenaran kecil baru saja diungkapkan untuk menutupi rahasia lebih besar di hadapannya. Dia melihat Mei dengan mata penuh marah.
“Pengajar? Hanya itu? Itu sudah terlihat saat dia menga...”
“Maaf, Arief. Aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu.”
Arief merasa bingung dan marah. Dia merasa seperti kata-kata yang baru saja dia dengar adalah pukulan telak dalam hidupnya. Rasa kepercayaan dirinya goyah dan rasa ingin tahu yang kuat menguasai pikirannya.
“Jadi, semua ini... rahasia di baliknya adalah bahwa kamu adalah seorang dosen?”
“Arief, aku harap kamu bisa mengerti. Ayahmu dan aku memiliki alasan kami sendiri...”
Sebelum Mei bisa melanjutkan penjelasannya, tatapan mereka teralih oleh suara yang mendekat. Ternyata itu adalah Akane, perempuan yang berjumpa dengan Arief waktu setelah beberapa hari pertama kali Arief dan Mei berjumpa sebelumnya.
“Mei, maaf mengganggu. Ada sesuatu yang perlu aku katakan kepada Mei.”
Kaito, Mei, Arief, dan Akane saling pandang dengan perasaan tegang di udara. Rahasia-rahasia yang tersembunyi mulai terungkap, dan mereka harus menghadapi konsekuensi dari masa lalu yang rumit.
Situasi semakin tegang saat Akane mendekat, dan emosi mereka tercampur aduk. Arief merasa seperti berada di tengah-tengah pusaran rahasia dan ketidakpastian yang semakin rumit dan Arief sudah tidak sanggup pergi meninggalkan mereka tanpa berkata-kata.
Mei yang melihat Arief pergi meninggalkan mereka berusaha mengejar tapi di tahan oleh Akane, sedangkan Kaito hanya bergumamkan sesuatu seolah sedang berfikir. Lantas Mei pun yang berniat mengejar Arief mengurung niatnya untuk mengejar dan seketika, wajah lemah lembut yang biasa ditunjukan Mei tiba-tiba menjadi wajah yang serius, bertanya ke Akane apa yang terjadi sehingga harus didiskusikan sekarang.
Namun, cerita berakhir sampai disini. Lantas, apa kalian semakin penasaran? Apakah Arief hanya akan menjadi bulan-bulanan rahasia yang menumpuk? Dan kenapa wajah Mei menunjukan wajah seiusnya? Kalau begitu, dengarlah, siapa tau kalian mendapatkan jawabannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments