bab 20 Berantem yuk!

Setibanya di tempat yang mereka tujuan, Rallyn langsung mengajak Alika berkeliling taman itu!

Ya, hari ini mereka memilih mendatangi sebuah taman bunga yang di dalamnya banyak jenis tanaman bunga yang bisa mereka lihat dan mereka nikmati keindahannya.

"Alika, kamu pernah ke sini?" tanya Rallyn pada Alika.

"Tidak. Papa selalu mengajakku bermain di Mall," sahut Alika.

"Kalau gitu mulai sekarang kamu harus berkenalan dengan alam bebas," ucap Rallyn.

"Di alam bebas banyak hewan buas," ucap Jo.

"Kamu tuh jadi ayah kok sukanya nakutin anak," ucap Rallyn.

"Menang benar bahkan di taman ini saja bisa ada ulat yang bulunya bisa menimbulkan rasa gatal," ucap Jo.

"Mama, lihat di sebelah sana." Alika menunjukkan jarinya ke arah sebuah bunga.

"Kamu suka bunga itu?" tanya Rallyn.

"Bunganya cantik," ucap Alika.

"Cantik seperti kamu," ucap Jo.

"Ternyata di sini ramai juga ya orang berkunjung," ucap Jo.

"Mereka juga datang untuk melihat bunga dan menghirup udara segar," ucap Rallyn.

"Lebih tepatnya mereka datang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya," udah Jo.

"Siapa bilang? Masuk sini emang gratis tapi lihatlah, pedagang-pedagang itu." Rallyn menunjuk ke sebuah arah dimana ada beberapa pedagang yang mangkal di pinggir taman dengan menggunakan gerobak.

Di pinggir taman itu memang terdapat beberapa macam jajanan yang bisa mereka beli saat sedang berkunjung ke tempat itu. Meski mereka berjualan di pinggir jalan tapi rasanya tetap enak dan juga mereka sangat menjaga kebersihan makanan yang mereka jual itu.

"Ada yang jualan ternyata tapi apa makanan di sana sehat?" ucap Jo.

"Kalau makanannya gak sehat mungkin orang-orang itu tidak akan berkerumun di sana dan capek ngantri untuk membeli makanan itu," ucap Rallyn.

"Mereka kan gak langsung sakit perut, mereka baru akan sakit setelah pulang dari sini atau keesokan harinya," ucap Jo.

"Susah ya emang ngomong sama orang kaya. Udahlah terserah kamu aja, ayo, Sayang kita main di sebelah sana," ucap Rallyn sembari menggandeng tantan Alika dan membawanya ke arah yang luas dimana ada beberapa orang sedang bermain bola!

"Alika kan anak aku, kenapa Rallyn pergi membawa anak itu?" gumam Jo sembari menatap kepergian Alika dan Rallyn.

"Hey! Rallyn, Alika! Tunggu," ucap Jo sembari berjalan cepat untuk menyusul Rallyn dan Alika!

"Ma, kita mau main apa? Kita gak bawa apa-apa dari rumah," ucap Alika pada Rallyn.

"Apa ya? Padahal kalau bawa bola kita bisa main di sini," ucap Rallyn.

"Lihat, Ma ada bunga mawar!" Alika berlari menghampiri bunga mawar itu.

"Hati-hati, Alika!" seru Rallyn.

"Kamu ini, main ninggalin-ninggalin aja. Alika tuh anak aku. Kamu mau menculiknya?" ucap Jo saat berhasil mengejar Rallyn.

"Eh, siapa yang mau menculik anak itu? Lagipula aku gak mau menambah beban hidup dengan menculik anak kecil," ucap Rallyn.

"Beban?" Jo menghentikan langkahnya tapi matanya terus menatap Rallyn.

"Kamu pikir? Aku nikah sama kamu aja beban bagiku gimana kalau aku menculik Alika? Siapa nanti yang mau merawat dan membiayai kebutuhan anak kecil itu?" ucap Rallyn.

"Jadi kamu menganggap pernikahan kita ini sebagai beban?"

"Ya iyalah, nyadar dong emang dari awal ada cinta diantara kita ... nggak kan?" ucap Rallyn.

"Aku tahu itu tapi cobalah untuk tidak menjadikan pernikahan kita sebagai beban, pasti kita bahagia," ucap Jo.

"Aku sedang berusaha." Rallyn segera melanjutkan langkahnya menyusul Alika yang sudah mendekat pada pohon bunga mawar itu!

"Sedang berusaha?" gumam Jo sembari berjalan menyusul Rallyn!

"Berusaha nya lebih keras lagi biar cinta cepat tumbuh di dalam hati kamu. Aku sudah menyukai kamu," ucap Jo lagi.

"Alika, hati-hati. Pohon bunga mawar banyak durinya lho," ucap Rallyn pada Alika.

"Iya, Ma. Ma! Aku boleh menetik bunganya gak? Satu aja," ucap Alika.

"Jangan, Sayang," ucap Jo.

"Jangan merusak tanaman di sini, Nak nanti kita beli di toko bunga kalau memang kamu mau bunga mawar," ucap Rallyn.

Saat ini Rallyn dan Jo duduk bersebelahan di sebuah kursi taman yang ada di dekat pohon bunga mawar itu sambil terus memperhatikan Alika.

"Aduh! Tanganku sakit," ucap Alika yang langsung menangis karena jari telunjuknya berdarah terkena duri tangkai bunga mawar itu.

"Alika," ucap Jo sembari berlari menghampiri Alika.

Bersamaan dengan Jo berlari, Rallyn juga berlari karena khawatir pada Alika.

"Papa susah bilang jangan sentuh pohon bunga ini," ucap Jo yang saat itu sudah jongkok di depan Alika.

Rallyn langsung meraih tangan Alika lalu mengemut jari telunjuk Alika yang berdarah dan setelah itu ia segera memeluk gadis kecil itu.

"Udah-udah, gak apa-apa. Jangan nangis lagi ya, Sayang," ucap Rallyn sembari terus memeluk Alika.

"Gimana sih jadi ayah? Anak terluka bukannya diobati malah diomelin," ucap Rallyn pada Jo.

"Aku bukan mengomel, aku hanya mengingatkan," ucap Jo.

"Tapi cara kamu berbicara itu salah," ucap Rallyn.

"Gak ada yang salah. Aku bicara benar," ucap Jo.

"Dari tadi kita gak pernah sepaham. Berantem aja yuk!" sergah Rallyn.

"Jangan berantem, nanti Alika mau sama siapa?" ucap Alika dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

"Ayo kita pergi. Kita cari makan dulu," ucap Jo.

"Alika, ayo kita pergi. Papa kamu kayaknya udah lapar tuh karena dari tadi berdebat terus sama mama," ucap Rallyn pada Alika.

Mereka pun langsung pergi dari sana dan menuju rumah makan yang terdapat tidak jauh dari taman itu!

Setibanya di rumah makan itu, mereka langsung memesan makanan untuk mereka makan.

"Ayo makan," ucap Jo.

"Aku gak mau makan," ucap Alika.

"Alika Sayang, makan yuk! Nanti kalau gak makan kamu bisa sakit," ucap Jo.

Jo meraih sendok makan Alika lalu menyendok nasi dan menyodorkannya pada mulut Alika.

"Gak mau," ucap Alika sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Alika! Makan!" Jo sedikit menyentak Alika karena gadis kecil itu selalu menolak makan.

Alika memang anak yang susah makan, butuh kesabaran ekstra untuk membujuk Alika makan.

"Jadi ayah udah lima tahun tapi caramu merayu anak seperti menjadi ayah selama satu minggu," ucap Rallyn.

Rallyn berjalan mendekati Alika lalu mengusap punggungnya!

"Alika, kamu sayang sama mama?" tanya Rallyn pada Alika.

Alika mengangguk pelan untuk mengiyakan pertanyaan Rallyn.

"Alika sayang gak sama Papa dan juga Eyang?" tanya Rallyn lagi.

"Alika sayang Papa dan juga Eyang," sahut Alika.

"Kalau sayang berarti Alika harus makan, Alika bisa sakit kalau gak makan dan kalau Alika sakit Mama sama Papa sama Eyang juga pasti sedih. Memangnya Alika mau melihat Mama bersedih?" ucap Rallyn kepada Alika.

"Usianya baru dua puluh tahun tapi sudah mempunyai jiwa keibuan. Rallyn, jangan harap aku akan melepaskan kamu begitu saja," batin Jo yang sedari tadi hanya diam mendengarkan perkataan Rallyn pada Alika.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Wiwin Zahira

Wiwin Zahira

Selamat berjuang bang Jo...berjuang untuk hati Rallyn

2023-09-07

2

Uneh Wee

Uneh Wee

karna rallyn perempuan bng. makanya sikap nya ke ibuan kalau ke bpkan kan lucu

2023-08-24

2

lihat semua
Episodes
1 Ban 1 Tragedi tak terlupakan
2 bab 2 melepas pakaiannya
3 bab 3 terkejut
4 bab 4 diculik
5 bab 5 karena aku adalah suamimu
6 bab 6 curhat
7 bab 7 akan dikenalkan dengan bos utama
8 bab 8 kehebohan di kantor
9 bab 9 ibu bos
10 bab 10 Ciuman pertama
11 bab 11 Diam-diam memperhatikan
12 bab 12 perhatian
13 bab 13 curi-curi pandang
14 bab 14 cemburu
15 bab 15 Penasaran
16 bab 16 satu ranjang berdua
17 bab 17 aman
18 bab 18 uang bulanan
19 bab 19 membuat Alika bahagia
20 bab 20 Berantem yuk!
21 bab 21 kamu mau apa?
22 bab 22 Gimana mau bikin cucu?
23 bab 23 Ketakutan setengah mati
24 bab 24 Bersembunyi dibalik selimut
25 bab 25 Tadi gak sakit
26 bab 26 kekhawatiran orang tua Rallyn
27 bab 27 Dijebak oleh nenek
28 bab 28 Tidak Tahan
29 bab 29 Kehebohan di pagi hari
30 bab 30 Malu
31 Bab 31 Bernegosiasi
32 bab 32 kisah masa lalu Jo
33 bab 33 candaan Arka
34 bab 34 tidak perduli
35 Bab 35 Mati lampu
36 bab 36 main serangan-serangan
37 bab 37 rencana jahat mantan istri Jo
38 bab 38 cemburu
39 Pengumuman
40 bab 39 kejahilan Jo
41 Bab 40 Kemesraan saat pulang kerja
42 Bab 41 canda malam
43 bab 42 bercocok tanam
44 bab 43 masih malu
45 bab 44 Aksi Kalila
46 bab 45 perdebatan kecil antara Arka dan Jo
47 Bab 46 kejutan manis
48 bab 47 keluarga Alika
49 bab 48 Memergoki Jo dan Kalila
50 bab 49 Bertahan
51 bab 50 kekhawatiran Jo
52 bab 51 kejujuran Jo
53 bab 52 panik
54 bab 53 makian Bu Ningrum
55 bab 54 Diam tanpa kata
56 bab 55 Pemaksaan
57 bab 56 tak sejahat itu
58 bab 57 siap bertarung
59 bab 58
60 bab 59 pertemuan Rallyn dan Kalila
61 bab 60 kecemburuan Jo
62 bab 61
63 bab 62
64 bab 63 keributan
65 bab 64
66 bab 65 Sandiwara
67 bab 66 bahagia berdua
68 bab 67
69 bab 68
70 bab 69 Tuduhan tidak benar
71 bab 70 pertemuan mengejutkan Bu Reni dan Kalila
72 bab 71 kekesalan Kalila
73 bab 72
74 bab 73 Saat orang tua Rallyn tahu
75 bab 74 pembicaraan keluarga
76 bab 75
77 bab 76 dijadikan pemimpin perusahaan
78 bab 77
79 bab 78
80 bab 79
81 bab 80
82 bab 81
83 pengumuman
84 bab 82
85 bab 83
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Ban 1 Tragedi tak terlupakan
2
bab 2 melepas pakaiannya
3
bab 3 terkejut
4
bab 4 diculik
5
bab 5 karena aku adalah suamimu
6
bab 6 curhat
7
bab 7 akan dikenalkan dengan bos utama
8
bab 8 kehebohan di kantor
9
bab 9 ibu bos
10
bab 10 Ciuman pertama
11
bab 11 Diam-diam memperhatikan
12
bab 12 perhatian
13
bab 13 curi-curi pandang
14
bab 14 cemburu
15
bab 15 Penasaran
16
bab 16 satu ranjang berdua
17
bab 17 aman
18
bab 18 uang bulanan
19
bab 19 membuat Alika bahagia
20
bab 20 Berantem yuk!
21
bab 21 kamu mau apa?
22
bab 22 Gimana mau bikin cucu?
23
bab 23 Ketakutan setengah mati
24
bab 24 Bersembunyi dibalik selimut
25
bab 25 Tadi gak sakit
26
bab 26 kekhawatiran orang tua Rallyn
27
bab 27 Dijebak oleh nenek
28
bab 28 Tidak Tahan
29
bab 29 Kehebohan di pagi hari
30
bab 30 Malu
31
Bab 31 Bernegosiasi
32
bab 32 kisah masa lalu Jo
33
bab 33 candaan Arka
34
bab 34 tidak perduli
35
Bab 35 Mati lampu
36
bab 36 main serangan-serangan
37
bab 37 rencana jahat mantan istri Jo
38
bab 38 cemburu
39
Pengumuman
40
bab 39 kejahilan Jo
41
Bab 40 Kemesraan saat pulang kerja
42
Bab 41 canda malam
43
bab 42 bercocok tanam
44
bab 43 masih malu
45
bab 44 Aksi Kalila
46
bab 45 perdebatan kecil antara Arka dan Jo
47
Bab 46 kejutan manis
48
bab 47 keluarga Alika
49
bab 48 Memergoki Jo dan Kalila
50
bab 49 Bertahan
51
bab 50 kekhawatiran Jo
52
bab 51 kejujuran Jo
53
bab 52 panik
54
bab 53 makian Bu Ningrum
55
bab 54 Diam tanpa kata
56
bab 55 Pemaksaan
57
bab 56 tak sejahat itu
58
bab 57 siap bertarung
59
bab 58
60
bab 59 pertemuan Rallyn dan Kalila
61
bab 60 kecemburuan Jo
62
bab 61
63
bab 62
64
bab 63 keributan
65
bab 64
66
bab 65 Sandiwara
67
bab 66 bahagia berdua
68
bab 67
69
bab 68
70
bab 69 Tuduhan tidak benar
71
bab 70 pertemuan mengejutkan Bu Reni dan Kalila
72
bab 71 kekesalan Kalila
73
bab 72
74
bab 73 Saat orang tua Rallyn tahu
75
bab 74 pembicaraan keluarga
76
bab 75
77
bab 76 dijadikan pemimpin perusahaan
78
bab 77
79
bab 78
80
bab 79
81
bab 80
82
bab 81
83
pengumuman
84
bab 82
85
bab 83

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!