Chapter 13

" Dia seperti kamu ko "

" Maksud lo siapa ? " Willy mencoba memastikan siapa yang shacsya maksud.

" Ko jangan terlalu keras dengan diri sendiri, semua itu sudah berlalu lama apapun yang terjadi di masa lalu itu tidak akan pernah bisa diubah "

Willy hanya berdecak mendengar ucapan shacsya barusan, sedangkan perempuan itu mengamati perubahan raut muka Willy.

" Ajak ke Bali ko kalau memang dia ingin kesini, toh ada papanya jugakan "

" Ah males gua berurusan dengan orang itu "

" Koko, dia adalah abang kamu sampai kapanpun itu. Entah apapun yang pernah terjadi diantara kalian dulu "

" Ahhh lo kenapa jadi bawel sekali ? "

" Ya sudah deh ko, gua mau tidur lagi capekk "

Ketika shacsya akan menekan tombol warna merah di ponselnya tiba-tiba, smartphone milik shacsya itu di ambil begitu saja oleh Alin.

Shacsya yang sudah males mendengarkan obrolan itu bergegas kembali masuk ke dalam slimut dan kembali memejamkan mata, namun bukan mata kembali terpejam namun banyangan akan wajah Aiza begitu terlihat.

Shacsya meraih jacket lalu berjalan keluar kamar, rencana ingin mencari kamar milik Khev untuk mendiskusikan kondisi anaknya.

" Shacsya mau kemana ? " Tegur seorang pria yang tidak asing suaranya oleh shacsya.

" Eh Mas Lion, mau nyari Tuan Khev "

" Memang kenapa ? "

" Nona Aiza nangis terus tadi kata koko willy minta terbang ke Bali untuk ketemu sama saya "

" Anak saya nggak boleh kesini "

Suara bariton itu membuat shacsya dan Lion langsung kompak menoleh kearah sumber suara.

" Saya cuma mau nyampein kalau Nona dari tadi pagi nagis terus nyariin saya, namun saya masih harus tetap disini sampai akhir pekan. Sudah banyak hal yang terjadwal "

" Ya sudah biarkan dia tetap disana, kondisi mama butuh dia disana "

" Oh ya sudah tuan, anda adalah orangtuanya jadi faham betul harus bersikap bagaimana "

" Iya terimakasih "

" Oke, Mas Lion saya permisi "

" Oh iyaa mbak, selamat istirahat "

Shacsya meninggalkan dua pria yang masih berdiri di lorong kamar, sambil entah membahas apa.

" Kasian Nona Ai tuan "

" Saya tahu Lion, tapi lo taukan. Audi butuh anaknya disana "

" Lo mau sampai kapan akan menutup semua ini, mau sampai kapan kesalah fahaman diantara kalian ? "

" Sudahlah, malas gua bahas soal ini "

" Gua sebagai sahabat lo, khawatir kalau suatu saaat dia tahu kebenaran itu malah akan semakin membenci lo "

" Nggak masalah juga buat gua "

Khev Bawika memilih untuk kembali kedalam kamarnya, karena sejujurnya tadi dia ingin mencari udara segar di tepi pantai.

Setelah bertemu shacsya di depan kamarnya membuat dia mengurungkan niatnya dan memilih kembali ke kamar.

Merebahkan tubuhnya diatas kasur yang nyaman ternyata tidak membuat mata Khev dapat terpejam, sedangkan shacsya memilih duduk di balkon sembari menatap langit yang masih penuh dengan bintang.

......................

Saat shacsya membuka matanya dan bergegas mandi, karena dia ingin jalan-jalan menikmati liburan selama di Bali.

Alin yang sudah siap menunggu shacsya merias diri sambil makan beberapa cemilan untuk menganjal perutnya.

" Lin, sudah selesai sarapannya ? "

" Makan buah dulu, atau sereal deh beb "

" Udah minum susu kog, jalan yok "

" Suasana hati kamu sepertinya tidak baik-baik saja "

" Sore ini kita pindah ke Villa gua ya "

" Shiapp "

Mereka meninggalkan kamarnya menuju lift, dan ternyata sudah ada dua pria yang berdiri di depan lift.

Shacsya hafal betul siapa pria-pria itu yang sedang berdiri di depan lift, rasanya ingin berbalik arah saja namun sudah terlanjut dekat jadi apa boleh buat.

Ting

Pintu lift terbuka dan dua pria itu membiarkan Shacsya dan Alin masuk terlebih dahulu, dua perempuan itu memilih berada di belakang dua pria ini.

" Beib, anak yang semalem sama koko willy cantik ya. Tapi kasian matanya sampai bengkak gitu, orangtuanya dimana si ? " Alin membisikan pertanyaan itu namun masih terdengar oleh Khev dan Lion.

" Oh iya kamu semalem kemana ? Main keluar aja ? Gadis itu nyariin kamu lagi, katanya mau tidur kalau sambil ngeliat lo "

Shacsya hanya memberikan kode dengan menempelkan jari telunjuk di bibirnya, karena sahabatnya ini tidak tahu menahu siapa Willy itu dan anak kecil yang bersama Willy itu anak siapa.

...****************...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 chapter 3
4 Chapter 4
5 chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102 Jakarta
103 Chapter 103 Cafe
104 Chapter 104 Masih Di Cafe
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
chapter 3
4
Chapter 4
5
chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102 Jakarta
103
Chapter 103 Cafe
104
Chapter 104 Masih Di Cafe

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!