Informasi Baru

Qiu Long tampak diam sebentar, ia sedang memikirkan sesuatu. Di sebelahnya tampak Yun Mei tengah serius memperhatikan ucapan dari pimpinan Gerbang Naga Kota Shandian.

"Jika saja situasinya bisa diundur satu hari kemudian, maka rekan-rekannya sudah selesai menjalani kultivasi tertutup dan siap diterjunkan ke medan pertempuran" gumam Qiu Long dalam hati.

"Sampai kapan pasukan Gerbang Naga Kota Cai Hong dapat bertahan" tanya Qiu Long yang mulai mendapatkan jalan keluar.

"Untuk meminimalisir korban jiwa di pihak kita, maka dua atau tiga hari ini mereka masih bisa menahan serangan Klan Yinzhen agar tidak merambah ke arah kota. Pasukan gabungan Gerbang Naga dari Kota besar lainnya juga sepertinya mulai berdatangan" ucap Wei Long dengan nada pasrah.

"Saat ini rekan-rekan dari kelompok ku sedang meningkatkan kekuatan, kemungkinan besok malam mereka baru bisa keluar dari pelatihan tertutupnya" ucap Qiu Long dengan ekspresi cemas.

"Tidak masalah, jika sampai besok malam maka mereka masih bisa bertahan di perbatasan" ucap Wei Long dengan serius.

"Baiklah jika begitu, besok malam kami akan segera berangkat. Untuk mempersingkat waktu, aku akan menggunakan teleportasi ruang ke Kota Cai Hong. Hal yang perlu kau lakukan adalah memberikan gambaran wilayah mana saja yang sudah dikuasai oleh Klan Yinzhen, sisanya biar Yun Mei yang mengaturnya untukku" ungkap Qiu Long dengan ekspresi lebih tenang.

"Tidak masalah, besok siang semua data akan disampaikan kepada Nona Yun Mei" pungkas Wei Long sambil bersiap pergi.

"Sampaikan ke kakakku, Menara Tujuh Kebajikan akan berkembang dan tetap mendukung Gerbang Naga sampai kapanpun" ucap Qiu Long menyadari kekhawatiran Wei Long.

Wei Long hanya mengangguk ringan lalu pergi meninggalkan rumah makan Fandian diikuti oleh beberapa orang anak buahnya yang sedari tadi menunggu.

"Tampaknya masalah Klan Yinzhen masih menjadi momok bagi kalian" ucap Fandian sambil menatap ke arah Qiu Long.

"Aku juga baru mengetahui beberapa informasi saat aku kembali. Ngomong-ngomong apakah kau mengetahui tentang Kristal Cinnabar?" tanya Qiu Long dengan ekspresi penasaran.

"Hmm.. Apakah kau sudah berhasil menyerap benda itu"? Fan Dian balik bertanya.

Qiu Long hanya mengangguk pelan menyikapi pertanyaan Fan Dian.

"Sebenarnya benda tersebut sangat berguna bagi kalian yang sudah berada di ranah Pendekar Dewa. Karena benda tersebut juga terjadi penculikan beberapa kepala keluarga besar, hal tersebut terjadi bagi mereka yang tidak mau bekerja sama" ucap Fan Dian memberikan penjelasan.

"Kenapa hal seperti ini disembunyikan, bahkan aku sendiri mengetahuinya tidak melalui Gerbang Naga" keluh Qiu Long.

"Saat itu kekuatanmu belum cukup, Kristal Cinnabar adalah barang langka dan sangat rahasia. Tidak heran jika informasi tentang benda tersebut masih tabu di Alam Surgawi, hanya orang-orang tertentu yang memburunya demi kekuatan pribadi mereka. Pada dasarnya Kristal Cinnabar merupakan kunci untuk masuk ke alam keabadian. Bukankah kamu sendiri dapat merasakan efeknya langsung?" ujar Fan Dian.

"Aku baru saja menyerap tiga buah Kristal Cinnabar kemarin. Kekuatanku memang melonjak pesat" jawab Qiu Long dengan ringan.

"Apa? Kau menyerap benda tersebut sekaligus tiga?" tanya Fan Dian dengan ekspresi tidak percaya.

"Iya, apakah ada yang salah?" tanya Qiu Long merasa heran.

"Pasti ada yang salah dengan tubuhmu" ucap Fan Dian sambil memeriksa tubuh Qiu Long.

Beberapa kali Fan Dian membolak balikkan telapak tangan Qiu Long untuk mencari keanehan yang ia maksud.

"Asal kau tahu, Kristal Cinnabar mengandung darah naga yang sangat kuat, bahkan seorang seperti Yin Long saja membutuhkan waktu satu tahun untuk menyerap benda tersebut. Bahkan ia sempat terluka dalam ketika memaksakan diri, ia ingin melindungi mu dengan kekuatannya" ujar Fan Dian dengan ekspresi serius.

Qiu Long tampak seperti orang bodoh saat mendengar cerita dari Fan Dian. Ia baru memahami jika Alam Surgawi tidak sesederhana yang ia pikirkan sebelumnya.

"Kau tahu begitu banyak, kenapa baru sekarang menceritakannya padaku" ucap Qiu Long dengan tatapan tak berdaya.

"Huh.." Fan Dian menarik napas dengan dalam, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanannya.

"Kamu sekarang sudah berada di tingkat Dewa, tidak baik aku menyembunyikan hal ini terlalu lama darimu" ucap Fan Dian dengan serius.

Mata Qiu Long terbelalak kaget, ia tidak menduga jika sahabatnya itu memiliki benda yang sama yang baru saja mereka bicarakan.

"Terimalah benda ini, aku hanya kamu mau menjaga anak lelakiku. Sudah sejak lama ia ingin bergabung dengan Gerbang Naga, aku sudah lelah untuk melarangnya. Namun kini kamu sudah kembali, maka tidak ada alasan lagi untuk menahan keinginannya" ucap Fan Dian penuh harap.

Qiu Long tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengangguk dan menerima Kristal Cinnabar pemberian dari teman lamanya itu. Setelah beberapa kata berikutnya, Fan Dian izin pamit untuk undur diri.

"Ketua, bagaimana kita bisa menghadapi serangan dari Klan Yinzhen" tanya Yun Mei saat suasana mulai tenang.

"Menghadapi lima orang tingkat dewa bukanlah hal yang sulit bagiku untuk saat ini, hanya saja aku tidak mau gegabah. Orang-orang dari Klan Yinzhen terkenal karena kelicikannya, kita tidak pernah tahu maksud mereka kali ini" ujar Qiu Long.

"Apa yang Ketua sampaikan tidak salah, kita harus lebih matang memikirkan segala sesuatunya sebelum bergerak" ucap Yun Mei menyetujui perkataan Qiu Long.

"Ketua, setelah ini apakah kita akan berkeliling?" tanya Yun Mei.

"Kita akan kembali pulang saja. Aku juga tidak leluasa meninggalkan teman-teman terlalu lama. Tujuan utamaku ke tempat ini memang untuk bertemu dengan teman lamaku." jawab Qiu Long sambil bersiap-siap untuk menuntaskan jamuan.

Keduanya lalu bergegas turun menuju bawah, tepat di depan pintu masuk rumah makan tersebut sudah ada kereta kuda yang siap mengantar mereka hingga ke Menara Tujuh Kebajikan.

Di lantai bawah, pengelola rumah makan dan seorang pelayan tampak pucat saling pandang.

"Tuan, sepertinya pemuda yang baru saja kita singgung tadi bukanlah orang sembarangan. Bahkan pemimpin pasukan Gerbang Naga saja tampak sangat menghormatinya" ucap salah seorang pelayan.

"Kita dalam bahaya, Tuan Fan saja masih duduk bersamanya" ujar pengelola rumah makan tersebut masih dengan ekspresi ketakutan.

Setelah keduanya pergi meninggalkan rumah makan Fandian, pemilik rumah makan segera memanggil kedua bawahannya yang sedang berdiri di salah satu sudut rumah makan tersebut.

"Tahukah kalian, siapa yang sudah kalian singgung tadi?" tanya Fan Dian.

"Tidak Tuan" jawab keduanya bersamaan.

"Dia adalah Dewa Perang Kota Shandian yang sedang ramai dibicarakan" ucap Tuan Fan Dian sambil berlalu pergi meninggalkan anak buahnya.

Setelah mendengar ucapan dari Fan Dian, tubuh keduanya bergetar hebat lalu melorot jatuh ke lantai.

Terpopuler

Comments

Reymundo Hidayat

Reymundo Hidayat

gas

2023-08-11

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sukses

2023-08-10

0

✍️✍️✍️✍️✍️✍️Lanjut

2023-08-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!