Tidak lama setelah Qiu Long pergi, sekelompok orang yang berasal dari lima keluarga besar muncul.
"Bedebah.. Siapa yang berani berbuat seperti ini" ucap Patriark Tie Hong penuh kemarahan.
Kelima keluarga besar yang terdiri dari keluarga Tie, Gang, Xin, Tong, serta Lu dalam waktu singkat segera mendatangi Paviliun pendosa.
"Lapor tuan, menurut informasi yang kami dengar dari saksi mata pelakunya adalah orang-orang berjubah hitam dengan menggunakan topeng dan pedang tunggal" ucap seorang bawahan dari keluarga Tie.
"Apa?" teriak Patriark keluarga Tie dengan keras.
"Kita harus meminta penjelasan" ucap Patriark Tie kepada empat orang Patriark dari keluarga besar lainnya.
"Jika memang orang-orang dari Gerbang Naga yang melakukannya, maka kita harus meminta penjelasan yang masuk akal. Jika tidak kita akan memilih untuk berhadapan dengan mereka" ucap Patriark Lu Bing sambil menahan amarah.
"Sebaiknya sekarang kita menuju ke markas mereka, jangan sampai masalah ini berlarut" sahut Patriark dari keluarga Xin.
"Baiklah kita berangkat sekarang" ujar Patriark Tie sebagai orang yang paling kuat diantara lima pemimpin keluarga besar.
Sementara itu, Qiu Long dan keempat rekannya sudah tiba di Menara Tujuh Kebajikan. Mereka segera meletakkan peralatan tempur masing-masing lalu membersihkan diri dan memeriksa kondisi tubuh mereka.
"Orang-orang Klan Mo Gui sepertinya sedang menyusun kekuatan di Kota Shandian" ucap Xiao Jian dengan serius.
Aku juga berpikiran seperti itu. Kekuatan Pendekar Puncak biasanya cukup sulit ditemui, tetapi mereka yang berada di Paviliun pendosa memiliki kekuatan tidak kurang dari itu. Bahkan jumlah mereka cukup banyak, jika diberikan waktu maka mereka akan bertambah menakutkan." timpal Zi Hao sambil membersihkan pedangnya.
"Aku sedikit heran dengan keputusan Gerbang Naga untuk melakukan negosiasi dengan mereka" jawab Qiu Long dengan ekspresi bingung.
"Lalu apa yang kita lakukan sekarang Ketua?" tanya Xiao Jian menatap serius ke arah Qiu Long.
"Tindakan kita sudah pasti diketahui oleh kakakku, tunggulah hingga besok. Pasti ada reaksi dari orang-orang keluarga besar" jawab Qiu Long dengan santai.
"Sebaiknya mulai besok kalian menetap di sini. Ada tujuh kelompok pemula yang membutuhkan bimbingan dari kita" ucap Qiu Long serius.
"Baiklah, dimanapun kami tinggal asal tetap bersama Ketua maka kami akan senang" ucap Yong Rui dengan tersenyum lebar.
Tidak lama kemudian Yun Mei muncul, ada senyuman bahagia di wajahnya.
"Tuan, orang-orang dari keluarga lima besar sudah baru saja tiba di Markas Gerbang Naga. Sepertinya mereka sangat kesal atas tindakan yang baru saja Tuan lakukan bersama kelompok Tuan" ucap Yun Mei dengan sopan.
"Mereka pasti sudah bisa menebak tentang diriku, aku akan membuat perhitungan kepada para pengkhianat Kota Shandian" ucap Qiu Long dengan serius.
Sementara keempat rekan Qiu Long hanya tersenyum mendengar ucapan Yun Mei. Mereka sudah terbiasa dengan sikap Qiu Long yang tidak pernah membiarkan kejahatan tumbuh. Tidak peduli apapun resikonya, Qiu Long akan berdiri paling depan melawan kekuatan jahat.
Pada saat ini, di Markas Gerbang Naga, Wei Long tengah memimpin pertemuan dengan orang-orang dari lima keluarga besar.
"Kalian tenanglah, berikan kami waktu untuk menyelidikinya" ucap Wei Long dengan panik.
"Bagaimana kami bisa tenang, semua terjadi begitu saja. Orang-orang kami tewas tanpa pemakaman, sedangkan pelakunya adalah dari orang-orang kalian" ucap Tie Hong sambil menggertakkan gigi.
Kehancuran Paviliun pendosa jelas mengurangi kekuatan lima keluarga besar. Kekuatan yang mereka sembunyikan kini sudah dihancurkan dengan mudah.
Terutama Tie Hong yang mengalami kerugian cukup besar, beberapa orang pemuda berbakat keluarga mereka ikut tewas di Paviliun pendosa.
"Kalian harus memberikan penjelasan yang tepat, kami akan menunggu kabar dari kalian hingga besok sore" ucap Tie Hong dengan aura penekanan.
"Aku tidak dapat memastikan, namun ku usahakan besok sore kalian sudah mendapatkan penjelasan" ucap Wei Long dengan hati-hati.
"Bukankah sudah jelas jika pelakunya adalah Qiu Long" ucap Lu Bing dengan nada geram.
Dengan sekejap ruangan rapat penuh dengan aura intimidasi, orang-orang dari Gerbang Naga dan lima keluarga besar saling berkontraksi.
"Sudah.. Malam ini kami sedang mencari petunjuk, untuk sementara tunggulah sampai besok sore" jawab Yin Long yang muncul tiba-tiba di tengah perdebatan.
Melihat kedatangan Yin Long, Patriark Tie Hong dan yang lainnya mulai menahan amarah.
"Sebaiknya kau buktikan ucapanmu, kami lima keluarga besar sudah sepakat dengan Gerbang Naga sebelumnya. Peristiwa malam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kami akan melakukan perlawanan kepada kalian dan akan memihak kepada Klan Mo Gui" ujar Patriark Tie Hong sambil berlalu pergi.
Keempat kepala keluarga lainnya mengikuti kepergian Tie Hong. Ada rasa kekesalan di hati mereka semua saat meninggalkan Gerbang Naga Kota Shandian.
"Apakah sudah ada petunjuk?" tanya Yin Long kepada Wei Long.
"Semuanya memang mengarah kepada Qiu Long dan kawan-kawannya" ucap Wei Long sambil menghela napas.
"Sial.. Sepertinya besok pagi aku harus mengunjungi anak itu" umpat Yin Long sedikit kesal.
Ia dan Wei Long bukannya takut pada gertakan lima keluarga besar, dirinya ingin menerapkan konsep kedamaian dengan menerima keberadaan Paviliun pendosa.
Untuk mencegah peperangan yang terus terjadi dengan orang-orang Klan Mo Gui, maka Gerbang Naga Kota Shandian sedikit lebih lunak. Tidak seperti Qiu Long yang senantiasa bertindak frontal, maka Wei Long dipandang lebih memilih jalur negosiasi dalam menahkodai Organisasi Gerbang Naga Kota Shandian.
Yin Long tidak menampik keberadaan orang-orang Klan Mo Gui yang berada di Paviliun pendosa, selama mereka tidak meninggalkan tempat itu dan membuat keributan maka Gerbang Naga bisa melakukan kerjasama.
Sementara itu, di Paviliun pendosa ada beberapa kelompok yang tengah mencari petunjuk, mereka terdiri dari tujuh orang pada tiap kelompok serta menggunakan atribut pasukan Gerbang Naga. Bagi mereka, ini adalah pertama kalinya memasuki wilayah Paviliun pendosa.
Sebelumnya wilayahnya ini seperti tidak tersentuh oleh Gerbang Naga. Perjanjian yang sudah disepakati membuat tempat ini tertutup untuk umum. Hanya orang-orang yang dari lima keluarga besar yang bisa leluasa keluar masuk.
Setelah hancur dan rata dengan tanah, secara resmi Paviliun pendosa dihapuskan namanya dari Kota Shandian.
"Dewa Perang kita memang luar biasa. Baru saja muncul langsung membuat keributan" ucap salah seorang anggota pasukan Gerbang Naga dengan nada pelan.
"Aku iri dengan Xiao Jian dan lainnya, mereka berada dalam kelompok elit bersama Qiu Long" sahut yang lainnya.
"Bagiku Qiu Long adalah ketua sebenarnya Gerbang Naga Kota Shandian. Seandainya ia tidak menghilang lima tahun yang lalu, maka Kota Shandian akan menjadi markas pusat bagi Pasukan Gerbang Naga di seluruh Alam Surgawi" ujar anggota kelompok lainnya penuh semangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Reymundo Hidayat
jos
2023-08-11
0
fifid dwi ariani
trus bahagia
2023-08-10
0
Keren👍👍👍👍👍
2023-08-08
0