Seketika ruangan menjadi hening, baik Qiu Long ataupun Yin Long mulai menahan dirinya.
"Aku akan menemui orang-orang dari lima keluarga besar siang ini" suara Qiu Long terdengar sedikit mengalah.
"Baguslah jika begitu, namun sebaiknya kau lekas kembali ke markas pusat dan menggantikan diriku" ujar Wei Long sambil tersenyum.
"Kamu sudah tepat menempati posisimu saat ini, aku akan memilih tinggal di sini. Tolong kirimkan beberapa orangmu untuk membantu Yun Mei. Segala urusan antara Menara Tujuh Kebajikan dengan markas pusat akan diurus oleh Yun Mei" ujar Qiu Long dengan santai.
Wei Long hanya bisa mengangguk pelan menyikapi ucapan Qiu Long.
"Tengok-tengoklah markas, aku juga tidak mau kau bertindak secara liar" ucap Yin Long sambil beranjak pergi.
Qiu Long tidak bereaksi apapun dalam menanggapi ucapan kakaknya barusan, ia masih harus menyelesaikan dendam pribadinya kepada Wan Long. Kematian kakak beradik Li Jingguo dan Li Junjie harus ia balaskan apapun konsekuensinya.
Pada siang harinya sesuai rencana, Qiu Long akhirnya menyambangi kediaman Patriark Tie Hong. Sesuai informasi yang ia terima, pimpinan lima keluarga besar menunggu kedatangannya di sana.
"Apakah ini kediaman Patriark Tie Hong?" ucap Qiu Long saat pertama tiba di depan gerbang yang sangat kokoh.
"Benar, kamu siapa?" tanya seorang penjaga dengan tatapan berwajah seram.
"Aku Qiu Long" jawab Qiu Long dengan singkat.
"Mari ikuti aku" ucap penjaga tersebut sambil berjalan.
Mendengar nama Qiu Long, membuat para penjaga sedikit ciut nyalinya. Meskipun Patriark Tie Hong sudah memberitahukan akan kedatangan orang tersebut, namun berhadapan langsung dengan Dewa Perang Kota Shandian adalah hal yang sulit diadaptasi oleh pengawal rendahan seperti mereka.
Tidak lama kemudian, Qiu Long tiba di bangunan utama Keluarga Tie. Sebagai pemimpin dari lima keluarga besar, keluarga Tie memiliki kekayaan yang sangat luar biasa.
Qiu Long berjalan memasuki sebuah aula yang nampak sudah dihadiri oleh lima orang Patriark keluarga besar. Tanpa sungkan Qiu Long segera duduk di kursi yang berada diantara sebuah meja besar yang mengelilingi para pemimpin keluarga.
Di belakangnya Qiu Long melirik anggota keluarga tersebut dengan santai, seolah dirinya tidak mempedulikan keberadaan mereka.
"Aku suka gayamu yang konyol dan arogan" terdengar suara Patriark Tie Hong memulai perbincangan.
"Bukankah kalian sudah menungguku di sini. Aku juga tidak akan membuang waktu kalian. Bagi orang tua seperti kalian, waktu sangat berarti untuk beristirahat dan memulihkan diri" ucap Qiu Long dengan santai.
Mendengar ucapan Qiu Long, para Patriark dari lima keluarga besar meradang.
"Apakah Yin Long tidak menjelaskan tentang kedatanganmu ke mari" ucap Patriark Lu Bing menahan kekesalan.
"Ia hanya datang untuk memberitahu ku agar tidak bertindak secara berlebihan" jawab Qiu Long dengan enteng.
"Sebagai orang dari Gerbang Naga seharusnya kamu tidak mengusik kami. Apakah kamu sudah memikirkan akibat dari perbuatan mu? ucap Patriark Xin dengan emosi.
"Kalian lima keluarga besar telah bekerjasama dengan Klan Mo Gui. Tentu saja aku tidak akan tinggal diam dan membiarkan kalian menyusun kekuatan" ujar Qiu Long tanpa beban.
"Kamu terlalu berani untuk menghancurkan Paviliun pendosa, kamu juga terlalu berani membunuh orang-orang kami. Sekarang kamu datang hanya sendiri, apakah kamu tidak takut mati di tempat ini?" ucap Tetua Lu Bing dengan senyum angkuh.
"Bagi orang yang sudah bekerjasama dengan Klan Mo Gui, hanya kematian yang pantas bagi mereka.
Meskipun aku hanya seorang sendiri datang ke tempat ini, aku takkan gentar menghadapi bajingan tua seperti kalian" jawab Qiu Long dengan tegas.
"Selama kamu meminta maaf di depan gerbang Kota Shandian, lalu membunuh dirimu sendiri, maka aku akan menganggap masalah ini selesai" ucap Tie Hong sambil melipat kedua tangannya.
Mendengar perkataan Patriark Tie Hong, Qiu Long hanya tersenyum getir. Ia melihat kelima orang kepala keluarga besar, Qiu Long mengernyitkan matanya. Mereka memiliki kekuatan yang cukup kuat, wajar saja jika mereka bersikap angkuh. Aura mereka begitu berbahaya dan mengunci ke arah Qiu Long dengan penuh intimidasi.
Qiu Long menghela napasnya lalu ia berkata. "Kamu bermimpi terlalu jauh, hari ini aku takkan tinggal diam membiarkan kalian menindas ku. Kita lihat saja, aku atau kalian yang akan mati di sini" ucap Qiu Long dengan seringai dingin.
"Hahaha.. Aku tidak menyangka jika Dewa Perang Kota Shandian terlihat begitu sombong. Setelah kau membunuh orang-orang kami, sekarang kau ingin mengancam kami.. Dasar bodoh!!" ucap Tie Hong dengan nada merendahkan.
Qiu Long menatap pria paruh baya tersebut dari atas ke bawah, fluktuasi energinya cukup mengejutkan Qiu Long.
Qiu Long duduk dengan tenang, namun tekanan energinya telah mengembun di seisi ruangan. Meja tempat dimana mereka berdiskusi mulai bergetar terus menerus.
"Braaakk"
Tekanan yang mengerikan telah menghancur meja besar tersebut, orang-orang dari keluarga besar tidak menduga kekuatan tenaga dalam Qiu Long mampu mengimbangi kekuatan lima orang sekaligus.
"Kalian terlalu memandang tinggi diri kalian sendiri. Kuharap kalian bisa berpikir ulang, jika kalian ingin berselisih denganku maka aku berani menjamin keluarga lima besar akan menjadi sejarah di Kota Shandian" ujar Qiu Long dengan ratapan dingin ke arah mereka.
"Aku tidak keberatan untuk membunuh kalian berdua terlebih dahulu, setelah itu satu persatu lainnya akan menyusul" lanjut Qiu Long saat tatapan matanya jatuh kepada dua orang Patriark.
Tie Hong dan Lu Bing saling memandang, upaya mereka untuk menghabisi Qiu Long sepertinya tidak berjalan dengan mudah. Jika mereka tidak bisa mengendalikan Qiu Long hari ini, maka ketika Qiu Long bertumbuh dengan kuat ia akan membuat panggung untuk menarik tokoh-tokoh besar Alam Surgawi.
Kepala Tie Hong seperti mau meledak, ekspresinya sulit terlukiskan. Qiu Long adalah Qiu Long, ia bukan orang yang bisa diancam atau diintimidasi dengan mudah. Ia berbeda dengan pimpinan Gerbang Naga saat ini yang bisa diajak bicara dan bernegosiasi.
"Aku pikir kita masih bisa berpikir dengan baik sebelum masalah berkembang menjadi semakin besar" tiba-tiba suara Patriark Gang terdengar.
Tetapi pada saat ini, energi Qi di dalam tubuh Qiu Long sudah melonjak dengan cepat. Pedang di punggungnya sudah berpindah ke tangan kanannya tanpa disadari banyak orang.
Entah bagaimana caranya Qiu Long melakukan hal itu, yang jelas kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Energi besar menyembur keluar dari tubuh Qiu Long, hawa panas dalam sekejap menyelimuti ruangan tersebut.
Orang-orang yang berada di bawah kekuatan tingkat Dewa segera mundur, mereka berlarian dengan diiringi bergetarnya seluruh bangunan utama Keluarga Tie.
"Booomm"
Sebuah ledakan besar terjadi, dalam seketika aula utama di mana mereka sedang berkumpul hancur berkeping-keping. Di sekitarnya mengepul asap dari kobaran api yang sangat besar. Orang-orang yang tidak sempat menyelamatkan diri berubah menjadi tulang belulang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Reymundo Hidayat
manyap habisi pendukung iblis
2023-08-11
0
fifid dwi ariani
trus Sehat
2023-08-10
0
Joooooooosssss
2023-08-08
0