Bertemu Teman Lama

Qiu Long dan Yun Mei menikmati berbagai hidangan dengan santai. Melihat aktivitas keramaian alun-alun Kota Shandian menjelang malam adalah pemandangan yang cukup menyenangkan, berlalunya hari diiringi dengan hiburan sederhana membuat perhatian Qiu Long tidak teralihkan.

Sebagai seorang kultivator kelas atas, ia tidak merasa di atas angin. Baginya bahagia itu sederhana, selama hati merasa nyaman kapanpun dan di manapun tempatnya maka ia akan merasakan kebahagiaan.

Pada saat ini Qiu Long dan Yun Mei tidak mengetahui jika di Menara Tujuh Kebajikan kedatangan Wei Long. Setelah mendengar dari asisten Yun Mei jika Qiu Long sedang menikmati suasana santai di pusat Kota Shandian, Wei Long tanpa menunggu lama segera menyusul ke sana.

Di dalam rumah makan Fandian, penanggung jawab rumah makan mulai memiliki rencana jahil untuk memanfaatkan Qiu Long dan Yun Mei.

"Tuan, tampaknya mereka hanya seorang pelancong yang sedang menghamburkan uang" ucap seorang pelayan yang sedari tadi memperhatikan Qiu Long.

"Sepertinya memang demikian, sebaiknya kita manfaatkan mereka saja. Panggil beberapa orang untuk membuat sedikit kegaduhan" ucap pengelola rumah makan tersebut.

"Baik Tuan" jawab pelayan tersebut sambil bergerak cepat ke arah belakang rumah makan.

Tidak lama pelayan tersebut pergi, tiba-tiba ia kembali dengan tergesa-gesa.

"Ada apa? Kenapa kau berlarian seperti itu?" tanya pengelola rumah makan tersebut.

"Gawat Tuan, baru saja aku melihat orang-orang dari pasukan Gerbang Naga sedang menuju kemari" ucap pelayan tersebut dengan napas tersengal-sengal.

"Apa? Cepat beritahu Tuan Fan tentang hal ini" ujar pengelola rumah makan tersebut dengan cemas.

"Segera Tuan" sahut pelayan tersebut sambil berlari menuju sebuah kamar khusus tempat pemilik rumah makan berada.

Menyadari akan kedatangan tamu besar, pengelola rumah makan segera bergegas ke lantai tiga untuk mengosongkan tempat.

"Maaf Tuan dan Nona, sepertinya kenyamanan kalian terganggu" ucap pengelola rumah makan kepada Qiu Long dan Yun Mei.

Mendengar ucapan dari orang yang baru saja datang, alis mata Qiu Long terangkat.

"Ada apa?" tanya Qiu Long dengan singkat.

"Tempat ini akan dipakai oleh para petinggi Pasukan Gerbang Naga" ucap pengelola rumah makan tersebut dengan tegas.

"Biarkan mereka makan di salah satu tempat ini. Kelihatannya masih banyak meja yang kosong" kata Qiu Long dengan santai.

Sementara Yun Mei masih melanjutkan makannya. Jika berbicara petinggi Pasukan Gerbang Naga maka hanya orang yang berada di depannya yang layak ia hormati.

"Tuan, tolong jangan persulit saya. Saya akan kembalikan uang deposit anda" ucap pengelola rumah makan tersebut dengan cemas.

"Apakah kamu kira aku kekurangan uang? Hari ini aku hanya mau makan dengan tenang" mata Qiu Long sambil mengalihkan perhatiannya ke arah halaman bawah.

Qiu Long dengan jelas dapat merasakan kehadiran Wei Long, namun Qiu Long masih dengan santai menikmati makanannya.

"Boleh aku pesan lagi?" kata Qiu Long sambil melanjutkan makannya.

"Sial.. Apakah anda tidak mengerti situasi? Tuan Wei Long adalah keberadaan yang tidak bisa anda singgung" ucap pengelola rumah makan tersebut mulai jengkel.

Adanya perdebatan di lantai tiga dari rumah makan tersebut, membuat Fan Dian segera menghampiri tempat kegaduhan.

"Ada apa? Kenapa kamu ribut sekali" tegur Fan Dian kepada pengelola rumah makan tersebut.

"Begini Tuan, orang ini tidak mau pindah dari tempat duduknya. Padahal sudah diperingatkan akan ada Tuan Wei Long yang hendak makan di tempat ini" jawab pengelola rumah makan tersebut sambil mengeluh.

"Sudahlah, tidak ada waktu lagi untuk berdebat. Biarkan saja mereka melanjutkan makannya" ucap pemilik rumah makan tersebut dengan tenang.

Prok! Prok! Prok!

Terdengar suara tepuk tangan dari orang yang sedang mereka bicarakan.

"Setelah lama tidak berjumpa denganmu, perilakumu masih tak berubah, luar biasa" puji Qiu Long sambil membalikkan badan.

Melihat wajah yang tidak asing, Fan Dian tampak tidak percaya. Tatapannya kosong dan ada ekspresi sedih tergambar di wajah tua Fan Dian.

"Ka.. Kamu akhirnya kembali" ucap Fan Dian yang segera mendekati Qiu Long dengan tubuh bergetar.

Pengelola rumah makan yang melihat kejadian tersebut menjadi terpana. Ia tidak menduga jika pemilik rumah makan ini bersikap sangat sopan kepada pemuda yang hendak ia usili. Siapapun tahu jika tuan besar Fan Dian hanya mau menerima tamu dari Pemimpin Pasukan Gerbang Naga.

Pada saat yang bersamaan Wei Long sudah berada di lantai tiga, ia datang bersama beberapa orang petinggi Pasukan Gerbang Naga Kota Shandian. Namun detik berikutnya, Wei Long tidak berani bergerak saat melihat Qiu Long. Seolah ada sikap segan yang ia tunjukkan kepada pemuda tersebut.

"Cepat ambilkan arak terbaik dari rumah makan kita, dan keluarkan semua menu istimewa. Semua kau sendiri yang harus menyiapkan" ucap Fan Dian dengan tatapan tajam.

"Baik Tuan" jawab pengelola rumah tersebut ketakutan.

"Kalian duduklah di sini, sepertinya ada hal penting yang ingin kalian sampaikan" ucap Qiu Long kepada Wei Long yang masih berdiri.

Kemudian Wei Long dan Fan Dian duduk bersama Qiu Long untuk mengobrol dan berbincang.

Pengelola rumah makan yang melihat pemandangan di depan matanya, menjadi gemetar ketakutan. Pemuda yang sudah ia singgung ternyata tokoh penting, bahkan pemimpin Gerbang Naga saja masih berbicara sopan kepadanya.

Qiu Long masih berbicara santai dengan Fan Dian, mereka adalah teman lama yang berbeda generasi. Meski demikian Fan Dian sangat menghormati Qiu Long karena telah banyak membantu Fan Dian di masa lalu.

"Aku sudah mendengar kabar tentang kedatangan dirimu beberapa hari yang lalu, bahkan berita tentang lima keluarga besar aku juga sudah mendengarnya. Hanya saja, aku tahu gayamu yang akan menyambangi tempat ini jika sudah waktunya" ujar Fan Dian sambil menuangkan arak ke dalam gelas Qiu Long.

"Aku sedikit merasa bosan, makanya aku ke tempatmu untuk menyegarkan suasana" balas Qiu Long sambil menyesap segelas arak.

"Ada hal yang perlu aku sampaikan padamu" ucap Wei Long di saat mereka sedang berbicara santai.

"Katakanlah" sahut Qiu Long singkat.

"Kota Cai Hong sedang mengalami kekacauan, Klan Yinzhen melakukan serangan yang sangat besar. Kebanyakan pasukan yang dikirim di bawah Tingkat Puncak mengalami luka serius dan meninggal. Sore tadi berita itu tiba di markas, untuk mengirimkan bantuan pada Tingkat Puncak hampir mustahil. Andaikan mereka dikirim juga paling hanya sebagai tim pembantu, untuk menyerang di garis depan akan kesulitan" ungkap Wei Long dengan serius.

"Apakah Klan Yinzhen menurunkan peringkat Dewa?" tanya Qiu Long.

"Menurut laporan ada lima peringkat Dewa yang terdeteksi, mereka tampaknya bertahan di sebuah pedesaan untuk menghimpun kekuatan" ucap Wei Long memberi penjelasan.

Terpopuler

Comments

Reymundo Hidayat

Reymundo Hidayat

serang

2023-08-11

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2023-08-10

0

Mantap

2023-08-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!