"Kami akan tetap mengikuti Ketua sampai kapanpun" ujar Yong Rui dan yang lainnya dengan semangat.
Qiu Long mengangguk lalu mengangkat bibirnya dan berkata.
"Setelah aku pergi sepertinya kekuatan kalian tidak cukup berkembang"
Mereka semua hanya tersenyum canggung saat sang Ketua mengatakan hal demikian. Setelah meninggalkan Gerbang Naga memang mereka tidak banyak berlatih, terutama Yong Rui yang sering menggoda wanita.
Meskipun demikian, Yong Rui memperlakukan wanita dengan baik dan tidak kasar. Setiap wanita yang pernah dekat dengannya selalu diberikan imbalan yang setimpal. Sebagai keturunan dari salah satu keluarga besar, Yong Rui tidak kekurangan sumberdaya.
Dalam beberapa misi, Yong Rui seringkali menggunakan sumberdaya pribadi untuk kesuksesan misi. Setiap anggota kelompok memang memiliki spesialisasi tersendiri, namun secara umum mereka menggunakan pedang tunggal dan teknik tebasan khas Gerbang Naga.
Ada dua jurus yang wajib dikuasai oleh anggota pasukan Gerbang Naga, yaitu jurus tebasan batu dan jurus tebasan meteor. Jurus tebasan meteor adalah jurus umum yang biasa dilakukan oleh anggota Gerbang Naga, jurus ini merupakan versi lengkap dari jurus Ledakan Bintang yang biasa digunakan Long Guan di Alam Bawah dan Alam Spiritual.
Jurus tebasan batu merupakan teknik sekali serang dengan kekuatan dan kecepatan yang sangat cepat. Kerusakan yang ditimbulkan lawan jika tidak mati maka akan meninggalkan cedera parah.
Pedang tunggal yang dimiliki oleh Organisasi Gerbang Naga terbuat dari bahan terbaik, dan merupakan pedang tertajam di kelasnya, lebih tajam daripada senjata yang terdapat pada pasukan keamanan biasa. Pedang ini sangat kuat, tahan pecah, dan memiliki ujung yang sangat tajam. Saking tajamnya, pedang tunggal bahkan bisa memotong batu tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.
Sementara jurus kedua Tebasan Meteor, teknik ini dapat mengunci gerakan lawan dengan menciptakan ruang hampa yang mampu menyedot kekuatan lawan sehingga tidak mampu melakukan serangan balik.
Semakin tinggi tenaga dalam penggunanya maka semakin kuat tebasan yang dihasilkan, pada tingkat ini pengguna dapat melakukan tebasan tanpa suara dan membelah tanpa wujud. Ada sembilan langkah saat menggunakan jurus ini, setiap langkah menciptakan tebasan mematikan dan membuat musuh terdesak.
Oleh karena itu, dari luka sabetan pedang saja sudah bisa diidentifikasi jika itu adalah perbuatan Gerbang Naga atau bukan.
"Dalam waktu dekat, aku akan mencari senjata baru serta sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan kalian" ucap Qiu Long kepada rekan-rekannya.
"Terimakasih Ketua, kamu memang baik hati" ucap Yong Rui dengan nada penuh sanjungan.
"Aku heran kenapa orang ini masih saja bersikap berlebihan" ucap Xiao Jian.
"Hahaha.. Begitulah jika dia sedang ada maunya" kata Zhi Hao sambil tertawa.
Keempat rekan Qiu Long berada pada ranah Pendekar Puncak. Jika di kelompok lain maka mereka bisa berperan sebagai ketua tim, namun mereka lebih memilih bersama Qiu Long berada dalam satu kelompok.
Dari kelompok tersebut hanya Wei Sheng yang paling pendiam, meski demikian ia memiliki sikap dingin saat di medan pertempuran.
"Apakah kalian sudah bersiap bertempur kembali? Malam ini aku akan bergerak memburu anggota Klan Mo Gui" ucap Qiu Long dengan serius.
"Inilah yang aku suka darimu Ketua, anggap malam ini adalah perayaan pertemuan kita. Aku akan merayakannya dengan membunuh para iblis sialan itu" jawab Zhi Hao dengan semangat.
Wei Sheng dan yang lainnya mengangguk setuju, mereka sudah menentukan target.
"Mulai sekarang aku akan menjadikan tempat ini sebagai markas kita, selain itu kita juga memiliki tujuh kelompok pemula untuk mendukung misi-misi sederhana" ucap Qiu Long.
"Kau memang Ketua yang cakap, tak percuma aku mengikuti mu" kata Yong Rui sambil menggerakkan pupil matanya ke kiri dan ke kanan.
Qiu Long sudah terbiasa dengan ucapan Yong Rui seperti ini, sejak awal ia mengenal dirinya memang ia memiliki mulut yang manis. Tidak heran jika banyak wanita yang terjatuh dalam bujuk rayunya. Di usianya yang menginjak dua puluh lima tahun ia masih belum menikah, padahal usianya hanya terpaut tiga tahun lebih muda dari Qiu Long.
"Sebaiknya kalian beristirahat dan bersiap, malam ini kita akan bersiap" ucap Qiu Long lagi kepada rekan-rekannya.
"Baik Ketua" jawab keempatnya dengan serempak. Setelah itu mereka semua menuju kamarnya masing-masing. Bangunan ini sudah tidak asing bagi mereka, sebelumnya saat mereka masih berjumlah tujuh orang bangunan ini sering dijadikan tempat bertemu.
Sesaat rekan-rekannya sudah pergi, Qiu memanggil Yun Mei.
"Apakah kamu memiliki peta Ibukota Shandian?" tanya Qiu Long.
"Tentu Tuan, tunggu sebentar" jawab Yun Mei sambil mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam laci penyimpanan.
Setelah menyerahkannya kepada Qiu Long, ia memperhatikan secara seksama saat Qiu Long membentangkan gulungan peta tersebut.
"Yun Mei, bisakah kau tandai tempat mana saja yang menjadi tempat berkumpulnya Klan Gui?" tanya Qiu Long sambil memandang ke arah Yun Mei.
Selama lima tahun ini, Qiu Long jelas tidak mengetahui peta kekuatan Klan Gui dan Klan Yinzhen di Kota Shandian. Selain mereka juga melakukan penyamaran, orang-orang Klan Mo Gui bertindak secara hati-hati dalam merekrut setiap anggotanya.
Mereka yang tersebar di Kota-kota besar hanya bagian kecil dari keberadaan mereka yang sesungguhnya. Menurut catatan Gerbang Naga, mereka berasal dari dunia Iblis yang yang tidak diketahui keberadaannya. Setiap invasi atau serangan yang mereka lakukan ke Alam Surgawi bersifat parsial dan acak. Sepertinya mereka juga tiap melakukan serangan akan melakukan persiapan yang matang.
Saat ini Yun Mei tampak berpikir keras, lalu tangannya mulai menggerakkan pena untuk memberi tanda.
Qiu Long hanya memperhatikan hal itu dengan seksama. Ia mengagumi kemampuan Yun Mei dalam menganalisis serta membuat deskripsi suatu keadaan. Sayangnya ia kurang diperhatikan oleh Gerbang Naga selama ini, Yun Mei direkrut oleh Qiu Long saat ia menyelamatkan Yun Mei di Kota Cai Hong.
Setelah itu Yun Mei ditempatkan di sini, sementara Qiu Long berada di markas pusat. Sehingga ia sendiri tidak menyadari bakat Yun Mei.
"Apakah kau yakin dengan tempat yang baru saja kau tandai?" tanya Qiu Long dengan serius.
"Tentu saja" jawab Yun Mei sambil menunjukkan ke arah peta yang sudah ia tandai.
"Paviliun pendosa" ucap Qiu Long dengan seringai dingin.
Yun Mei mengangguk saat mendengar ucapan Qiu Long, kemudian berkata.
"Apakah Tuan akan melakukan serangan?" tanya Yun Mei hati-hati.
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat datang saja, awalnya aku ingin kehadiran ku tidak terlalu mencolok. Namun kematian Jingguo dan Junjie harus segera dibalas" ujar Qiu Long.
"Baiklah jika demikian, aku akan menyiapkan beberapa perlengkapan untuk kalian" ucap Yun Mei sambil berlalu menuju ruangan khusus penyimpanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Reymundo Hidayat
serang
2023-08-11
0
fifid dwi ariani
trus Sukses
2023-08-10
0
Lanjut
2023-08-08
0